Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Kabar baik.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Apa ini?."


"Buka matamu, dan lihatlah."


Boy menatap tak percaya pada benda kecil di tangan nya, dia tau benda apa yang ada di tangan nya, hanya saja dia masih tidak percaya karena secepat ini.


"Ini bukan mimpi kan?."


April menggeleng sambil tersenyum, lalu mengambil tangan suaminya dan dia taruh di perutnya.


"Ini nyata, dan dalam perut ku sekarang ada Boy junior." ucap April sambil tersenyum.


"Kapan?."


"Aku udah telat dua Minggu, sebenarnya pas sebelum kita ke rumah Papa dua Minggu yang lalu aku udah ngerasa aneh karena telat menstruasi, dan kemarin aku udah tes ternyata hasilnya positif, karena takut salah aku milih buat tes lagi, dan Alhamdulillah, hasilnya masih sama."


Keduanya langsung berpelukan, tentu saja kejutan ini membuat Boy senang.


Cup..


Satu kecupan penuh rasa sayang Boy berikan pada istri tercintanya.


"Terimakasih, aku janji mulai saat ini aku akan menjadi suami yang siap siaga untuk kamu dan calon anak kita." kata Boy lalu mengusap perut istri nya dengan sayang.


"Daddy menunggu mu sayang, sehat-sehat di perut Mommy ya." lanjut Boy, memberikan ciuman perkenalan di perut Istri nya.


April mengusap pelan kepala suaminya, sedangkan Boy masih tetap betah menatap perut April yang masih rata.


"Daddy tolong mandiin Mommy dong." ucap April dengan suara yang di buat-buat seperti anak kecil.


"Tentu, Daddy akan memandikan Mom mu, dan mungkin akan menjenguk mu juga Babby." kata Boy dengan senyuman nakal nya.


Boy menggendong tubuh istrinya, berjalan ke arah kamar mandi.


"Bentar, aku isi bathub nya dulu." ucapnya saat mendudukkan istrinya di walk in closet.


April menatap punggung suaminya yang sedang menyiapkan untuk mandi keduanya, tak henti-henti dia mengucapkan rasa syukur dengan apa yang dia dapatkan saat ini.


Mendapatkan cinta nya, suami yang perhatian, dan apa lagi yang tidak menyenangkan selain mendapatkan suami yang tampan dan mapan, anggap saja sebagai bonus.


Banyak perubahan baik yang di perlihatkan Boy, membuat April semakin merelakan kehidupan nya untuk bisa hidup bersama pria yang memiliki netra biru itu.


April membuka pakaian nya, namun baru saja dia membuka dress nya dia melongo tak mendapatkan bra dan CD nya.


"Aku lupa, tadi malam kan aku main."


"Kenapa?."


"Kamu kebiasaan sayang, CD aku kemana? ko ngak di pasang balik sih." ucap April sambil mengerutkan bibirnya sebal.


Boy terkekeh pelan.


"Mungkin masih di kamar, aku lupa melemparkan kain penghalang itu kemana."


Setelah keduanya sama-sama tidak memakai sehelai benang pun Boy memangku kembali tubuh polos istrinya ke arah bathub.

__ADS_1


"Dingin." ucap April langsung memeluk tubuh suaminya.


Keduanya berpelukan di dalam bathub, dan tanpa April sadari jika pelukan itu membuat Boy semakin panas.


"Anak Daddy mau di tengok ya, sayang kamu mendengar bukan kalau Babby kita mau di tengok Daddy nya."


April yang sedang bermain busa hanya diam, membuat Boy langsung melakukan aksinya.


"Sayang."


April merasa tidak nyaman saat tangan nakal suaminya mulai beraksi di dada nya.


Bukan nya menjawab Boy malah memberikan ciuman nya.


Hemphh..


Keduanya berciuman, dengan lihai April bisa menandingi ciuman yang di berikan suaminya.


tangan nakal Boy terus beraksi, sampai akhir nya April mendorong dada suaminya pelan.


"Aku sudah ngak tahan." ucap April yang sudah berhasil mengeluarkan puncaknya karena permainan suaminya.


Boy tersenyum senang, dan tanpa menunggu aba-aba dia langsung menghujani milik istrinya dengan permainan nya.


Rasanya aneh saat Boy yang selalu bermain dengan kasar tiba-tiba menghujani inti milik nya dengan pelan-pelan.


membuat April merasa tdiak puas.


"Kenapa pelan?." tanya April di sela-sela deru nafas nya yang memburu.


"Babby kita akan kesakitan kalau aku terlalu semangat, aku takut dia terpentok sayang." sahut Boy masih dengan aktivitas nya.


Hemphh..


"Astaga April, otak mu sudah penuh dengan kemesuman seperti nya." batin April sambil mengacungkan tangan nya ke leher suaminya.


Mungkin karena terbiasa bermain lebih lincah membuat April merasa aneh saat mendapatkan hujaman pelan, apalagi Boy selalu bisa membuat nya terbang sampai beberapa kali.


Di meja makan nampak Dilla yang terus melirik jam di tangan nya, lalu melihat jam yang ada di ponselnya.


"Sama, udah jam 9." gumam nya pelan.


"Si kakak mana sih, udah jam 9 masih belum turun kamar." gerutuan Dilla sambil memainkan ponselnya.


Dilla sudah menunggu di meja makan selama satu jam lebih, dan lihatlah bahkan sampai sekarang kakaknya Boy belum kunjung membawa kakak ipar nya turun.


Mereka seolah melupakan dirinya yang menginap di rumah.


sebenar Dilla bisa saja makan duluan, tapi karena terbiasa sarapan selalu bersama dengan keluarga membuat Dilla memilih untuk menunggu kedua kakak nya.


"Apa gedor aja ya, mungkin masih tidur."


Dilla beranjak dari duduk nya, namun saat akan melangkah menaiki tangga tiba-tiba terdengar suara langkah kaki dari lantai atas.


"Mau kemana?."


"Kakak lama banget sih, kalau aku kurusan nanti aku bilangin Dad ya." kata Dilla sambil mengerucutkan bibirnya kesal.


April terkekeh pelan merasa gemas melihat tingkah adik iparnya.

__ADS_1


"Maaf ya Dil, tadi kakak kesiangan jadi baru mandi deh." kata April beralasan, tidak mungkin juga dia berkata jujur dan mengatakan kalau dia baru saja selesai bermain panas dengan suaminya.


Bisa tercemar otak polos adik iparnya kalau sampai hal itu terjadi.


"Biarin kurus juga, lagian gendut gitu jelek kaya badut." celetuk Boy sambil berjalan dengan tangan yang masih bertautan dengan istri nya.


"Kakak!!."


"Sayang jangan mulai deh, mending sekarang kita makan yu. kasian Dilla nya udah nungguin kita dari tadi kan." kata April menyudahi acara ledek-meledek suami dan adik iparnya.


Setelah ketiganya duduk di meja makan, Dilla langsung mengambil makanan untuk nya.


terbiasa sarapan nasi goreng dan telor ceplok membuat dia memilih menu itu untuk sarapan nya yang kesiangan.


Sedangkan Boy dan April sama-sama sarapan roti di campur selay, karena keduanya memang tidak terbiasa sarapan nasi.


Setelah selesai makan ketiga nya pindah ke ruang tamu, dan hal serupa masih di lakukan Dilla, yaitu masih sibuk ngemil.


"Jangan makan terus diet Ndut." kata Boy saat melihat adiknya mengambil satu bungkusan makanan ringan lagi.


Dilla mendelik tajam pada kakak nya.


lalu menjulurkan lidahnya.


Wle..


"Biarin, kakak dulu juga kaya aku ko, gede." celetuk Dilla sambil memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


Boy menggelengkan kepalanya melihat ***** makan adik nya yang tidak sedikit, tubuh adiknya memang tidak gendut tapi pipinya itu, membuat Boy sangat gemas saat melihat kedua pipi itu bergoyang saat adik nya memasukkan makanan ke dalam mulutnya.


"Mana ada ya, kakak dulu itu keren." Kata Boy dengan nada yang tak suka.


"Keren apanya, badan kaya Hulk gitu keren."


"Dari pada kamu bulat." masih belum mau mengalah.


"Mending aku bulat, imut cantik baik hati ngak suka sombong dan suka menabung." berkata dengan percaya dirinya.


"Dasar suka Om-om."


Deg..


Seketika Dilla teringat akan ucapan teman nya tadi malam.


"Dia Gy!!!!! "


"Mana ada ya, aku ngak suka mereka. lihat aja aku bakalan bawa pacar ganteng ke rumah kakak, lihat aja."


Boy mengangkat sebelah alisnya ke atas.


"Kakak tunggu, semoga aja bukan Om-om duda." celetuk Boy lagi.


Prpttt..


_________


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa jejak ♥️

__ADS_1


__ADS_2