
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Mom."
"Mom."
Suara teriakan dua anak laki-laki membuat sosok ibu muda yang sedang membantu membenarkan dasi suaminya menjadi teralihkan.
"Syirik aja." kata Bian sambil melihat dua jagoan kecilnya yang memeluk kaki istri nya dengan posesif.
Lisa hanya tersenyum kecil melihat suaminya yang selalu seperti ini.
seolah cemburu dengan si kembar, begitu pun dengan si kembar yang selalu posesif pada nya.
Selama dua tahun lebih ini Lisa memang tidak menggunakan jasa pengasuh untuk membantu nya, alasan nya karena dia masih trauma dengan yang nama nya pengasuh.
Pernah di kecewakan oleh pengasuh nya yang dulu membuat Lisa dan Bian memilih untuk mengurus kedua putranya bersama-sama, kadang juga di bantu oleh Mama Alena yang tak jarang menginap di rumah nya.
"Zelo, celananya jangan di lepas sayang, ayo pakai lagi celana nya.
"Ndak au.."
Zelo malah langsung berlari kecil dan mumpet di dekat sopa.
Lisa melirik putra kembar nya yang satu lagi.
"Ziel, bawa Zelo kesini sayang."
"Oke Mom."
Ziel berlari ke arah adik nya, merayap untuk menangkap adik kembaran nya.
"Tangkep. Mom." teriak Ziel sambil memegang tangan adiknya.
"Lepacin ih, kak." kata Zelo cadel.
"Celana dulu, ayo."
Ziel menarik tangan adik nya untuk mengikuti langkah nya.
"Ndak au."
Zelo melepaskan pegangan tangan kakak nya.
"Nanti di gigit semut, ihk takut."
"Ndak, mana ada semut, udah sapu sama Mom ko." kata Zelo lagi masih kekeh tidak mau kalah,
Diantara keduanya memang Ziel lebih bisa bersikap di banding adiknya, sedangkan Zelo sediri lebih nakal dan juga susah di beri tahu.
"Nakal ya, ngak baik ihk nanti di marahin sama Daddy."
"Daddy Ndak marah tuh, Daddy senyum ko." kata Zelo polos sambil menunjuk ke arah Daddy dan Mommy nya yang sedang tersenyum melihat tingkah mereka.
"Mom, Zelo nya nih nakal." adu Ziel sambil berjalan mendekati Mom dan Dad nya.
Zelo yang melihatnya sontak saja langsung berlari ikut mendekati Mom dan Dad nya.
__ADS_1
"Iya deh, au di celana."
Dan setelah melihat kedua putranya sudah rapih begitupun dengan suaminya yang juga sudah rapih Lisa langsung memangku Zelo, memberikan ciuman kecil di pipi putra nya.
Bian pun melakukan hal serupa, dia mengangkat tubuh Ziel dan ingin memberikan ciuman di putra nya.
namun belum juga bibirnya mendarat sempurna di pipi putranya tangan Ziel sudah menutupi bibir nya.
"Dad, stop. aku bukan anak kecil."
"Masih tiga tahun, juga."
"Tapi aku ini kakak Dad."
Huh..
Bian melirik istrinya, Lisa tersenyum melihat wajah cemberut suaminya.
"Udah yuk, kita sarapan keburu kamu kesiangan kerja nya." kata Lisa.
Cup..
Bian memberikan ciuman singkat pada istrinya, tapi tanpa dia sadari jika kedua putranya saling melemparkan tatapan aneh nya.
"Dad!"
"Jangan cium Mommy." kata Ziel dan Zelo bersamaan.
"Ya ampun, kalian sangat posesif." Bian menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua jagoan nya yang memang selalu marah jika dia terlalu dekat dengan Istri nya.
Bahkan tak jarang Bian juga harus curi-curi waktu dari kedua putranya hanya untuk bisa menghabiskan malam bersama istrinya, karena hampir setiap malam kedua putranya pasti ingin tidur bersama mereka di ranjang besar nya.
Setelah selesai sarapan yang penuh drama kecil bersama suami dan kedua putra nya, Lisa dan kedua putranya mengantar keluar rumah suaminya yang akan berangkat bekerja.
Lalu kembali ke kamar nya, melihat dua putranya yang belum mandi membuat Lisa langsung menghela nafasnya.
Peran ibu dari dua orang putra benar-benar tidak bisa di anggap spele, apalagi Lisa melakukan rutinitas nya tanpa bantuan pengasuh.
"Ziel, bawa pelampung nya sayang."
Sambil melihat kedua putranya yang sedang membuka baju Lisa mengisi bak kecil yang selalu si kembar gunakan untuk mandi.
Setelah bak nya terisi Lisa langsung menggendong satu persatu putra nya, memasang pelampung di tubuh putranya, tak lupa dia juga menaruh beberapa bola plastik mainan untuk bermain si kembar.
Sebenarnya air tidak terlalu penuh, hanya saja si kembar selalu mau bermain air, dan juga sangat suka dengan pelampung bebek nya.
"Mom mandi dulu ya, kalian jangan nakal." pepatah Lisa yang sering sekali dia katakan pada si kembar.
"Ingat, Ziel ngak boleh buat Zelo nangis, terus Zelo juga ngak boleh buat kakak nya marah." lanjut Lisa masih mewanti-wanti kedua putranya untuk tidak bertengkar.
"Oke Mom." sahut keduanya bersamaan sambil tersenyum memperlihatkan gigi ompong nya.
Setelah melihat kedua putranya mulai mandi, ralat lebih tepatnya bermain air Lisa pun masuk ke ruangan mandi nya, dimana ada shower yang sengaja di tutupi dengan bahan kaca yang tembus pandang nya hanya dari dalam saja.
Sengaja Lisa dan Bian membuat tempat mandi nya seperti itu, selain bisa mandi dengan tenang tanpa takut kedua putra nya mengintip, dia juga bisa sambil memantau kedua putra nya yang sedang mandi.
Setalah selesai mandi dan sudah memakai kimono Lisa langsung menghampiri kedua putra nya.
"Udah gosok gigi belum?."
__ADS_1
"Udah."
"Belum."
Ziel menatap adiknya.
"Belum Mom." kata Ziel lagi. "Zelo bohong." lanjut nya lagi.
Lisa mengambil pasta gigi untuk kedua putra nya, lalu memberikan satu persatu untuk putra nya.
"Yang bersih ya ompong." katanya sambil menggosok punggung Ziel, lalu beralih ke Zelo.
Meski cape tapi Lisa tidak pernah mengeluh, ini adalah keinginannya, dan menurutnya menjadi seorang ibu adalah hal yang belum pernah dia bayangkan sebelumnya itu.
"Necan."
"Kegan."
Si kembar langsung berlari ke arah dua sosok yang hampir setiap hari mengajak mereka bermain.
Mama Alena langsung mencium gemas pipi kedua cucu tersayang nya.
"Kangen Necan sama Ziel, Zelo."
Ziel menatap Kegan nya, mencari sesuatu yang bisa membuat nya senang.
"Kegan, mainan nya mana?." tanya Ziel, sedangkan Zelo nampak santai duduk di pangkuan Necan nya.
Zelo memang sangat dekat dengan Necan nya.
berbeda dengan Ziel yang lebih dekat dengan Kegan nya.
"Zelo ikut Kegan sama Ziel, Necan mau masak sama Mom." kata Mama Alena.
Setelah kepergian kedua cucu nya yang menggemaskan Mama Alena menatap menantu nya.
"Yakin ngak mau cari pengasuh lagi?, Mama kasihan sama kamu pasti cape banget kalau ngurus si kembar sendirian." kata Mama Alena.
Dia tau banyak dengan cucunya yang kadang nakal itu, meski hanya Zelo saja, sedangkan Ziel selalu bisa menjaga sikap karena Ziel adalah seorang kakak.
Lisa terdiam.
"Mam, sebenarnya aku mau. tapi.." ucap Lisa menggantung.
"Mama tau, tapi lihat tubuh kamu, Mama tau kewajiban seorang ibu dan seorang istri, tapi kamu juga harus bisa membagi waktu buat ngurus diri sendiri."
Ucapan mertuanya membuat Lisa berpikir keras.
memang benar tubuhnya sekarang tidak terawat, bahkan Lisa juga sadar jika dirinya juga kadang sering lupa untuk menyisir rambut karena tidak ada waktu.
Lama Lisa terdiam, membuat Mam Alena langsung mencolek perut Lisa yang sedikit mengembang.
"Syifa hamil, bentar lagi Ziel dan Zelo punya adik baru."
_______
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Jangan lupa jejak ♥️