Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Uang recehan.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Setelah melewati jalanan yang tidak terlalu macet akhirnya mobil Lisa yang baru sampai di depan gedung yang menjulang tinggi tempat suaminya bekerja, Lisa langsung keluar dari mobilnya.


"Bapak pulang saja, saya akan pulang bersama suami saya." kata Lisa, menyuruh supir nya pulang karna dia akan pulang bersama suami tercinta nya.


Si supir mengangguk, "Baik nona." sahut si supir.


Setelah kepergian mobilnya Lisa langsung masuk ke perusahaan milik suaminya, di loby Lisa mendapatkan hormat dari resepsionis yang kebetulan mengetahui status Lisa yang sebagai istri sah dari CEO nya.


"Apa suami saya ada di di kantor?." tanya Lisa, dia memang tidak memberitahu kapan dia akan datang sehingga Lisa menanyakan keberadaan suaminya pada si resepsionis.


"Tuan muda ada di ruangan nya, nona." sahut si resepsionis dengan sopan.


"Terimakasih." kata Lisa seraya tersenyum.


"Sudah kewajiban kami untuk melayani anda, nona." si resepsionis membalas senyuman istri dari bos nya.


Dalam hati kedua resepsionis itu merasa iri dengan keberuntungan yang di dapatkan Lisa, memiliki suami tampan dan juga kaya raya.


"Andai posisi ku dan nona Lisa bisa di tukar, mungkin aku akan menjadi wanita paling beruntung." batin si resepsionis yang sedikit iri.


Lisa masuk kedalam Lift, dan tak lama kemudian Lift terbuka membuat Lisa langsung bergegas berjalan ke arah ruangan suaminya.


Ceklek..


"Sayang." Bian terkejut dengan kedatangan istrinya, dengan cepat dia mematikan panggilan nya.


"Ko kaya kaget gitu?." tanya Lisa aneh, apalagi melihat suaminya yang langsung menutup ponsel nya, tadi samar-samar dia mendengar suara suaminya yang sedang menelpon dengan seseorang.


Bian beranjak dari duduk nya, lalu berjalan mendekati istri tercinta nya, di ciumnya kening Lisa, beralih ke kedua pipi dan berakhir di bibir mungil sang istri.


"Bukan apa-apa, kamu ko ngak ngabarin kalau kesini." Bian mengalihkan pembicaraan.


Dia tidak mau istrinya menanyakan dengan siapa dia bertelepon tadi, bisa panjang nantinya.


Lisa mencoba untuk tidak berfikir negatif pada suaminya, dia mencoba mempercayai suaminya apalagi Bian kan sudah berjanji akan setia padanya, dan Lisa akan mempercayai suaminya selama Bian bisa menjaga hati nya.


"Kan aku udah bilang pas sarapan tadi, ko kamu jadi pelupa gitu sih?." Lisa mendaratkan bokong nya untuk duduk di sofa, di susul oleh Bian yang duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Ehk iya lupa." Bian menepuk dahinya, banyak pekerjaan membuat dia menjadi pelupa.


Bian mengelus perut istrinya, sedangkan Lisa nampak bersandar di dada suaminya, merasakan detak jantung suaminya yang saling bersahutan dengan detak jantung nya.


"Sudah makan?." tanya Bian sambil mencium aroma harum rambut sang istri.


Lisa mengangguk. "Sudah tadi, kakak udah makan?." tanya balik Lisa, lalu menatap wajah suaminya.


Keduanya saling berpandangan, tatapan Lisa yang teduh membuat sensasi kenyamanan tersendiri untuk Bian apalagi kini wanita berbadan dua itu telah menjadi candunya dan berhasil memberikan dia dua penerusnya dalam kehamilan pertamanya.


"Nanti saja, aku masih ingin melihat wajah cantik kamu." kata Bian, tak berpaling masih tetap menatap wajah istri tercinta nya.


Lisa beranjak dari dada suaminya, lalu mengambil makanan di meja dekat sofa yang dia yakini adalah makan siang yang di pesan suaminya.


"Ayo makan, natap wajah aku mana ada kenyang." Lisa menyodorkan sesendok nasi ke depan bibir suaminya.


Melihat Lisa yang sangat perhatian membuat Bian merasa beruntung bisa memiliki istrinya, tapi satu hal yang Bian sayangkan kenapa mertuanya malah dengan tega meninggalkan istrinya di saat masa terpuruk Lisa beberapa bulan lalu.


Bukan nya Lisa adalah anak kesayangan mereka? tapi kenapa mereka malah dengan tega memutuskan untuk pindah ke luar negri dan tidak memberikan istrinya tempat tinggal saat rumah tangga nya Lisa dan Bian tengah di terpa badai.


"Aaaa.." Lisa membuka mulutnya, memberi pengarahan layak nya sedang menyuapi anak kecil.


Bian menerima suapan dari sang istri dengan perasaan campur aduk, istrinya selalu ceria dan bahagia, tapi saat sedang beribadah pada yang kuasa jelas Bian melihat tangis istrinya saat berdoa, meski Bian tidak tau apa isi doa yang di panjatkan istrinya pada sang maha pencipta, tapi Bian yakin istrinya menyimpan kesedihan nya sendiri.


"Ayo makan lagi." kata Lisa, membuat Bian tersadar dari lamunan nya.


"Sudah kenyang." Bian menolak suapan ketiga.


Hal itu tentu saja membuat Lisa meradang, apalagi Bian yang tidak makan banyak.


"Habiskan, kasihan para petani yang mengurus beras dari mulai mencangkul sawah sampai berpanenkan padi, mereka mengeluarkan banyak keringat hanya untuk bisa membuat kita menikmati nikmatnya makan dengan nasi." kata Lisa dengan wajah tegasnya.


Glekk..


Bian melihat jiwa lain dari istrinya, seketika itu juga dia menerima kembali suapan dari sang istri, sesekali dia melihat wajah istrinya yang tajam itu.


Setelah selesai makan Bian dan Lisa memutuskan untuk pulang, keduanya pulang dengan Bian yang menjadi supirnya.


"Stop dulu." kata Lisa mendadak, membuat Bian mengerem mendadak, beruntung tidak membuat Lisa kenapa-kenapa.


"Asataga sayang kamu ngagetin aku aja, gimana kalau kita celaka." kata Bian menasehati.

__ADS_1


Lisa tertunduk, "Maaf, aku hanya mau makan kerang hijau itu." ucap Lisa menunjuk penjual kerang hijau yang dagang nya memakai motor.


Bian menatap tak percaya dengan makanan yang ada di sebrang jalan itu, kenapa selera calon buyut sultan malah makanan sederhana? bukan makanan mahal?.


Tapi demi anak nya Bian akhirnya mengalah, dia membelikan makanan yang di pinta istrinya itu, saat sampai di depan penjual kerang hijau Bian mengeluarkan uang seratus ribu nya.


Bian membeli sekantung kresek kecil berwarna putih, tak lupa Bian melihat makanan berkuah kuning itu, dari baunya memang tercium enak meski sedikit bau kunyit.


"Ini bersihkan pak?." tanya Bian, dia takut makanan yang di belinya tidak hijinis dan malah membahayakan pencernaan istri nya.


"Bersih tuan, jangan khawatir saya udah cuci lima kali ko." sahut si penjual kerang hijau cepat.


Saat memberikan uang nya si penjual itu menatap Bian, membuat Bian tidak suka di pandang seperti itu.


"Ada uang kecil ngak?." tanya si penjual kerang hijau.


"Tidak, ada." sahut Bian cepat.


Dan tak lama si penjual memberikan banyak uang recehan pada Bian, diantaranya ada yang dua ribuan dan lima ribuan, tapi yang membuat Bian aneh adalah uang recehan di tangan nya, mana pernah dia memegang uang lima ratusan dengan gambar burung, melati, dan yang lain nya.


Bian masuk kedalam mobil, dia memberikan pesanan istrinya, membuat Lisa tersenyum senang dan langsung menyantap kerang hijau yang rasanya sangat enak itu, tidak jauhlah dari rasa masakan Restoran bintang lima menurut Lisa.


"Kenapa sayang? ko wajah nya aneh gitu." tanya Lisa heran melihat wajah suaminya.


"Lihat ini." Bian memperlihatkan uang receh di tangan nya.


Lisa melihat uang recehan itu dengan kening berkerut ke atas, merasa aneh dengan apa yang di lakukan suaminya, tapi sedetik kemudian Lisa baru paham dengan apa yang di maksud suaminya.


"Dasar cucu sultan, baru pertama kali nyentuh recehan wajahnya ko udah kaya liat maling aja." Lisa berkata dengan nada mengejek.


Buru-buru Bian membuka kaca nya, dia melihat ada beberapa anak kecil yang sedang mengamen.


di panggilnya anak-anak itu lalu Bian memberikan semu uang recehan di tangan nya pada beberapa anak pengamen itu.


Bukan nya berterimakasih beberapa anak itu malah mengejek nya.


"Mobil bagus tapi ngasih recehan, pasti mobil sewaan itu, dasar tukang pamer." kata salah satu anak laki-laki yang usianya lebih tau dari yang lain nya.


Huhhh..


__________

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa jejak, ♥️


__ADS_2