
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Hari-hari berlalu begitu cepat, tidak terasa sudah dua bulan lama nya setelah acara lamaran nya Kinara dan Lucas, dan ya sekarang keduanya sedang menunggu hari-hari bahagia keduanya yang tinggal menghitung hari itu.
Segala persiapan sudah di siapkan oleh kedua belah pihak keluarga, dan tentunya juga mendapatkan bantuan dari semua anggota keluarga besar.
Jika gadis lain akan bersiap diri di kamar medi pedi atau melakukan sesuatu hal untuk mempercantik diri, maka berbanding terbalik dengan Kinara.
Sekarang Kinara sedang asyik nongkrong setalah pulang bekerja, karena sosok nya yang hamble Kinara memiliki banyak teman di kantor nya, termasuk teman yang terkadang membicarakan nya di belakang.
"Kalian makan sepuasnya, hari ini semua makanan biar aku yang bayar." kata si tomboi sambil memasukan makanan ke mulutnya.
"Wih kaya nya bakalan kenyang nih, secara di traktir cucu Sultan gitulah." kata Sri, teman satu defisi nya.
Mereka tentu tau siapa Kinara dan siapa orang tua nya Kinara, seorang cucu dari pemilik perusahaan besar.
Sebagian dari mereka merasa kagum akan sosok Kinara, jika mereka menjadi Kinara sudah tentu mereka akan memanfaatkan kehidupan nya untuk bersenang-senang.
Tapi semua itu tidak dengan Kinara, gadis yang selalu berpenampilan tomboi itu nampak santai dengan kehidupan nya.
bahkan saking santai nya Kinara tidak mengeluh meskipun bekerja di bagian yang gajih nya tidak seberapa untuk di kalangan nya.
"Boleh bungkus ngak Ra, aku mau bawa buat stok makan malem di kosan." kata Neti, salah satu teman kantor Kinara.
"Iya Ra, aku juga mau dong dua porsi buat adek sama ibu aku." sahut Diana.
Kinara terkekeh pelan.
"Boleh silahkan aja, kalau perlu kalian mau bawa tiga atau empat porsi lagi juga boleh kok asal ke makan aja, santuy." ucap Kinara santai.
"Bener nih Ra, kalau gitu aku bakalan pesen lagi buat bapak sama kakak dan keponakan aku, biar sekalian sekeluarga makan enak." kata Diana lagi.
Yang mana hal itu mengundang tawa semua nya.
__ADS_1
"Sekalian aja satu kampung Diana!" kata Kinara, Sri dan Neti bersamaan membuat Diana menyengir saja.
Ketiga nya mulai makan lagi, dan setelah acara makan nya selesai satu persatu di antara ketiga teman kantor Kinara itu pulang, baik yang memakai kendaraan beroda dua milik sendiri, maupun yang memakai jasa ojek online.
Kinara menatap jam di tangan nya, tumben Lucas lama menjawab panggilannya, padahal biasanya calon suami nya itu selalu tepat waktu.
Lama Kinara menunggu sang kekasih sampai akhirnya sebuah mobil berhenti tepat di gerai makanan cepat saji yang di pijak nya.
"Ko jemput nya lama." tanya Kinara yang baru mendudukkan bokong nya di jok samping Lucas.
"Maaf ya, tadi aku kena macet." jelas Lucas. "Kamu ngak marah kan?." tanya Lucas lagi
Kinara menggelengkan kepalanya.
"Ngak lah, santuy aja kali." kata Kinara sambil melihat sekeliling jalan di luar.
Lucas melirik Kinara, beberapa hari lagi dia akan benar-benar sah menjadi suami dari si tomboi.
dari jarak pertunangan ke hari pernikahan nya memang sangat jauh, hal itu bukan karena Lucas dan Kinara menunda pernikahan nya, tapi karena perhitungan keluarga nya yang menginginkan tanggal yang cantik untuk Kinara dan Lucas.
sebenarnya Kinara dan Lucas tidak begitu percaya dengan ucapan orang tua nya, yang mengatakan jikq pasangan yang mau menikah harus di pingit dulu.
"Ara, ini untuk mu." kata Lucas sambil memberikan kotak kecil.
"Untuk aku?." Kinara menaikan sebelah alisnya ke atas.
Menatap senang pada kotak yang di berikan sang kekasih, entah kenapa menurut nya semakin hari Lucas semakin pandai menyenangkan nya, termasuk banyak memberikan nya hadiah.
Dan Lucas hanya mengangguk kecil.
"Bukalah." ucap nya lagi.
"Hemm." Kinara mengangguk lalu mulai membuka kotak pemberian sang kekasih nya itu.
Kinara terdiam melihat isi kotak itu yang ternyata adalah kalung dengan liontin kecil.
__ADS_1
"Kalung?." tanya Kinara.
"Iya, kamu suka?." tanya balik Lucas.
Kinara hanya mengangguk kecil meski pada kenyataan dia tidak suka aksesoris perempuan, tapi karena menghargai Lucas Kinara memilih tersenyum.
"Terimakasih Lucas." ucap Kinara sambil tersenyum.
"Sama-sama, tapi maaf aku hanya bisa membelikan mu kalung yang harga nya terjangkau, tapi aku janji setelah aku sukses nanti aku akan membelikan mu kalung berlian yang cantik." sahut Lucas sambil melirik Kinara.
"Itu semua tidak perlu, kalung ini sudah cukup untuk ku." kata Kinara lagi.
Lucas menghentikan mobilnya di pinggir jalan, membuat Kinara langsung melirik ke arah nya.
"Aku pasangkan mau?." tanya Lucas dan di angguki langsung oleh Kinara.
Kalung nya mulai di pasangkan di leher jenjangnya Kinara, dan ya kalung itu semakin terlihat cantik jika di pakai oleh Kinara.
"Kamu cantik banget Ara." puji Lucas sambil menatap Kinara penuh cinta.
Mendengar gombalan sang kekasih membuat Kinara terkekeh, entah kenapa setelah menjadi sepasang kekasih Lucas menjadi pandai menggoda nya, padahal Lucas yang dulu adalah sosok yang susah di dekati dan selalu ingin beradu mulut dengan nya.
"Iya cantik, kalau ganteng kan ngeri." kata Kinara sambil terkekeh.
"Aku serius, kamu semakin cantik, membuat aku semakin jatuh cinta Ara." ucap Lucas semakin membuat jantung Kinara berdegup kencang, dan rasanya ingin terbang tinggi ke awang-awang.
"Gombal." hanya kata itu yang keluar dari si tomboi yang pandai menyembunyikan ekspresi berlebihan nya.
Karena hari ini hari terakhir untuk Kinara dan Lucas bertemu, akhirnya keduanya memilih menghabiskan waktu setengah hari nya untuk jalan-jalan.
Kinara dan Lucas memilih nonton karena sepanjang keduanya bersama kedua nya belum pernah ngadate, seperti yang di lakukan orang berpacaran lain nya.
_________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️