Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Om Rangga #2


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


"Makasih Om." ucap Achel.


Rangga hanya mengangguk, lalu memberikan gelas berisi setengah air sisa tadi pada Achel.


"Minumlah."


Achel menerima nya, lalu meminum sedikit karena jujur saja dia sangat kenyang, jika terlalu banyak minum bisa di pastikan perutnya akan sakit.


Rangga kembali menerima segelas air nya, dengan santai ia meminum air gelas sisa Achel.


Membuat Achel yang melihat nya melotot.


"Ngak jijik Om?." tanya Achel ngeri.


"Kamu ngak penyakitan kan?."


Hah!


"Ngak, aku sehat ko."


"Ya udah, Om minum aja, kamu juga kan ngak ada sakit apa-apa." kata Rangga santai lalu berdiri.


Dia membawa baki berisi mangkuk kosong dan gelas kosong itu ke luar kamar, Achel memandang punggung pria yang usianya 2x lipat dari usianya itu dengan senyuman kecil.


"Ngak nyangka, ternyata Om Rangga perhatian juga." gumam Achel lalu menggelengkan kepalanya.


Kenapa dia jadi tertegun dengan sikap manis si Om, Astaga apa yang Achel lakukan, dia tidak boleh suka dengan Om Rangga, Om Rangga itu adalah Om nya, adik sepupu Almrhum Mami Lili, dan tidak seharusnya dia mengagumi pria kepala empat itu.


"Achel." panggil Rangga.


"Ya." Achel melirik ke sumber suara.


"Mau kue?."


Rangga masuk dengan membawa dua potong cake di piring kecil, tak lupa dia juga membawa segelas air putih untuk minum nya.


Dia duduk di samping Achel, membuat Achel tersenyum kikuk.


"Ngak ahk, takut gendut." Achel menolak.


"Yakin, ini cake cokelat yang terkenal itu loh." Rangga mendekatkan cake nya ke depan Achel.


Achel mengusap perut nya, tidak ada lagi rasa kenyang nya.


entah hilang kemana, padahal tadi dia merasa sangat kekenyangan sekali sampai membuat perutnya sedikit sakit, tapi melihat cake?..


"Satu doang, boleh ngak ya."


Runtuh sudah kekenyangan nya, Achel tidak bisa menahan ke manisan yang menggiurkan dari cake di depannya.


"Satu aja deh Om, satu nya lagi buat Om." ucap Achel akhirnya mau.


Rangga tersenyum, dengan senang hati dia memberikan suapan pertama untuk Achel, membuat Achel tersenyum senang saat merasakan kemanisan yang kini di rasakan mulutnya.


Hap..

__ADS_1


"Lagi Om."


"Iya."


"Astaga kenapa Achel sangat menggemaskan, lama-lama bersama Achel membuat aku panas dingin." batin Rangga.


Sampai akhirnya suapan nya terhenti, membuat Achel yang makan dengan memejamkan matanya langsung membuka matanya.


"Ko berhenti Om?."


"Habis."


"Hah! habis?." Achel melihat ke arah piring kecilnya, dan benar saja ternyata cake nya sudah habis.


Bahkan satu potong cake yang di minta Achel itu mungkin hanyalah ucapan belaka, nyatanya gadis berambut sebahu itu sudah menghabiskan kedua potong cake nya.


"Hehe, Om sih ngak ingetin."


Rangga tidak menjawab, berlama-lama bersama Achel membuat nya tidak tahan, apalagi melihat tingkah lucu Achel yang membuat nya sangat gemas untuk memainkan pipi tembem yang tak henti-henti nya mau mengunyah itu.


Saat Rangga ingin berdiri meninggalkan Achel tiba-tiba tangan nya di tahan oleh Achel, membuat Rangga langsung kembali duduk lagi.


"Om pinjem ponsel dong, ponsel aku mati karena kebanting keras, boleh kan Om." pinta Achel.


Rangga memberikan ponselnya, membuat Achel tersenyum dan menerima ponselnya.


"Password nya apa Om?."


"Tanggal lahir kamu."


Hah!


Achel mengangguk tidak curiga.


"Taun nya? taun berapa Om?."


Astaga..!


Rangga mengigit bibir bawah nya, tanpa menjawab dia langsung mengambil ponselnya, lalu memasukkan password nya yang ternyata tanggal bulan dan tahun kelahiran nya sama dengan Achel.


"Udah?."


"Iya.".


"Aku pinjam ya Om, Om boleh pergi." lanjut Achel lalu memainkan ponselnya Rangga.


Dia fokus memainkan ponselnya tanpa melihat ekspresi aneh yang di perlihatkan Rangga.


"Dasar gadis kecil."


Rangga pun akhirnya memilih keluar dari kamar nya, meninggalkan Achel yang sibuk dengan ponselnya.


"Hallo, Dil."


Terdengar suara gaduh di sebrang telpon membuat Achel menutup telinga nya.


"Ini siapa?, maaf saya ngak kenal." jawab Dilla yang tidak tau kalau yang menelpon nya Achel.


"Ini aku, Achel si Chabby, kamu lagi ngapain sih berisik amat."

__ADS_1


Di tempat lain Dilla yang mendengarnya nama Achel langsung berteriak.


"Achel !!!!"


"Sakit ih telinga aku." gerutu Achel menutup telinga nya.


"Kemana aja si Chel seharian ini ngak ada kabar, kamu tau ngak tadi Mami nelpon aku buat nanyain kamu, sebenarnya kamu lagi di mana si Chel ko Mami kaya yang khawatir gitu, kamu ngak kabur kaya di film-film drakor kan, cuman gara-gara ngak boleh main langsung kabur, kamu ngak lebay gitu kan?." tanya Dilla panjang kali lebar.


Membuat Achel tersenyum, teman nya yang satu ini memang lain dari yang lain.


"Jangan panjang-panjang Dill ngomong nya, aku bingung mau jawab yang mana."


Achel menghela nafasnya, lalu dia pun memilih jujur pada Dilla, Achel tidak mau membohongi satu-satunya sahabat baik nya.


dia tidak mau Dilla tau semua itu dari orang lain, bukan dari mulut nya.


"Dill, maaf."


"Maaf apaansih Chel, kamu sakit ya."


Achel mengalihkan panggilan nya menjadi panggilan Vidio call, membuat dia bisa melihat wajah teman nya.


"Astaghfirullah.. kebiasaan, mukanya." Achel kaget karena melihat Dilla yang memakai masker wajah berwarna hitam.


"Santai kali Chel, biasnya juga gini kan." Dilla malah santai memasukkan makanan ke mulutnya.


Melihat wajah Dilla membuat Achel semakin takut untuk menyampaikan kejujuran nya, tapi Achel juga tidak mau terus menerus membohongi Dilla.


"Dill, maaf banget, sebenarnya aku di jodohkan sama Mami Papi dengan anak teman Mami, dan kamu tau siapa yang di jodohkan sama aku?, dia adalah kak Lu___" ucap Achel terhenti karena Dilla menyela ucapan nya.


"Kak Lucas? aku tau." kata Dilla santai.


"What? dari mana kamu tau Dill?." tanya Achel kaget.


"Sebenarnya aku kecewa sama kamu yang ngak jujur sama aku, tapi itu semua sudah terjadi dan aku ngak ada hak buat mutusin perjodohan kalian, toh Mami Papi kamu juga setuju, apapun yang terbaik untuk kamu aku setuju Chel, aku yakin kak Lucas pasti bisa bahagiain kamu." kata Dilla membuat Achel semakin tidak percaya.


"Dill."


"Aku ngak papa ko Chel, aku sayang sama kamu, kamu udah aku anggap seperti adik sendiri, aku akan suport hubungan kalian." lanjut Dilla.


Achel menangis, andai saja Dilla tau seperti apa sifat kak Lucas sesungguhnya, apa Dilla akan masih mengagumi sosok itu, pria yang memiliki kepribadian ganda yang mengerikan.


"Jangan nangis Chel, kamu itu pantas bahagia."


Achel menggelengkan kepalanya.


"Dill, dengerin aku, aku ngak ada rasa kak Lucas, dan asal kamu tau kak Lucas itu jahat Dill, dia.. hiks.. dia.." Achel menangis sesenggukan.


Membuat Dilla yang menatap layar ponselnya dengan wajah yang bingung.


tapi melihat air mata yang mengalir di wajah Achel membuat Dilla yakin jika kondisi sahabat nya itu tidak baik-baik saja.


"Sharelok lokasi kamu, sekarang."


_________


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa jejak ♥️

__ADS_1


__ADS_2