Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Makan siang.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Sesampai nya di restoran Achel dan Dilla langsung duduk di tempat yang bersebelahan, begitu pun dengan Rangga dan Zico yang duduk saling bersebalahan, meski kesan nya aneh, keduanya seperti sedang mengajak makan anak mereka sendiri.


Apalagi Achel dan Dilla yang memilih duduk bersebalahan, membuat Rangga dan Zico semakin terlihat aneh karena keduanya duduk bersebalahan.


"Mau makan apa?." tanya Rangga.


Achel mengambil daftar menu, Dilla ikut melihat nya, rasa lapar tiba-tiba melanda kedua gadis muda itu, Achel dan Dilla saling melirik lalu tersenyum.


"Boleh pesan banyak kan Om?." tanya Achel.


Rangga mengangguk cepat.


"Apapun, terserah kalian."


Dan jawaban itu membuat Achel dan Dilla langsung senang.


keduanya langsung memanggil pelayan.


"Mbak siapin semua makan terenak di sini ya." kata Dilla santai.


"Baik nona, ada lagi?." tanya pelayan.


"Minuman nya jus jeruk sama jus strawberry" kata Achel menimpali.


Lalu melirik Rangga dan Zico.


"Om mau pesen minum apa?." tanya Achel.


"Jus jeruk." kata Rangga, dia memang menyukai semua yang di sukai Achel.


"Jus strawberry." kata Zico, yang ikut-ikutan minuman yang sama seperti Dilla.


Beberapa menit berlalu..


Beberapa makanan sudah tersaji di atas meja, ralat bukan beberapa tapi sangat banyak, membuat Rangga dan Zico saling berpandangan.


Keduanya memang tau porsi makan gadis yang di sukai nya, tapi jelas mereka tidak sampai berpikir jika Dilla dan Achel serakus ini, makanan untuk satu keluarga di borong semua oleh Achel dan Dilla.


"Makan Om." kata Dilla.


Mereka makan dengan khitmat, Achel dan Dilla saling memberi kode di bawah meja.


keduanya sudah sepakat untuk mengerjai dua pria yang ingin mendekati mereka itu.


"Aduh kenyang." kata Achel tiba-tiba.


"Aku juga kenyang nih, tapi makanan nya masih banyak lagi." Dilla melirik makanan nya sekilas lalu memegangi perutnya.


"Kita kan lagi diet ya Chel."


Achel mengangguk setuju.


"Iya, sayang banget ya kita ngak bisa makan lagi, tapi yang ngabisin ini semua siapa ya." Achel ikut melirik ke arah makanan nya.


Rangga dan Zico saling berpandangan, lalu melihat ke arah makanan yang ada di depan nya, keduanya menelan ludahnya, yakin jika dua gadis muda di depan nya itu ingin keduanya menghabiskan makanan yang di atas meja itu.


"Om." panggil Dilla.


Dan Zico yang langsung melihat ke arah gadis yang di sukai nya itu.


"Apa?." tanya nya sambil memasukkan makanan ke mulutnya.

__ADS_1


"Makan yang banyak ya Om biar kuat." kata Dilla sambil tersenyum semanis mungkin.


Membuat Zico langsung mengangguk dan mengambil makanan yang lain lagi.


"Om Rangga juga makan yang banyak ya, mau aku suapin." tanya Achel.


Yang mana hal itu membuat kedua pria itu langsung terbatuk-batuk.


Uhukk..


Uhukk..


Achel dan Dilla replek memberikan minuman pada Rangga dan Zico.


dan langsung di terima oleh kedua pria itu.


Keduanya meminum minuman yang di berikan Achel dan Dilla.


tapi baru juga keduanya meminum jus nya Achel dan Dilla langsung saling berpandangan.


"Jus jeruk aku."


"Iya, minuman strawberry aku."


"Om itu jus kita, udah kita minum setengah nya ko di minum sih." Achel memanyunkan bibirnya.


"Ngak jijik apa, itukan bekas bibir kita." kata Dilla menimpali.


Yang mana hal itu membuat Rangga dan Zico saling berpandangan dan langsung memegang bibirnya masing-masing.


🌹


Seharian Achel merasa aneh dengan sikap Rangga, pria yang dia panggil dengan sebutan Om itu semakin terlihat aneh di matanya.


Achel masih belum mengetahui siapa Mr. misterius itu, dia rasa tidak mungkin jika itu Rangga, masa iya Om Rangga suka pada nya, Achel menampik dugaan nya yang terlalu jauh itu.


Tapi saat melihat Om Rangga kenapa juga dia malah merasa jika Om Rangga tau semua tentang nya, padahal mereka tidak sedekat itu.


"Kalau iya, tapi kenapa harus Om Rangga, kenapa bukan orang lain." Achel tentu sadar dengan perasaan nya yang nyaman dan merasa senang saat mendapatkan keperdulian dari Mr. misterius nya.


Tapi jika itu adalah Rangga? apa Achel bisa menerima fakta itu?.


Berat..


Tok..tok..


Suara ketukan pintu membuat Achel tersadar dari lamunan nya.


dia langsung beranjak turun dari ranjang dan berjalan ke arah pintu.


Ceklek..


"Achel, ada tamu di luar." kata Mami Nana.


"Siapa Mi?." tanya Achel bingung.


Bukan nya menjawab Mami Nana malah tersenyum, lalu membelai pipi sang putri, dia tau sesuatu yang di paksakan itu tidak baik, dan kini dia menyerahkan pilihan untuk putrinya, biarlah Achel memilih sendiri jalan takdir nya.


Sebagai orang tua Achel tentu Mami Nana menginginkan yang terbaik untuk putri nya, tapi semua itu kembali ke awal, kewajiban orang tua itu adalah memastikan jika putri nya tidak salah jalan, dan Mami Nana hanya ingin melihat putrinya bahagia tentunya dengan pria yang di sayang nya.


"Mami ko aneh banget sih." Achel curiga.


"Udah sana, ada yang mau ketemu tuh." kata Mami Nana.


Dengan terpaksa Achel berjalan menuruni satu persatu anak tangga.

__ADS_1


Achel menatap ke setiap juru rumah nya yang terlihat sepi, ini masih jam 7 tapi di rumahnya sudah sesepi ini.


Memang sejak kepergian Oma dan Opa nya rumahnya menjadi sangat sepi, apalagi Achel hanya anak tunggal di rumah nya, rumah nya akan ramai jika Dilla menginap.


Tapi Dilla yang sudah 21 tahun kini sudah bukan anak kecil yang masih suka bermain lagi, begitu pun dengan Achel yang kini sudah memiliki pemikiran yang berbeda dari Achel yang dulu, dia sudah tumbuh menjadi gadis dewasa.


"Om, ko malam-malam disini, ngapain?." tanya Achel yang melihat Rangga.


"Mau ngajakin kamu makan di luar, mau?." tanya Rangga.


Achel terdiam, dia memang belum makan malam, Papi nya sedang tidak enak badan dan Mami nya tentu akan menemani Papi nya makan di kamar.


"Ya udah, bentar ya Om ganti baju dulu." kata Achel.


Dia tidak mau mengecewakan pria yang sudah jauh-jauh datang ke rumah nya hanya untuk mengajak nya makan malam itu.


Achel mengganti pakaian nya, dia menatap pantulan wajahnya di cermin, ragu-ragu Achel memakai lipbam di bibir nya, membuat penampilan nya semakin cantik, meski hanya memakai make up sederhana.


Jaket Hoodie yang di padukan dengan celana jeans panjang nampak cocok di badan nya.


Achel mengambil farpum nya, menyemprotkan beberapa kali ke bagian yang menurut nya harus wangi.


"Ko aku deg-degan ya." gumam Achel.


Achel menepis pikiran aneh nya, dia berjalan ke kamar sang Papi, saat masuk Achel langsung di suguhkan pemandangan di mana cinta pertamanya nampak terbaring di tempat tidur.


"Papi beneran ngak mau ke dokter?." tanya Achel sambil duduk di ranjang.


"Ngak usah, dokter putra bilang kalau Papi cuman lagi naik tensi nya, Papi harus banyak istirahat aja." kata Papi Andrian.


Memang setelah memukuli Lucas habis-habisan waktu itu Papi Andrian langsung drop kondisi nya, pikiran nya berkecamuk dan terus memikirkan anak gadis nya, dia takut hal serupa kembali terjadi pada putri kesayangan nya itu.


"Rangga ngajak makan ya?." tanya Papi.


Achel mengangguk kecil.


"Iya, boleh ngak?."


Papi Andrian melihat ke arah sang putri yang terlihat cantik, meski memakai Hoodie tapi jelas penampilan Achel berbeda, karena biasanya Achel selalu memakai pakaian seadanya saat di ajak makan di luar.


Tapi sekarang, Papi Andrian jelas melihat Putri nya yang tidak seperti biasanya.


harum dan sangat cantik.


"Pergilah, tapi pulang nya jangan malam-malam ya." kata Papi.


Achel mengangguk, dia memeluk Papi nya lalu mencium pipi sang Papi.


"Pamit ya Pi, mi." kata Achel sambil menyalami punggung tangan Mami dan Papi nya.


Saat ingin keluar kamar tiba-tiba terdengar suara Papi Andrian lagi, membuat langkah Achel terhenti.


"Bilang sama Om Tua, jagain peri kecil nya, awas aja kalau berani macam-macam maka pukulan anak mantan Mafia akan mendarat di tubuhnya." kata Papi Andrian.


"Siap."


_______


🌹🌹🌹🌹🌹


Ziel dan Zelo akan hadir di awal bulan dengan cerita nya yang ngak kalah mendebarkan seperti Oma Opa nya😊



Jangan lupa jejak ♥️

__ADS_1


__ADS_2