Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Jujur.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Sepulang nya dari acara makan di luar, Syifa dan Arfan memilih untuk pulang karena Arfan tau kalau wanita yang sedang mengandung tidak baik keluar di malam hari, pamali.


Seperti biasanya sebelum tidur Arfan selalu mengajak Syifa untuk cuci muka, dan gosok gigi, hal itu sudah rutin mereka lakukan sebelum tidur.


"Aku tidur duluan ya." kata Syifa.


Keduanya kini sedang berbaring di tempat tidur, dengan posisi Syifa yang menyender di dada Arfan.


"Yakin?, kita belum itu loh sayang." kata Arfan menahan tangan Syifa.


Syifa melirik jam di nakas, masih menunjukan pukul sembilan lebih, membuat nya menghela nafas panjang.


"Ya udah, tapi ngak lama ya."


"2 ronde?."


"Terserah, yang penting ngak boleh sampai malam, ingat kata dokter aku lagi hamil muda loh sayang, ngak bisa di jenguk tiap hari." kata Syifa mengingatkan.


"Iya, aku ingat ko, tapi ngak janji kalau ngak tiap hari, soalnya kamu canduku." lanjut Arfan.


Dan pada akhirnya kedua nya pun melakukan nya, untuk masalah ranjang jangan salah, meski masih 24 tahun tapi Arfan jago di ranjang, terbukti sekarang Syifa sedang mengandung benih nya.


Beberapa saat setelah nya..


Arfam membenarkan posisinya menjadi di samping Istri nya, membawa tubuh kecil Syifa ke pelukannya.


Hangat yang di ciptakan keduanya membuat Syifa tenang, meski deru nafasnya masih memburu karena permainan yang baru selesai beberapa detik yang lalu.


Cup..


Arfan mengecup singkat bibir Istri nya.


Cup..


Di balas kecupan di pipi suaminya oleh Syifa.


Hening tercipta, keduanya terdiam dengan pikiran masing-masing.


Syifa yang mengingat kembali kejadian tadi siang, dia bingung harus memulai pembicaraan dari mana.


Jujur saja Syifa takut, dia takut akan reaksi Arfansya jika mengetahui kebenaran nya, kalau Dokter Putra, sahabat dekatnya adalah sosok yang mengambil kesucian istri nya sendiri.


"Sayang."


Arfan langsung tersadar dari lamunan nya, mengusap kepala Istri nya penuh sayang.

__ADS_1


"Kenapa sayang?." tanya Arfan.


Syifa kembali terdiam, bibir nya kelu seolah tak bisa mengatakan apa pun.


bagaimana bisa dia mengatakan sesuatu yang bisa menghancurkan kebahagiaan nya lagi, sedangkan perlakuan Arfan padanya seperti ini, manis.


Tapi kalau bohong lagi, Syifa juga tidak mau terus menerus hidup di dalam drama kebohongan yang berkelanjutan, sudah cukup masa lalunya menjadi pelajaran besar untuk nya.


Ia tidak mau masalahnya menjadi lebih rumit dari pernikahan nya di awal-awal dulu.


dimana satu kebohongan membuat semua orang yang menyayangi nya menjadi terluka dan kecewa.


"Ko diem?, mau lagi ya? ayo lanjut lagi dua ronde." celetuk Arfan, berhasil membuat Syifa sadar dari lamunan nya dan mendaratkan cubitan kecil di pinggang suaminya.


"Bawah dikit sayang, mentok di tengah, elus aja biar hidup lagi." lanjut Arfan sambil cekikikan.


"Sayang."


"Haha, abisnya kamu cubit nya pinggang doang, kan yang bawah juga iri."


Syifa kesal ingin menggeser sedikit posisi nya menjadi sedikit menjauh, tapi tiba-tiba Arfan mempererat pelukan nya, membuat Syifa memberontak meksi pada akhirnya Syifa memilih pasrah.


Percuma toh tenaga Arfan lebih besar dari suaminya, pikir Syifa.


"Aku mau jujur, maaf sebelumnya kalau kejujuran ini akan membuat kamu terkejut dan mungkin kembali kecewa pada ku." Syifa menjeda ucapan nya, mengubah posisi nya menjadi menatap suaminya.


Arfan terdiam, dia balik menatap mata istrinya.


Butuh keberanian untuk Syifa bisa mengatakan kebenaran nya, dan setelah mendengar ucapan Arfan barusan Syifa menjadi yakin kalau dia memang harus mengatakan kebenaran nya, sebelum fakta ini suaminya dengar dari mulut orang lain.


"Sebenarnya, Dokter putra dia adalah mantan tetangga ku, dia adalah pria yang ____" ucap Syifa terhenti karena Arfan menaruh satu jari nya di depan bibir Syifa.


"Apa Arfan akan marah, ya Tuhan jika iya aku mohon jangan buat dia membenci ku dan calon anak ku."


Syifa benar-benar ketakutan, apalagi sekarang Arfan menatap nya dengan wajah yang tidak bisa di artikan, membuat Syifa ingin menangis sejadi-jadinya karena takut akan di tinggalkan oleh Arfansya.


"Jangan katakan itu lagi, oke. apapun masa lalu mu aku akan menerima mu, dan stop membicarakan masa lalu, aku tidak ingin masa lalu kita membuat hubungan kita retak. Aku mencintaimu dan kamu mencintai, cukup dengan itu kita membangun hubungan kita." kata Arfan sambil membelai wajah istrinya.


Sebenarnya Arfan sudah tau sejak lama sekali, lebih tepatnya saat Arfan bermain ke rumah Putra saat dirinya masih belum bisa menerima masa lalu Syifa, lebih tepatnya di awal-awal pernikahan nya dan Syifa.


Dengan uang mudah untuk Arfansya menemukan siapa pelaku yang membuat Istri nya kehilangan sesuatu yang paling berharga itu.


Dan Arfansya juga kaget saat mengetahui fakta jika sahabat baik nya adalah prodofil yang lebih gila dari nya, dan kecurigaan nya semakin kuat saat Putra memberikan pertanyaan yang menurut Arfan sangat aneh.


"Arfan, menurut mu bagaimana dengan laki-laki yang menyukai istri pria lain?."


Arfan sudah curiga dari lama dengan Putra yang berniat akan mengambil Syifa dari pelukan nya, dan benar saja tadi saat di kantor dia melihat dengan mata kepala nya sendiri jika Putra sudah mengibarkan bendera perang dengan nya.


"Sayang, jangan menangis."

__ADS_1


Syifa masih menangis, semakin malu rasanya Syifa mendengar fakta jika suaminya sudah mengetahui kebenaran nya jauh dari dirinya yang sebenarnya sudah melupakan segala yang terjadi di masa lalu.


"Kamu tau, masa lalu ku tak jauh dari masa lalu mu, aku juga bukan pria yang baik, aku bukan pria hebat seperti yang kamu pikirkan." kata Arfan, kembali menjeda ucapan nya.


Arfan menghela nafasnya pelan.


"Aku pernah melakukan nya dengan beberapa wanita, kekasih ku ataupun teman ranjang bayaran ku, aku sering melakukan nya, pergaulan ku di luar negri sangat buruk, membuat Om dan Tante ku tidak kuat dengan semua yang telah aku lakukan."


Akhirnya Arfan mengatakan kebenaran nya, sesuatu yang membuat keluarga nya malu dan memilih untuk menikahkan dirinya di saat usianya masih cukup muda.


"Sayang."


Syifa langsung memeluk tubuh suaminya, membenamkan wajahnya di dada bidang suaminya.


"Terimakasih." ucap Syifa pelan, bahkan hampir tidak terdengar.


Arfan memegang dagu Istri nya, menatap wajah yang basah penuh dengan air mata.


"Jangan menangis, kamu tau air mata mu ini sangat berharga." kata Arfan sambil mengusap air mata Istri nya.


Tapi Syifa malah semakin menangis menjadi-jadi, membuat Arfan langsung beranjak berdiri.


Memakai celana boxer nya lalu berjalan ke arah kamar mandi, meninggalkan Syifa yang masih menangis.


"Sayang."


Syifa berhenti menangis, dia melirik ke arah sumber suara.


dan dia mengerutkan keningnya saat melihat Arfan yang membawa gayung.


"Gayung buat apa?."


Bukan nya menjawab Arfan malah mendekati Istri nya.


lalu mengangkat gayung nya ke dekat wajah istrinya.


"Buat air mata kamu, sayang kalau jatuh ke mana-mana."


Apa!!


"Sekalian aja pake ember, biar ngak kurang besar!." kata Syifa sambil mengerucutkan bibirnya sebal.


Arfan tersenyum melihat istrinya yang berhenti menangis.


"Nah gitu dong jangan nangis terus, kan cantik nya keliatan."


________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Jangan lupa Jejak ♥️


__ADS_2