Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Om Rangga.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^°


🌹🌹🌹🌹🌹


Rangga menatap Achel yang tertidur lelap di tempat tidur nya, ada rasa bahagia saat melihat wajah cantik Achel, ada rasa marah juga melihat beberapa luka kecil di tubuh Achel.


Ingatan nya kembali di tarik ke kejadian tadi siang, dimana dia melihat Achel yang di kejar-kejar segerombolan preman, semula Rangga hanya mengikuti titik dimana Achel berada melewati kalung yang dia hadiahi beberapa bulan lalu.


Sebuah kalung cantik yang memiliki liontin kecil yang sengaja Rangga taruh alat pelacak di kalung nya.


itu semua di lakukan agar Rangga bisa tau kemana saja Achel pergi saat jauh dari pandangan nya.


Insiden itu bukan hanya membuat Achel terluka karena jatuh berkali-kali saat di kejar-kejar preman tapi mungkin juga akan memiliki trauma karena Achel sempat akan di lecehkan oleh para preman itu.


Beruntung Rangga cepat datang dan menolong Achel, beberapa preman itu sekarang sudah habis di tangan nya anak buah nya, dan kini tinggal Achel yang masih belum bangun dari tidur panjang nya.


"Setelah ini jangan salahkan aku kalau aku tidak akan kembali bersembunyi di balik hadiah lagi, Achel akan segera menjadi milik ku." gumam Rangga matanya masih tak luput dari sosok yang masih betah menutup matanya itu.


Rangga mendekati tempat tidur, duduk di tepi ranjang. Tangan nya terulur untuk mengusap pipi Achel, tapi saat ingin melakukan nya Rangga menarik kembali tangannya, dia takut Achel bangun dan meminta pulang.


"Tidur yang nyenyak peri kecilku, aku janji akan menjaga mu, dan mulai saat ini mungkin kamu akan terbiasa menjadi milik ku."


Pada akhirnya Rangga pun memilih untuk keluar dari kamar nya, tapi sebelum Rangga benar-benar keluar Rangga menarik selimut dulu untuk menyelimuti tubuh Achel, setelah di rasa Achel tidak kedinginan Rangga pun tersenyum.


Beberapa menit setelah Rangga keluar Achel membuka matanya, sebenarnya dia tidak benar-benar tidur.


Achel mendengar semua yang di ucapkan oleh Om Rangga padanya, meski dia juga tidak paham dengan semua ucapan Om Rangga pada nya itu.


Tapi satu hal yang membuat Achel larut ke dalam pikiran nya, yaitu kata Peri kecil sesuatu yang hanya dia dan Mr. Misterius nya lah yang tau.


"Apa jangan-jangan Om Rangga adalah Mr. Misterius?." batin Achel.


Achel mengubah posisinya menjadi duduk, menyibakkan selimut nya, dan terlihat lah lutut dan lengan nya yang lecet tapi sudah di tutupi dengan perban.


Ingatan nya kembali tragedi tadi siang, dimana Achel yang lolos dari kejaran Lucas dan berakhir di kejar-kejar preman, dia berlari jauh sampai di tempat yang sepi.


Tapi tak ada satupun yang menolong nya, hingga Achel tidak ingat apa-apa lagi.


tapi satu hal yang dia ingat sebelum Achel pingsan karena kepala nya terbentur, yaitu beberapa preman itu memegang tangan nya dan___


Achel menatap tubuhnya, tangan nya yang memerah dan sampai matanya turun ke bawah, Achel tak bisa berkata-kata, dia mengigit bibir bawahnya pelan.


Sampai..


Air mata Achel jatuh tak tertahankan..


"Kenapa? hikss..kenapa mereka jahat pada ku." Isak Achel.


Ceklek..


Achel langsung menarik selimut nya, bersembunyi di balik selimut yang menutupi seluruh tubuhnya.


Rangga yang membawa makanan berjalan mendekati Achel, dia menaruh baki berisi makanan dan minum di nakas.


Matanya menatap sosok yang sedang bersembunyi di balik selimut, Rangga mengambil ponselnya, mengetik pesan untuk pembantu nya.


Dan tak lama kemudian pintu tertutup.

__ADS_1


Achel yang mendengar suara tutup pintu perlahan membuka selimut nya.


"Aaaa!!!." teriak Achel kembali bersembunyi.


Rangga menyibakkan selimut nya, duduk di samping Achel dan mengambil segelas air putih.


"Jangan takut."


Achel masih duduk membelakangi Rangga.


"Iya, tapi Om nya jauh-jauh."


"Minum lah, kamu pasti masih pusing."


Mau tak mau Achel menerima nya, lagi pula Achel memang sangat haus, ia meminum setengah nya dan melirik Rangga yang ternyata benar-benar menjaga jarak dari nya.


"Ini Om, sudah." Achel memberikan gelas berisi nya.


Dan Rangga menerima nya, menaruh kembali gelas itu di nakas.


Hening melanda, Achel bingung harus mengatakan apa, dia malu dan juga takut.


Apalagi Achel melihat jika pakaian yang sedang dia pakai sekarang ini bukanlah pakaian milik nya, tapi entah kenapa sangat pas di tubuhnya.


"Kamu pasti lapar, aku sudah membawakan bubur untuk mu." ucap Rangga lagi.


"Aku ngak lapar." sahut Achel berbohong.


"Yakin?." tanya Rangga.


Achel tak menjawab, dia memilih diam dengan posisi masih membelakangi Rangga.


Kriuk..


Kriuk..


Bukan hanya satu kali, tapi dua kali perut Achel mengeluarkan suara alrm alam nya.


"Dasar perut ngak tau malu." gerutu Achel dalam hati.


"Katanya ngak lapar, tapi itu suara?, apa telinga aku yang salah dengar ya?." Rangga tersenyum menggoda, tangan nya terulur untuk mengambil mangkuk berisi bubur.


"Itu bukan suara cacing aku, mungkin itu suara cacing Om." Achel menolak mengakui nya meski pada kenyataan nya dia memang lapar, tapi gengsi nya terlalu tinggi.


Rangga terdiam, dia melihat Achel yang masih enggan menghadap nya, membuat dia berpikir mungkin peri kecil nya sedang tidak mau melihat nya, atau Achel mungkin masih takut dengan Pria.


"Kasihan Achel, ini pasti sulit untuk nya, di jodohkan dengan pria yang di sukai sahabatnya dan sekarang dia harus melalui trauma yang membuat nya pasti ketakutan."


"Aku akan keluar, tapi kamu harus makan ya." Rangga memberikan mangkuk berisi bubur itu.


Ragu-ragu Achel menerima nya, lupa akan gengsi nya Achel malah menyuapkan sesendok bubur ke dalam mulutnya.


Membuat Rangga tersenyum melihat Achel yang mau makan.


saat ingin beranjak berdiri Achel memanggil nya, membuat Rangga kembali duduk.


"Om." panggil Achel pelan.

__ADS_1


"Ya."


"Apa Om mau membantu ku?."


"Tentu."


Achel membalikan tubuhnya menjadi menghadap ke arah Rangga, ragu-ragu Achel menatap sosok pria yang usianya bisa di bagi dua dengan usia nya itu.


"Tangan ku sakit, Om mau ngak suapin aku?."


Deg..


Rangga terdiam, pipinya memerah.


"Ngak mau ya?."


Rangga menggelengkan kepalanya, lalu tersenyum menatap Achel.


"Boleh, sini." Rangga mengambil alih mangkuk berisi bubur itu, lalu mulai menyuapi Achel.


Hap..


Achel menerima suapan itu dengan senang, mengunyah pelan sambil menatap sekitar kamarnya.


Sedangkan Rangga nampak gemas melihat Achel yang sedang makan, dia menjadi teringat akan putri nya, jika masih ada mungkin putri nya sekarang masih SMP, dan mungkin akan tumbuh menjadi gadis kecil yang cantik.


"Aaa.."


Rangga kembali memberikan suapan nya, begitupun dengan Achel yang menerima suapan nya dengan senang.


"Om." panggil Achel.


"Iya." sahut Rangga cepat.


Rara mengulurkan tangannya ke tangan Rangga, lalu memegang tangan Rangga dengan wajah yang tidak bisa di artikan.


"Jangan usir aku ya Om, biarin aku nginap disini sehari aja, aku mohon." pinta Achel memohon.


Dengan cepat Rangga mengangguk.


"Jangan kan sehari, kamu bisa selamanya tinggal disini." tapi itu hanya kata yang tertahan.


"Tentu boleh." sahut Rangga.


"Jangan bilang Mami Papi ya Om, Aku lagi mau sediri." lanjut Achel.


Dan Rangga hanya mengangguk, lalu kembali memberikan suapan nya lagi.


__________


🌹🌹🌹🌹🌹



Om Rangga♥️


Lumer ngak sih,🤭

__ADS_1


Jangan lupa jejak ♥️


__ADS_2