Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Penasaran.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Memaafkan mungkin adalah cara terbaik untuk bisa memulai kehidupan yang lebih baik.


Dan itu juga yang di lakukan April, di mulai dengan memaafkan kesalahan Papa nya dan kembali menyambung hubungan keluarga yang sempat terputus karena ego.


Meski telat tapi setidaknya April bisa bernafas lega karena sebelum Papa nya tiada April dan Papa nya bisa saling memaafkan kesalahan masing-masing.


Ya, Papa April meninggal beberapa hari yang lalu karena serangan jantung, Papa April syok saat melihat beberapa foto Gladis istrinya yang tidur dengan beberapa pria berbeda.


Di tambah lagi Gladis yang sekarang sedang tidak sadarkan diri karena bunuh diri, Gladis bunuh diri karena Papa April tidak jadi memberikan nya warisan.


Gladis memilih bunuh diri bukan karena tidak mendapatkan warisan saja, tapi karena takut di tangkap polisi juga.


Meninggalnya Papa April membuat Gladis takut, mengingat dia yang membuat Papa April lumpuh.


"Sayang."


"Hemmm."


"Makan yu."


"Hemmm."


Begitulah April beberapa hari ini, selalu diam dan jarang berinteraksi seperti April yang biasa lagi.


Boy menghela nafasnya pelan, memeluk tubuh yang kini membelakangi nya.


"Jangan sedih lagi, aku tau kamu sedih tapi pliss kamu punya aku, aku tau kamu kuat sayang." kata Boy sambil mencium kepala istrinya.


April terdiam, entahlah sekarang perasaan nya serba salah, April juga tidak merasakan selera makan lagi.


"Kamu mau apa sekarang? aku akan berikan apapun yang kamu mau tapi stop seperti ini, stop cuekin aku." lanjut Boy lagi.


April membalikkan tubuhnya, menatap mata biru suaminya.


"Maaf, aku hanya masih berduka." ucap April lalu menunduk lagi.


"Aku tau, tapi kamu juga harus inget kalau ada aku, suami kamu yang selalu ingin melihat senyuman indah mu sayang." kata Boy mengangkat dagu istrinya, dan kedua netra berbeda milik April dan Boy kembali bertatapan.


Saat Boy ingin mencium bibir istri nya tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu, membuat keduanya menghentikan aksi nya yang semula ingin saling bertautan.


"Tuan, maaf ada nyonya besar di bawah."


"Katakan pada Mom, aku akan turun sebentar lagi."


"Baik tuan."


Keduanya menuruni tangga bersamaan.


membuat sosok wanita yang masih cantik dengan tubuh bak modelnya itu langsung beranjak berdiri dari duduknya.


"April sayang, astaga." Mom Kelle mendekat, memeluk tubuh menantu kesayangan nya dengan penuh sayang.


April memejamkan matanya sebentar, lalu tersenyum, merasa terharu dengan perhatian mertuanya.


"Endut, makan terus diet atuh." Boy berkata sambil mengambil paksa cake yang ada di tangan Dilla adiknya.

__ADS_1


Dilla menatap sebal kakak nya, secara tidak langsung Boy kakak nya meledek nya, apalagi degan nada bicaranya yang di buat-buat.


"Mang bule narsis, balikan cake aku!." teriak a sambil mengerucutkan bibirnya sebal.


"Enak aja mang, emang nya aku tukang bakso apa." sungut Boy tidak terima.


"Mom, kakak nya nih."


"Boy!! " Mom Kelle menatap tajam putra bule nya.


"Astaga si ndut, ini makan lagi biar makin lebar." terpaksa Boy memberikan cake nya lagi pada adik gendut nya.


Dilla langsung melahap kue nya, lalu memberikan pukulan kecil ke tangan kakak nya yang jahil.


"Dasar bule tua, narsis."


"Dasar Ndut tahu bulat."


"Mom!!"


"Boy!! jangan di ledekin terus, bulat bulet-bulet gitu adik kamu." teriak Mom Kelle yang ada di meja makan.


Mom Kelle menatap menantunya yang sedang makan.


"Jangan aneh ya kalau liat kelakuan suami kamu, dia emang suka banget jahilin Dila."


April tersenyum, jutsru melihat suaminya dan Dilla yang dekat membuat nya senang dan terhibur.


"Iya Mom, aku senang melihat kedekatan mereka."


"Oh iya, Dilla juga mau tidur disini, kata nya mau nginep sehari bolehkan?."


"Tentu boleh dong, aku senang kalau ada Dilla." kata April sambil tersenyum senang.


"Makasih Mom."


"Sama-sama, jangan sedih lagi ya, lepaskan semua masalah mu, dan lihatlah orang yang ada di sekeliling mu, Mom yakin kamu bisa."


April mengangguk.


"Aku akan mencobanya, dan ingin program kehamilan."


Dan hal itu membuat Mom Kelle terkejut dia melihat sekeliling nya.


"Boy tau?."


"Ngak, aku mau kasih dia kejutan, kasian juga selama seminggu ini aku cuekin dia." ujar April sambil tersenyum, membuat Mom Kelle yakin jika menantunya pasti memiliki kejutan di balik murung nya selama ini.


Dilla menjulurkan lidahnya pada kakak nya, seolah mengejek, membuat Boy gemas ingin menyelitiki tubuh Ndut adik tercinta nya.


Aaaa!!


Hahahaha!!


"Kakak, stop ihk pliss."


"Ngak akan, kamu harus bilang kalau kakak mu ini bule tampan, kaya dan juga sempurna." kata Boy masih mengelitiki tubuh adik nya.


"Ngak mau, kakak jelek."

__ADS_1


"Ya udah, ngak akan di lepas." kata Boy terus mengelitiki tubuh Dilla.


Akhirnya Dilla menyerah, tapi bukan nya memuji Dilla malah terdiam.


dan hal itu tentu saja membuat Boy menatap adiknya heran.


"Kembung?, sakit perut nya?, atau sakit gigi? atau jangan-jangan." Boy mendekatkan wajahnya wajah adiknya.


Dilla yang terdiam tersenyum menyeringai.


dan..


Prepettttt (Anggap aja bunyi angin).


"Aaa jorok pantes aja jomblo." Boy menutup hidung nya setelah mendengar suara kentut adik nya.


"Biarin, dari pada kakak punya istri juga hasil Casanova, huh.." ketus Dilla tak mau kalah.


"Hey, dasar bocah kalau ngomong suka bener, tau dari mana kamu Casanova, anak kecil ngak boleh tau yang gitu-gitua


N." kata Boy tak suka dengan ucapan adiknya barusan.


Dilla menghela nafasnya, lalu terdiam.


seketika dia ingat akan satu hal.


sosok yang pernah dia temui di nikahan Arfan.


"Emm kak, boleh nanya ngak?."


Boy melirik adiknya.


"Nanya apa?."


"Tau ini siapa ngak?."


Boy menatap layar ponsel milik adiknya, lalu menatap adiknya dengan wajah penuh kecurigaan.


"Dia itu Asisten nya CEO, kalau ngak salah nama nya itu Zico"


"Teman kakak ya?."


"Perusahaan tempat dia bekerja sama perusahaan Bian udah kerja sama selama dua tahun, emang nya kenapa?, kamu suka ya?." Boy mulai curiga pada adiknya, dia yakin adik nya sedang menyembunyikan sesuatu dari nya.


Dilla buru-buru menggeleng kepalanya.


"Ngak ko, yang ada aku kesel kak sama tuh orang, seenaknya aja nyuruh ganti rugi, padahal aku sama Achel ngak salah apa-apa loh kak." kata Dilla drama, dalam pikiran nya kembali teringat akan dua sosok yang sangat dingin dan berani memarahi nya di depan umum itu.


"Jadi namanya Zico, awas aja ya aku bakalan buat hidup dia ngak tenang karena punya haters kaya aku." batin Dilla sambil tersenyum menyeringai.


Boy ngeri melihat adiknya yang tersenyum, dia buru-buru berjalan ke arah meja makan, ingin ikut makan bersama istri dan Mom nya.


meninggalkan Dilla yang sedang memainkan ponselnya.


Di mulai dengan mencari akun sosial medianya..


dan setelah itu Dilla akan menjadi haters sejati si galak Zico.


________

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa Jejak, ♥️


__ADS_2