
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Di perjalanan Achel lebih banyak diam karena tegang, berbeda dengan Rangga yang nampak kesenangan, terlihat dari seutas senyum di sudut bibirnya tipis nya.
Mereka sedang dalam perjalanan ke rumah Rangga, rencana nya keduanya memang akan memulai hidup baru, dan Achel juga akan mencoba belajar menjadi istri yang baik seperti pepatah Mami nya.
Di mulai dari pindah ikut ke rumah suami, begitu lah langkah awal yang Achel ambil sesuai dengan pepatah Mami nya, dimana dia harus bisa menjadi istri yang baik.
"Mau mampir dulu ke mana gitu?, mau ngak?." tanya Rangga menawarkan.
"Ngak ahk, tapi nanti kalo lewat gerai cake mau." sahut Achel.
Rangga mengangguk sambil tersenyum, mungkin dengan cake Achel bisa sedikit melupakan ketegangan yang di rasakan nya.
Dan saat sampai di gerai cake kesukaan nya Achel langsung turun dari mobil untuk membeli cake nya, sedangkan Rangga sibuk memarkirkan mobilnya.
Achel memesan cake kesukaan nya, tidak banyak hanya enam cup, sengaja Achel membeli lebih karena jika tegang Hobby makan nya akan keluar secara tiba-tiba, dan Achel sudah mempersiapkan semuanya dengan sempurna.
Rangga yang baru keluar dari mobil mendekati Achel, dia tersenyum melihat Achel yang nampak membeli banyak cake.
"Yakin bakal habis ngak?." goda Rangga.
"Yakin dong, kalau ngak habis bisa di taruh di kulkas kan." sahut Achel cepat.
Rangga kembali tersenyum mendengar penuturan Achel, intinya Achel membeli cake hanya untuk dirinya sendiri, tidak untuk orang lain, masalah cake memang Achel adalah ahlinya.
"Udah bayar belum?." tanya Rangga ingin mengeluarkan dompetnya.
"Udah, nih kartu punya kamu sayang, makasih ya." Achel memberikan kartu tanpa batas yang dia ambil beberapa menit yang lalu.
Untuk masalah uang memang wanita ahli nya, dan untuk pin nya?, tentu saja Achel tau karena ini bukan pertama kalinya dia menjabel kartu tanpa batas milik suaminya.
Saat akan kembali masuk kedalam mobil tiba-tiba pandangan Achel tertuju pada sebrang jalan, dimana ada gerobak penjual mie ayam, tapi bukan makanan itu yang mengambil perhatian Achel.
Melainkan motor yang terparkir di pinggir jalan dekat gerobak penjual mie ayam itu, Achel yakin dugaan nya tidak salah kalau motor itu adalah motor Kinara, adik sepupunya.
"Sayang itu Kak Ara kan?."
Rangga mengadahkan pandangan nya ke arah yang di tunjuk istri kecilnya.
"Iya sayang, itu Kinara, tapi dia lagi makan sama siapa? ko kaya lagi ngobrol sama pria."
Achel kepo, dia menyuruh Rangga untuk memarkirkan mobilnya, sedangkan Achel sendiri dia memilih menyebrang jalan dan berjalan mendekati motor yang terparkir di sebrang jalan.
"Kak Ara." panggil Achel.
"Achel, ngapain?." tanya Kinara yang nampak santai makan mie ayam.
"Abis beli cake di sebrang, kakak sendiri lagi ngapain disini?." tanya balik Achel.
Kinara gelagapan, beruntung tadi Lucas ijin nyari toilet, jadi Achel tidak bisa kepo dan menduga yang tidak-tidak tentang dirinya dan Lucas yang janjian makan mie ayam di pinggir jalan.
"Kak." panggil Achel lagi.
Membuat Kinara tersadar dari lamunan nya.
__ADS_1
"Seperti yang kamu lihat, aku lagi makan mie ayam, mau ngak?." tawar Kinara mengalihkan topik pembicaraannya.
Achel melihat sekitar nya, tadi dia melihat Kinara yang bersama seorang pria, tapi pria itu menghilang bersamaan dengan kedatangan nya, dan itu membuat Achel curiga.
"Tadi aku lihat cwo loh kak, lagi pacaran ya, ayo ngaku aja ngak apa ko." tuduh Achel sambil tersenyum menggoda.
"Apaan sih Chel, mana ada pacaran-pacaran, kakak ngak ya." Kinara membantah tuduhan jika dirinya berpacaran, karena kenyataannya juga tidak seperti itu.
Dia mentraktir Lucas karena mereka sudah janji saat keluar dari penjara akan makan bersama, dan hari ini adalah waktu pas karena hari sabtu dan Kinara sedang libur kerja.
"Kakak kalau lagi bohong hidung nya ngembang loh, wajah nya merah juga kaya yang lagi kasmaran." celetuk Achel lagi membuat Kinara kesal.
"Om Rangga bawa nih istri mu, kandangin biar ngak kabur." merasa ada kesempatan untuk membuat dia terbebas dari kecurigaan Achel.
"Sayang ayo pulang."
Achel mengangguk, tapi sebelum dia benar-benar pergi Achel mengeluarkan ponselnya dan langsung memotret Kinara dan dua mangkuk yang ada meja kayu itu.
"Apa kata Mamih ya kalau tau anak gadis nya mojok di pinggir jalan, hihi aku bakalan kirim foto nya ke Mamih Anaira ahk." ucap Achel yang langsung berlari masuk ke mobilnya.
Meninggalkan sosok Kinara yang seperti sedang menahan rasa kesalnya.
"Dasar anak kecil." gerutu Kinara.
Tapi sedetik kemudian dia malah tersentak dengan ucapan nya sendiri.
"Kalau Achel anak kecil terus aku apa?, dia aja yang masih kecil udah punya suami, nah aku yang udah segede gini, masih sendiri." gumam Kinara sambil tersenyum kikuk.
"Kenapa Ra?."
Ehk..
Kinara duduk kembali di bangku nya, begitupun dengan Lucas.
sebenarnya Lucas tau kedatangan Achel tadi, hanya saja dia malas berurusan dengan Achel.
Lebih tepatnya dia malu karena sempat melakukan hal gila pada Achel, meski semua itu adalah bentuk penolakan nya tapi tetap saja Lucas merasa malu dengan ulah nya yang secara tidak langsung telah melakukan kejahatan terhadap Achel.
"Lucas, Hei!."
Hah?
"Iya.." Lucas gelagapan.
Kinara menatap aneh pada Lucas, kenapa sekarang jadi terbalik, Lucas terlihat gugup.
"Ayo makan lagi, kita masih di level 3 loh, masih ada 7 mangkuk lagi yang harus kita habiskan." Kinara mengingatkan jika keduanya sedang bertarung makan paling banyak.
"Baiklah, ayo kita selesai kan acara bertarung makan paling banyak ini, setelah ini kalau kau kalah kau harus menuruti keinginan ku bukan?."
Kinara mengangguk.
"Dan jika kau kalah maka kau yang harus mengikuti perintah ku, ingat selama satu Minggu."
Dan setelah itu keduanya kembali melanjutkan acara tarung makan paling banyak lagi.
Sedangkan di tempat lain Achel dan Rangga yang baru sampai di halaman rumah mewah Rangga nampak tersenyum dengan tangan yang saling berpegangan tangan.
__ADS_1
"Mulai saat ini kita rumah ini akan menjadi saksi bisu cinta Rangga dan Achel, bagaimana apa kah kamu mau menjadi bagian dari kisah hidupku?." tanya Rangga sambil menatap Achel.
"Tentu saja aku mau, dan di rumah ini juga kita akan membangun keluarga kecil yang bahagia, kamu aku dan anak-anak kita." sahut Achel sambil tersenyum.
Keduanya saling bertatapan untuk beberapa saat, sampai akhirnya Rangga memangku tubuh kecil Achel kedalam pangkuan nya, membuat Achel kaget bukan main, dan langsung memeluk erat tubuh suaminya.
Rangga berjalan masuk ke dalam rumah nya, rumah yang selama 21 tahun sunyi kini akan menjadi ramai dan indah karena kehadiran sosok baru yang di yakini akan menjadi kebahagiaan di kehidupan nya.
Sesampainya di kamar nya Achel di kagetkan dengan kelopak bunga mawar yang di tangkai menjadi love, entah siapa yang telah menghiasi kamar pengantin nya tapi rasanya kamar ini harum dan sangat indah di pandang.
"Sayang apa kamu yang menghiasi kamar ini?."
"Tidak, aku tidak melakukan nya."
"Lalu kalau bukan kamu siapa yang menghiasi kamar ini?."
Dorrrr !!!
Suara balon meletus.
Aaaaaa !!
Achel dan Rangga terjatuh ke ranjang yang sudah di penuhi kelopak bunga mawar merah, bahkan beberapa dari kelopak bunga mawar merah itu berterbangan kemana-mana.
"Selamat malam pengantin, sahabatku sayang ku." Dilla tertawa di pojokan kamar dengan tangan yang memegang balon yang siap di tusuk lagi dengan jarum.
Rangga dan Achel saling melirik, lalu saling menggelengkan kepalanya.
"Jangan!!"
Dorrrr !!
Dorrrr !!
"Dilla!!." teriak Achel dan Rangga bersamaan.
Dan saat Dilla akan lari tiba-tiba Zico datang dari arah pintu, dengan santai pria itu membawa empat gelas sesuai dengan perintah Dilla yang ingin membuat party kecil-kecilan.
"Ada apa?."
Rangga dan Achel tidak menjawab, keduanya sama-sama memperlihatkan wajah masam nya.
Di rumah nya malam pengantin di ganggu Papi Andrian, dan sekarang malah di ganggu Dilla dan Zico.
"Sayang seperti nya kejutan party yang kita buat ngak tepat deh." bisik Dilla.
"Bagaimana ini." Zico berbisik.
"Kabur, ayo kita kabur."
"Mau kemana kalian!, hah." Achel menatap tajam Dilla dan Zico.
__________
🌹🌹🌹🌹🌹
Selalu ada jalan menuju Rhoma🤧
__ADS_1
jangan lupa like coment and Vote ya ♥️