Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Daddy sakit.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Tok..tok..tok..


"Sayang."


Ceklek!!


Pintu terbuka, Zico langsung masuk dan saat akan menutup pintu dia di kagetkan dengan Dilla yang ada di balik pintu.


tapi tentu saja bukan karena terkejut dengan Dilla yang ada di belakang pintu, tapi karena pakaian yang di pakai Dillla.


Deru nafas yang semula kencang karena berlari cepat kini bertambah semakin kencang lagi karena melihat penampilan Dilla.


Lingerie pink itu nampak cantik di kulit putih mulus Istri kecilnya.


"Gimana cantik ngak?." tanya Dilla yang sebenarnya merasa tidak nyaman dengan lingerie yang di pakai nya.


Glek..


Semakin Dilla menggerakkan tubuhnya semakin terlihat seksi juga Dilla di mata Zico.


"Sayang."


"Sebenarnya ini lebih dari tiga menit, tapi karena ini malam spesial kita jadi aku____" belum sempat Dilla menyelesaikan ucapan nya tubuhnya sudah di gendong paksa oleh suaminya.


"Aaaaa sayang!, turunin ngak!."


"Ngak boleh, kamu kan yang minta malam pertama tadi?."


Hah!


Apa!


"Ayo, sekarang kita mulai malam pertama kita."


"Harus sekarang banget ya?." tanya Dilla gugup saat tubuhnya tiba-tiba di baringkan di tempat tidur.


Bahkan bukan hanya sampai di situ, Zico bahkan langsung menindih tubuhnya membuat Dilla yang memakai pakaian sangat tipis itu menjadi semakin tidak nyaman.


"Sayang berat." ucap Dilla yang bisa-bisa nya mengatakan kata itu.


Zico membuka baju nya, lalu menatap Dilla dengan tatapan penuh cinta nya.


"Kamu cantik." puji Zico.


"Makasih, tapi aku dari lahir udah cantik kok." sahut Dilla sambil tersenyum.


Hemphh..


Dilla kaget dengan serangan mendadak yang di berikan Zico pada nya.


sebuah ciuman panas yang sangat lihai, sedangkan Dilla yang pemula jelas saja kalah banyak, dan tidak bisa menyandingi ciuman yang di berikan suaminya.


Lama keduanya berciuman, Dilla yang sudah kebiasaan nafas nya memberikan kode dengan menepuk pipi Zico, membuat Zico yang memejamkan matanya itu langsung membuka matanya.


Hah..


"Kenapa sayang?." tanya Zico tanpa rasa bersalah.


"Ciuman kamu lama banget, hampir aja aku kehabisan nafas, jangan di ulangi lagi, aku kan pemula ngak bisa hot kaya kamu." ucap Dilla mengerucutkan bibirnya sebal.


Zico terkekeh pelan, lalu mencubit gemas hidung istrinya.


"Maafkan aku, mau lanjut?."


Dilla terdiam, dia masih penasaran dengan apa yang akan di lakukan suaminya selanjutnya, ragu-ragu dia mengangguk kecil, membuat Zico yang melihat nya tersenyum senang.


Hemphh..


Zico kembali memberikan ciuman lagi pada Dilla, namun yang sekarang lebih terlihat santai bahkan di sela-sela aktivitas bercium*n nya tangan Zico masih sempat-sempat nya untuk melakukan aksi nakal nya.

__ADS_1


Saat tangan itu mulai meraba ke mana-mana, Dilla merasa merinding, dia tidak menyangka jika tubuhnya akan bereaksi seperti ini saat di sentuh suaminya.


"Duh ko takut ya, abis ini pasti apa yang di katakan Achel bakalan terjadi, apa masuk ya, hiss takut Mommy Daddy." batin Dilla.


Melihat Dilla yang menutup matanya membuat Zico menghentikan aktivitas bercium*n nya, dia mencium kedua kelopak mata Istri nya lalu membelai pipi istri nya.


"Kenapa Hem?."


"Ngak ko, cuman merinding aja." sahut Dilla di akhiri dengan senyum kecil.


Ini adalah pengalaman pertama Dilla, dia paham jika Dilla tegang atau takut dengan sesuatu yang baru di alaminya.


"Kalau kamu ngak siap kita bisa melakukan nya besok ko, atau lain kali saja." ucap Zico tiba-tiba, membuat Dilla yang mendengar nya replek membulatkan matanya sempurna.


"Kamu serius sayang? yakin ngak mau lanjut?." tanya Dilla menaikan sebelah alisnya.


"Yakin, aku akan melakukan nya saat kamu siap." ucap Zico lagi.


hahaha..!!


Tiba-tiba Dilla tertawa.


membuat Zico mengerutkan keningnya bingung.


"Sayang?."


"Kamu sama Om Rangga ternyata sama ya, kalian berdua sama-sama ngatain kata-kata yang sama saat malam pertama, haha." lanjut Dilla lagi sambil tertawa.


Sebelum nya Achel juga mengatakan hal yang sama pada Dilla, jika saat malam panas itu akan di lakukan Zico akan melakukan penawaran seperti bertanya Siap atau tidak nya dan ternyata benar saja apa yang di katakan Achel semuanya benar.


Melihat wajah aneh suaminya akhirnya Dilla menyudahi tawa nya, mencium bibir suaminya dengan lembut.


"Aku mau, dan aku udah siap buat menjadi nyonya Zico sepenuhnya." ucap Dilla bersungguh-sungguh.


Membuat Zico yang semula kecewa menjadi semangat kembali untuk meneruskan acara unboxing nya.


tanpa aba-aba Zico langsung melucuti semua pakaian yang di pakai Dilla.


Satu kecupan Zico berikan di kening Istrinya, setelah itu bibir nya mulai nakal dengan mencumbui leher jenjang istrinya, tak ada yang akan di lewatkan nya.


Meski pelan tapi pasti, Zico tidak akan melewati satu inci pun bagian lekukan tubuh istrinya.


sampai tiba saat nya dia akan membuka celana nya tiba-tiba ponsel Dilla berdering, membuat keduanya insan yang sudah di landa hawa naf*u yang memuncak itu saling melirik.


"Telpon nya?."


"Angkat, boleh ngak?."


Zico mengangguk kecil sebagai jawaban, meski dalam hatinya dia mengutuk seseorang yang telah menganggu malam pertama nya itu.


"Hallo."


"Apa!!"


Panggilan terputus, Dilla menatap suaminya dengan wajah yang sudah terlihat sedih.


membuat Zico yang baru saja ingin membuka celana nya menjadi bingung.


"Sayang, ada apa?, siapa yang menelpon?."


"Kak Boy, kata nya Daddy, hiks.."


"Daddy kenapa?, ada apa dengan Daddy?."


"Daddy, sakit."


Dilla menangis dengan tubuh nya yang polos, dia takut Daddy nya kenapa-kenapa, apalagi suara kakak nya sangat terdengar mengkhawatirkan.


Melihat Dilla yang menangis membuat Zico ikut sedih, dia mengusap air mata yang membasahi wajah sang istri.


mungkin memang belum saat nya untuk dia bisa unboxing.


"Kita ke rumah Daddy mau?."

__ADS_1


Dilla menatap suaminya dengan wajah yang masih terlihat sedih.


"Emang boleh?." tanya nya polos.


"Tentu saja boleh, ayo."


Akhirnya kedua nya memilih untuk pulang ke rumah Daddy, dan setelah melewati perjalanan selama tiga puluh menit akhirnya mobil yang di tumpangi Dilla dan Zico sampai di halaman rumah mewah keluarga Dilla.


"Dad!."


"Mom!."


Dilla berteriak memanggil Mommy dan Daddy nya, tapi di rumah mewah itu nampak hening tak ada jawaban.


"Non."


"Mommy, Daddy dimana?." tanya Dilla pada Bibi pembantu.


"Nyonya besar di kamar nya non, kalau den Boy__" ucap Bibi pembantu terhenti.


"Ngak usah di terusin Bi, ngak penting."


Dilla langsung berjalan ke arah kamar orang tuanya, meninggalkan Zico yang duduk mengekori nya di belakang.


Tok..tok..tok..


"Mommy, Daddy!!"


"Mommy Daddy!!."


Dilla mengetuk pintu sambil berteriak-teriak memanggil Daddy Mommy nya.


Ceklek..


"Ada apa sayang?." tanya Mommy Kelle kebingungan melihat kedatangan putri nya.


"Mommy, Daddy Mama? hiks.. Daddy kenapa?."


Hah?.


"Emang Daddy kamu kenapa?." tanya Mommy Kelle kebingugan.


Melihat ekspresi di wajah Mommy nya membuat Dilla dan Zico saling berpandangan.


karena penasaran Dilla langsung masuk ke dalam kamar Mommy nya, dan dia melihat Daddy nya yang tidur dengan nyaman.


"Dad!." panggil Dilla.


"Sayang jangan di bangunkan, Daddy kamu itu lagi sakit gigi, tadi di nikahan kamu Daddy makan-makanan manis terlalu banyak, ehk tau nya sekarang malah gitu deh sakit gigi.".


Apa!


Dilla dan Zico kaget secara bersamaan, jika sudah begini maka dia tau jika saat ini keduanya sudah masuk dalam permainan seorang Boy.


"Kakak!!!"


"Aduh, sayang jangan teriak-teriak dong, gigi Daddy sakit tau, his."


Namun Dilla yang kesal malah menatap tajam Daddy nya.


"Biarin aja, salah sendiri ngeyel dasar aki-aki." ketus Dilla lalu berjalan melewati Mommy nya.


"Ayo sayang." Dilla menarik tangan Zico untuk mengikuti nya ke kamar nya yang ada di lantai atas.


Saat melewati kamar Kakak nya Dilla langsung menendang kencang pintu kamar kakak nya, sehingga menimbulkan suara bising di lantai atas.


"Dasar kakak laknut!, nyebelin!!."


_________


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa like coment and Vote ya ♥️

__ADS_1


__ADS_2