
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Hoek..
Hoek..
Achel menghela nafas nya panjang, lalu kembali memuntahkan isi perutnya lagi.
seperti nya muntah adalah rutinitas nya setiap pagi setelah hamil.
"Maaf ya kamu jadi mual terus." ucap Rangga.
Tak tega setiap bangun tidur Achel pasti muntah, dan itu bukan satu menit dua menit, tapi berlangsung selama beberapa menit.
"Ngak apa, aku kuat ko." sahut Achel pelan.
Setiap pagi ia selalu merasakan lemas, apalagi setelah muntah.
untung ada Rangga yang selalu siaga menemaninya saat muntah.
Setelah selesai acara muntah nya Achel langsung keluar dari kamar mandi dengan di bantu berjalan oleh sang suami.
Rangga benar-benar soswit tidak membiarkan Achel merasa morning Skicness nya sendiri.
"Hari ini kamu mau makan apa? aku akan suruh bibi buat bikinin." tanya Rangga sambil mengusap area bibir sang istri yang basah dengan tisue.
Achel tersenyum di perlakukan semanis itu oleh Rangga, memang benar yang lebih berpengalaman itu sangat menarik, termasuk Rangga yang sangat romantis membuat Achel semakin jatuh cinta pada Om kesayangan nya itu.
"Sayang." panggil Rangga lagi.
"Aku mau makan sup tapi di suapin sama Papi." kata Achel sambil tersenyum.
"Kamu kerja aja, pasti kerjaan kamu numpuk, lagian kan Zico juga pasti repot karena sama lagi ngurus istri nya yang lagi hamil." lanjut Achel
Yang mana hal itu membuat Rangga tersenyum kecut, padahal dia ingin selalu ada di samping istri nya.
tapi satu sisi memang benar apa yang di katakan sang istri, pekerjaan nya sudah menumpuk dan Rangga tidak bisa mengalihkan semua nya pada Zico karena Zico juga sama sibuk nya dengan dirinya.
Jika dulu kedua nya selalu gila bekerja maka lain hal nya dengan sekarang, baik Zico maupun Rangga keduanya merasa ingin selalu ada di rumah, menemani istri-istri nya yang sedang mengandung buah hati mereka.
"Jangan cemburu gitu, aku mau Papi yang nyiapin karena aku mau suami aku cari uang buat jajanin aku shopping." kata Achel lagi sambil tersenyum.
"Kamu mau shopping?." tanya Rangga.
Achel menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Mau, tapi ngak sekarang mungkin nanti kalau udah kuat Dede nya." sahut Achel cepat, "Sekarang kamu mandi gih, biar aku yang siapin baju nya." lanjut nya.
Rangga mengangguk, sebelum dia masuk ke kamar mandi dia memejamkan matanya, seolah sudah hapal dengan kode sang suami Achel langsung memberikan kecupan di pipi suami nya.
"I love you." kata Achel, lalu mengecup bibir suaminya singkat.
Rangga tersenyum lalu balas memberikan kecupan singkat di pipi dan di bibir sang istri.
"I love you too." sahut nya lalu berjalan masuk ke kamar mandi.
Setelah kepergian Rangga ke kamar mandi Achel menghela nafas nya panjang, lalu mengusap perut nya.
"Sehat-sehat ya sayang, Bunda sama Ayah udah ngak sabar pengen ketemu kamu." ucap Achel masih mengusap perut nya yang sedikit membuncit.
Setelah puas mengusap perut nya barulah Achel melakukan pekerjaan sehari-hari nya, yaitu menyiapkan keperluan suami nya berangkat bekerja.
Meski ada pembantu tapi Achel tidak mau mendapatkan bantuan untuk mengurus suami nya, cukup masalah beres-beres rumah saja yang memakai jasa pembantu, untuk masalah suami nya dan kamar nya Fallen memilih mengerjakan nya sendiri.
Setelah selesai menyiapkan pakaian suami dan membereskan tempat tidur nya Achel mendudukkan bokong nya di ujung tempat tidur, lalu mengambil ponsel nya dan menelpon seseorang.
"Hallo, Pi!" panggil nya.
"Ada apa sayang?." sahut Papi Andrian di sebrang telpon.
"Ke rumah dong Pi, Achel kangen..mau di suapin Papi nih." kata Achel manja.
"Papi doang? Mami ngak?." terdengar suara Mami Nana menyahut.
Membuat Achel mengalihkan panggilan telpon nya menjadi Vidio call, dan terpampang lah wajah Mami Nana yang tersenyum senang melihat Achel.
"Mami juga dong, masakin makanan yang enak buat Achel ya Mi." kata Achel dan langsung di angguki Mami Nana.
"Mau apa lagi? biar nanti Mami bawain sekalian." tanya Mami Nana.
Achel terdiam, sebenar nya dia merasa ingin makan seblak ceker, tapi mengingat usia kandungan nya yang masih rentan karena masih dua bulan Achel pun memilih menggelengkan kepalanya.
"Ngak dulu deh Mi, Mami Papi cepetan ya, Soalnya Achel ngak mau makan kalau Mami Papi ngak datang." jelas Achel yang membuat Papi Andrian tersenyum.
"Papi akan datang kesana bentar lagi, tunggu ya princess." ucap Papi Andrian gemas.
Meski Achel sudah menikah bahkan sudah hamil bagi Papi Andrian Achel masih seperti princess nya, dan akan selamanya seperti itu, dia akan melakukan apa saja yang bisa membuat putri nya senang, termasuk tidak bekerja dan memilih fokus pada putri dan calon cucu nya.
Setelah panggilan nya terputus Achel menatap kamar mandi, tumben suaminya belum keluar kamar.
biasanya Rangga selalu cepat kalau mandi, tapi sekarang suaminya malah lama.
Achel berdiri, niatnya ingin mendekati kamar mandi tapi tidak jadi karena melihat Rangga yang keluar dengan handuk yang melilit di pinggang nya.
__ADS_1
"Ganteng nya suami aku, istri nya apaan, jelek." kata Achel sambil mencubit pipi suaminya gemas.
"Apaan jelek, istri nya cantik gini montok seksi aduhai, dedek gemes." sahut Rangga sambil tersenyum.
"Pake baju gih, aku mau cuci muka dulu." kata Achel.
"Ngak mandi?." tanya Rangga.
Membuat Achel menggeleng pelan.
"Males ahk, lagian ngak bau kan ketek aku?." tanya balik Achel.
Dan dengan cepat Rangga mengangguk.
"Ngak ko, harum." sahut nya cepat, salah dikit bisa-bisa mood kehamilan istrinya turun dan membuat nya kehilangan senyuman di wajah istrinya.
Rangga memakai baju nya, saat akan memasang dasi nya ia melihat Achel keluar kamar mandi dengan wajah yang seperti kesal.
"Kenapa?." tanya Rangga.
Achel tidak menjawab, dia malah mengambil pakaian ganti nya dan memakai nya cepat.
Merasa di abaikan membuat Rangga berpikir keras, apa yang telah dia lakukan sampai-sampai istrinya cemberut seperti itu, dia yakin alasan wajah istrinya cemberut pasti ada yang dia lakukan yang menyinggung istrinya.
"Sayang." panggil Rangga yang sudah memakai pakaian nya rapih, dan siap berangkat bekerja.
"Aku mau berangkat, yakin ngak mau ngantar aku?." tanya Rangga.
Membuat Achel menghela nafas nya panjang, lalu menatap sinis suaminya.
"Sabun aku, kenapa kamu habisin!" kata Achel kesal.
Bagaimana tidak kesal sabun nya itu biasnya di gunakan selama satu bulan, tapi sekarang bahkan baru dua Minggu sabun nya sudah habis dan entah di pake apa oleh suaminya.
"Gantiin, harus wangi yang sama." kata Achel lagi.
Rangga terdiam sebentar, ternyata masalah sabun, sebenarnya alasan Rangga di kamar mandi tadi lama itu karena sabun punya Achel tumpah, dan dia menyembunyikan semua itu dengan mengalirkan air di lantai dengan waktu yang lama, sampai sabun nya tidak tersisa di lantai.
"Aku gantiin yang banyak, maaf ya." kata Rangga sambil tersenyum.
"Iya, tapi jangan lupa beliin yang wangi nya sama." kata Achel mengingatkan, dan Rangga hanya mengangguk.
_________
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️
__ADS_1