
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Hari-hari yang di lalui Arfan sangatlah sulit, dia harus membagi waktunya untuk kuliah dan bekerja paruh waktu di restoran, dan naasnya orang tuanya sama sekali tidak mengkhawatirkan nya akan kecapean.
"Jangan lemah, kamu laki-laki harus siap tahan banting."
Begitu pesan dari Opa nya, dari sekian banyak nya keturunan Rafasya seperti nya hanya dia yang memiliki nasib sedikit suram, mana ada cucu sultan harus bekerja menjadi pelayan.
"Antarkan pesanan ini ke nomer sebelas." ucap pegawai yang bekerja di bagian dapur.
"Oke cantik." ucap Arfan sambil tersenyum menggoda, membuat si pegawai bagian dapur merona malu.
Arfan menerima nampan berisi makanan dan minuman itu, dua minggu sudah bekerja di restoran membuat dia sudah bisa memegang nampan besar yang berisi makanan itu.
Arfan berjalan dengan langkah pelan penuh kehati-hatian mendekati meja nomer sebelas,
sesampai nya di meja tujuan nya Arfan langsung menaruh satu persatu pesanan makanan yang ada di atas nampan degan sangat hati-hati.
Sebelum nya dia pernah beberapa kali tidak sengaja menumpahkan minuman ke meja, ke baju pelanggan, bahkan sampai kena ponsel pelanggan, Arfan juga pernah salah menaruh pesanannya.
Dan beberapa kali mendapatkan teguran dari Manager Restoran.
tapi hal itu tidak Arfan pikirkan, dia menerima konsekuensi nya saat bekerja, ya salah pasti di omel, selagi omelan itu masih bisa di terima oleh nya Arfan tidak masalah.
"Ini pesanan anda tuan dan nyonya, selamat menikmati." ucap Arfan sambil tersenyum, lalu pergi meninggalkan meja nomor sebelas dengan sejuta kharisma nya.
Baru juga Arfan akan ke bagian dapur mengambil lagi pesanan selanjutnya, tapi dia malah di hentikan oleh sosok gadis berkacamata yang ada di depan nya.
"Kenapa mau di cium?." celetuk Arfan membuat si wanita berkacamata menggelengkan kepalanya cepat.
"Bukan, aku mau pipis ihh..tolong gantiin kasih pesanan ini ke nomer empat ya." ucap Syifa meminta tolong pada Arfan, sosok tengil yang selalu menganggu nya, sebenarnya Syifa malu tapi dia tidak bisa menunda rasa ingin pipis nya.
Melihat wajah Syifa yang terlihat seperti orang yang menahan sesuatu membuat Arfan tersenyum, jiwa tengilnya mulai kembali pada dirinya, dan ingin menggoda Syifa.
"Ikut dong, aku juga mau pipis." kata Arfan sambil terkikik geli.
Hal itu membuat Syifa yang melihatnya menampilkan wajah sebal nya.
"Arfan..buruan ihk, ngak kuat." sahut Syifa lagi, dia benar-benar sudah tidak tahan.
__ADS_1
"Aku juga ngak kuat ko, yu capcuss di kamar." Arfan semakin menjadi-jadi, entah kenapa menggoda Syifa si gadis pemalu yang memakai kaca mata besar selalu membuat mood nya naik.
"Arfan..!!." Lirih Syifa pelan.
Tak mendapatkan sahutan.
"Arfan..!!." panggilnya lagi pelan.
Haha..
Arfan tak tahan melihat ekspresi yang di perkirakan Syifa, dia langsung menerima nampan berisi makanan pesanan pengunjung restonya itu dari tangan Syifa.
"Sebagai seorang pria tampan yang baik hati dan tidak sombong aku aku mau deh, jangan lupa bayangin wajah tampan ku ya." ucap Arfan sambil tergelak tawa, membuat Syifa hanya bisa menghela nafasnya sebal lalu berjalan cepat ke arah kamar mandi.
Saat akan menaruh pesanan di nomer empat Arfan melebarkan matanya saat melihat siapa yang menjadi pengunjung di tempat bekerja nya.
"Si narsis." ucap Arfan sambil menaruh pesanan di depan sosok pria yang duduk di depan nya.
Yang di panggil Narsis itu melihat ke arah Arfan dengan senyum mengejeknya.
"Ternyata benar, Haha.. seorang Arfansya jadi pelayan? wow ini benar-benar gila." tawa Boy pecah saat melihat sepupunya memakai celemek khas pelayan di tubuhnya.
Brugkk..
"Dasar pelayan ngak ada ahlakq, pesanan orang main makan aja." sungut Boy kesal.
Bukan nya menjawab Arfan semakin bertingkah, dan malah meminum jus alpukat yang di pesan sepupunya.
dan Boy yang melihatnya hanya bisa menggelengkan kepalanya.
"Bayar nya disana ya bang bule." ucap Arfan menunjuk ke arah si wanita berbibir tebal dengan warna bibir merah cabe, pegawai yang bertugas di bagian pembayaran.
Sebelum meninggalkan sepupunya Arfan kembali mendekati sepupunya lagi.
"Yakin udah ingsyaf?, yang bibir tebal itu baru jadi janda dua minggu loh, katanya lagi cari bule hot di ranjang." bisik Arfan sambil tersenyum meledek.
Boy ingin memberikan pukulan pada sepupunya yang sangat tengil itu, tapi tidak jadi karena dia melihat sosok yang sangatlah tidak asing di ingatan nya.
"April." pekik Boy sambil melebarkan matanya sempurna.
Wanita itu nampak sedang berdiri di depan pintu restoran.
__ADS_1
"Sedang apa April disini?." gumam Boy lagi.
Buru-buru Boy membayar makanan yang sama sekali tidak di makan nya itu, lalu melangkahkan kaki nya mengejar sosok yang selama ini di carinya.
Saat sampai di area parkir Boy melihat sekeliling nya, namun di kehilangan jejak April, membuat nya mengusap wajahnya prustasi.
Boy sangat yakin jika wanita yang tadi dia lihat adalah April, tapi saat mengingat April yang sangat sulit di cari oleh anak buahnya membuat Boy pesimis.
Jika April ada di kota yang sama dengan nya pasti akan mudah untuk di temukan, apa mungkin dia salah lihat? tapi satu sisi Boy sangat yakin jika wanita yang di lihatnya tadi adalah April.
Boy merogoh ponselnya yang ada di saku celana nya, lalu mengusap layar ponselnya mencari nama anak buah nya.
"Aku melihatnya di restoran Xxxx, cepat cari wanita itu, aku tidak mau tau kalian tidak boleh kehilangan jejak nya lagi." ucap Boy pada anak buahnya yang ada di sebrang telpon.
Setelah panggilan terputus Boy kembali melihat sekiling nya, namun nihil dia tidak menemukan sosok April, karena sudah tidak nafsu makan lagi Boy pun langsung memutuskan untuk pulang, dia kembali mengendarai mobilnya lagi dengan kecepatan yang cepat.
Di lampu merah Boy yang sedang menunggu lampu hijau mengambil minum nya, saat sedang meminum Boy kembali melihat sosok April yang berada di jok belakang mobil di samping nya.
Uhukk..uhukk..
Boy membuka kaca mobilnya, matanya terus melihat ke arah mobil di sampingnya.
"April..!!" teriaknya sambil melambai-lambaikan tangan nya.
"Saya bukan April om bule." ucap anak laki-laki yang sedang menjadi pengamen.
"April..!!" teriak Boy lagi.
"Saya laki-laki masa iya nama nya April, setres nih om bule." ucap pengamen itu.
Dan tak lama kemudian lampu berganti menjadi hijau, membuat Boy langsung cancap gas pedal nya, hendak mengikuti mobil yang ada di depan nya.
Namun tiba-tiba saja ada pengendara motor ugal-ugalan yang membuat Boy hampir saja bertabrakan, dan mau tak mau berhenti sebentar.
"Aku tidak berkhalusinasi dia benar-benar April, dia telah kembali." ucap Boy sambil tersenyum menyeringai.
__________
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa jejak♥️
__ADS_1