
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Setelah menemani istrinya olahraga kehamilan Bian langsung kembali ke kantor, sedangkan Lisa hanya diam di rumah dan memilih untuk tidur siang.
Jam berganti menjadi sore, tak terasa Lisa yang baru bangun tidur langsung memutuskan untuk mandi, sebentar lagi suami nya pasti pulang dan Lisa akan menyambutnya dengan penampilan yang sudah cantik tentu nya.
Mengisi bathub dengan air dingin dan tak lupa meneteskan beberapa tetes sabun aroma terapi, setelah itu Lisa membuka semua pakaian yang menempel di tubuhnya dan langsung merebahkan tubuhnya di bathtub.
"Segar." gumam nya, sambil memainkan busa.
Menghirup aroma terapi yang menyegarkan membuat pikiran nya menjadi rileks dan tenang, semua beban di pikiran nya serasa menghilang secara begitu saja saat mencium aroma terapi itu.
Di tempat lain tepatnya di perusahaan nya Bian nampak menatap dua pria di depan nya dengan tatapan yang tegas.
"Kenapa kalian tidak menemukan mereka, apa uang yang aku berikan tidak cukup untuk membuat kalian semangat mencari keberadaan mereka hah!." kata Bian, dengan tatapan tajam nya.
"Tidak tuan, bukan karena uang tapi sepertinya ada yang menyembunyikan keberadaan nyonya Dini dan tuan Heri." sahut si anak buah menjawab.
Bian mengepalkan tangan nya saat mendengarkan penuturan anak buahnya, dia ingin tau siapa yang berani bermain kucing-kucingan dengan nya.
"Cepat korek informasi nya lebih dalam lagi, dan jangan katakan kegagalan karena aku tidak menyukai kegagalan." Bian berucap dengan tegas, membuat kedua anak buah nya mengangguk cepat.
"Baik tuan, saya permisi." ucap keduanya, lalu keluar dari ruangan Bos nya.
Sepeninggal dua anak buah nya Bian memijat pelipis nya yang terasa pusing, dia harus mencari kemana pergi nya mertua nya, dan apa alasan mertuanya mencampakkan istrinya.
Bian merasa semuanya ada kejanggalan, mana ada seorang ibu dan ayah yang tega meninggalkan putrinya tanpa kabar dan sepatah kata pun, bahkan yang Bian herankan adalah kenapa juga mertuanya pindah ke luar negri jika hanya ingin mencampakkan Lisa, kenapa tidak pindah ke kota lain saja? kenapa sejauh itu? bukan kah aneh.
tok..tok..
__ADS_1
Suara ketukan itu mengalihkan perhatian nya, membuat Bian langsung melirik ke arah pintu.
"Masuk." teriak nya, lalu kembali memasang
wajah datar nya.
Ceklek..
Pintu terbuka menampilkan sosok Asisten Giz. "Ini berkas yang anda minta tuan." ucap Asisten Giz menaruh map berisi berkas-berkas penting di meja bos nya.
Bian melihat nya, lalu membaca nya dengan intens, dan tak lama kemudian setelah selesai membaca nya Bian menandatangani berkas nya.
"Kau sudah menemukan nya Giz?." tanya Bian, sebelumnya dia sudah menyuruh Asisten nya untuk mencari informasi tentang pindahnya mertua nya.
Asisten Giz melirik, dengan kening berkerut tentunya, merasa tidak paham.
"Apa nya yang di temukan?." tanya Asisten Giz tidak mengerti, entah lupa.
Bian kembali menatap Asisten nya dengan tatapan yang tajam, di lihatnya wajah lesu penuh dengan mata panda dan yang lebih anehnya lagi sejak kapan Asistennya menguap saat jam bekerja?.
Asisten Giz menguap lagi, lalu mengucek matanya, semalaman bergadang menemani istrinya yang meminta makanan aneh-aneh di tengah malam membuat Asisten Giz kurang tidur, dan alhasil sekarang dia malah mengantuk terus padahal dia sudah meminum dua gelas kopi.
Sepertinya kopi yang biasanya membuat orang melek tak berfungsi untuknya, yang ada dia malah semakin merasakan rasa kantuk yang sangat dahsyat, membuat dia ingin segera pulang dan tidur di kasur empuk nya.
"Semalaman istriku meminta di buatkan makanan, beberapa sajian sudah ku buatkan, dan sebagian nya lagi sudah ku belikan, tapi dia tidak mau memakan nya." Asisten Giz duduk di kursi depan meja kerja Bos nya.
"Dia membuat aku bergadang menemani mood nya yang aneh itu, hoam." kembali menguap lagi, membuat Bian yang melihat nya ingin tertawa.
Bian bahkan hampir tiap hari menemani istrinya makan malam, tapi Asisten nya yang memiliki pekerjaan banyak setumpuk gudang bahkan tidak kuat jika harus di hadangan dengan ibu hamil.
"Mungkin putramu tidak menyukai bapak nya, lihat saja penampilan mu sekarang, brewokan seperti kakek-kakek." Bian malah mengejek Asisten nya.
__ADS_1
Sontak saja Asisten Giz yang semula memejamkan matanya langsung membuka matanya lagi. "Mana ada kakek-kakek, jika bukan karena keinginan nya yang ingin aku brewok seperti ini mana mau aku." sungut Asisten Giz, dan kembali mengantuk lagi.
Ya, berewok nya itu karna permintaan istrinya yang tidak suka jika dia di gemari banyak wanita, padahal dalam hatinya hanya ada satu nama, yang tak lain dan tak bukan Hana, istri tercintanya.
Bian terkekeh melihat tingkah Asisten nya, yang memang sudah dia anggap sebagai kakak nya sendiri itu.
"Pulanglah dan tidur, aku akan pulang dengan menyupir sendiri." kata Bian akhirnya menyuruh Asisten nya pulang, dia tidak tega melihat Asisten nya yang terus menguap lebar.
"Kau serius?." kini tidak ada lagi bahasa formal, Asisten Giz melihat bos nya dengan wajah yang serius.
"Ya..pergilah, sebelum aku berubah pikiran." kata Bian lagi.
Dengan gerak cepat Asisten Giz beranjak berdiri dari duduknya, "Terimakasih, ini baru namanya Bos baik." Asisten Giz langsung pergi setelah mengatakan itu.
Bian menggelengkan kepalanya menyaksikan sikap konyol Asisten nya, entah sudah berapa lama dia tidak melihat reaksi konyol itu, apalagi aneh nya Asisten Giz pulang di jam yang sudah menunjukan pukul empat lebih, tentu saja dia boleh pulang karna jam kerja sudah habis.
Sedangkan di tempat lain nampak seorang pria yang tengah tersenyum miring saat melihat foto gadis yang di sukai nya, di belainya wajah yang ada di foto itu dengan tatapan yang penuh arti.
"Sayang sebentar lagi kamu akan menjadi milik ku, menjadi wanitaku." ucap pria itu sambil tersenyum manis melihat wajah cantik gadis pemilik hati nya.
"Tapi kenapa kamu menerima dia kembali, hah! kenapa kamu malah mau kembali dengan pria kasar itu." pria itu kembali berbicara sendiri dengan selembar foto yang masih di pegang di tangan nya.
Kesal dengan kenyataan jika gadis yang di sukai nya sudah di miliki pria Lain membuat pria itu murka, dia melemparkan foto itu lalu meninju meja.
"Aku mencintaimu, tapi kenapa! kenapa dia yang kamu pilih Lisa." pria itu kembali berbicara sendiri dan melupakan emosinya dengan meninju meja.
Namun sedetik kemudian setelah melihat darah segar di tangan nya pria itu malah tertawa menyeramkan, pria itu mengambil selembar foto yang ada di lantai, dan setelah ada di tangan nya dengan santainya dia mengoleskan darahnya ke bibir gadis yang ada di selembar foto itu.
"Kamu cantik, baik dan membuatku jatuh cinta, tapi sayang nya kamu memilih pria lain dan menyakiti hatiku, aku tidak bisa memaafkan mu lagi sayang, aku tidak bisa." dengan sengaja mengoleskan darah di tangan nya ke seluruh gambar yang ada di selembar foto itu, membuat foto itu menjadi berwarna merah darah.
__________
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa jejak♥️