
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Farhan Tama, atau biasa di sapa dengan nama Han, sosok yang sangat menutup diri dari kehidupan nya dan orang terdekatnya, terlebih lagi Han juga adalah anak yang di buang oleh orang tuanya.
Selama hidupnya dia dedikasikan untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.
Meski terkadang apa yang dia inginkan itu tidak mudah dia dapatkan, tapi sebisa mungkin Han akan melakukan yang terbaik untuk keberhasilan nya.
Pernah satu kali dia menyukai sosok gadis kecil, gadis yang selalu mewarnai hari-hari nya saat Han masih remaja, masih ingat betul di ingatan nya saat pertama kali bertemu dengan sosok gadis kecil itu.
"Kak, tali sepatunya lepas." teriak gadis kecil dengan rambut di ikat dua.
Dan benar saja setelah gadis itu berkata seperti itu Han yang kala itu masih remaja SMP langsung terjatuh, dan sialnya lagi kepalanya terbentur ke tanah dan mengenai ranting kering yang membuat dahinya sedikit tergores.
"Astaga kak, berdarah." wajah gadis itu nampak panik.
Han terkisap merasa di perhatikan, apalagi gadis kecil itu kini tengah memasangkan plaster di bagian yang terkena goresan.
Apa itu yang di namakan cinta pada pandangan pertama? ya mungkin itu lah yang di namakan cinta pada pandangan pertama itu.
"Siapa nama mu?."
Dan saat itulah Han mengetahui nama dari gadis kecil yang baik hati itu, Alisya Aura Kharisma, nama yang sangat cantik secantik orang nya.
Jika kenangan itu di putar kembali mungkin Han akan bernostalgia lagi dengan awal pertemuanya dan si gadis kecil pencuri hatinya.
"Aku tidak boleh membiarkan mereka membuat nya terluka." ujar Han.
Obsesinya untuk mendapatkan Lisa membuatnya menutup mata, sampai dia melakukan banyak hal di luar kendalinya, padahal Han tau sejak kecil Lisa memang sangat mencintai Bian.
Dia tidak mengakui jika dirinya orang baik, Han mengakui jika dia memang jahat, tapi sejahat apapun dirinya, dia tidak akan mampu mencelakai sosok yang sangat di cintanya.
Hari ini mungkin akan menjadi pelukan terakhir untuk Han, dan untuk kedua kalinya dia bisa merasakan hangatnya pelukan dari gadis yang di sayangi nya.
"Jaga dirimu baik-baik Lisa, aku melepaskan mu."
Ingin sekali Han berkata sejujurnya, tapi dia tidak akan melakukan hal itu, dia tidak mau membuat kehidupan Lisa semakin mencekam dan masuk kedalam masalah yang lebih besar dari sekarang.
Dia percaya Bian dan keluarga Rafasya akan melindungi Lisa jauh di bandingkan dengan nya, tapi meski begitu Han akan tetap menjaga Lisa meski dari kejauhan.
__ADS_1
Setelah pulang dari rumah sakit Han mengendarai motor nya dengan kecepatan yang sangat cepat, memory nya kembali lagi, dimana dia sering mendapatkan kemarahan dari orang tua angkat nya.
"Dasar bodoh!, siapa yang menyuruh mu untuk pulang tanpa membawa makanan hah!."
"Anak kurang ajar, sudah enak di pungut malah ngak tau diri."
Dan banyak lagi kenangan buruk lain nya, terlahir sebagai anak dari panti asuhan dan di adopsi oleh sepasang suami istri yang sudah cukup berumur membuat Han mendapatkan banyak kebencian dari orang tua angkatnya.
Meski orang tua angkatnya jahat tapi Han tidak membenci orang tua angkatnya, semua yang di lakukan orang tun angkat nya membuat dia bisa berhasil seperti sekarang, mandiri, itulah poin dari semua kekerasan yang di lakukan oleh orang tua angkatnya.
Tapi sebelum orang tua angkat nya meninggal orang tua angkatnya pernah mengatakan satu hal padanya, yaitu untuk mencari sosok yang ada di dalam selembar foto.
"Han, sebelum ibu meninggal ibu mau berpesan pada mu, cari anak yang ada di gambar ini, berjanjilah pada ibu nak untuk mencari dia, jaga dia jangan biarkan ada yang menyakiti dia."
Dan anak yang ada di gambar itu adalah Lisa, sudah lama Han mencari tau itu semua, tapi nihil dia tidak menemukan apa yang di maksud oleh orang tua angkatnya karna menurutnya kehidupan Lisa sangat baik-baik saja, meski Lisa terkesan di buang oleh orang tuanya.
Han juga menemukan fakta baru dimana orang tua Lisa ternyata bukan orang tua asli, melainkan orang tua angkatnya, jadi siapa orang tua asli Lisa? dan apa kaitan nya Lisa dengan orang tua angkat nya?.
Pertanyaan itu terus berputar di kepalanya, sampai Han melihat sebuah mobil yang sepertinya memang sengaja akan mengarah ke arahnya.
Brukkk...
Perlahan Han membuka helm nya, darah segar yang berasal dari kepalanya mengenai wajahnya, tapi meski begitu Han mencoba bangkit sekuat tenaga nya, meski darah yang ada di dalam dadanya masih terus mengeluarkan darah, karena sebelumnya Han sempat tertembak oleh polisi yang mengejarnya.
Beberapa orang tiba-tiba keluar dari dalam mobil, dan mendekati Han, membuat Han langsung mengambil pistolnya.
"Mau apa kalian?." tanya Han sambil mencoba berdiri, meski rasa sakit di dadanya membuat dia sedikit meringis.
"Tentu saja membunuh parasit yang menganggu." ucap seorang pria berpakaian setelan hitam tak lupa dengan kaca mata hitam nya.
Han mundur perlahan, dia melihat sekitarnya, sial dia berhenti di tempat yang sepi yang membuat dia kesusahan untuk mencari bantuan, apalagi sekarang dia tengah di kelilingi beberapa pria berpakaian serba hitam.
"Aku tidak memiliki urusan dengan kalian kenapa kalian ingin membunuhku?." tanya Han mencoba untuk tidak tumbang, meski kenyataan nya kepalanya sekarang ini benar-benar sangat sakit dan terasa pusing.
Pria berkacamata itu mendekat, menatap Han dengan wajah yang sangat menyeramkan. "Kau benar, kau memang tidak memiliki urusan dengan ku, tapi orang yang so ikut campur seperti mu pantas untuk kami musnahkan, Farhan Tama." ujar pria berkacamata itu sambil menatap Han dengan tatapan yang sangat tajam.
"Kalian semua aka___." ucap Han terhenti.
Kesadaran Han Mulai hilang, dia sudah mencoba untuk tidak tumbang, tapi nihil sakit di kepalanya benar-benar tidak bisa di tunda, Han langsung ambruk jatuh ke aspal.
"Bawa parasit bodoh itu." perintah pria berkacamata, di angguki oleh ketiga anak buahnya.
__ADS_1
Han yang terbaring di aspal itu di bawa oleh ketiga anak buah si pria berkacamata, dan setelah itu mobil nya berjalan dengan kecepatan penuh.
Dan tak lama kemudian mobil itu sampai di sebuah rumah mewah, pria berkacamata itu keluar dan menyuruh anak buahnya untuk membawa Han keluar dari mobilnya.
"Jangan bawa dia ke rumah ku." ucap seorang wanita cantik.
"Maaf nona, tapi tuan muda menyuruh saya membawa tuan Han hidup-hidup ke hadapan nya tuan muda, nona." kata si pria berkacamata.
Wanita itu berdecak sambil menatap Han yang di penuhi dengan darah di wajahnya itu.
"Ya, kau boleh membawanya, tapi pastikan darah si bodoh ini tidak mengotori istana ku, kalian mengerti bukan apa yang aku katakan?." ujar wanita cantik itu lagi.
Si pria berkacamata mengangguk.
"Baik nona, saya akan melakukan apa yang anda ingin kan." kata si pria berkacamata.
"Cepat bawa masuk, sebentar lagi Opa akan keluar untuk makan siang." kata wanita itu lagi yang hanya di angguki cepat oleh ke empat pria berpakaian hitam.
Sesampainya di gudang Han meringis merasakan rasa sakit di tubuhnya, dengan kejam nya pria di depan nya menyiramkan air garam ke luka di kepalanya, membuatnya terasa perih.
"Kau." Han membuka matanya setengah sadar.
"Kau terlalu banyak ikut campur tuan Han, jadi jangan salahkan aku jika aku akan membunuh mu." ucap Pria itu tersenyum licik, lalu mengambil pistol yang ada di tangan anak buahnya.
"Ini adalah hukuman untuk rekan kerja pengkhianat sepertimu, tuan Han yang terhormat, selamat jalan patner." ucap pria itu sambil melepaskan tembakan pertamanya.
Dorrr..
Han menutup matanya, namun dia tidak merasakan apapun, tapi semenit kemudian Han mendengar suara mantan rekan kerja nya itu.
"Aku terpeleset, astaga." suara nada mengejek.
Dorrr..
_________
🌹🌹🌹🌹🌹
Jadi siapa musuh nya sebenarnya?
Jangan lupa jejak, ♥️
__ADS_1