
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Achel dan Dilla masih melakukan gandengan tangan asal itu, sembari menggerutu kesal karena Arfan tak kunjung menoleh ke arah lain, dan terus fokus menatap ke arah mereka berdua.
"Gimana Dil, kak Arfan masih liatin kita ngak?." tanya Achel yang sengaja tidak melihat ke arah pelaminan.
Dalam hatinya benar-benar ingin menangis, tapi apa di kata kalau bukan jodoh ya bisa apa, meski pun Achel menangis darah pun sekarang akan sia-sia kerena Arfan sudah mempunyai istri, wanita pilihan pria itu sendiri.
"Belum, Arfan masih liatin kita sambil liatin jari nya, lagi pamer kaya nya." sungut Dilla sudah jengah bersandiwara lagi.
Ekhem..
Ekhem..
Dilla dan Achel saling melirik, lalu mengadahkan pandangan nya ke atas, menatap sosok yang lebih tinggi dari mereka.
Keduanya kikuk saat melihat tatapan dingin yang di perlihatkan oleh pria itu.
sampai sebuah jeweran kembali keduanya rasakan.
"Aww..sakit."
"Iya sakit."
"Mimi." pekik Achel kaget.
"Hallo Mom." lain halnya dengan Dilla yang tersenyum meski telinga nya masih di jewer gemas oleh Mommy Kelle.
"Kalian ngapain?." tanya dua wanita yang memiliki wajah sama-sama galak.
Achel dan Dilla mencoba melepaskan jeweran nya dulu, lalu keduanya saling melirik lagi.
beberapa detik berlalu keduanya masih sama-sama diam, sampai akhirnya..
"Kabur..!! " teriak keduanya bersamaan dan berlari cukup kencang meninggalkan dua wanita yang akan memberikan mereka hukuman atas ketidak sopanan nya terhadap tamu nya.
Mommy Kelle dan Mami Nana menghela nafas panjang bersamaan.
"Maaf ya tuan, putri saya memang manja, maaf atas ketidak nyamanan yang di buat oleh putri saya." ucap Mami Nana merasa malu dengan tingkah Achel yang bisa-bisa nya mengandeng tangan tamu undangan nya.
"Iya, maaf ya tuan putri saya yang cantik memang seperti itu, maklum jomblo." Mommy Kelle ikut menimpali.
Kedua pria berparawakan tinggi dan gagah dengan tubuh atletis nya itu saling melirik.
"Tidak apa, saya paham mereka masih anak-anak." ucap salah satu pria itu.
__ADS_1
Anak-anak? Mami Nana dan Mommy Kelle saling berpandangan.
tidak terima jika anak gadis nya di katai anak-anak, karena menurut mereka kedua gadis berbadan aduhai itu sudah remaja.
"Maaf tuan, saya dan istri permisi dulu." ucap Daddy Rico Seolah paham dengan kemarahan di wajah istrinya.
Buru-buru Daddy Rico membawa istrinya untuk menjauh, sedari tadi ia hanya menyaksikan sikap Putri nya dan sekarang di tambah dengan istrinya yang akan meledak kemarahan nya pada rekan kerja nya.
Dan kini tinggal lah Mami Nana yang menatap dengan senyuman misterius nya.
Namun belum juga dia memberikan tanda-tanda kemarahan nya tiba-tiba ada yang menyolek pinggang nya.
"Jangan bikin malu, kamu tau siapa mereka?." bisik Papi Andrian di telinga istrinya.
"Emang nya siapa Pi?." tanya Mami Nana ikut berbisik..
"Mereka itu adalah pemilik ___ " ucap Papi Andrian terhenti karena melihat wajah istrinya yang berbeda.
"Pi, bawa Mami pergi cepat." ucap Mami Nana sudah tidak tahan.
Papi Andrian mengangguk, dia sudah paham dengan istrinya.
Buru-buru dia berjalan rusuh dengan sang istri yang sama-sama berjalan cepat dengan nya.
"Mereka benar-benar aneh." ucap salah satu pria yang masih memperlihatkan wajah dingin nya.
"Ayo pergi, aku rasa kehadiran kita disini hanya membuang waktu saja." ucap Pria itu lagi sambil melangkah kaki nya.
"Ya, aku tau itu." sahut pria itu masih dingin.
Setelah itu keduanya masuk mobil, dan tak lama kemudian mobil yang di tumpangi keduanya berjalan meninggalkan area hotel tempat pernikahan adik rekan bisnis nya.
Di tempat lain Dilla dan Achel sedang santai di Cafe, setelah pergi dari area ballroom pernikahan Arfan keduanya memutuskan untuk ke cafe untuk santai-santai dan membuang rasa takut nya akan hukuman yang akan di berikan Mami dan Mommy mereka.
"Gila, kalau ngak kabur pasti katahuan sama Arfan kalau kita cuman bohong soal pacar itu." ucap Dilla yang sedang menikmati cake nya.
Achel mengangguk seraya mengaduk coklat panas milik nya dengan sendok, dia masih tidak memiliki ***** makan banyak setelah apa yang dia lalui hari ini.
"Lepaskan saja, kamu cantik Chel ngak pantes kalau harus galau dan sedih cuman gara-gara ngak dapat cintanya si kutu kupret Arfan, lagian ya Arfan itu tengil ngak cocok sama cwe cantik dan bohay kaya adik kakak yang cantik dan manis ini."
Kata-kata sebelum kepergian Kinara kakak sepupunya yang kembali ke negara tempat tinggal nya pun kembali teringat di kepala Achel, dimana kakak sepupunya mengatakan jika Arfan dan dirinya memang tidak cocok.
Lebih tepatnya takdir tidak mentakdirkan nya bersama dengan Arfan.
Arfan adalah cinta pertama Achel, wajar saja jika Achel tidak bisa cepat melupakan rasanya terhadap pria yang memiliki jiwa tengil itu.
Dilla melirik sahabatnya yang nampak tidak ***** untuk apapun itu.
__ADS_1
ada rasa kasihan untuk Achel, tapi saat mengingat jika cinta nya untuk Lucas juga tertolak Dilla menjadi ikut merasa miris.
"Cari pacar yu." ucap Dilla sambil tersenyum.
Achel melihat sahabatnya dengan wajah yang tidak percaya.
mana ada yang mau pada dirinya atau pun sahabat nya, bahkan saat makan pun Achel dan Dilla selalu belepotan.
"Cake nya nempel di hidung." ujar Achel dengan malas.
Dilla mengusap nya dengan tisue, namun Achel malah semakin sebal melihat sisa cake nya yang malah melebar kemana-mana.
bahkan sampai mengenai pipi sahabat nya sendiri.
Dengan malas Achel bernajak berdiri dari duduknya.
mengambil tisue lalu membersihkan bagian pipi sahabatnya.
Setelah di rasa bersih Achel menaruh tisue itu di meja, kembali duduk dan bersiap untuk meminum coklat panas milik nya tapi saat ia ingin mengangkat cangkir berisi coklat panasnya tiba-tiba tangan nya di senggol orang lain.
Prenkkk.. (Anggap aja bunyi gelas pecah)
"Awww..!! "
Achel mengusap tangan nya yang terkena coklat panas, Dilla yang melihat itu replek mengambil tisue untuk mengelap coklat yang menempel di tangan sahabatnya.
Namun langkahnya terhenti saat melihat siapa sosok yang ada di depan nya lagi.
"Om lagi." pekik Dilla kaget.
Achel melirik ke arah sosok yang membuat tangan nya terkena coklat panas dengan wajah yang berkaca-kaca.
sampai..
"Mami..hikss..sakit." Isak Achel seraya menangis.
Dilla yang tau jika sahabatnya itu cengeng langsung menatap tajam pada sosok yang masih santai melihat Achel menangis.
"Ganti rugi, tangan Achel sakit kalian harus bawa Achel ke rumah sakit." ucap Dilla seraya menatap tajam pria yang ada di depan nya itu.
Dan tiba-tiba ada sosok yang tadi bersama dengan pria itu, membuat Dilla kesal karena merasa jika dua pria itu membuntuti mereka sampai ke Cafe ini.
"Dasar Om-om penguntit." desis Dilla sambil ikut meniup lengan Achel yang memerah.
Mengabaikan wajah kedua pria yang ada di depan nya yang menampakan wajah dingin dan garang.
________
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹
Jangan lupa jejak, ♥️