
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Di malam yang sunyi nampak sosok April yang sedang duduk di tepi ranjang, dengan wajah yang terus menunduk.
di sopa nampak juga sosok Boy yang sedang menatap ke sembarangan arah.
Hening tak ada satupun kata yang keluar dari keduanya, baik April maupun Boy keduanya sama-sama diam setelah menyelesaikan semua masalah yang menimpa April.
"Aku akan pergi." kata April membuka suara.
Boy langsung menatap tajam ke arah April.
"Tidak, kamu akan tetap disini." tegas Boy dengan suara lantang nya.
April berdiri dan mendekati sosok yang sedang duduk di sapa itu, dia berlutut untuk mensejajarkan dirinya dengan sosok yang masih memperlihatkan wajah garang itu.
"Meskipun kita sama-sama happy dan bahagia tapi kita tidak bisa bersama, kita ada disini karena satu kesalahan yang kita lakukan, dan selebihnya tidak ada harapan lain, kita memang tidak di takdir kan bersama." ucap April sambil menatap netra biru milik pria bule di depan nya.
Ada rasa sakit saat April mengatakan nya, tapi dia harus melakukan ini karena orang tua Boy seperti nya tidak menginginkan keberadaan nya di dekat Boy.
Dan April tau akan hal itu, cukup dia yang di buang oleh Papa nya karena malu memiliki anak seperti dirinya, tapi tidak dengan Boy.
terlepas dari semua yang di lakukan Boy padanya April mau melupakan kemarahan dan kebencian nya, karena ada rasa yang tumbuh setelah dia membenci pria itu.
Rasa cinta, ya..April mencintai Boy.
"Kita bisa menikah tanpa restu mereka, aku tidak peduli." kata Boy, memegang tangan April.
Perduli apa Boy pada orang tuanya yang mau menikahkan nya dengan Karina, dia akan mengabaikan semua orang yang memaksakan kehendaknya untuk kehidupan nya, Boy tidak akan melepaskan cinta nya.
Cinta yang keduanya miliki berawal dari benci, baik Boy maupun April keduanya sama-sama manusia yang jauh dari kata sempurna, dan Boy ingin bersatu untuk saling menyempurnakan.
"Mereka orang tua mu, kamu bisa jadi anak durhaka jika menentang nya." lanjut April masih keukeuh untuk melepaskan cinta nya.
Boy menatap netra hitam milik wanita yang pernah mengandung darah daging nya itu, dan mulai mendekatkan wajahnya ke wajah April hingga hidup keduanya bertabrakan.
"Whatever happens, please stay with me, because I love you."
"Apapun yang terjadi aku mohon tetap bersamaku, karena aku mencintaimu." kata Boy sambil mencium bibir ranum milik wanita yang di cintai nya.
April membuka sedikit bibir nya, membalas ciuman itu dengan lembut, dan keduanya hanyut dalam rasa itu, rasa yang di sebut kenyamanan.
__ADS_1
Sampai..
April melepaskan ciuman nya.
"Kita tidak seharusnya melakukan ini, aku memang mencintai mu, tapi aku tidak mau kesalahan itu terulang lagi." kata April sambil mengelap bibirnya yang basah.
Boy terdenyum mendengarkan penuturan April.
dia kembali membawa April kedalam pelukan nya, lalu menatap netra hitam itu lagi.
"Kalau begitu kita menikah, lebih cepat lebih baik bukan?." ucap Boy sambil menaikkan sebelah alisnya ke atas.
Ragu-ragu April mengangguk, dia memang tidak ingin benar-benar meninggalkan sosok yang saat ini menenangkan hati nya, meski April masih tidak tau sebesar apa rasa cinta nya pada Boy, apa lebih besar lebih dari cintanya pada Benny mantan tunangan nya? atau bahkan lebih kecil? April tidak tau.
Dia hanya merasa jika saat berdekatan dengan Boy April merasakannya rasa nyaman, aman dan merasa dekat dengan putri nya.
"I Love You." kata April pelan namun masih terdengar di telinga Boy.
"I Love You too." sahut Boy sambil mempereratkan pelukan nya.
Di tempat yang lain nampak sosok gadis yang seminggu ini betah mengurung dirinya di dalam kamar.
rasa nya sangat sakit saat melihat sosok yang di cintai nya memilih wanita lain.
"Jahat kamu Boy, aku mencintai mu sepenuh hati ku, tapi ini balasan cintaku." Isak nya sambil mengeluarkan air mata.
kenyataannya membuat dia harus merasakan beribu tusukan pedang di hatinya, pria yang di cintai nya itu telah memiliki anak dengan wanita lain, wanita yang semula dia anggap hanya wanita bayaran seperti wanita-wanita yang pernah Kirana hampaskan karena mengusik nya.
Apa salah jika Kirana mencintai sosok pria yang dia anggap sempurna itu?.
Untuk seminggu ini bahkan Kirana enggan pergi ke kantor, dia hanya menghabiskan waktu nya di dalam kamarnya, menangis dan menangis, merasa telah tertipu dengan harapan yang di berikan keluarga Rico Febrian padanya.
"Dasar wanita jala*g aku yakin dia mendapatkan seorang anak dari hasil menjual diri, aku yakin dia pasti menggoda Boy ku." ucap Kirana lagi.
Kirana semakin membenci sosok wanita yang telah mencuri pria yang di cintai nya, dia menganggap jika tidak terbalasnya cinta nya adalah karena sosok wanita yang bernama April itu.
Tok..tok..
"Kirana sayang, Mama masuk ya.." suara tidak asing terdengar dari arah pintu.
"Ngak boleh, aku lagi sibuk." kata Kirana buru-buru mengambil laptop nya, dan menghapus air mata nya.
"Mama bawa makanan kesukaan kamu loh sayang, boleh ya Mama masuk." Mama Kirana masih keukeuh ingin mengecek kondisi putri kesayangan nya itu, karena sejak kejadian gagal pertunangan itu putrinya tidak pernah keluar kamar, bahkan untuk makan pun Kirana harus di antarkan ke kamar.
__ADS_1
Mendengar makanan Kirana langsung beranjak dari tempat tidur, melangkahkan kaki nya ke arah pintu.
Ceklek..
Pintu terbuka.
"Kamu nangis lagi?." tanya Mama Kirana.
"Ngak kok, siapa bilang..aku habis nonton flm drakor di laptop." Kirana menyangkal tuduhan Mama nya yang benar adanya, dan menunjuk Laptop nya sebagai bukti.
"Ya udah, jangan lupa makan ya sayang." kata Mama Kirana menyimpan nampak berisi makanan kesukaan putrinya itu di atas meja, lalu mendekati putrinya, membelai pipi sang putri dengan raut wajah yang tidak terbaca.
"Mama tau ini sangat menyakitkan untuk kamu begitupun untuk Mama dan Papa, tapi kamu itu cantik dan pintar sayang, masih banyak pria yang akan siap menjadi pengganti Boy, jangan sedih lagi ya."
Kirana tertegun mendengar ucapan Mama nya, dia memeluk tubuh besar Mama nya.
"Makasih Ma, aku ngak akan sedih lagi." kata Kirana sambil tersenyum.
"Udah, makan dulu gih..kasian nanti pasta nya nangis karena kamu abaikan." kata Mama lagi.
"I Love You Mam.."
"I Love You too princess."
Setelah kepergian Mama nya Kirana melihat makanan yang di masak sang Mama.
air matanya kembali keluar saat melihat makanan itu.
"Boy.. ini makanan kesukaan kita." ucapnya, lalu melangkah kan kaki nya mendekati meja.
Kirana memakan makanan itu sembil membayangkan sosok Boy, biasanya dia akan makan pasta saat hari Minggu, dan itu juga bersama Boy.
________
🌹🌹🌹🌹🌹
Yuk Mampir di cerita baru Author.
judulnya. ^^I Love You Boss^^
Jangan lupa like coment and Vote !!
__ADS_1