Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Godaan sebelum sah.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Hujan saat ini sangat deras, membuat semua orang betah di dalam kamar, lebih tepatnya bersembunyi di balik selimut tebal nya, seperti yang di lakukan Achel sekarang.


tok..tok..tok..


"Masuk aja Mi, ngak di kunci ko." teriak Achel di balik selimut.


Ceklek..


Mami Nana berjalan ke arah ranjang sang putri dengan membawa segelas minuman jahe hangat yang di taruh di nampan mini.


"Kamu ngak apa-apa kan sayang?." tanya Mami Nana.


Achel menggelengkan kepalanya cepat, lalu mengubah posisinya menjadi duduk.


"Aku hanya kedinginan Mi." jawab Achel.


"Nih minum dulu, minuman jahe hangat biar tubuh kamu ngak meriang."


Mami Nana memberikan minuman nya, dan langsung di terima Achel.


Setelah menghabiskan sebagian minuman nya Achel memberikan gelas nya pada Mami Nana lagi.


"Makasih Mi."


"Sama-sama sayang nya Mami."


"Papi belum pulang?." tanya Achel.


"Masih banyak urusan di luar katanya, biasalah sama Om Arka." jawab Mami, dan Achel hanya mengangguk.


Sebenarnya Mami Nana ingin tahu apa penyebab yang membuat Putri nya pulang hujan-hujanan, padahal sebelumnya Achel jelas di jemput oleh Dilla.


Sebelum ke kemar Putri nya mengantarkan minuman hangat pun Mami Nana sudah lebih dulu menanyakan hal ini pada Dilla, tapi sepertinya Dilla tidak tau apa-apa tentang kepulangan Achel yang naik ojeg, dan bahkan Dilla bertanya Achel kenapa.


Bukan apa-apa Mami Nana hanya takut jika suaminya tau jika anak gadis kesayangan nya pulang dengan basah kuyup, bisa marah besar Papi Andrian jika sampai tau Achel yang pulang naik ojeg di saat hujan deras.


"Aku mau istirahat dulu, Mami bisa kan tinggalin aku sendirian?." tanya Achel yang seketika membuat lamunan Mami Nana buyar.


"Mami akan keluar, tapi kalau ada apa-apa jangan ragu bicara pada Mami ya sayang, kamu janji ya?."


Mami Nana mengulurkan jari kelingking nya, Achel mengangguk sambil mengaitkan jari kelingking nya.


"Iya janji Mi." sahut Achel cepat.


Dengan perasaan berat Mami Nana terpaksa harus keluar dari kamar Achel.


sebenarnya dia ingin menemani sang putri lebih lama lagi, tapi kalau Achel tidak menginginkan keberadaan nya dia bisa apa.


Mami Nana yakin Putri nya pasti sedang menyembunyikan sesuatu pada nya, tapi dia tidak tau apa itu, tapi melihat sikap Achel membuat dia yakin seyakin-yakinnya jika suasana hati Achel sedang buruk.


"Apapun masalah yang sedang di hadapi Achel, aku yakin Achel pasti bisa menyikapi masalahnya sendiri." batin Mami Nana sebelum menutup pintu kamar Achel.


Setelah melihat pintu tertutup Achel turun dari tempat tidur nya, kaki jenjang nya menuntunnya untuk melangkah ke dekat jendela.


Achel menarik satu kursi kecil yang biasa dia gunakan untuk melihat hujan.


Dia duduk dan menatap kosong pada luar jendela, melihat hujan yang begitu deras membuat air matanya perlahan jatuh mengenai pipi nya.


Seketika ingatan nya di tarik ke beberapa jam yang lalu, dimana dia melihat sesuatu yang membuatnya kaget bukan main, bahkan langsung memilih pulang di saat hujan deras.


Achel ingin mengajak makan siang calon suami nya, tapi saat keluar dari mobil Dilla Achel melihat mobil Rangga yang keluar dari area kantor.

__ADS_1


Membuat Achel memilih mengikuti dengan menggunakan ojeg yang ada di dekat kantor, sedangkan mobil Dilla dia biarkan begitu saja karena Dilla sedang memiliki urusan di luar.


Semula tidak ada yang membuat Achel curiga saat mengikuti mobil yang di kendarai Rangga, tapi saat mobil Rangga berhenti di sebuah restoran Achel pun ikut singgah ke restoran itu.


Achel dapat melihat dengan jelas jika Rangga bertemu dengan seorang wanita cantik, dan Achel melihat dengan mata kepala nya sendiri bagaimana wanita itu memeluk Rangga layak nya seorang kekasih yang baru bertemu.


"Siapa wanita itu?."


"Kenapa wanita itu memeluk nya."


Hanya itu pertanyaan yang tersimpan di dalam pikiran Achel, Tapi belum juga Achel menanyakan semua itu pada Rangga Achel sudah memilih pulang dengan perasaan kecewa nya.


Pernikahan nya padahal tinggal satu Minggu lagi, tapi kenapa Rangga malah menyembunyikan masalah besar ini dari nya?.


Achel benar-benar kecewa jika wanita itu benar-benar selingkuhan nya Rangga.


"Hiks, Dilla." Isak Achel.


Dia memang lebih lemah dalam masalah percintaan, bahkan tadi saat selangkah lagi dia mengrebeg Rangga dan wanita yang memeluk nya itu, Achel malah langsung pulang.


"Om Rangga jahat!."


"Aku ngak mau nikah sama pria yang ngak bisa setia, aku ngak mau."


Achel terus mengatakan kekesalan nya, seharusnya dia sekarang dalam masa pingitan yang indah karena mendapatkan banyak hadiah dan juga doa-doa yang baik dari orang-orang tersayangnya.


Tiba-tiba ponselnya berdering membuat Achel langsung mengusap air mata nya, saat melihat layar ponselnya Achel kaget karena itu adalah panggilan dari Rangga.


Dia bimbang untuk mengangkat nya, dia masih kecewa pada Rangga.


sampai akhirnya panggilan itu berhenti berdering.. Achel tidak mengangkat nya.


Dan Achel malah mematikan ponselnya, lalu melemparkannya ke ranjang nya.


mood Achel sekarang benar-benar sangat buruk, satu masalah membuat dia goyah dengan pernikahan nya sekarang.


"Aku harus pergi ke rumah nya, aku yakin pasti ada yang tidak beres." gumam Rangga.


Mobil yang di kendarai Rangga tidak jadi untuk ke arah kantor, dia memutar balik arahnya menjadi ke arah rumah Achel.


Setelah 30 menit mengendarai mobil nya akhirnya Rangga sampai di halaman rumah Achel.


Saat ingin keluar dari mobil Rangga malah di kagetkan dengan kedatangan Papi Andrian dan Papa Arka yang sedang ngobrol di kursi teras depan.


"Ada apa?." tanya Papi Andrian.


"Tidak ada, hanya ingin bertemu dengan Achel." jawab Rangga seadanya.


Papa Arka melihat Rangga dengan selidik, lalu tersenyum. "Santai saja jangan gugup, calon mertua mu memang matre bin pelit." celetuk Papa Arka.


Membuat Papi Andrian langsung memberikan pukulan kecil di lengan Papa Arka.


"Diam lah (Melirik Papa Arka), dan kau Rangga masuk lah, Achel ada di dalam istriku bilang putri ku sedang tidur di kamar nya." kata Papi Andrian.


Rangga mengangguk, dia masuk kedalam rumah dan langsung bertemu dengan Mami Nana.


"Achel ada di kamar nya, mau Mami panggilkan?."


"Tidak usah repot-repot Mi, aku akan menemui nya karena ada masalah kecil."


"Ya sudah, masuk lah.. tapi jangan tutup pintu nya kalian masih belum bisa berduaan, kalian belum sah." Mami Nana mengingatkan.


Rangga mengangguk paham, setelah itu dia melangkahkan kakinya untuk menaiki satu persatu anak tangga yang akan membawa nya ke kamar Achel.


Tok..tok..tok..

__ADS_1


Ceklek..


"Om."


"Kamu kenapa nangis?."


"Ngak apa!." jawab Achel ketus.


Rangga melihat sekeliling, dia masuk mengikuti Achel yang menampilkan wajah kesal pada nya.


"Kalau ngak papa terus kenapa telpon dari aku nggak kamu angkat?." tanya Rangga lagi.


"Males." jawab singkat padat dan jelas dari Achel.


Rangga menghela nafas nya perlahan, memiliki calon istri yang usianya jauh di bawah nya memang harus ekstra sabar, karena usia tidak membuat seseorang menjadi dewasa.


Rangga memegang tangan Achel.


"Maaf, maaf kalau aku membuat mu tidak nyaman." kata Rangga sambil menatap Achel.


Achel langsung membuang wajahnya kesembarangan arah, dia tidak mau luluh hanya karena mendengar ucapan Rangga barusan.


"Achel.."


"Achel.. aku mohon."


"Siapa wanita tadi, siapa wanita yang ku temui di restoran tadi!, katakan pada ku siapa dia?." akhirnya Achel mengatakan kegundahan di hati nya itu.


Wanita di restoran?


jadi Achel marah karena itu?


Rangga tertawa..


Dan tawa Rangga membuat Achel kesal dan marah, dia langsung memberikan pukulan di dada Rangga sesukanya.


"Dia selingkuhan mu kan!."


"Bukan."


"Lalu siapa dia?, dia memeluk mu dan kau diam saja."


"Namanya Stella, dia adalah anak kita."


"Anak kita?."


Achel semakin tidak paham.


Sampai akhirnya Rangga pun menjelaskan semuanya, dari mulai dia sedang menunggu Achel untuk makan siang bersama sampai di telpon Stella yang baru pulang dari luar negri karena ingin bertemu kekasih nya.


"Jadi dia anak angkat?."


"Iya, dia anak angkat ku, apa kamu masih marah sayang?."


"Masih."


"Pernikahan kita satu Minggu lagi, kamu yakin akan marah pada ku?." tanya Rangga.


"Aku pandai bersandiwara, aku tidak akan mengacaukan acara pernikahan, tapi mungkin setelah pernikahan bersiap untuk tidak mendapatkan jatah." jawab Achel sambil ke luar kamar.


Meninggalkan Rangga yang sedang menelan ludahnya kasar, lama dia menungggu waktu bersejarah, masa iya saat ia mendapat kan nya malah harus puasa lagi.


____________


🌹🌹🌹🌹🌹

__ADS_1


Bantu like coment and Vote ya♥️


__ADS_2