
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Tina menatap Zico penuh harap, dia yakin Zico akan kembali masuk ke perangkap nya.
berharap Zico akan mempercayai akal-akalan nya.
Apalagi Zico selalu lemah jika di hadapkan dengan seorang anak.
Tina sudah bosan menjadi pembantu rumah tangga lagi, apalagi majikan nya bawel dan juga manja seperti Nina anak majikan nya.
Suami nya yang kaya sudah meninggalkan dan berpaling pada yang lebih cantik, dia sekarang sudah menjada dengan memiliki enam anak dari setiap pernikahan nya, mungkin jika di hitung Tina sudah menikah 6 kali, termasuk dengan Zico.
"Co." panggil Tina.
Zico masih diam, dia ingat dulu Tina juga mengatakan hal yang sama pada nya, tapi nyatanya Zico telah di tipu, dan Tina hamil anak mantan nya, meski pada akhirnya Zico menikahi Tina dan alasan Zico menikahi Tina pun juga harus hilang karena Tina keguguran.
"Jangan berbohong Tina, aku tau siapa kamu dan bagaimana sifat kamu yang haus akan harta." Zico berkata sambil memberikan tatapan dingin nya.
Tina menelan ludahnya kasar, ternyata Zico yang sekarang susah untuk di bodohi seperti dulu lagi.
"Aku ngak bohong Co, aku memang hamil anak kamu dan sekarang anak kita sudah besar Co, dia sudah 18 tahun." ucap Tina mencoba meyakinkan bahwa dia benar-benar memiliki keturunan dari pria kaya di depan nya.
Zico tersenyum kecut mendengar penuturan Tina barusan.
Kali ini dia semakin yakin jika Tina ingin menipu nya.
"Aku menduda sudah 21 tahun Tina, dan jika kita punya anak seharusnya usia anak kita itu setidaknya 20 tahun." Zico menjeda ucapan nya, menatap iba pada mantan istrinya itu.
"Sudahlah Tina, aku tau kehidupan mu sekarang, aku tau memang berat menjalani kehidupan yang sedang kau jalani, tapi itu adalah jalan mu, kau yang memilih jalan itu sendiri, maka nikmatilah hasil dari keegoisan mu." sambung Zico.
Dia merogoh kantong saku celana nya, mengambil kertas cek kosong.
lalu menuliskan sejumlah uang untuk membantu perekonomian mantan istrinya.
__ADS_1
"Ini mungkin tidak seberapa, tapi aku menghargai usaha mu sebagai seorang ibu yang membiayai kehidupan enam anak mu, semoga uang ini bisa membantu mu agar tidak terus menerus menjadi wanita penggoda suami orang, bagaimana pun kamu seorang ibu Tina, kamu harus menjadi panutan yang baik untuk ke enam anak mu." kata Zico, lalu memberikan lembar cek yang sudah di isi pada Tina.
Tina menerima cek yang di berikan oleh mantan suaminya itu.
Dia melihat nominal yang besar di cek itu, yaitu 20 jta, Tina menunduk malu karena sempat memiliki niat jelek pada mantan suaminya itu.
Dia tau kesalahan nya selama ini, menjadi wanita penggoda untuk para pria kesepian yang butuh belaian hanya demi sejumlah uang untuk anak-anak nya, dan ketahuilah pekerjaan pembantu rumah tangga pun ia kerjakan karena terpaksa, karena di kontrakan nya dia mendapatkan kecaman jelek dari tetangga nya yang suami nya pernah dia dekati.
"Maaf Co, aku janji ngak akan ganggu kamu lagi." Tina menatap Zico untuk yang terakhir kalinya.
Kini hanya ada penyesalan di hati nya, andai saja dulu dia bisa bersabar dengan keadaan mungkin saja sekarang dia bisa menjalani kehidupan yang lebih baik dari kehidupan nya sekarang, Zico pria baik, dia rela menikahinya meski Zico sendiri tau kalau Tina tidak hamil anak nya.
Zico tidak menjawab, dia langsung pergi ke arah mobil nya, menyalakan mesin mobil nya dan meninggalkan area parkiran Apartemen nya.
Tina mengusap air mata nya dengan jari nya, dia benar-benar menyesal dengan sikap nya yang dulu seenaknya pada Zico, andai waktu bisa di ulang kembali, mungkin Tina tidak akan melakukan kesalahan fatal itu, kesalahan terbesar nya selama hidup adalah dia menduakan suami baik nya hanya demi harta yang sementara.
"Kamu pantas bahagia Co, aku mendoakan mu dan calon istri mu." gumam Tina sambil memasukan cek yang di berikan Zico ke tas kecilnya.
Di tempat lain Dilla yang baru mendapatkan notif pesan berupa gambar dari Nina matanya langsung membulat sempurna, apalagi foto isi berisi Zico dan Tina, wanita yang Dilla tau sebagai mantan istri Zico.
Wajahnya nampak marah, tanpa pikir panjang Dilla langsung keluar dari kamar nya, mengabaikan penampilan nya yang masih terlihat berantakan.
"Loh, mau kemana sayang? jalan nya cepet banget." tanya Mom Kelle heran melihat Dilla yang bertingkah aneh.
Dilla menghentikan langkah nya, lalu menatap Mom Kelle.
"Mom, kalau pacar kita di deketin wanita lain itu tandanya pacar kita gatel atau emang wanita nya yang gatal?." pertanyaan bodoh itu keluar dari bibir gadis 21 tahun itu.
Pengalaman bercinta nya hanya baru kali ini, jadi Dilla masih butuh bimbingan orang yang lebih berpengalaman dalam menghadapi masalah seperti ini.
"Siapa emang yang di deketin cewek lain?, Zico?." tebak Mom Kelle sambil menaikkan sebelah alisnya.
Dilla mengangguk cepat.
"Iya, pacar aku di deketin mulu mantan istrinya, aku harus apa Mom? ngamuk boleh ngak?." tanya Dilla masih dengan mode yang tidak baik-baik saja.
__ADS_1
Hatinya memanas karena terbakar api cemburu, bagiamana pun Tina pernah mengisi hati Zico, dan bukan berarti tidak mungkin jika Zico kembali kepincut mantan istri nya itu.
"Gampang sih Dill, kamu tinggal nikah dan cepet kasih goyangan, laki-laki mana sih yang bisa nolak gadis." Mom Kelle malah mengompori putri nya dengan kata-kata yang penuh kemesuman nya.
Dilla terdiam nampak menimbang ucapan Mom nya.
"Emang harus gitu ya Mom?." tanya Dilla masih bingung.
Mom Kelle langsung membenarkan anak rambut Putri nya ke belakang telinga Dilla.
"Gini ya sayang laki-laki itu kaya burung, terbang bebas kalau ngak di kandangin, nah begitu pun dengan Zico, dia akan masih pacaran sama kamu, kalian kan masih belum memiliki status yang jelas maka dari itu selagi kalian masih di mode ngak jelas maka Zico masih bisa mencari wanita lain." sepertinya Mom Kelle lebih cocok menjadi Mak rempong di bandingkan dengan sebutan Mom yang terlalu elegan.
"Jadi aku harus nikah cepet? terus kandangin pacar aku? gitu?."
"Itu terserah kamu, sekarang kamu mau Zico di rebut orang atau mau kamu nikahin, semuanya ada di tangan kamu, yang jelas laki-laki itu ngak tahan di gantung dengan harapan ngak jelas."
Dilla berjalan ke luar rumah nya, setelah mendengar penuturan Mom Kelle dia menjadi sangat antusias untuk menemui calon suami nya itu.
Ya, Dilla akan memberitahu kan jika dia sudah siap menikah, mungkin terbilang keputusan yang terburu-buru karena di putuskan setelah rasa takut kehilangan di tikung janda.
"Aku akan kasih kejutan, hihi.. semoga saja Om Zico senang dengan keputusan ini." gumam Dilla sambil mengendarai mobilnya.
Sampai di pertigaan Dilla yang akan mengambil jalur ke arah kantor tempat kerja calon suaminya malah mengerem mendadak, di depan nya ada pengamen cilik yang berlari ke sebrang jalan.
Dan karena Dilla mengerem mendadak membuat pengendara motor yang ada di belakang nya menjadi menabrak belakang mobil Dilla.
"Astaga mobil kesayangan ku!."
Dilla melirik kaca spion nya, dan betapa kaget nya dia melihat siapa yang menabrak mobil nya.
"Kak Lucas, aduh kasihan."
________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya ♥️