
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Suasana nampak hening setelah Papa Arka mengatakan wasiat terakhir Opa Rafa dan Oma Ririn, namun raut wajah sosok yang biasa tengil kini nampak tidak bisa di artikan, dan itu mengundang tatapan dari semua mata yang ada di ruangan itu.
"Setuju." ucap Arfan membuat semua mata yang semula serius langsung menjadi jengah.
Ya, isi wasiat terakhir dari Oma dan Opa nya adalah untuk menikah kan Arfan, mereka yakin jika Arfan menikah pria yang baru menginjak usia dua puluh satu tahun itu pasti akan berubah menjadi dewasa.
Tapi hal itu malah semakin membuat Papa Arka tidak yakin, apalagi Arfan yang hobby nya ganti-ganti pacar dan tengil membuat Papa Arka bermonolog sediri, apa ada yang bisa tahan dengan sikap putra nya? jika tampan memang tidak bisa di ragukan, tapi untuk yang lain nya? Papa Arka tidak yakin.
"Ini bukan hal spele Arfan, usiamu masih 20 tahun." kata Papa Arka.
"21 Pa, seminggu lagi aku ulang tahun, dan jangan lupa kado nya." sahut Arfan sambil tersenyum.
Dan ketidakseriusan Arfan semakin membuat Papa Arka ragu untuk menuruti kemauan terakhir orang tuanya, dia tidak mau menyusahkan gadis yang menikahi dengan Arfan nanti, apalagi sikap Arfan yang sangat menyebalkan seperti ini bisa membuat naik darah.
Sebagai kakak nya Bian juga ikut takut akan hal yang pernah dia lalui nya, dia takut adiknya tidak bisa menjalani status sebagai seorang suami, pernah gagal dalam pernikahan jelas membuat Bian ikut mengkhawatirkan pemikiran adiknya, apalagi menikah bukanlah perkara yang mudah.
"Kenapa wajah kalian semua tegang?, santai saja Kak, Pap, aku tidak apa, lagi pula kak Bian juga nikah muda waktu itu, dan sekarang dia bahagia bersama kak Lisa dan si kembar gembrot." kata Arfan santai.
Dan langsung mendapatkan tatapan kesal dari kakaknya yang tidak terima putra kembarnya di sebut gembrot.
"Menikah bukan perkara mudah Arfan, kamu tidak bisa menganggap status sakral itu seperti permainan." kata Papa Arka menasehati.
Mama Alena yang sedari tadi menjadi pendengar sekarang mulai membuka suaranya.
"Tidak apa Pap, Mama setuju ko kalo Arfan nikah muda, lagi pula Mama bosan jika harus tiap hari ngeladenin anak gadis orang yang nangis bombay gara-gara di putusin Arfan." kata Mama Alena.
Ya sebagai seorang ibu Mama Alena juga ingin putranya menjadi anak yang biak, bertanggung jawab dan bisa memiliki sikap dewasa, menurutnya wasiat mertuanya masuk akal, mertuanya mau Arfan menikah agar Arfan tidak membuat ulah lagi, dan Arfan bisa menjadi pria yang lebih bertanggung jawab tentunya.
Tapi meski demikian ada rasa takut akan kegagalan di hati Mama Alena, bagaimana pun Arfan putranya masih terlalu muda untuk memulai rumah tangga, dan ketakutan akan kegagalan pasti ada di hatinya.
Dan pada akhirnya mereka setuju untuk menikahkan Arfan, tapi pertanyaannya gadis mana yang akan di nikahi Arfan?.
Semua mata kembali menatap Arfan, membuat yang di tatap menjadi salah tingkah dan malah cekikikan.
"Siapa nama gadisnya, apa dia pacar baru kamu?, kuliahan dimana?, apa marga nya?." cecar Mama Alena sangat kepo.
"Dia gadis yang unik, polos, tidak cantik tapi manis dan juga pekerja keras." Arfan berkata dengan pandangan menerawang.
__ADS_1
Dan membuat semua mata semakin melihat nya dengan wajah kepo nya.
"Tubuh nya kecil, tidak terlalu pendek tapi pas, dan ___" Arfan menjeda ucapan nya, dengan senyuman misterius nya yang semakin membuat semua mata meningkat jiwa kepo nya.
"Sebutkan namanya, Mama akan melamarnya untuk mu." seru Mama Alena bersemangat.
Mendengar penuturan putranya barusan seperti nya gadis yang menjadi pilihan Arfan itu cukup masuk ke pilihan calon mantu nya, apalagi Arfan mengatakan jika gadis itu pekerja keras.
Arfan melirik satu persatu mata yang melihat ke arah nya, lalu menarik nafasnya perlahan.
"Namanya Syifa, dia yang akan aku nikahi." kata Arfan sambil tersenyum.
"Nama yang bagus, semoga saja pilihan kamu benar-benar gadis baik-baik." kata Mama Alena, melihat mantan-mantan putranya yang berpakaian cukup menantang membuat Mama Alena tidak yakin jika nama yang cantik itu di miliki sosok yang sesuai dengan apa yang ada di pikiran nya.
"Tentu Mam, kalau perlu nanti malam Arfan akan membawa Syifa kesini." lanjut Arfan lagi.
Mama Alena melirik suaminya, dan Papa Arka hanya bisa menghela nafasnya berat.
"Ya lebih cepat lebih baik." ucap Papa Arka hanya bisa setuju.
Jika bukan keinginan orang tuanya mungkin Papa Arka tidak akan membiarkan putranya menikah muda, dia lebih suka putranya menggapai cita-cita nya sampai setinggi mungkin, karena bagaimana pun Arfan adalah calon pewaris perusahaan nya.
Sedangkan di tempat lain tepat nya di rumah keluarga Rico Febrian nampak sosok Kirana yang sedang duduk manis dengan di kelilingi keluarga nya.
"Maaf ya Kirana, Boy memang gitu susah kalo di suruh pulang." kata Daddy Rico merasa malu dengan keluarga Sekertaris nya yang sudah menunggu lama kedatangan putranya.
Kirana hanya mengangguk sambil tersenyum kikuk, jujur saja saat ini dia sedang deg-degan karena malam ini dia akan membicarakan acara lamaran dengan sosok yang sangat ia cintai.
Sebenarnya sejak kecil Kirana memang sangat menyukai Boy, hanya saja rasa itu tidak dia teruskan karena sadar dengan posisinya yang hanya anak seorang Sekertaris saja, tapi ternyata keberuntungan datang padanya, dimana ternyata Boy dan dirinya sudah di jodohkan oleh kedua orang tuanya masing-masing.
"Dia kemana ya, ko belum datang juga, apa di sedang.." Kirana menggelengkan kepalanya saat membayangkan hal-hal aneh tentang calon jodohnya itu.
Ya, setidaknya sebelum menikah Kirana tau banyak tentang kenakalan Boy, pria yang di gadag-gadag akan menjadi calon jodoh nya itu sering bermain panas dengan para wanita bayaran, dan Kirana tidak mempermasalahkan nya, Kirana yakin suatu saat dia bisa membuat pria hot itu menjadi baik, dan hanya bisa mendambakannya saja bukan wanita lain.
Ceklek..
Semua mata langsung terarah ke pintu yang terbuka, namun hal yang tak terduga adalah saat Boy masuk dia menggandeng tangan seorang wanita.
Deg..
Kirana membuang semua kenyataan pahit yang akan dia terima, dia yakin jika wanita itu bukan siapa-siapa.
__ADS_1
"Dari mana saja kamu, keluarga Kirana sudah menunggu mu dari tadi." kata Mommy Kelle sambil menatap putra nya tajam.
Dan matanya mengarah ke arah wanita yang di pegang tangan nya oleh Boy.
"Siapa dia? kenapa kamu membawanya?." tanya Mommy Kelle sambil melepaskan pegangan tangan itu.
"Dia April, ibu dari anak ku." kata Boy, lalu memegang kembali tangan April.
"Boy..!! " Mommy Kelle hampir pingsan mendengar pengakuan putranya, beruntung tubuhnya bisa di tahan oleh Boy.
"Sayang.." Daddy Rico membawa tubuh istri nya kepelukan nya.
"Katakan jika itu tidak benar Boy." kata Mommy Kelle lagi.
Namun Boy malah membawa April ke pelukan nya.
"Tidak Mom, dia benar-benar ibu dari Putri ku, Mommy dan Daddy sudah punya cucu." kata Boy lagi.
Plakkkk..
Sebuah tamparan mendarat sempurna di pipi Boy, bukan dari Daddy Rico melainkan dari Mommy Kelle yang kecewa dan marah dengan pengungkapan yang di berikan putranya.
Kirana yang semula terdiam kini beranjak berdiri, dan membuat orang tuanya ikut berdiri.
"Om, Tante..Kirana pamit." kata Kirana sambil berjalan pelan, saat melewati Boy dan sosok wanita yang bernama April itu Kirana tersenyum penuh kekecewaan nya, lalu berlari ke luar rumah nya.
"Puas kamu Boy..!! " Teriak Mommy Kelle.
Boy melirik April yang ada di dalam pelukan nya.
"Maaf Tante, Om kedatangan ku membuat acara kalian berantakan." ucap April sambil mendekati Mommy Kelle.
"Jangan mendekat, kamu pasti wanita bayaran nya Boy, kamu pasti hanya wanita malam nya saja, berapa Boy membayar mu, aku bisa membayar kalian lebih dari putraku membayar mu." kata Mommy Kelle sambil melepaskan pelukan suaminya, dan menatap sosok wanita di depan nya dengan wajah yang sinis.
April tersenyum kecut mendengar ucapan wanita yang menjadi nenek dari putri nya itu, ternyata sikap semena-mena yang Boy miliki itu adalah turunan dari wanita di depan nya.
"Saya bukan wanita seperti itu, dan asal kalian tau putra anda yang bernama Giorgino Boy Febrian ini yang telah membuat hidup saya hancur dengan kebejatan nya." kata April sambil menatap Boy, "Aku pergi, mulai saat ini kita selesai Boy." sambung April sambil melangkah berjalan keluar rumah.
________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Jangan lupa Jejak ♥️