Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Ganti Gaun.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


SAH..!!


Suara serempak itu seketika mengubah status seseorang.


kini keduanya sudah menjadi pasangan suami istri yang halal.


Senyuman terpampang jelas di wajah cantik Achel, meski riasan nya tidak terlalu medok dan lebih terlihat sederhana tapi hal itu tidak membuat penampilan Achel kurang sedikitpun.


Apalagi gaun yang di pakai Achel adalah gaun rancangan yang di buat oleh Mama Alena, kebetulan usaha butik Oma Ririn di teruskan oleh Mama Alena, dan Achel menjadi pengantin pertama yang merasakan memakai gaun rancangan keluarganya sendiri.


"Alhamdulillah.. kalian sudah sah."


"Terimakasih, pak."


"Semoga pernikahan kalian menjadi pernikahan yang pertama dan yang terakhir, doa baik bersama kalian." ucap pak penghulu yang langsung di amin kan oleh pasangan Achel dan Rangga.


Papi Andrian menatap tangan nya yang beberapa menit yang lalu dia gunakan untuk menjabat tangan calon menantunya.


Dia tidak menyangka secepat ini Achel putrinya mendapatkan dambatan hatinya.


kini tanggung jawab nya sudah dia berikan pada Rangga menantu nya.


"Jangan sedih-sedih lagi, Papi pikir cuman Papi yang sedih, Mami juga sedih tau." ucap Mami Nana.


"Papi sedih bahagia Mi, ngak nyangka aja Achel kita sudah besar dan sudah ngak jadi princess kecil kita lagi." kata Papi Andrian sambil menatap ke arah pelaminan, dimana putri nya sedang menyalami tamu undangan.


"Mami juga ngak nyangka, tapi mau gimana lagi mereka udah kebelet, Papi ngak inget apa beberapa hari lalu mereka di tangkep polisi gara-gara mojok di pinggir jalan." Mami Nana mengingatkan lagi cerita beberapa hari lalu dimana dia harus mendapatkan kabar jika Achel dan Rangga hampir di tilang.


"Iya, salah sendiri punya pacar yang udah karatan jadi gitu kebelet." Papi Andrian masih belum ikhlas.


"Hus, kalo ngomong yang benar dong Pi, dulu Mami juga belum mau nikah tapi gara-gara pacaran nya sama duda karatan ya gimana lagi, Mami mah pasrah." Mami Nana mengingatkan jika suaminya juga mantan duda.


Yang mana hal itu membuat Papi Andrian mengerucutkan bibirnya, istrinya selalu bisa membela Rangga dengan membalikan status nya dulu yang juga seorang duda.


"Jangan bahas lagi ahk, ayo kita makan." ajak Papi Andrian.


Sedangkan di pelaminan Achel yang sedang mengalami tamu undangan nampak bersemu merah di pipinya, dia mendapatkan banyak godaan dari tamu undangan nya.


"Cie nikah, akhirnya adik gumes usah laku." Arfan ingin mencubit gemas pipi Achel, tapi langsung mendapatkan tatapan tajam dari Rangga.


"Haha, udah ada pawang nya ni ye, selamat ya Bung, nitip adik gumes ya, jagain jangan di sakitin." kata Arfan menatap Rangga.


"Pasti, aku akan membahagiakan Achel semampuku." jawab Rangga, dan langsung mendapatkan senyuman manis Achel.


Arfan senang melihat Achel bahagia, dia melirik istrinya yang menggendong Babby Arsy.

__ADS_1


"Ayo sayang kita harus makan, kamu tadi kan ngak sempet sarapan kan." kata Arfan sambil mengajak Syifa turun dari area pelaminan.


Syifa hanya tersenyum kikuk melihat tingkah suaminya, dia sudah bisa ekstra menahan segala sikap tengil suaminya.


"Mau makan ngak?." tanya Rangga.


"Nanti aja deh, aku mau pipis dulu sayang." sahut Achel.


Tanpa aba-aba Rangga langsung menggendong Achel, membawa Achel ke kamar nya.


Achel yang di perlakukan seperti itu hanya tersenyum di balik punggung suaminya.


Sesampainya di depan pintu kamar mandi Achel yang akan masuk melepaskan dulu heels hak tinggi nya.


Dia melirik Rangga yang masih betah berdiri di depan nya.


"Tunggu di luar ya, jangan ikut." kata Achel yang seolah tau jika Rangga akan ikut masuk ke dalam kamar mandi.


Rangga tersenyum kikuk.


"Iya.. aku tunggu disini." jawab nya, padahal dia juga ingin pipis, dan di pikirnya akan bisa pipis bersama Achel.


Tapi sepertinya Achel masih belum terbiasa jika pipis di tempat yang sama dan bersamaan.


dari pada membuat Achel tidak nyaman Rangga memilih menunggu saja.


Di dalam kamar mandi Achel yang sedang pipis nampak salah tingkah, dia mengipasi wajahnya yang terasa gerah karena gugup.


"Aku benar-benar malu, astaga apa seperti ini rasanya menikah, kenapa aku menjadi salah tingkah seperti ini." gumam Achel.


Tok..tok..tok..


"Iya..!! "


"Sudah belum?."


Achel langsung berdiri, namun saat Achel akan berjalan tiba-tiba Achel menginjak gaun pengantin nya, dan saat bersamaan pula Achel melihat klop pintu yang bergerak.


"Tidak, jangan ma___ "


Brukkk..!!


Achel terjatuh karena kaki nya menginjak gaun pengantin nya, dan yang lebih parahnya lagi gaun nya basah.


"Kamu tidak apa sayang?." tanya Rangga khawatir.


Achel menggelengkan kepalanya, wajah nya bersemu merah karena malu.


Achel tidak mengerti kenapa di hari pernikahan nya dia malah menjadi kekanakan seperti ini, sangat ceroboh.

__ADS_1


"Aku ngak apa, maaf gaun nya." Achel menunduk malu.


Rangga mengangkat dagu Achel supaya bisa bertatapan dengan wajahnya.


"Tidak usah minta maaf, tidak apa ada gaun pengganti yang lain, kamu bisa memakai gaun lain." kata Rangga.


Achel tak bisa banyak berkata-kata, dia hanya menurut dan mengganti gaun nya dengan gaun pengganti, beruntung sebelum nya pihak Mua yang mengurus masalah Fashion dan make up sudah menyiapkan gaun lain jika sewaktu-waktu di butuhkan.


Kini Achel sudah berganti pakaian, Dilla yang melihat Achel sudah ada di pelaminan lagi langsung mendekati ke arah pelaminan dengan Zico yang selalu mengikuti setiap langkahnya.


"Selamat ya sayang ku, ngak nyangka kalau kamu duluan bahagia nya." Dilla memeluk Achel dengan penuh sayang.


Achel membalas pelukan itu dengan pelukan yang tak kalah penuh sayang.


"Makasih ya Dill, semoga kamu cepet nyusul sama Om Zico, jangan tunggu lama-lama nanti keburu di ambil orang calon nya." goda Achel sambil tersenyum.


"Mana ada di ambil orang, kalau pun ada tuh orang nya harus berhadapan dulu sama aku, enak aja rebut-rebut calon orang, di pikir main tarik tambang apa, iya kan sayang." Dilla melirik Zico.


Zico mengangguk sambil tersenyum.


"Iya, kamu ngak bisa kalah sama siapapun." Zico memilih mengiyakannya, dari pada urusan nya panjang.


"Kado buat kamu udah aku kasih ke bagian penunggu buku undangan, cepet punya momongan ya sayangku, doain aku supaya cepet dapat hidayah biar bisa nyusul." celetuk Dilla yang langsung di amin kan Zico dan Rangga.


"Kompak banget nih para Om-om." celetuk Achel sambil terkekeh.


"Doa baik harus segera di Aminin dong, lagian bukan nya bagus cepet nikah, biar kalian terhindar dari fitnah, Zico udah tua loh Dill, kamu yakin mau nunggu dua tahun lagi?, keburu tua Zico nya." kata Rangga memberikan kata-kata yang bisa membuat Dilla bimbang.


Dan benar saja kini Dilla tengah menatap Zico, keduanya saling bertatapan cukup lama, sampai akhirnya Dilla memilih untuk turun dari pelaminan.


"Sayang, kita ke kamar yu."


Deg..


"Ngapain ke kamar?." Achel panas dingin.


Rangga tersenyum miring.


"Tentu saja___" ucap Rangga terhenti karena tiba-tiba Papi Andrian dan kerabat nya yang lain nya mendekat ke arah nya.


"Panjang lagi urusan nya." batin Rangga.


"Alhamdulillah, si Papi emang the best, ngak jadi ngamar hehe." batin Achel lega.


Lebih baik dia mendapatkan banyak ucapan yang penuh godaan dari kerabatnya, dari pada harus gugup berdiam di kamar berduaan dengan suaminya.


"Aku akan membuat si tua Rangga kesal, Haha menantu tersayang ku selamat menahan gejolak bom karatan." batin Papi Andrian tersenyum meledek ke arah Rangga.


_________

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


jangan lupa jejak ♥️


__ADS_2