
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Masuk lah." ucap Lucas tanpa ekspresi.
Ragu-ragu Dinda masuk dengan perasaan nya yang tidak menentu, takut sekaligus gugup kedua rasa itu tercampur menjadi satu.
"Kak, maaf." ucap Dinda pelan hampir tidak terdengar.
"Kenapa kamu mau melakukan nya Dinda? apa kamu tidak tau jika hal yang kamu lakukan ini adalah sebuah kesalahan yang besar Dinda!" ucap Lucas melirik Dinda dengan wajah kecewa nya.
Dinda menunduk, air mata nya mulai jatuh tak tertahankan.
Dia memang bersalah karena terlalu berambisi untuk menikah dan menjadi istri dari kakak nya.
Kesalahan nya sangat besar, Dinda bahkan rela harga diri nya di permalukan oleh orang lain yang beranggapan jika Dinda benar-benar hamil, mengandung anak kakak nya.
"Kakak hiks, maafin aku.." Dinda mulai menangis tersedu-sedu.
Membuat Lucas yang melihat nya menjadi tidak tega, dia menarik tubuh sedikit berisi itu ke pelukan nya.
Lucas memeluk Dinda.
"Jangan menangis, Kakak juga pernah melakukan kesalahan seperti mu, dan jangan ulangi lagi." kata Lucas mengusap kepala Dinda.
Jantung Dinda berdetak kencang saat dirinya sadar jika sekarang dia sedang di peluk Lucas, kakak tirinya yang super tampan dan menjadi idola di sekolahan nya itu.
Dia bingung menafsirkan rasa ini, apa ini rasa sayang pada seorang pria? atau selama ini Dinda memang hanya ingin kasih sayang seorang kakak?.
Dinda bingung..
Melihat wajah Dinda yang bingung membuat Lucas mengusap pipi Dinda, dan hal itu jelas membuat pipi Dinda memerah bak kepiting rebus.
"Jangan cintai kakak sebagai seorang pria Dinda, tapi cintai kakak sebagai seorang kakak mu." ucap Lucas lagi.
Seorang kakak? apa ini tandanya Lucas mau menerima Dinda sebagai seorang adik?.
"Kak, apa aku benar bisa menjadi adik mu?." tanya Dinda malu-malu menatap Lucas.
Mendengar kata cintai aku sebagai seorang kakak membuat hati Dinda bergetar, mungkin selama ini dia yang tidak merasakan kasih sayang dari kakak nya.
Dengan anggukan kepalanya pelan Lucas mengiyakan nya.
"Kita memang adik kakak, dan seharusnya sejak dulu kakak memang tidak mengabaikan mu, ini salah kakak." kata Lucas menyadari kesalahannya.
Ya memang sejak kedatangan Dinda dan Mama Amanda Lucas tidak pernah bisa menerima nya dengan baik, sikap nya juga selalu dingin tapi jelas dia juga sering mengamati mereka dari kejauhan, mencoba menerima mereka dengan perlahan.
Dinda menangis dan kembali memeluk Lucas, dia benar-benar merasa bodoh karena terlalu terobsesi pada sesuatu yang membuat nya menjadi lupa diri, bahkan berubah menjadi gadis yang sangat jahat.
"Kak." Dinda menatap kakak nya.
"Sayangi aku, kak." lanjut Dinda.
Lucas tersenyum lalu mengusap air mata yang membasahi wajah Dinda.
"Kakak akan menyayangi mu, menjaga mu semampu kakak, jangan menangis lagi kamu cantik saat tersenyum." sahut Lucas, membuat Dinda tersenyum.
"Sekarang kamu tidur lagi, ini sudah malam." lanjut Lucas lagi.
"Makasih kak, aku sayang kakak." kata Dinda sambil tersenyum, lalu melangkahkan kaki nya untuk keluar dari kamar.
__ADS_1
Mungkin dia harus belajar menerima kenyataan jika dirinya hanyalah seorang adik, bukan seorang gadis yang di cintai kakak nya.
"Sama-sama."
"Kakak!" panggil Dinda di ambang pintu.
Lucas melirik Dinda.
"Kenapa?."
"Semangat kak, kejar cinta kakak untuk kakak pemberani itu, aku akan mendukung kakak!" dan setelah mengatakan itu Dinda keluar dengan perasaan bahagia nya.
Mungkin dia tidak akan pernah menjadi wanita yang di cintai kakak nya, tapi setidaknya Dinda sekarang tau kalau Lucas kakak nya sangat menyayangi nya.
"Terimakasih kak, aku akan mencoba melupakan cinta ku pada kakak, aku sayang kakak." batin Dinda.
Di kamar setelah kepergian Dinda Lucas tersenyum kecil.
Dia menjadi teringat akan Kinara si gadis tomboi yang kini terus memenuhi pikiran nya.
"Ara apa yang sedang kau lakukan malam ini benar-benar membuat aku semakin menyukai mu, aku mencintaimu Ara."
"Mulai saat ini aku akan mengejar mu Ara, terlepas dari masalah ku dengan keluarga mu aku akan memperjuangkan cinta kita." lanjut Lucas sambil tersenyum senang.
Mungkin setelah malam penuh haru ini Lucas akan semakin bersemangat untuk mendapatkan Kinara, si gadis tomboi yang penuh dengan sejuta pesona berbeda dari gadis lain.
Sedangkan di tempat lain Kinara yang baru sampai di halaman rumah nya langsung keluar dari mobilnya.
dia melihat kanan kiri mencari keberadaan mobil sang Papih.
"Aman kaya nya, Papih pasti udah masuk kamar." gumam Kinara sambil tersenyum.
Ceklek..
Kinara melangkah kan kaki nya cepat, dia menguap lebar saat akan berjalan menaiki tangga.
"Dari mana saja kamu Ara!" suara seorang pria paruh baya membuat Kinara tersentak kaget.
Deg..
"Papih!" pekik Kinara kaget.
"Ara habis makan Pih." sahut Kinara konsisten dengan kebohongan pertama nya.
Papih Kiano memijat pelipisnya yang terasa pening, putrinya terlalu dia manjakan sehingga bisa melakukan semuanya sesuka nya.
"Dimana?." tanya Papih Kiano lembut.
Kinara terdiam memikirkan tempat makan yang tidak di ketahui Papih nya.
"Di restoran yang ada di jalan X Pih, makanan nya enak banget jadi aku keenakan deh nongkrong nya." sahut Kinara berbohong lagi.
"Papih ngak tau kamu bohong atau ngak, tapi Papih yakin anak yang Papih banggain ngak akan pernah mau membohongi Papih." ucap Papih Kiano.
Deg..
Kinara merasakan rasa sakit saat Papih Kiano mengatakan kata-kata nya itu, dia merasa bersalah karena berbohong pada Papih nya.
Kinara berjalan cepat untuk mendekati Papih nya, lalu tanpa aba-aba Kinara memeluk Papih nya.
"Aku ngak mau bohong Pih, maaf aku sebenarnya habis dari rumah Lucas, dia mau nikah dan di jebak sama adiknya, maaf Pih aku janji ngak akan bohong lagi." ucap Kinara menangis.
__ADS_1
Dia sangat sayang pada Papih nya, dan Karena itu Kinara tidak bisa membohongi Papih nya.
Sejak kecil Papih nya adalah Papih terbaik yang berperan penting di kehidupan nya, dan untuk itu dia tidak benar-benar sanggup untuk melukai Papih nya.
Mendengar ucapan putrinya sudah Papih Kiano duga jika Putri nya memang berbohong, apalagi istrinya tadi bilang jika Kinara pergi jam 7 lebih dan sekarang bahkan sudah larut malam.
"Papih marah sama Ara?, maafin Ara Pih."
"Sudah lah Ara, pergi cuci muka cuci kaki, lalu tidur Papih tau kamu pasti sangat lelah saat ini." ucap Papih Kiano sambil mengusap air mata di wajah putri nya.
Kinara ikut mengusap air mata nya, lalu menatap Papih nya.
"Kalau Papih ngak marah kenapa Papih ngak cium Ara?." Kinara menatap Papih nya dengan wajah yang memohon.
Cup..
"Good sleep little girl papih." ucap Papih Kiano.
Cup..
"I love you Papih"
Kinara memberikan kecupan juga di pipi sang Papih, lalu berlari ke arah kamar nya dengan tersenyum.
Wle.. Kinara memang tomboi dan juga bar-bar tapi terlepas dari semua itu dia adalah anak yang manis di mata Papih nya.
"Sayang." panggil Mamih Anaira.
Papih Kiano berjalan ke arah kamar nya, lalu merebahkan tubuhnya di tempat tidur yang langsung di susul oleh Mamih Anaira.
"Kamu kenapa sayang?." tanya Mamih Anaira.
"Ara selalu pulang malam, aku sangat khawatir dia kenapa-kenapa, sejak awal ini memang salah ku karena terlalu memanjakan nya." ucap Papih Kiano sadar akan kesalahan nya.
Mamih Anaira tersenyum hambar, dari dulu suaminya memang selalu memanjakan putri putri nya.
"Sudahlah, jangan sesali yang sudah terjadi." ucap Mamih Anaira.
"Pih."
"Heem."
"Papih tau Bara? teman Mamih dulu?."
"Bara yang waktu itu menjadi pacar pura-pura Mamih?."
Mamih Anaira mengangguk cepat sambil tersenyum kecil.
jika mengingat masa lalu nya memang sangat lah lucu.
"Kenapa Mamih tiba-tiba ingat Bara?." tanya Papih Kiano sedikit cemburu.
Mamih Anaira tersenyum lalu..
"Papih tau Bara baru pulang dari luar negri loh Pih, dan Papih tau anak nya? dia ganteng banget loh Pih."
Lalu..
_________
🌹🌹🌹🌹🌹
__ADS_1
Jangan lupa like coment and Vote ya kak ♥️