
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
"Anak Mami cantik banget, cie yang mau jalan sama calon tunangannya." goda Mami Nana sambil melihat ke arah putrinya yang sudah berpenampilan cantik itu.
"Mami." Achel memanyunkan bibirnya tidak suka dengan godaan sang Mami.
"Iya, iya maaf, udah cantik gini masa manyun-manyun gitu."
Achel yang kesal tidak menjawab godaan Mami nya lagi, suara mobil di luar sudah terdengar nyaring di telinga nya membuat Achel menghela nafas nya kasar.
Mami Nana memengang tangan putri nya, dia tau seperti apa perasaan Achel saat ini, pasti sangat sulit menerima perjodohan yang di buat sepihak ini, Mami Nana juga pernah merasakan di posisi Putri nya.
"Jalani dulu aja, Mami yakin kamu bisa." ucap Mami Nana merendah, dia tidak mau terlalu membebani pikiran Putri nya.
"Tapi kalau ngak cocok ngak jadi kan Mi?." tanya Achel.
Dan di balas dengan senyuman Mami nya.
"Mami ngak bisa janji, tapi Mami juga pernah ada di posisi kamu dan Mami memilih untuk menolak karena pria yang di jodohkan dengan Mami itu terlalu tua, tapi kamu berbeda sayang."
"Jadi aku harus nurut gitu?, Sedangkan Mami aja dulu aja bisa nolak."
Putri nya bukan sosok yang memberontak seperti dirinya di masa muda, Mami Nana tidak bisa menjawab ucapan putri nya, tapi dia bisa meyakinkan putrinya bahwa takdir lebih kuat dari pada sebuah rencana.
"Entahlah, tapi Mami yakin kalau takdir putri Mami yang cantik ini pasti akan bahagia, siapapun jodoh Achel nanti Mami hanya bisa mendoakan."
Achel memeluk Mami nya.
"Aku pergi dulu ya Mi, Assalamualaikum." Achel mencium punggung tangan Mami nya, lalu melangkah pergi ke arah pintu utama.
Mami Nana melihat langkah gontai putri nya, ada rasa sedih saat putrinya tidak bisa memilih apa yang di sukai nya, dan merasa Putri nya terkekang dengan rencana suaminya.
"Aku yakin Achel pasti bisa membuka hatinya untuk Lucas." gumam Mami Nana penuh harap.
Sesampainya di teras depan Achel mengadahkan pandangan nya ke arah mobil sport yang ada di halaman rumah nya, melangkah mendekati sosok pria yang sudah berpenampilan keren tapi biasa-biasa saja di matanya.
"Maaf membuat Kak Lucas menunggu lama." ucap Achel merasa tidak enak.
Meski dia tidak nyaman dekat dengan pria yang di sukai teman nya itu, tapi Achel tetap menghargai waktu yang di habiskan oleh Lucas hanya untuk menjemput dan menunggu dirinya.
"Tidak apa, aku paham." kata Lucas sambil tersenyum.
__ADS_1
Lalu dia membuka pintu mobilnya.
"Silahkan masuk, Achel."
"Makasih."
Achel masuk ke dalam mobilnya, duduk di samping jok depan tepatnya di samping tempat duduk Lucas.
Sepanjang perjalanan Achel hanya diam dan memainkan ponselnya, sedangkan Lucas nampak sesekali melirik ke arah Achel.
Sebenarnya dia juga kaget saat Mama dan Papa nya menjodohkan nya dengan anak teman nya, apalagi setelah mengetahui jika gadis yang di jodohkan dengan nya itu adalah Achel.
Gadis yang pernah menarik perhatian nya, tapi jelas itu bukan cinta, Lucas hanya sekedar kagum dengan perubahan Achel yang semula gendut menjadi kurus.
"Achel." panggil Lucas.
Hening tak mendapatkan jawaban.
Sampai akhirnya Lucas melihat senyuman di bibir Achel di membuat nya penasaran dengan apa yang di lihat Achel di ponsel nya.
Tiba-tiba Lucas merebut ponsel Achel dari tangan Achel, membuat Achel kaget bukan main.
"Balikin ponsel aku."
"Ngak."
"Apa kode nya."
Achel menatap tak percaya saat Lucas bertanya privasi ponselnya.
Jelas Achel tak suka jika barang nya di otak atik oleh orang lain, termasuk Lucas, bahkan Mami Papi nya pun belum pernah sekepo ini kepada nya.
"Apaansih kak, balikkin ponsel aku." Achel ingin merebut ponselnya, tapi Lucas malah membanting ponselnya, membuat Achel benar-benar tidak percaya dengan apa yang di lihat nya hari ini.
"Kenapa di banting, Hah!."
"Kamu pikir aku ngak tau kalau kamu nyimpen nomer laki-laki di ponsel kamu, dasar murahan." Lucas melirik Achel dengan wajah jijik.
"Apa maksud mu?."
Namun Lucas tak menjawab, dia kembali diam.
"Apa ini sikap asli nya?, Lucas yang di idola-idola kan sahabat ku ternyata, dia benar-benar tidak pantas mendapatkan gadis baik seperti Dilla." batin Achel.
__ADS_1
Achel memungut ponselnya yang ada di bawah kaki Lucas, lalu menatap Lucas dengan wajah yang tidak bisa di artikan.
"Berhenti!."
"Aku bilang hentikan!." teriak Achel sudah tidak terkendali amarah nya.
Lucas tak mendengarkan, dia terus mengendarai mobilnya dengan kecepatan cepat, membuat Achel ketakutan bukan main.
Sampai akhirnya Lucas menghentikan mobilnya di pinggir jalan.
Achel mencoba membuka pintu mobilnya, tapi sialnya Lucas sudah lebih dulu mengunci otomatis, membuat Achel hanya bisa menghela nafas nya.
Dia bukan sosok pemarah, tapi kali ini Achel benar-benar tidak bisa diam saja, dia tidak suka di perlakukan tidak baik seperti ini, Mami dan Papi nya selalu memperlakukan nya dengan baik, tapi Lucas? pria yang baru pertama kali mengajak nya jalan bisa bersikap tidak baik padanya seperti ini.
"Kak, aku mohon buka pintunya aku mau pulang." ucap Achel merendah.
Lucas mendekatkan wajah nya ke wajah Dilla, mengusap pelan pipi Achel, lalu tersenyum yang mana senyaman itu membuat Achel benar-benar ketakutan.
"Kakak mau ngapain, jangan coba-coba kurang ajar ya kak, aku bisa teriak." kata Achel takut.
"Jangan so polos kamu, aku tau kamu pasti sudah pernah kan di cium oleh banyak pria, bahkan lebih maka nya orang tuamu menjodohkan kamu dengan ku." ucap Lucas sinis.
Achel melotot mendengar kata tidak pantas yang di lontarkan oleh pria tidak sopan di depan nya, tangan nya gatal untuk menampar sosok yang ada di depan mata nya itu.
Plakkkk !!.
Akhirnya Achel berani memberikan tamparan pada sosok pria tidak tau malu itu.
"Jaga mulut mu kak, aku tidak seperti yang kamu ucapkan, Mami dan Papi tidak pernah mengajarkan aku untuk menjadi gadis seperti itu, mereka adalah orang tua terbaik yang aku miliki, jadi jaga ucapan mu." tegas Achel sambil
"Dasar simpanan Om-om." kata Lucas lagi.
Plakkkk !!.
Achel kembali memberikan tamparan nya lagi, membuat Lucas geram dan langsung menjambak rambut Achel.
"Jangan harap kamu lepas dari ku, akan aku ajari bagaimana caranya kamu bertingkah gadis bodoh." tegas Lucas, lalu melepaskan jambakan nya.
Lucas kembali mengendarai mobilnya, membelah jalanan kota yang tidak terlalu di penuhi kendaraan dengan wajah yang sangat senang.
"*Sebenarnya aku tidak menyukai nya, tapi apa boleh buat dia sudah mau di jodohkan dengan ku, dan tidak mungkin juga aku melepaskan dia begitu saja, gadis bodoh ini sudah datang pada pria yang salah."
________
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹*
Jangan lupa jejak ♥️