
^^H A P P Y R E A D I N G^^
🌹🌹🌹🌹🌹
Lucas menatap Kinara dengan ekspresi yang tidak bisa di artikan, dia tidak menyangka jika dia menangisi seseorang yang salah.
Dan jangan lupakan ekspresi santai si tomboi yang seolah tidak merasa bersalah.
Kinara bahkan nampak duduk santai sambil menatap nya, tidak seperti seseorang yang baru mengalami kecelakaan, tapi lebih terlihat seperti orang yang berpura-pura sakit.
"Ara, kamu membuat aku jantungan aku pikir kamu___" ucap Lucas terhenti karena si tomboi menariknya untuk mendekat dan duduk di brankar yang di duduki nya.
"Udah jangan bahas yang tadi, lagian bukan salah aku juga kalau kalian ngira aku meninggal, kalian sendiri yang berasumsi kalau jenazah sebelah itu aku." sahut Kinara santai seperti biasanya.
Lucas menggelengkan kepalanya, dia melupakan sosok Kinara yang memang gadis yang bar-bar.
"Ara kenapa kau bisa sampai di tabrak?." tanya Lucas yang sudah memposisikan diri nya dengan duduk di samping Kinara.
Kinara menatap Lucas malas, apa dia benar-benar harus mengatakan jika dia tertabrak karena ingin menolong seorang anak kecil yang berjalan di tengah jalan?, itu benar-benar bukan sifat Kinara.
"Aku akan membeli sesuatu, tapi sudahlah lagi pula itu salahku yang tidak pandai melihat jalanan." kata Kinara berbohong, dia tidak suka melakukan sesuatu dengan harapan sebuah pujian.
Membuat Lucas terdiam dalam pikiran nya sendiri, mustahil seorang Kinara tidak melihat jalanan sekitar saat akan menyebrang, ya meski pun hal itu juga bisa saja terjadi karena manusia kadang juga bisa melakukan kesalahan, tapi ini Kinara? gadis tomboi yang suka kebut-kebutan di jalan?.
Apa mungkin Kinara berbohong?, atau mungkin semua itu hanyalah perasaan nya saja.
"Tapi kau terluka karena tertabrak seseorang, ini bukan hal kecil Ara..lihat kepala mu yang di perban, tangan mu, kaki mu..kau terluka Ara." kata Lucas lagi sambil memegang tangan Kinara.
Haha..!
Tawa Kinara terdengar di ruangan itu, membuat Lucas mantap aneh Kinara.
"Ayolah Lucas ini hanya lah kecelakaan biasa, lagi pula aku seorang joki motor, aku bahkan pernah jatuh sampai di rawat berhari-hari, dan ini sudah menjadi hal umum untuk pengguna jalanan, jangan lebay." sahut Kinara lagi sambil tertawa.
Dia paling tidak suka memperpanjang masalah, apalagi Kinara sempat melihat si penabrak itu yang ternyata hanya lah seorang anak SMA, Kinara pernah di posisi itu dimana saat Kinara SMA dia juga pernah menabrak seorang ibu-ibu sampai ibu itu mengalami beberapa jahitan di kepala nya.
Lucas menghela nafasnya panjang, tidak ada gunanya menanyakan perihal kecelakaan pada Kinara, tiga bulan mengenal Kinara jelas dia tau betapa keras kepala nya seorang Kinara.
Melihat Lucas yang terdiam membuat Kinara gemas, dia langsung mencolek hidung mancung Lucas.
"Apa kau mengkhawatirkan ku?." tanya Kinara dengan menampilkan senyuman terbaik nya.
__ADS_1
"Mengaku lah, kau pasti mengkhawatirkan ku kan?." lanjut Kinara lagi sambil terkekeh pelan.
Tiba-tiba tangan Lucas terulur untuk mengusap pipi Kinara, membuat jantung Kinara berdegup dengan kencang.
lupakan dulu tempat nya yang sedikit horor, dimana Lucas akan menembak nya di depan jenazah.
"Tahan Ara, kamu tidak boleh memperlihatkan ketertarikan mu pada nya.". batin Kinara.
"Kamu benar, aku memang mengkhawatirkan mu Ara, aku sedih saat mendengar kabar kecelakaan yang menimpa mu, aku menangis saat menyangka diri mu telah tiada, aku mohon jangan lakukan semua ini lagi Ara." Ucap Lucas membelai pipi Kinara.
"Berjanjilah pada ku untuk selalu ada di samping ku, jangan pergi dari kehidupan ku, aku menyukai mu Ara." lanjut Lucas sambil menatap Kinara.
Deg..
Jantung Kinara semakin berdetak kencang, Kinara tidak menyangka jika akhirnya dia mendapat kan balasan akan perasaan cinta nya.
Cinta pertama nya.
Ya Lucas adalah pria pertama yang Kinara cintai setelah Papih nya.
Dan Kinara beruntung karena dia mendapat kan pengakuan cinta dari pria yang di cintai nya.
"Lucas." panggil Kinara menatap Lucas.
"Ayo Ara katakan jika kau juga menyukai ku." batin Lucas.
Sebenarnya Lucas tau perasaan Kinara pada nya, tapi jelas Lucas menginginkan kata cinta itu dari bibir tipis Kinara langsung.
Kinara terdiam lalu menoleh sosok Nenek-nenek yang sedang menatap mereka tajam, seolah terganggu dengan keromantisan yang di ciptakan dua insan yang baru menyatakan perasaan cinta nya itu.
Glekk..
Kinara menelan ludah nya kasar saat si Nenek kembali melirik nya.
"Seperti kita salah tempat, lihatlah kebelakang." ucap Kinara sambil turun dari brankar.
Lucas menurut dia melihat ke belakang dan betapa kagetnya Lucas melihat jenazah yang di peluk nya tadi itu ternyata sudah membuka mata nya bahkan sedang melihat ke arah nya.
"Ara bukan kah itu jenazah yang tadi?." Lucas kesusahan menelan ludahnya.
Bagaimana mungkin manusia yang sudah meninggal bisa hidup kembali?.
__ADS_1
Kinara mengangguk kecil lalu keduanya saling melirik bersamaan.
"Apa kita sudah membangunkan Nenek itu dari kematian Lucas?." tanya Kinara.
Lucas mengangkat bahunya ke atas menandakan jika dia tidak tau, tapi saat melihat si nenek lagi Lucas menjadi merinding dan langsung melirik Kinara.
Awwww !
"Sakit Ara." ringis Lucas karena di cubit Kinara.
"Oke berarti semua ini bukan mimpi Lucas, si Nenek memang sudah jadi hantu dan sekarang kita harus.." ucap Kinara menjeda ucapan nya.
Keduanya terdiam beberapa saat lalu..
"Lari, hantu!" ucap keduanya sambil berjalan terburu-buru keluar dari UGD.
"Aaa, sakit Lucas, tolong." ringis Kinara kaki nya mulai terasa perih.
Karena kaki Kinara sedang cidera jadi Lucas memilih menggendong Kinara, dan setelah itu keduanya mulai keluar dari UGD.
meninggalkan sosok Nenek-nenek yang ternyata baru bangun tidur.
"Tadi aku mendengar suara tangisan, bahkan aku merasa ada seseorang yang memeluk ku, dan sekarang ada dua anak muda yang mengatai ku hantu, benar-benar hari yang aneh." gumam si Nenek.
"Sekarang aku harus pikirkan lagi bagaimana cara ku untuk bisa keluar dari rumah sakit tanpa pusing membayar administrasi, uang ku hanya pas untuk memesan ojek." lanjut si nenek sambil meregangkan otot-otot nya yang kaku karena dia sudah tidur lebih dua jam.
Saat si Nenek akan turun dari brankar di saat bersamaan pula Papih Kiano dan Mamih Anaira masuk ke dalam ruangan UGD, dan tentu saja melihat si nenek yang turun dari brankar yang semula di isi Jenazah.
"Hantu!" teriak Mamih Anaira sambil memeluk tubuh Papih Kiano.
"Bukan Mih, itu orang bukan hantu." kata Papih Kiano.
Mamih Anaira membuka matanya, dan pandang nya langsung tertuju pada kaki si Nenek, dia melihat jika kaki si nenek masih napak di lantai yang membuat nya percaya jika si Nenek masih hidup.
"Benar-benar hari penuh drama, semua ini karena Ara." gumam Mamih Anaira.
Papih Kiano mengangguk.
"Dan sekarang lihat lah si pembuat ulah malah pergi entah kemana." Papih Kiano memijat pelipisnya yang terasa pusing.
________
__ADS_1
🌹🌹🌹🌹🌹