Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2

Istri Cantik Tuan Muda Kejam 2
Masih takut.


__ADS_3

^^H A P P Y R E A D I N G^^


🌹🌹🌹🌹🌹


Melihat April yang terus-menerus berteriak mengusir nya pergi membuat Boy semakin geram, tapi meski begitu dia masih enggan menanyakan perihal yang di sebutkan Dokter Putra tadi, Boy merasa jika ada yang April sembunyikan darinya, dan dia harus mencari tahu semua itu.


"Pergi..!! " teriak April sambil histeris.


Boy melangkah mendekati sosok yang sedang duduk di tepi ranjang nya, dan saat itu juga April langsung berteriak menggila.


"Aku membenci mu, pergi..!! " teriak April lagi.


"Aku tidak akan melukaimu, tenanglah, ada yang mau aku tanyakan padamu April." ucap Boy melemah, membuat April menggelengkan kepalanya cepat.


"Aku bilang pergi..!! jika kamu tidak mau pergi maka aku akan pergi dari tempat ini." ancam April, dia benar-benar ketakutan dengan sosok pria yang ada di depan nya.


Bagi April Boy adalah monster jahat yang berhati kejam, karena kehidupan nya hancur setelah menghabiskan satu malam bersama Boy.


"Aku hanya ingin bertanya April, jangan berteriak lagi, aku minta maaf atas kelancangan ku dulu karena mengambil kesucian mu, aku benar-benar tidak bisa menahan nya karena dulu kamu sendiri yang masuk ke kamar hotel ku." kata Boy sambil mendudukkan bokong nya di tepi ranjang dekat dengan April.


Rasanya April ingin tertawa hambar mendengar ucapan pria di depan nya, begitu mudahnya pria yang ada di hadapan nya itu mengatakan jika dia tidak bisa menahan nya.


April bungkam tak bersuara lagi, dia tidak mau mengungkit masa lalu kelam itu, karena gara-gara bermalam dengan Boy dia harus menderita seperti ini.


"Jawab dengan jujur apa kamu hamil?." tanya Boy sambil menatap April, namun yang di tatap malah menatapnya dengan sinis.


"Apa urusanmu jika aku hamil? tuan Giorgino Boy Febrian." menekan nama Boy dengan wajah yang menahan amarah.


"Karena aku harus tau kebenaran nya, karena malam itu aku melepaskan benih ku di rahim mu." lanjut Boy masih dengan menatap wajah sinis yang di tampilkan April.


April menghela nafasnya kasar lalu membuang nya dengan perlahan, "Aku mohon, pergi tinggalkan aku, aku tidak mau melihat mu." ucap April sambil memalingkan wajahnya ke samping dan hal itu seketika membuat Boy murka.


Dengan kasar Boy mencengkeram dagu April, tak lupa tatapan yang Boy pancarkan sangatlah tajam membuat April yang di tatap sangat ketakutan.


Merasakan tubuh April yang bergetar hebat membuat Boy langsung melepaskan cengkraman tangan nya, lalu Boy memegang lengan April.


"Katakan pada ku jika kamu hamil, aku harus tau kebenaran nya." ucap Boy lagi masih keukeuh dengan ucapan Dokter Putra tadi.

__ADS_1


Bukan nya menjawab April malah terdiam, dan tak lama kemudian terisak sesegukan, membuat Boy menggelengkan kepalanya tidak paham.


"Kenapa kamu menangis?." tanya Boy sambil memegang tangan April.


"Hikss.. lepaskan hikss.. menjauh dariku..!! " Isak April semakin keras.


Dan hal itu membuat Boy tidak bisa berbuat apa-apa selain menutut keinginan April, yaitu menjauh dari kamarnya.


Setelah pintu tertutup April mulai berhenti menangis, keberadaan Boy membuatnya terus mengingat dosa nya, ketidakberdayaan nya membuatnya kehilangan calon bayi nya, dan kini dosa itu akan terus menghantuinya sampai kapanpun.


"Cantika, apa Mommy layak di panggil ibu? Mommy tidak berhasil menjagamu, kamu harus pergi dengan cara keji karena kekejaman manusia-menusia kejam itu." ucap April sambil menghapus air matanya.


Anak yang ada di dalam kandungan April memang berjenis kelamin perempuan, maka dari itu April menamai calon bayi nya yang sudah pergi meninggalkan nya dengan nama, Cantika Aprilia.


Malam tiba Boy yang baru pulang dari rumah orang tuanya langsung kembali pulang ke Apertemen nya, sebenarnya tadi Boy di paksa untuk menginap di rumah nya, tapi Boy menolak nya karena kehadiran Om Leon, Ayah nya Karina.


Boy sudah mencium aroma tidak enak saat melihat tatapan orang tuanya, Boy yakin jika tujuan Daddy dan Om Leon pasti akan berbau perjodohan lagi.


Dia sangat yakin jika wanita yang akan di jodohkan kali ini dengan nya adalah Kirana, tidak salah lagi karena sejak kecil Kirana sudah tertarik padanya.


"Beginilah jika memiliki wajah tampan, banyak di sukai para gadis-gadis cantik, benar-benar merepotkan." begitu lah cara si narsis menghadapi masalahnya, pasti berbau pujian untuknya lagi.


Boy melangkah perlahan, dia mencium aroma bau yang berasal dari area dapur mini nya, membuatnya buru-buru berjalan ke arah dapur, dan saat sampai di dapur Boy sangat kaget karena apa yang ada di depan matanya sangat mengenaskan.


"Dapur bersih ku." gumam Boy ngeri melihat dapurnya yang berantakan.


Bahkan selama bertahun-tahun menjadi pemilik Apertemen nya sendiri Boy tidak pernah melihat dapurnya berantakan seperti ini,


biasanya Boy hanya membeli makanan cepat saji dan tidak pernah mengacaukan dapur bersih nya.


April terpaksa memasak karena perutnya sangat kelaparan, dan naasnya di pulkas hanya ada telur saja.


Dan parahnya lagi April benar-benar tidak memiliki keahlian sedikit pun dalam bidang dapur.


Dia terbiasa hidup di layani, memiliki pembantu yang membuatkan makanan untuknya, dan dia hanya tau makan saja.


tapi sekarang April harus makan dan mau tak mau dia harus membuat telur ceplok.

__ADS_1


"Hiss gagal lagi." gumam April melihat telor ceplok buatan nya malah tidak terlihat bentuk rupanya, alias gosong.


April sudah dua kali gagal membuat telor ceplok nya, yang pertama piring yang berisi telornya pecah, dan yang kedua rasanya terlalu Asin.


Dan sekarang rasanya mungkin akan pahit karena telornya gosong, membuat April hanya bisa menghela nafasnya kasar.


ternyata memasak itu sangatlah pekerjaan yang sulit.


"Bau apa ini." gumam April mencium aroma bau gosong yang lebih menyengat.


Dan saat melihat kompor April langsung melotot dengan ekspresi ketakutan saat melihat toplen bekas dia membuat telor ceplok nya mengeluarkan api.


"Kebakaran..!! " pekik April dan Boy bersamaan.


April membalikkan tubuhnya ke belakang, dan terlihat lah sosok Boy yang sedang membuka baju nya.


Sejak kapan dia disini?.


Dengan cepat Boy mendekat ke arah keran air, dan langsung membasahi bajunya dengan air keran, setelah itu Boy melemparkan baju basah itu pada toplen yang mengeluarkan api itu.


Butuh beberapa menit untuk Boy mencoba mematikan apinya, dan setelah api mati Boy mengusap dada nya lega.


dan kini pandangan nya teralih pada sosok yang sedang terduduk di juru-juru kamar.


"Kamu lapar?." tanya Boy sambil mendekat.


April hanya menunduk tak mau menatap sosok yang sedang bertelanjang dada itu, dan diam nya April membuat Boy menghela nafasnya pelan.


"Aku akan memesankan mu makanan, tapi aku tidak tau makanan kesukaan mu." ucap Boy, membuat April mendongkak ke atas.


"Aku mau steak." kata April pelan sangat pelan bahkan hampir tidak terdengar.


"Kau mengatakan sesuatu?." tanya Boy.


"Aku mau makan steak." kata April lagi, lebih keras.


____________

__ADS_1


🌹🌹🌹🌹🌹


Jangan lupa jejak, ♥️


__ADS_2