IVANNA, Putri Sultan Milik CEO

IVANNA, Putri Sultan Milik CEO
Identitas Chelsea


__ADS_3

Chelsea memang mengikuti semua aturan yang diberiikan oleh Ivanna agar ia bisa berdekatan dengan ibu hamil itu. Ivanna hanya pasrah, dengan tingkat kepekaan yang semakin tinggi dan kewaspadaan tingkat dewa, mewanti-wanti jika gadis ini tidak memiliki niat jahat sedikitpun. Bahkan ia cenderung terlihat polos dan begitu antusias.


Kini Ivanna tengah duduk di ruang tamu karena gadis itu tidak kunjung pergi dan hanya sibuk berceloteh ria menceritakan apapun tentang dirinya.


"Apa sudah selesai? Saya ingin beristirahat!" Ucap Ivanna jengah.


"Eh, baiklah Nona! Silahkan beristirahat!" Ucap Chelsea tersenyum.


"Hmm!" Ivanna hanya berdeham sambil menerima uluran tangan Atim.


Mereka berjalan sambil bergandengan tangan menuju kamar Ivanna, dan meninggalkan Chelsea di ruang tamu sendirian.


"Tante ngapain dekat-dekat sama Bunda?" Tanya Naren curiga dengan wajah datarnya.


"Gak papa. Tante hanya ingin dekat dengan Bunda. Apa tidak boleh?" Tanya Chelsea tersenyum.


"Pasti ada sesuatu, kan?" Tanya Naren menatap tajam kearah Chelsea.


"Gak ada, Boy! Tante beneran tulus kok temenan sama Bunda!" Ucap Chelsea tersenyum penuh ketulusan.


"Awas saja kalau tante macam-macam sama Bunda!" Ucap Naren menunjuk Chelsea dan mengancam ingin menggorok leher gadis itu.


"Hehe, Kamu manis banget sih!" Ucap Chelsea mendekati Naren.


"Jangan menyentuh saya!" Ucap Naren ketus sambil melangkah mundur menghindari tangan Chelsea.


"Hehe, jangan galak-galak anak ganteng! Nanti gak ada perempuan yang suka sama kamu!" Ucap Chelsea tertawa.


"Ada! Pokoknya, kalau tante macam-macam, saya bisa tembak tante dengan pistol Daddy, dan memasukkan mayat tante ke kandang Singa, milik Bunda!" Ucap Naren tegas.


Glek!


Darah tuan Irfan dan tuan Fajri mengalir begitu kental kepada bocah ini!. Batin Chelsea bergidik sambil membayangkan Naren ketika besar nanti.


"Jangan seperti itu! Tante gak akan jahat kok!" Ucap Chelsea tersenyum.


Tanpa menjawab, Naren berlalu dari sana dann meninggalkan Chelsea sendiri. Tak lama Fajira datang dan menemani gadis itu mengobrol, hingga ia pergi dari sana karena mendapatkan panggilan dari restoran.


Fajira hanya menghela nafasnya. Bukan ia ingin membatasi Ivanna untuk bergaul, namun mengingat anaknya bukan orang sembarangan, apalagi dalam keadaan hamil membuatnya cukup was-was untuk membebaskan Ivanna bergaul dengan orang lain.


Fajira juga ikut menghubungi orang kepercayaannya untuk mencari informasi mengenai Chelsea.


"Nona Ivanna sudah meminta bawahan saya untuk menyelidiki gadis itu, Nyonya. Apa saya juga harus turun tangan?" Tanya seseorang dibalik telefon.


"Tidak perlu, Yang penting data gadis itu bisa di dapat dengan lengkap!" Ucap Fajira tegas.


"Baik, Nyonya!"


Ivanna mematikann panggilannya. "Semoga saja dia memang tulus untuk berteman walaupun memiliki gangguan seksual!" Ucap Fajira.


🌺🌺🌺

__ADS_1


Hampir satu bulan pencarian semua data milik Chelsea. Ivanna menjadi bingung, tidak ada yang aneh dari gadis itu selain ia tinggal bersama seorang gadis lain di apartemennya.


"Saya merasa ada yang janggal Nona!, Seperti ada yang menghalangi kami untuk mencari informasi mengenai dia!" Ucap Agen rahasia milik Dirgantara group.


"Ada yang menghalangi? Jadi maksudnya dia dilindungi oleh seseorang?" Tanya Ivanna mengernyit.


"Iya, Nona! Mengingat gadis itu adalah keturunan Indonesia dan Jerman. Ini masih analisis sementara saya, dia dilindungi oleh salah satu mafia dari negara itu!" Ucap Pria yang berpakaian hitam lengkap itu.


"Terus awasi dia! Kirimkan data dan informasi yang kalian dapatkan secara berkala!" Ucap Ivanna tegas.


"Baik, Nona! Kalau begitu saya permisi!" Ucapnya keluar dari ruang kerja.


Ivanna menatap nanar taman belakang yang terlihat dari balik dinding kaca. Ia mengingat beberapa pertanyaan aneh dari Chelsea yang berusaha untuk mengulik kepandaiannya.


"Apa Nona bisa menggunakan senjata?" Tanya Chelsea.


"Tidak! Saya tidak berani!" jawab Ivanna.


Dilain kesempatan, Chelsea kembali bertanya, "saya melihat begitu banyak bodyguard yang mengawasi anda setiap saat, Apaa jumlah mereka banyak?" Tanya Chelsea takut, ketika berada di salah satu pusat perbelanjaan dan di awasi oleh beberapa bodyguard di sekeliling mereka.


"Saya tidak tau! Mungkin ada sekitar 1000 orang!" Ucap Ivanna mengada-ngada.


"Wah, Nona. Apakah itu pedang? Apakah anda bisa menggunakannya?" Tanya Chelsea berbinar.


"Bisa! Saya bisa menggunakannya! Jika kau macam-macam, kepala kau bisa saya tebas dalam waktu kurang dari 1 detik!" Ucap Ivanna.


"Hei, kau babu! Apa kau bisa melakukan bela diri?" Tanya Chelsea kepada Atim.


Sepertinya dia memang sedang menyelidiki ku! Kita lihat sampai mana dia ingin bermain denganku!. Batin Ivanna menatap nanar dinding kaca itu.


"Sabar ya, sayang. Gak sampai sebulan lagi kita akan bertemu!" Ucap Ivanna dengan lembut dan tersebut.


Ia memilih untuk melanjutkan pekerjaannya memeriksa beberapa berkas yaang akan dijemput oleh Felicia sebentar lagi.


Tring!


πŸ“© To agensi


"Nona, saya melihat target tengah bertemu dengan seseorang dan gerak geriknya cukup mencurigakan. Saat ini dia tengah pergi menuju bandara dan terbang pulang ke Jerman!" Isi pesan.


Ivanna menggertakkan giginya. Ia sengaja untuk membiarkan Chelsea dekat hanya untuk menyelidiki siapa gadis itu.


"Aku yakin dia adalah mata-mata dari seseorang! Siapapun mereka, aku tidak akan melepaskan kalian yang sudah berani mengusik hidupku!" Ucap Ivanna.


πŸ“© Bodyguard grub


"Perketat semua penjagaan! Jangan sampai ada yang keecolongan, atau nyawa kalian menjadi taruhannya!" Tulis Ivanna dan langsung di jawab oleh mereka.


Ia mengirim semua fakta yang telah di dapat kepada anggota keluarga agar bisa lebih waspada dengan keadaan sekitar.


Brak!

__ADS_1


Carenza yang memang sudah pulang, segera menghampiri Ivanna setelah membaca pesan dari sang istri, memastikan keadaan ibu hamil itu baik-baik saja.


"Sayang?" Panggil Carenza bernafas lega.


Ia memeluk Ivanna dengan erat karena begitu takut jika mereka kenapa-napa.


"Aku gak papa, Be! Anak kita juga baik-baik saja!" Ucap Ivanna tersenyum.


"Aku takut Sayang!" Ucap Carenza dengan mata yang berkaca-kaca.


Mereka saling bertatapan satu sama lain. Carenza sudah mendapatkan cutinya untuk membantu mempersiapkan kelahiran sang anak yang tinggal menghitung hari.


"Apa kita lahiran di rumah saja?" Tanya Carenza.


"Hehe, di rumah sakit saja sayang!" Ucap Ivanna tersenyum.


"Jangan dekat-dekat lagi dengan gadis gila itu! Maafkan aku karena menyetujui untuk bekerja sama dengan dia!" Ucap Carenza menangis.


"Jangan menyesal seperti itu. Kita gak tau apa yang akan terjadi kedepannya! Jangan jauh-jauh dari aku, Baby!" ucap Ivanna tersenyum.


"Iya, sayang. Apa pekerjaanmu sudah selesai?" Tanya Carenza.


"Sudah, Be. Kenapa?" Tanya Ivanna tersenyum.


"Kita istirahat, Yuk!" Ajak Carenza tersenyum.


Ia hanya ingin memeluk Ivanna agar hatinya bisa lebih tenang karena melihat anak dan istrinya baik-baik saja.


🌺🌺


Dibandara, Chelsea mendorong koper menuju landasan khusus untuk pesawat pribadi yang akan membawanya menuju Negara Jerman.


Sial! Aku tidak mungkin mengikutinya untuk naik pesawat itu! Sebaiknya aku tempelkan GPS agar tidak kehilangan jejak gadis itu!. Batin Edo sang Agen rahasia suruhan Ivanna.


Ia mencari cara untuk agar bisa melakukan itu semua tanpa ada yang mencurigai. Ia berjalan dengan cepat mengejar Chelsea dan sengaja menubruknya.


"Ah, maaf Nona. saya tidak sengaja! Anda tidak apa-apa?" Tanya Edo memainkan peran.


"Tidak, apa! Berjalanlah dengan hati-hati agar Anda tidak merugikan orang lain!" Ucap Chelsea dengan wajah datarnya.


"Terima kasih! Sekali lagi saya meminta maaf karena kelalaian saya!" Ucap Edo menunduk.


Ia menatap kepergian Chelsea sambil tersenyum smirk. Hingga gadis itu menghilang, ia segera keluar dari bandara dan memesan tiket secara online agar bisa mengikuti gadis itu.


Semoga kali ini, aku bisa mendapatkan informasi yang lebih banyak agar Nona tidak kecewa dengan kinerja ku!. Batinnya.


Ia tersenyum melihat titik merah pada ponselnya yang dapat membantu mencari keberadaan Chelsea ketika berada di Jerman nanti.


Pesawat yaang akan membawa Edo hanya berjarak tiga jam setelah pesawat pribadi Chelsea lepas landas. Ia segera kembali pulang ke markas untuk mendiskusikan apa langkah yang akan ia ambil selanjutnya.


🌺🌺🌺

__ADS_1


TO BE CONTINUE


Waah, ini jeruk berbahaya gais 😱😱


__ADS_2