IVANNA, Putri Sultan Milik CEO

IVANNA, Putri Sultan Milik CEO
Konferensi Pers


__ADS_3

Pagi menjelang, semua persiapan untuk konferensi pers sudah selesai. Ivanna meminta jika ia yang akan menjelaskan semuanya hari ini.


Wartawan sudah berkumpul di aula perusahaan dengan tidak sabar. Mereka masih bertanya-tanya, kenapa berita ini tidak di redam sedikitpun, malah semakin naik menembus pemberitaan internasional.


"Cek!" ucap Fitry yang akan menjadi moderator para pertemuan pada hari ini. "Di harapkan kepada rekan-rekan wartawan untuk tenang, karena pimpinan perusahaan akan memasuki ruangan!" ucap Fitry tegas.


Hening, walaupun mereka sangat antusias dan tidak sabar, namun tetap mematuhi protokol yang berlaku di dalam ruangan itu.


"Kepada pimpinan perusahaan, dipersilakan untuk memasuki ruangan!" ucap Fitry.


Ivanna berjalan dengan begitu anggun di iringi oleh Fajri, Pandu, Felicia dan Joe. Mereka duduk saling berdampingan. Felicia bertugas untuk menampilkan semua barang bukti yang sudah di kumpulkan melalui proyektor.


"Silahkan, Nona!" ucap Fitry mempersilakan Ivanna untuk berbicara.


"Terima kasih saya ucapkan kepada seluruh wartawan yang sudah memenuhi undangan kami!" ucap Ivanna lantang dengan wajah dinginnya.


"Sebelumnya, saya mengucapkan beribu maaf, kepada semua pihak yang terkait dan merasa di rugikan dalam kejadian ini. Sungguh, ini semua berada di luar kendali saya dan kami dari perusahaan!"


Ivanna menghela nafasnya sejenak, sambil menggenggam erat tangan Fajri yang ada di sampingnya.


"Terkait dengan runtuhnya bangunan apartemen yang tengah kami bangun, ini ada beberapa catatan jika bahan yang kami gunakan memang sudah sesuai dengan standar pembangunan dari perusahaan!" ucap Ivanna menunjuk slide gambar.


"Belum pernah terjadi hal semacam ini selama perusahaan keluarga kami berdiri. Dan untuk pertama kalinya hal ini terjadi di masa kepemimpinan saya!" ucap Ivanna tersenyum tipis.


"Kini bangunan itu sudah rata dengan tanah, bahkan bahannya juga sudah di jarah oleh tangan yang tidak bertanggung jawab. Namun tidak masalah, saya mengikhlaskannya. Coba perhatikan layar yang ada di hadapan rekan-rekan semua!" sambung Ivanna.


Felicia memutar cctv yang ada di sekitaran gedung itu. Mulai dari awal mereka masuk dan bekerja untuk meruntuhkan bangunan itu. Semua orang terkejut melihat apa yang terjadi, suasana menjadi ricuh dengan suara bisik-bisik.


"Tolong jangan ada yang bersuara! Karena akan ada beberapa percakapan di dalam video nanti!" ucap Ivanna tegas dan berhasil membungkam semua orang.


Felicia kembali melanjutkan video itu hingga habis. Ia juga memperlihatkan foto supir Azmi di sana.


"Di sini jelas, jika runtuhnya proyek itu bukan kesalahan dari perusahaan, melainkan itu semua karena kebodohan sang pemilik gedung!" ucap Ivanna lantang.


"Perusahaan keluarga kami menjunjung tinggi keselamatan dalam pembangunan! Pelakunya sudah di amankan oleh pihak berwajib, dan laporan sudah kami berikan dengan begitu banyak pasal dan juga tuntutan ganti rugi!" ucap Ivanna.


Ia menatap Fajri, meminta persetujuan untuk mengakhiri konferensi pers kali ini. Pria tampan itu mengangguk, karena apa yang di sampaikan oleh Ivanna sudah cukup jelas.

__ADS_1


"Kami, dari pihak perusahaan sudah mengembalikan seluruh dana investor tanpa tertinggal satu persen pun. Jadi, jangan sampai ada yang menuntut apapun lagi dari kami!" ucap Ivanna tegas.


"Untuk semua kerugian, bisa di lihat pada layar! Dengan dana sebanyak itu, kami menuntut untuk mengakuisisi perusahaan Angkasapura sebagai gantinya! termasuk beberapa aset dan juga tanah proyek apartemen itu. Semua tuntutan kami belum cukup untuk menebus semua kerugian yang kami alami, tetapi Ayah saya berkata 'Cukup dengan mengembalikan nama baik dan kepercayaan masyarakat, kamu akan mendapatkan lebih dari kerugian yang di tanggung perusahaan saat ini' Jadi beruntunglah keluarga yang di tinggalkan karena harta kalian tidak kami ambil semuanya!" ucap Ivanna tegas.


"Jika rekan-rekan semua mengatakan ini pemerasan, tidak! Bahkan perusahaan kami masih mengalami kerugian sekitar 5 triliun lagi belum termasuk pajak. Cukup!" ucap Ivanna tegas.


Felicia menampilkan penjumblahan aset yang dimiliki oleh Angkasapura dan mengurangi dengan kerugian yang ada.


Para wartawan hanya bisa menelan ludah melihat begitu banyak angka nol yang tertera di hadapan mereka.


"Terima kasih kita ucapkan kepada Nona muda Ivanna selaku CEO Dirgantara CORP. Silahkan kepada wartawan yang ingin bertanya!" ucap Fitry.


"Maaf sebelumnya Nona muda, dengan penjelasan anda tadi, bagaimana anda bisa menemukan semua bukti dalam waktu semalam dan juga menangkap pimpinan perusahaan Angkasapura? Itu mustahil, jika dipikirkan dengan akal sehat!" tanya salah satu wartawan dan di setujui oleh semua orang.


"Pertanyaan yang bagus!" ucap Ivanna menyeringai. "Inilah gunanya mempelahari banyak hal sedari kecil. Tuhan memberikan saya akal sehat yang cukup baik, kemampuan yang mumpuni dan orang-orang setia, yang akan membantu saya untuk menjalankan perusahaan dengan baik!" ucap Ivanna.


"Titik temunya berada pada sopir pribadi Tuan muda Angkasapura! Di sana saya sudah yakin jika mereka yang telah membuat perangkap untuk dirinya sendiri! ini alasannya kenapa, kemarin saya tidak menemui wartawan manapun agar semua bukti bisa di kumpulkan segera!" ucap Ivanna tegas.


"Saya rasa cukup! Terima kasih, sudah menghadiri pertemuan kali ini!" ucap Ivanna.


"Maaf Nona, saya ingin bertanya satu hal! Mungkin ini juga sangat penting!" ucap salah satu wartawan.


"Saya memperhatikan jika di jari manis anda ada sebuah cincin yang tersemat. Foto anda juga tengah viral saat ini. Apa benar anda sudah memiliki kekasih?" ucap wartawan itu dengan takut.


Ivanna tersenyum tipis. "Iya, saya sudah memiliki kekasih! Dia orang yang sangat special jadi saya harap jangan sampai rekan-rekan semua terlalu mencampuri urusah asmara saya, karena itu akan melanggar privasi kekasih saya!" ucap Ivanna tersenyum manis.


"Bisa kami tau inisialnya, nona?" tanya mereka lagi, namun setelah itu terkejut melihat Joe sudah berdiri.


"Tidak apa, uncle!" ucap Ivanna mencegat. "Jangan patah hati nanti jika kekasih saya sudah muncul ke permukaan! Dia hanya laki-laki biasa namun mempunyai hati yang begitu tulus. Inisialnya 'T' dan dia laki-laki yang tidak jauh berbeda dengan abang! Saya rasa cukup, selamat penasaran!" ucap Ivanna tersenyum dan berdiri.


Ia keluar dari ruangan itu sambil menggandeng tangan Fajri yang sudah berwajah masam.


Semua wartawan menjadi heboh dengan berita tentang siapa kekasih Nona muda itu. Dan di pastikan ini akan menjadi tranding topik, mengalahkan permasalahan yang tengah terjadi saat ini.


🌺🌺


Sementara di dalam suatu ruangan, Tono sedang menyaksikan siaran langsung itu dan mendengar Ivanna mengatakan hubungan mereka di depan publik. Wajah tampannya merona sambil tersenyum manis karena merasa begitu bahagia.

__ADS_1


"Enyahlah wahai para rival! aku sudah memiliki gadis pujaan kalian!" ucap Tono terkekeh dengan rasa haru yang mulai menyeruak.


"Ah, aku merindukannya, Tuhan!" sambung Tono menjerit.


Kantong mata yang mencetak jelas di bawah matanya, tidak menyurutkan niat Tono untuk bertemu dengan Ivanna. Namun ia tidak boleh gegabah karena wartawan pasti akan mencari keberadaannya dengan segera.


"Ah untung kamu cuma menyebutkan inisial nama khususku! Kalau tidak, mungkin aku bisa gila, karena di kejar oleh mereka!" ucap Tono terkekeh.


Ia kembali melanjutkan pekerjaan yang tersisa agar bisa bertemu dengan Ivanna nanti, ketika gadis cantik itu sudah memiliki waktu luang.


🌺🌺


Di ruangan Ivanna, mereka bisa bernafas lega karena satu persatu permasalahan sudah berhasil di hadapi. Joe dan pandu juga sedang memulihkan saham agar tidak terus menurun.


Berbeda dengan Fajri, wajahnya masih terlihat masam karena Ivanna membahas masalah Tono di hadapan wartawan.


"Abang kenapa wajahnya seperti itu?" tanya Ivanna mengernyit dan bersandar di dada bidang Fajri.


"Kenapa kamu malah membahas itu, sayang?" ucap Fajri kesal.


"Sekarang, Dede tanya sama Abang!" ucap Ivanna menatap manik mata Fajri. "Abang merestui kami atau tidak?" tanya Ivanna.


"Merestui!" ucap Fajri lirih.


"Nah, itu apa masalahnya? Bang, Dede paham kalau abang itu khawatir dan takut Dede kenapa-napa! Bukankah Abang susah mengirim puluhan bodyguard bayangan untuk mengawasi, Dede? Jangan sampai Tono gak nyaman karena Abang begitu possesif!" ucap Ivanna mengelus rahang tegas Fajri.


"Abang hanya takut, sayang!" ucap Fajri lirih dan menunduk.


"Bang, terus apa gunanya Dede belajar bela diri? apa gunanya semua bodyguard itu Abang pekerjaan jika masih ada rasa takut?" tanya Ivanna.


Fajri terdiam, membenarkan perkataan Ivanna. Ia memeluk gadis kecil itu dan mengusap kepala Ivanna dengan lembut.


"Berjanjilah, jika kalian tidak akan berbuat hal yang lebih lagi, sampai kalian menikah nanti!" ucap Fajri lirih.


"Iya, bang. Tono juga gak akan berani macam-macam. Percayalah!" ucap Ivanna tersenyum dan membalas pelukan Fajri hingga tanpa sadar mereka terlelap di atas sofa dengan saling berpelukan satu sama lain.


🌺🌺🌺

__ADS_1


TO BE CONTINUE


Baru 2 bab, πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


__ADS_2