IVANNA, Putri Sultan Milik CEO

IVANNA, Putri Sultan Milik CEO
Kembali Pulang


__ADS_3

Satu minggu Ivanna di rawat di rumah sakit. Hari ini ia diperbolehkan untuk pulang ke rumah karena kondisi kadungannya yang sudah cukup kuat.


Semua orang merasa begitu bahagia melihat Ivanna yang sudah terlihat segar dan sehat. Berbeda dengan Carenza yang masih saja lemas karena ngidamnya yang semakin parah


Ia hanya memeluk Ivanna di atas barankar sambil memejamkan mata. Fajri mendelik, Ia berusaha untuk mencari cara agar bisa menganggu adik iparnya yang membuat Ivanna tidak memiliki waktu untuk mengobrol bersamanya.


"Hekm, Dek mobil sudah siap, kita langsung pulang ya!" Ucao Fajri mengelus kepala Ivanna.


"Sebentar lagi, Bang! Aku masih mual ini!" Ucap Carenza lirih sambil menyelipkan kepalanya di antara bukit kembar Ivanna.


Ibu hamil itu malu karena ada mertua dan orang tuanya di sana. Sehingga ia memilih untuk menutup kepala Carenza dengan menggunakan selimut.


Semua orang hanya menunggu hingga keadaan pria tampan itu sedikit membaik. Jika tidak, mungkin mereka sudah pulang sedari tadi.


"By, Kita pulang saja, Ya! Di mobil kita masih bisa berperlukan!" Ucap Ivanna mengelus kepala sang suami.


"Hiks, aku pusing, Sayang! Bagaimana kalau aku muntah di mobil?" Ucap Carenza merengek dengan begitu manja.


Ibu dan ayahnya hanya bisa menepuk jidat melihat kelakuan Carenza. Ingin rasanya mereka menenggelamkan pria tampan itu ke dasar sumur.


"Sudah satu jam kamu seperti itu, Za! Kasihan Ivanna baru sembuh. Bagaimana kalau pinggangnya sakit?" Ucap Fajri mengompori.


"Sebentar lagi, Bang!" Ucap Carenza lirih bercampur kesal.


Atim datang sambil membawa kurang roda untuk Ivanna. Sementara Fajri terus mengganggu Carenza hingga pria tampan itu semakin jengah.


Ia membukan selimut itu dan menatap Fajri dengan tajam. Lalu ia menatap Ivanna dengan lembut dan meraup manisnya bibir chery yang sudah sangat lama tidak ia rasakan.


Cup!


Semua orang terkejut dengan mata yang membola melihat apa yang di lakukan oleh Carenza. Ivanna juga terkejut, namun ia mengingat beberapa hari ini Carenza selalu meminta untuk di cium ketika merasa mual. Namun ia tidak suka dengan bau mulut sang suami setelah mgengeluarkan isi perutnya, sehingga ia hanya mengabaikan dan memeluk Carenza saja.


Beberapa lama mereka berpagut, karena Ivanna juga membalas ******* Carenza. Ia mendorong tubuh sang suami ketika suhu tubuhnya mulai meningkat.


"Cih, dasar gak tau tempat!" Ucap Fajri Ketus.


Carenza mendelik, ia merasa mendapatkan tenaga baru setelah berciuman. Ia bangkit dan menggendong Ivanna dengan hati-hati, sehingga membuat semua orang melongo tidak percaya.


"Sebenarnya kita bisa pulang dari tadi, kalau aku bisa mencium Nana sebentar saja!" Ucap Carenza santai.


Mereka hanya menggeleng dan segera keluar dari ruangan itu. Berjalan bersama menuju lift dan menekan lantai 1.


Ketika sampai di bawah, mereka begitu terkejut ketika para wartawan sudah berkumpul di depan pintu dan menyadari kehadiran mereka di sana. Tidak bisa mengelak dan harus menghadapi para pencari berita itu.


"Selamat Pagi, Nona, Tuan! Boleh kami wawancara sebentar?" Ucap salah satu wartawan.


"Iya silahkan. Tapi saya harus membawa Ivanna menuju mobil terlebih dahulu!" Ucap Carenza ramah.


"Sama saya saja!" Ucap Fajri.

__ADS_1


Semua wartawan menghadap kearahnya dan mulai mempertanyakan beberapa pertanyaan seputar berita yang tengah hangat saat ini.


"Tuan Fajri, apakah benar jika nona Ivanna keguguran?" Tanya salah satu wartawan.


"Tidak, adik dan keponakan saya baik. Semuanya baik-baik saja. Jadi mohon do'anya!" Ucap Fajri singkat.


"Satu lagi, Tuan! Kami melihat, jika tuan Irfan kembali bekerja, apakah posisi Nona Ivanna sebagai CEO akan diturunkan?" Tanya mereka lagi.


"Tidak, itu hanya sementara. Mungkin sampai Ivanna kuat untuk kembali bekerja atau saya yang akan menggantikannya untuk sementara waktu!" Ucap Fajri. "Sudah dulu, nanti kami buka QNA di halaman media sosial! Permisi" Sambungnya.


Mendengar jawaban Fajri mereka segera bubar dan bersiap untuk mengajukan beberapa pertanyaan kapada Fajri nanti.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang meninggalkan rumah sakit. Carenza masih memeluk Ivanna dengan begitu posesif, bahkan tanpa sadar ibu hamil itu terlelap.


Hingga mobil berhenti di halaman rumah keluarga Dirgantara. Mereka segera turun dan melangkah masuk kedalam rumah.


Ceklek!


"Selamat datang kembali, Nona Ivanna!" Ucap semua orang yang ada di sana dengan antusias.


Felicia, Malik, Almira, Safira, bocil kembar dan semua asisten rumah tangga menyambut kedatangan Ivanna kembali. Mereka terdiam, ketika melihat Ibu hamil itu terlelap di dalam pelukan Carenza.


"Yah, Nona malah tidur!" Ucap Felicia kecewa.


"Hehehe, maaf ya membuat kalian kecewa. Tapi jangan pulang dulu, palingan sebentar lagi Nana akan bangun!" Ucap Carenza terkekeh.


"Uncle, Lala sudah kangen sama Nana, Boleh cium?" Tanya Nayla berbinar.


"Kita keruang keluar saja, ya!" Ucap Carenza tersenyum.


Mereka berbondong-bondong untuk melihat keadaan Ivanna. Ibu muda itu terbangun ketika mendengar kegaduhan yang mengusik tidurnya.


"By, kita sudah sampai?" Tanya Ivanna.


"Iya, Sayang. Semuanya menyambut kedatanganmu!" Ucap Carenza tersenyum.


Ivanna menatap semua orang dengan mata satunya dan senyum yang sedikit lebih manusiawi.


"Nana?" panggil Nayla dan Naren berkaca-kaca.


"Hai, sayang. Nana kangen banget!" Ucap Ivanna merentang kan tangan setelah Carenza mendudukkannya di atas sofa.


Hug!


Mereka segera berpelukan untuk melepas kerinduan selama satu minggu tidak bertemu.


"Apa Nana baik-baik saja? Naren Khawatir!" Ucap Naren mengusap punggung Ivanna dengan lembut.


"Nana, Baik-baik saja, sayang! Nanti temani Nana bobo, Ya!" Ucap Ivanna tersenyum.

__ADS_1


"Iya, Na! Jangan sakit-sakit lagi!" Ucap Nayla tercekat.


"Iya, sayang!" Ucap Ivanna.


Mereka mengobrol sebentar hingga Carenza meminta agar Ivanna bisa beristirahat. Bukan tanpa alasan, ia kembali merasakan mual dan ingin mengecup bibir manis itu berulang kali hingga rasa mualnya bisa hilang.


"Lala ikut!" Ucap Nayla mengekor di belakang.


Duar!


Carenza melotot, aksi kecup-kecupnya berada diujung kegagalan. Tidak mungkin Nayla melihat adegan yang tidak senonoh. Namun ia hanya pasrah ketika melihat gadis kecil itu berjalan kegirangan menuju lift.


"Naren di sini aja jagain Mommy La!" Ucap Naren memeluk Safira dan mengusap perut buncit sang ibunda.


Semua orang sudah bubar kembali bekerja ke tempat masing-masing. Tingggallah keluarga Hartono dan keluarga Dirgantara di ruang itu.


Di dalam kamar, Nayla berbaring di samping Ivanna sambil menatap sang aunty dengan tersenyum manis. Ivanna pun juga tersenyum menatap gadis kecil kesayangannya ini.


"Ah, sayangnya Lala gak boleh lihat Nana kerumah sakit!" Ucap Nayla sedih.


"Gak papa, yang penting Lala selalu mendo'akan Nana dan dede bayinya!" Ucap Ivanna tersenyum dan memeluk Nayla dengan hati-hati.


"Lala dan Naren selalu mendo'akan Nana dan juga dede, agar selalu sehat, selamat, jadi anak yang baik seperti Lala. Terus cantik pokoknya jadi anak yang baik deh!" Ucap Nayla dengan tulus.


"Benarkah? Aamiin, Semoga nanti dede yang ada di perut Nana dan Mommy selalu sehat, selamat dan jadi anak yang baik seperti Kakak dan Abang!" Ucap Ivanna berkaca-kaca.


"Aamiin!" Ucap Nayla tersenyum.


"Hmm, La?" Panggil Carenza yang ikut berbaring di samping Nayla.


"Ia, Uncle?" Jawab Nayla menatap Carenza penasaran.


"Hmm, bagaimana kalau Lala dan Naren panggil Nana dan Uncle jadi ayah dan bunda?" Tanya Carenza tersenyum.


"Ayah dan bunda?" Tanya Nayla mengernyit. "Kenapa, Uncle?".


"Sebentar lagi kan dede nya mau lahir, Jadi Lala sebagai kakak, harus memberikan contoh kepada dedenya," Ucap Carenza menerangkan.


"Jadi, sekarang Lala harus memanggil Ayah dan Bunda? Seperti Mommy dan Daddy?" Tanya Nayla memastikan.


"Iya, Sayang! Mau 'kan?" Tanya Ivanna tersenyum.


"Mau dong! Ayah dan Bunda!" Ucap Nayla tersenyum bahagia sambil bertepuk tangan.


Mereka mengobrol hingga terlelap. Bahkan Carenza bisa mengalihkan pikirannya agar tidak kembali mual dan ikut terlelap berasa Nayla dan Ivanna.


🌺🌺🌺


TO BE CONTINUE

__ADS_1


Maaf ya gengs, semalam aku ngantuk banget, tapi harus di upload malam itu juga, jadi banyak yang typo 😭😭


__ADS_2