IVANNA, Putri Sultan Milik CEO

IVANNA, Putri Sultan Milik CEO
Mengejutkan!


__ADS_3

Sudah hampir dua bulan Ivanna berada menyelesaikan semua pekerjaannya dengan membawa begitu banyak berita baik tentang bisnisnya yang semakin sukses.


Hari ini ia akan pulang menuju Indonesia. Sungguh keluarga Dirgantara sudah tidak sabar menunggu kedatangan Ivanna pulang, kembali kerumah ini.


Safira dan Fajira tengah duduk diruang keluarga sambil menonton televisi. Irfan baru saja terlelap karena ia merasa begitu lelah. Waktu baru saja menunjukkan pukul 11.30 siang, dan Ivanna di perkiraan mendarat pada pukul 03.00 WIB nanti.


"Kak, tolong nyalain televisi nya, sayang!" ucap Fajira.


Safira dengan patuh menuruti keinginan mertuanya. Ia mengganti channel untuk mencari sesuatu yang sangat menarik.


"Pemirsa, siang ini pesawat Dirgantara Corp yang di perkiraan tengah membawa nona muda Ivanna, dan dua asisten pribadinya, tiba-tiba saja hilang kontak. Diperkirakan Pesawat itu jatuh menabrak gunung Hkakabo Razi ketika melintasi negara Myanmar. Berikut berita terkini yang sudah di dapatkan!" Ucap pembawa acara.


Safira dan Fajira membeku di tempat dengan rasa tidak percaya. Air mata mereka menetes tanpa bisa di cegah.


"Bu-bunda!" Ucap Safira menangis.


"Ya Tuhan!" Ucap Fajira tidak percaya. "Pa-panggil Fajri cepat, kak!" Sambung Fajira berusaha untuk tenang.


Mas irfan tidak boleh tau masalah ini!. Batin Fajira yang ikut cemas.


Ia segera berlari menuju kamar, dan mengamankan semua elektronik yang akan membahayakan kondisi kesehatan sang suami. Ia mengunci Irfan di dalam kamar agar tidak bisa pergi kemana-mana.


"Ya Tuhan, anakku!" Ucap Fajira menangis ketika kembali melihat televisi.


Pesawat itu sudah tidak berbentuk bahkan hancur dan terbakar. Fajira menangis mengingat bagaimana nasib sang putri yang ada di dalam sana.


"Bunda?" Panggil Fajri berlarian dari kamarnya ketika mendengar kabar dari Safira.


"Ya tuhan, Ivanna!" Pekik Fajri lemas dengan air mata yang menetes.


"Nana, Bang. Nana!" Ucap Fajira sambil membekap mulutnya agar Irfan tidak terbangun dan melihat berita yang tengah tersebar.


"Kita ke bandara, sekarang!" Ucap Fajri menguatkan diri. "Sayang, jaga anak-anak. Do'akan Nana, agar dia bisa selamat!" sambungnya bangkit dan tergesa.


"Ia, Mas!" Ucap Safira yang juga sudah menangis.


Ia memilih untuk mematikan televisi agar anak-anak tidak melihat berita itu.


Ya Tuhan, selamatkanlah Adikku!. Batin Safira menahan tangisnya.


Sementara itu, Fajri dan Fajira segera pergi menuju bandara untuk mencari informasi mengenai Ivanna.


"Astaga, bang! Bagaimana dengan, dede? Bunda gak kuat, sayang! Ayah nanti bagaimana juga?" Ucap Fajira menangis sesegukan.


"Bunda! Aji gak tau harus bagaimana! Semoga, dede baaik-baik saja!" Ucap Fajri berusaha menahan tangisnya.


Memacu kendaraan dengan sangat cepat, membuat Fajri harus di berhentikan oleh polisi. Namun ia segera menjelaskan apa yang terjadi, membuat polisi segera mengawalnya menuju bandara dengan sangat cepat.


Tanpa memarkirkan mobilnya dengan bagus, Fajri dan Fajira segera berhamburan keluar untuk mencari informasi mengenai Ivanna.

__ADS_1


Banyak pasang mata yang melihat bagaimana mereka berdua berlarian menuju bagian informasi di bandara.


Bukan hanya mereka, Carenza pun juga ikut berlarian ketika mendengar kabar yang sangat tidak ingin ia dengar.


"Mbak, Bagaimana informasi mengenai pesawat saya?" Tanya Fajri.


Bukannya menjawab, para resepsionis itu terpana melihat ketampanan Fajri dan Carenza.


Brak!


Fajri menggebrak meja dengan begitu keras, sehingga membuat beberapa orang di sana terkejut dan memancing reaksi semua orang.


"Kalian bisa kerja tidak? Ini nyawa adik saya! Minggir!" ucap Fajri emosi dan mengambil alih komputer yang ada di sana.


"Tuan, anda tidak bisa seenaknya saja seperti ini! Mohon ikuti aturan kami, tuan!" Cegat resepsionis itu.


"Diam, atau kalian akan kehilangan pekerjaan!" Bentak Fajri kasar.


Resepsionis itu terdiam dan melihat Fajri tengah mengotak-atik komputer milik merka.


Sementara Fajira sudah tidak mampu lagi menahan bobot tubuhnya. Ia hampir saja terjatuh jika Carenza tidak menahan tubuh sintal itu.


"Bunda, bertahanlah! Bunda, kita harus kuat!" Ucap Carenza yang juga ikut menangis sambil memeluk calon mertua.


"Hiks, Nana, Tono! Hiks, Bunda gak sanggup seperti ini. Bagaimana dengan ayah nanti!" Ucap Fajira menangis.


Hampir 15 menit Fajri mengotak atik komputer itu. Lututnya terasa lemas ketika melihat nama Ivanna, Felicia, atim, Joe dan beberapa pengawal lainnya tertera di salam satu pesawat bussiness class yang bertolak dari Hongkong ke Indonesia.


"Gimana, bang?" teriak Carenza yang tidak bisa melihat keadaan Fajri di balik meja.


Fajira semakin menangis di dalam pelukan Carenza karena tidak ingin mendengar kabar berikutnya.


Beberapa satpam dan tim keamanan Dirgantara berjejer di sana untuk mengamankan situasi.


Fajri melompat keluar dari meja resepsionis itu setelah mengembalikan semua sistem seperti sebelumnya.


"Bunda, Bunda. Hiks, Nana naik pesawat komersil! mereka gak ada di dalam pesawat itu!" Ucap Fajri terisak.


Deg!


Fajira dan Carenza terdiam menatap Fajri yang berusaha untuk menghapus air matanya.


"Jangan Bohong, bang!" Teriak Fajira semakin menangis.


"Iya, bunda! abang melihat pesawatnya akan mendarat sekitar jam 1 nanti!" Ucap Fajri berusaha untuk menahan tangisnya.


Berarti kurang dari 1 Jam lagi pesawat yang membawa Ivanna dan lainnya akan mendarat di bandara.


Banyak wartawan yaang berusaha untuk meliput hal ini, namun tim keamanan segera melindungi kondisi atasannya agar tidak bocor. Mereka segera digotong menuju ruangan khusus Dirgantara.

__ADS_1


"Bang, jangan bercanda!" Ucap Carenza yang masih belum percaya.


"Ini masalah nyawa adik saya! tidak mungkin saya berdusta untuk masalah ini!" ucap Fajri tegas memandang Carenza dengan lekat dan jarak yang cukup dekat.


"Hiks, bang! Apa kamu tidak salah lihat, nak?" Tanya Fajira lirih.


"Abang gak salah lihat, bunda. Mereka ada di dalam pesawat komersil! Semoga mereka mendarat dengan selamat di sini!" Ucap Fajri lembut sambil mengusap mata Fajira.


"Bunda belum siap, bahkan tidak akan pernah siap untuk kehilangan kalian!" Ucap Fajira memeluk Fajri dengan erat.


Sementara Carenza hanya bisa berharap jika Ivanna memang baik-baik saja. Ia ikut duduk di ruangan itu sambil mengelus cincin milik Ivanna yang tengah ia pakai.


🌺🌺


Sementara itu, sebelum berangkat, Joe memberi kabar jika pesawat Dirgantara mengalami kerusakan dan sudah berada di bengkel pesawat terdekat.


"Naik pesawat komersil saja!" ucap Ivanna dingin.


"Baik, Nona!" ucap Joe


Ia dan beberapa pengawal lainnya berkejaran dengan waktu, memesan tiket pesawat untuk mereka kembali ke Indonesia. Karen, pesawatnya itu akan berangkat dalam waktu 15 menit.


"Katakan, Jangan di paksa untuk membawa pesawat itu pulang, jika tidak layak untuk di terbagkan!" ucap Ivanna menaiki pesawat dan duduk di atas kursinya.


"Baik, Nona!" Ucap Joe.


Ia masih sempat untuk mengirim pesan kepada pilot sesuai dengan perkataan Ivanna. Sementara gadis itu sudah tidak memiliki waktu untuk kembali menghubungi keluarga jika ia menaiki pesawat komersil.


Burung besi itu segera mengudara, lepas landas meninggalkan negara Hongkong yang menjadi negara terakhir sebagai tujuan perjalanan bisnisnya.


Seharusnya Ivanna berangkat sekitar satu jam lagi, namun karena masalah pesawat baru ditemukan, keputusan itu segera di ambil, agar kepulangannya tidak tertunda.


"Nona, saya tidak menyangka jika nama Nona bisa naik peringkat, dan sekarang berada pada nomor 12 Asia, dan sebentar lagi bisa menyusul tuan Fajri yang ada di urutan pertama!" Ucap Felicia berbinar.


"Iya, Fel. Ini juga berkat usaha dan bantuan dari kalian semua! Tetapi, perasaan saya tidak enak! Coba kamu tanya kepada joe, Apakah ia sudah mengirimkan pesan kepadan pilot itu atau belum!" Ucap Ivanna.


"Baik, Nona!" Felicia pergi menemui Joe untuk bertanya. Ia kembali duduk dengan tenang di sebelah Ivanna dan mengatakan jika Joe sudah mengatakannya.


Kenapa perasaanku tidak enak? Semoga keluargaku baik-baik saja!. Batin Ivanna.


🌺🌺


TO BE CONTINUE


shock terapi dikit gais 🀭🀭


Jangaan skip like plis 😭😭


Gak koment, gak papa, asal jangan skip like 😭😭

__ADS_1


TERIMA KASIH πŸ˜˜πŸ’•


__ADS_2