
Hari ini, adalah hari yang begitu bersejarah untuk Carenza. Dimana ia akan memecahkan rekor MURI, karena berhasil membuka beyitu banyak cabang dalam satu waktu.
Semua persiapan sudah dilakukan di tempat masing-masing. Melalui video konfrens Carenza akan membuka semua cabangnya secara resmi.
Semua orang sudah berkumpul disalah satu restoran yang akan dibuka pagi ini. Ia juga meminta Ivanna untuk memberikan sedikit kata sambutan nantinya.
Carenza terlihat sangan tampan dengan setelan jas berwarna navy yang senada dengan gaun yang digunakan oleh Ivanna pagi ini.
"Apa kamu gugup, Baby?" tanya Ivanna yang melihat jika Carenza begitu gelisah.
"Iya, sayang! Aku takut terjadi kesalahan nanti!" Ucap Carenza lirih.
"Sini!" Ucap Ivanna merentangkan tangannya.
Carenza segera menyambut pelukan hangat itu sembari mengatur nafasnya.
"Kamu hanya perlu tenang, By! Jika semuanya sudah di atur sedemikian rupa, aku yakin acara ini akan berjalan dengan baik!" Ucap Ivanna mengelus kepala Carenza.
"Jangan jauh-jauh nanti, sayang!" Uca Carenza lirih.
"Iya!" ucap Ivanna tersenyum.
Tepat pukul sembilan pagi, acara sudah dimulai. MC mulai bercerita mengenai resto dan perjalanan karier Carenza mulai dari awal hingga sampai sekarang.
Banyak tamu yang hadir merasa kagum dengan pencapaian Carenza. Namun satu hal, ia tidak pernah terlihat bersama dengan seorang gadis selain sekretarisnya.
"Pagi ini, kita kedatangan tamu spesial, yaitu keluarga Dirgantara grub, selamat datang, Tuan, Nyonya! Wah, begitu beruntung sekali kita pada pagi hari ini. Baiklah, Sedikit kata sambutan yang akan disampaikan oleh Nona Muda Ivanna. kepada Nona disilahkan dengan segala hormat!" Ucap MC.
Ivanna dengan anggun, berjalan menuju podium yang telah di sediakan. Ia tersenyum tipis menatap semua orang yang begitu kagum melihat dirinya bergabung bersama mereka dan menghirup udara yang sama.
"Selamat pagi, semuanya. Saya merasa cukup tersanjung bisa memberikan sepatah kata dalam acara pembukaan cabang serentak restoran milik, Tuan Carenza," Ucap Ivanna.
"Saya begitu mengapresiasi kerja keras dari beliau. Jika setiap restoran atau usaha makanan lain memiliki cabang ratusan bahkan ribuan, tetapi mereka belum tentu mampu untuk membuka cabang sebanyak ini dalam satu waktu. Bukan saya meremehkan, tetapi butuh persiapan yang matang dan memikirkan dampak yang akan terjadi di kemudian hari!" Ucap Ivanna lantang.
"Saya masih ingat, beberapa tahun silam. Cabang pertama Culun's Resto itu ada di jalan mangga blok D kalau gak salah. Saya tidak tau kenapa tuan Carenza bisa memiliki pemikiran yang begitu tidak lazim, dimana wallpaper dindingnya pada saat itu, menggunakan gambar kartun. Ada satu hal yang menarik bagi saya, ketika Naruto melamar Elsa frozen. Sekarang saya paham apa maksud dari gambar itu!" Ucap Ivanna santai.
"Berdiri dengan kaki sendiri, mencapai suatu keadaan dimana seorang Tuan Carenza berusaha untuk terlihat pantas dimata orang lain. Dan hari ini, anda bisa membuktikan jika anda memang pantas, bahkan sangat pantas untuk bersanding dengan saya!" Ucap Ivanna tersenyum tipis menatap Carenza dengan lekat.
Semua orang terkejut mendengarkan perkataan Ivanna yang seolah menawarkan diri untuk menjadi pasangan Carenza. Mereka berbisik-bisik menerka apa yang tengah terjadi saat ini.
Astaga, apa rencana kalian kali ini? Dasar bucin couple!. Batin Fajri mendelik.
__ADS_1
"Saya mewakili Dirgantara grub, sekali lagi mengucapkan selamat kepada Tuan Carenza, atas pencapaian yang telah anda dapatkan hingga saat ini. Terima kasih" Ucap Ivanna turun dari podim.
"Terima kasih kita ucapkan kepada Nona Ivanna yang telah memberikan teka-teki untuk kita semua! Selanjutnya, kita masuk ke acara inti, sepatah kata dari Tuan Carenza sekaligus membuka seluruh cabang restoran secara simbolis, kepada Tuan Carenza disilahkan dengan segala hormat!" Ucap MC.
Carenza tersenyum, ia berjalan menaiki podium dan berdiri dengan wajah yang penuh dengan rasa bangga dihadapan semua orang. Apa lagi, acara ini di siarkan langsung oleh beberapa media televisi.
"Selamat pagi semuanya. Saya mengucapkan ribuan bahkan jutaan terima kasih kepada keluarga, karyawan dan sahabat yang telah membantu untuk mewujudkan keinginan saya, hingga akhirnya bisa seperti saat sekarang ini!" Ucap Carenza tersenyum.
"Pencapaian saya hari ini, tidak luput dari sebuah tujuan, yaitu ingin merasa pantas untuk seseorang. Saya pernah mendapatkan sebuah pesan yang menjadi cambuk untuk memacu semangat agar bisa menjadi manusia yang lebih baik lagi," ucap Carenza mulai tercekat
"Saya masih ingat beliau mengatakan jika saya ingin berada di samping adiknya, saya harus menjadi laki-laki yang kuat, karena untuk memilikinya bukan suatu hal yang mudah. Akan banyak orang yang menjatuhkan ketika kamu sampai pada titik kemenangan! Pergilah sejauh mungkin untuk mencari jati diri, dan kamu bisa kembali ketika kamu memilih power yang cukup bagus untuk mengalahkan semua rivalmu!. Beliau berbicara dengan begitu tegas dan bijak sana, sehingga saya berjuang mulai dari nol mengerjakan apapun dan membuat berbagai hal hingga berada di titik ini!" Ucap Carenza bangga.
"Kini tujuan utama saya sudah berhasil, yaitu memiliki Tuan putri Dirgantara grub. Saya tidak lagi takut, jika ada yang ingin menjatuhkankan apa yang saya miliki hingga hari ini, karena saya memiliki cintanya. Itu sangat lebih dari cukup untuk membuat saya terus bertahan untuk menghadapi siapapun!" Ucap Carenza dengan bangga.
Semua semakin tercengang mendengar apa yang di katakan oleh Carenza barusan.
"Jika ada yang bertanya, apa dan siapa motivasi saya? Ya, dia adalah Ivanna Hanindya Dirgantara, gadis yang teramat sangat cantik ini lah yang membuat saya sampai di posisi sekarang. Sayang, Terima kasih karena sudah berada di sisiku, And I Love you!" Ucap Carenza tersenyum begitu manis.
Semua orang semakin tercengang mendengarkan pengakuan Carenza. Apa dia gila? begitu fikir mereka.
Prok, Prok, Prok!
Fajri dan Irfan berdiri sambil bertepuk tangan di ikuti oleh keluarga yang lain, hingga tanpa sadar semua orang juga ikut bertepuk tangan. Bahkan Ivanna pun juga ikut berdiri di sana.
Srek!
Pengguntingan pita serentak dilakukan dan membuat air mata pria tampan itu tidak lagi bisa ia bendung. Dengan rasa bahagia karena berhasil mengangkat derajat orang tua, mendapatkan gadis cantik dan masa depan cerah yang begitu jelas tergambar didepan mata.
Ivanna berjalan kedepan untuk memeluk Carenza. Sontak semua orang segitu terkejut dan berteriak histeris melihat adegan yang sedang di siarkan langsung itu.
Astaga, kalian memang benar-benar!. Batin Fajri mendelik.
"Jangan menangis lagi!" Ucap Ivanna tersenyum sambil mengusap air mata Carenza.
Semua orang yang melihat itu terdiam. Suasana yaang harusnya meriah menjadi tercengang, hening dan penyh dengan kebingungan.
Apa yang sebenarnya terjadi? Dimana mereka sekarang? Ini sungguh membingungkan.
"Hmm, apa boleh kami bertanya sedikit, Nona?" Tanya MC dengan begitu gugup.
"Boleh, silahkan!" Ucap Ivanna.
__ADS_1
"Ja-jadi, pa-pacar anda selama ini adalah Tuan Carenza?" Tanya MC itu gugup.
"Iya! Dan kami sebentar lagi akan menikah!" Ucap Ivanna.
Carenza memeluk pinggang Ivanna dari belakang dengan possesif. Ia ingin memperlihatkan kepada dunia, jika gadis cantik ini adalah miliknya.
"Iya kah, Nona?" Tanya MC tidak percaya. "Bisakah kami mendapatkan bocoran?" sambungnya.
"Dalam waktu dekat, Tidak sampai satu bulan lagi. Nanti kami akan mengundang media untuk meliputnya!" Ucap Ivanna.
"Be-berarti, Hubungan anda sudah go publik? Apa itu tidak menjadi masalah, Nona?" Tanya MC itu.
"Selagi tidak ada yang mengganggu atau membuat kekacauan, itu tidak masalah!" Ucap Ivanna.
"Terima kasih atas waktunya Nona! Saya merasa begitu tersanjung karena bisa mengobrol dengan anda secara langsung!" Ucap MC itu terharu.
"Jangan berlebihan!" Ucap Ivanna tersenyum tipis.
"Hehe, Anda terlihat lebih cantik dari pada di foto!" Ucap MC laki-laki itu memuji Ivanna.
Wajah Carenza yang tersenyum berubah masam ketika mendengar pujian itu. Ia menatap tajam MC yang masih belum menyadari tatapan penuh dendam dari Carenza.
"Hmm, sedikit lagi, Tuan! Bagaimana anda bisa mendapatkan hati, Nona muda Ivanna?" Tanya MC itu melonjak.
"Itu rahasia, jika saya memberitahukan, makan semua orang akan berbuat hal yang sama, dan kami tidak mempunyai waktu untuk mengurus itu!" Ucap Carenza tegas.
Pria gemulai itu tersentak ketika melihat tangan Carenza sudah terangkat, pertanda jika ia tidak menerima pertanyaan lagi.
"Saya ucapkan terima kasih dan selamat untuk Tuan dan Nona, semoga pernikahan yang di impikan bisa terwujud dengan terlaksana dengan lancar tanpa hambatan!" Ucap MC itu.
Ia segera menutup acara sambil mempersilahkan ara tampil undangan untuk mencicipi hidangan yang telah di sediakan.
Acara berlangsung cukup meriah, apa lagi Ivanna dan Carenza mau merespon orang-orang yang ingin menyapanya. Hingga acara selesai, menjelang sore. Mereka segera ilang ke rumah masing-masing, karena besok akan begitu sibuk untuk mempersiapkan pernikahan yang akan dihelat secara besar-besaran itu.
πΊπΊπΊ
TO BE CONTINUE
Maaf ya gais, aku jarang update. Aku sok sibuk aja sih, wkwkwk.
Nikmati prosesnya gais, walaupun aku sudah gatal untuk menikahkan mereka, tetapi aku ingin menikmati alur sebelum pasangan bucin ini menikah. ππ
__ADS_1
Terima kasih yang sudah memberi dukungan untuk author. Jangan bosan-bosan ya π€π€