
"Terima kasih, datang lagi ya kak!" ucap Tono ramah mengantar kepergian pelanggan.
Setiap hari, ia selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi cabang resto yang masih bisa ia jangkau. Tono bukan hanya menjual kepandaian, ia juga memanfaatkan wajah tampannya untuk menarik pembeli, dan itu cukup berhasil.
Namun, setelah ia menjalin hubungan dengan Ivanna, gadis cantik itu selalu sewot ketika melihat wajah tampannya di puji oleh orang lain di sosial media.
Seperti pagi ini, Ivanna mengirimnya pesan yang berisikan ultimatum, untuk berhenti memasang wajah tampannya dimana-mana. Tono hanya bisa tersenyum melihat kecemburuan Ivanna.
Ternyata, akulah pemilik hatinya! Padahal aku ingin menegakkan bendera peperangan kepada semua laki-laki, agar bisa mendapatkan hati Ivanna dengan utuh. Ah, ternyata aku memang orang yang beruntung. Bukan! Aku adalah orang yang sangat beruntung!. Batin Tono senang.
Ia tersenyum manis di depan pintu dan membuat beberapa pelanggannya histeris.
"Kak, boleh minta foto gak?" ucap salah satu dari mereka yang menghampiri Tono.
"Boleh, kak!" ucap Tono tersenyum.
Ia tidak memikirkan bahaya yang akan datang jika sang Putri raja mengetahui hal ini. Perang dunia ke tiga mungkin bisa saja terjadi.
Cekrek...,
Cekrek...,
Cekrek...,
Beberapa orang berhasil mengambil foto bersamanya. Mereka langsung mengupload foto tersebut dan menandai Tono, dengan caption yang manis.
"Terima kasih ya, kak!" ucap mereka.
"Iya, sama-sama!" ucap Tono berlalu dan kembali ke dapur.
Ia melihat waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi.
"Apa aku kirimkan lagi cemilan untuknya?" tanya Tono dengan wajah bahagia.
Ia segera meraih ponsel pintarnya dan menghubungi Ivanna. Namun satu panggilan terlewati begitu saja tanpa ada yang mengangkatnya.
"Mungkin sayangku sedang rapat," ucap Tono tersenyum.
Ia segera memasak beberapa cemilan berbahan dasar coklat yang spesial karena di buat dengan cinta.
Tring...,
Ketika asik membuat kue, sebuah pesan masuk ke dalam. ponsel Tono. Ia segera melihat siapa yang tengah mengiriminya pesan.
๐ฉ From Sayangku๐
"Baby, aku lagi rapat di luar, gak usah kirim cemilan ya ๐ข!" Tulis Ivanna.
Wajah Tono berubah murung, karena mendapatkan pesan dari Ivanna. Padahal kue itu sudah matang dan siap untuk di bungkus.
๐ฉ To Sayang๐
"Padahal, muffin coklatnya sudah selesai ๐ญ. Nanti siang kita ketemu ya, sayang. Apa aku ke kantor kamu saja?" tulis Tono.
Send.
Cukup lama ia menunggu jawaban dari Ivanna. Namun nihil, gadis itu tidak kunjung membalas pesannya.
Tono memilih untuk memasukkan kue itu ke dalam etalase agar ada orang yang membelinya nanti. Ia duduk di tepi jendela sambil memandangi mobil yang berlalu lalang.
Bagaimanapun, ia harus bisa mengerti bagaimana pekerjaan Ivanna dengan tanggung jawab yang sangat besar.
Huft,...
Padahal kemarin baru bertemu, sekarang udah sangat rindu. Ahh, ternyata cinta bisa membuat orang merana!. Batin Tono.
Ia teringat jika hari ini ada pertemuan dengan salah satu pemilik restoran mewah yang akan bekerja sama dengannya.
Tono segera bergegas untuk pergi ke sana, dengan harapan yang begitu besar, karena ia berniat untuk membeli beberapa persen saham di restoran itu.
__ADS_1
Jika aku dapat 10 persen saja di sana, itu sudah lebih dari cukup untuk aku berikan kepada Ivanna ketika menikah nanti. Batin Tono senang.
Tak lama mobilnya terparkir di samping mobil yang begitu ia kenal. Tono mengernyit bingung menerka apa yang dilakukan oleh Ivanna di sini.
Apa mungkin Nana tengah mengadakan rapat di sini?. Batin Tono bertanya.
Ia segera masuk ke dalam restoran dan memilih untuk duduk di dekat pintu, agar bisa melihat dengan siapa gadis cantik itu pergi.
Semoga aku bisa menahan cemburu nanti!. batin Tono.
Tak berapa lama, ia melihat Ivanna keluar bersama satu orang laki-laki dan dua orang perempuan.
Telinga Tono memerah, karena melihat laki-laki itu tengah tersenyum manis sambil menatap Ivanna. Walaupun yang di tatap masih menampilkan mode dinginnya.
"Hmm, apa kita bisa makan malam berdua saja, Nona?" tanya Azmi tersenyum.
"Maaf, Tuan! Saya rasa hubungan kita tidak sedekat itu!" ucap Ivanna menolak.
"Hmm, gak ada salahnya kalau kita mencoba untuk lebih dekat? saya single, Nona juga single, kenapa tidak?" ucap Azmi.
Ivanna menatap pria tampan itu dengan tajam. Manusia macam apa ini? begitu fikirnya.
Sementara Tono sudah menahan dirinya dengan keras agar tidak menimbulkan keributan dan membuat Ivanna malu.
Ini tidak bisa di biarkan!. teriaknya di dalam hati.
"Maaf, Tuan. Saya sudah memiliki kekasih dan mungkin sebentar lagi kami akan menikah!" ucap Ivanna tegas.
"Ah, saya penasaran, Siapa laki-laki hebat yang berhasil mendapatkan Tuan Putri ini. Apa dia laki-laki yang direstui oleh, Tuan Fajri? Betapa beruntungnya dia. Tetapi, bukankah sebelum janur kuning melengkung, siapa saja masih memiliki kesempatan untuk mendapatkan anda, Nona!" ucap Azmi.
"Terserah, jika anda masih ingin berusaha, silahkan berhadapan dengan Abang saya terlebih dahulu!" ucap Ivanna yang mulai kesal.
"Hmm, oke. Kita lihat bagaimana kedepannya nanti!" ucap Azmi tersenyum manis dan berlalu dari sana.
Ivanna hanya menatap tajam kepergian laki-laki itu. Jika bukan karena bisnis ia tidak ingin berhubungan dengannya. Namun mata tajam itu langsung membola, ketika melihat wajah Tono yang tidak bersahabat.
"Baby?" panggil Ivanna mengernyit.
"Apa dia rekan bisnis kamu, sayang?" tanya Tono dengan wajah sedihnya.
"Iya. Kamu ada perlu apa di sini?" tanya Ivanna mengelus tangan Tono setelah duduk di sampingnya.
"Tadi aku mau bertemu dengan pemilik resto ini, tetapi malah melihat rivalku yang lain!" ucap Tono menyandarkan kepalanya di bahu Ivanna.
"Jangan marah, kamu pasti mendengar apa yang aku katakan tadi?" ucap Ivanna mengelus kepala Tono lembut.
"Hmm, Aku cemburu, sayang!" keluh Tono.
Mata Ivanna langsung membola. ketika ia mengingat beberapa postingan perempuan yang menandai Tono tadi.
"Kamu fikir aku juga gak cemburu?" ucap Ivanna dingin.
"Eh?" Tono mengangkat kepalanya dan menatap Ivanna. "Kenapa?" tanya Tono polos.
Ivanna mendelik, ia segera mengeluarkan ponsel dan mencari foto yang bisa membuat emosinya meledak kapan saja.
"Ini! Bukannya kamu sudah berjanji untuk tidak memasang foto dalam jenis apapun lagi!" ucap Ivanna kesal.
"Eh, sayang. I-itu, itu aku gak bisa menolak, sayang!" ucap Tono takut.
"Huh, dasar! Aku marah!" ucap Ivanna melipat kedua tangannya di dada.
"Ah, jangan marah, sayang. Maafin aku!" ucap Tono membujuk.
"Aku kesal, By. Ah sudahlah, aku mau pulang!" ucap Ivanna ketus berjalan keluar dari restoran dan masuk ke dalam mobilnya.
"Sayang, jangan gitu!" ucap Tono mengejar Ivanna dan ikut masuk.
"Sudah sana, aku mau pulang!" ucap Ivanna ketus.
__ADS_1
"Jangan gitu dong, sayang!" ucap Tono berusaha untuk membujuk Ivanna.
Ah dia manis sekali!. Batin Ivanna menjerit.
"Janji gak gitu lagi?" ucap Ivanna cemberut.
"Hmm, janji. Kecuali kalau terdesak!" ucap Tono dengan puppy eyesnya.
"Aku cemburu, By. Aku gak suka!" ucap Ivanna lirih.
"Baiklah, maafkan aku. Besok gak lagi, sayang!" ucap Tono lembut. "Tapi kamu jangan dekat-dekat lagi sama dia! Kamu tau, kalau posisi aku sangat mudah untuk mereka kalahkan!" ucap Tono memelas.
"Kamu tenang saja, hati aku gak akan goyah walaupun kamu gak punya apa-apa!" ucap Ivanna tersenyum manis sambil memegang pipi Tono.
"Hmm," Tono memonyongkan bibirnya sambil menutup mata.
"Kenapa bibirnya seperti itu?" tanya Ivanna mendelik.
"Ya, mana tau bisa dapat bonus!" ucap Tono terkekeh dan kembali memonyongkan bibirnya.
"Beneran mau dapat bonus?" tanya Ivanna jahil.
"Mau, sayang!" ucap Tono berbinar.
"Nikahin aku dulu, baru bisa dapat kecup-kecup!" ucap Ivanna tergelak.
"Ihh," ucap Tono kesal.
Ia begitu senang melihat Ivanna bisa tertawa lepas ketika bersamanya. Ia merasa begitu bahagia dan istimewa, karena tidak semua orang bisa melihat senyum sang tuan Putri.
"Cantik," ucap Tono tersenyum.
Blush...,
Ivanna langsung terdiam dengan wajah yang merona.
"Jangan memuji aku, By. Bahaya!" ucap Ivanna tersenyum.
"Kenapa, sayang? Kamu memang cantik!" tanya Tono.
"Bahaya, By. Nanti kamu makin cinta sama aku!" ucap Ivanna.
"Ah, memang itu tujuanku, sayang!" ucap Tono tersenyum manis.
"Jangan senyum seperti itu!" cicit Ivanna.
"Kenapa, sayang?" tanya Tono mengernyit.
"Nanti Abang marah, By!" ucap Ivanna lirih.
"Tapi kenapa, sayang? Atau aku akan tersenyum kepada kamu terus!" tanya Tono penasaran.
"Se-sepertinya aku harus pergi!" ucap Ivanna salah tingkah.
"Baiklah, Hati-hati di jalan, sayang!" ucap Tono mengelus kepala Ivanna dengan lembut.
"I-iya. Kamu juga hati-hati!" ucap Ivanna tersenyum manis.
"Nanti sore aku jemput, ya!" ucap Tono.
"Iya, aku tunggu!" ucap Ivanna.
Tono berangsur turun dari mobil dan melambaikan tangannya. Melihat itu, Pak Sakti dan Felicia segera menaiki mobil dan meninggalkan restoran mewah itu.
๐บ๐บ๐บ
TO BE CONTINUE
triple update gak ya?
__ADS_1