IVANNA, Putri Sultan Milik CEO

IVANNA, Putri Sultan Milik CEO
Obsesi Atau Cinta


__ADS_3

Selepas berbelanja, Ivanna kembali ke kantor dan menyelesaikan beberapa pekerjaan yang tertinggal. Wajah cantiknya terlihat letih, karena jadwal yang begitu padat.


"Permisi, Nona. Di bawah ada, Tuan Bryan!" ucap Fitry masuk ke dalam ruangan Ivanna.


"Hmm? Bryan?" tanya Ivanna mengernyit.


Tepat ponselnya berbunyi, di sana terlihat laki-laki itu tengah memanggil. Ia segera mengangkatnya, dan mmengizinkan Bryan untuk masuk ke dalam ruangan.


"Mbak, Saya ingin pulang cepat hari ini, apa bisa?" tanya Ivanna penuh harap.


Fitri segera melihat tablet yang selalu ia bawa untuk mengatur jadwal Ivanna.


"Sore ini anda ada pertemuan dengan perusahaan Angkasapura untuk membahas proyek pembangunan perumahan mewah yang ada di jalan XYZ, Nona. Saya rasa, Nona tidak bisa pulang cepat hari ini!" ucap Fitry menjelaskan.


"Huft, baiklah. Katakan pada Felicia untuk bersiap!" ucap Ivanna kecewa.


"Baik, Nona! Permisi." ucap Fitri keluar dari ruangan Ivanna.


Sementara di luar ruangan Ivanna, Felicia tengah berdebat dengan Bryan. Ia melarang pria tampan itu masuk dengan alasan karena tidak bisa menunjukkan bukti, jika ia sudah membuat janji.


Sialnya, Bryan tengah menggunakan setelan casual tanpa jas kerjanya. Sehingga Felicia memasang siaga satu untuk melindungi Ivanna dari siapapun, karena itu menjadi tugas utamanya.


"Saya baru saja menelfon Ivanna, Kau baru kerja di sini sudah berani dengan saya!" Bentak Bryan.


"Tentu saya berani, walaupun saya baru bekerja, tetapi saya sudah menanda tangani kontrak!" bentak Felicia tak kalah berani.


"Kau!" ucap Bryan menunjuk Felicia.


"Ada apa ini?" tanya Fitri yang baru saja keluar dari ruangan Ivanna.


"Ini, mbak. Orang aneh ini memaksa untuk masuk ke dalam, tanpa bisa menunjukkan bukti jika dia sudah membuat janji dengan, Nona!" ucap Felicia menatap Bryan dengan tajam.


"Dia baru saja membuat janji, Fel. Biarkan dia masuk!" ucap Fitri tersenyum.


"Tu, kau dengar! Saya sudah membuat janji dengan Ivanna!" ucap Bryan sarkas.


Felicia hanya menatap Bryan dengan tajam. Ia mengikuti laki-laki itu masuk ke dalam ruangan Ivanna. Namun pria tampan itu menyadari keberadaannya.


"Kenapa kau mengikuti, saya?" bentak Bryan.


"Apa masalah anda, Tuan? saya asisten pribadi, Nona Ivanna. Dan saya harus berada di samping Nona selama berada di perusahaan!" ucap Felicia tegas dengan mata yang melotot.


"Sekarang kau bisa istirahat! saya akan pergi bersama Ivanna!" ucap Bryan kesal.


"Anda tidak punya hak untuk melarang saya! Justru Saya yang berhak mengusir anda, saya berhak melarang siapa saja yang tidak berkepentingan!" bentak Felicia.


"Kau!" tangan Bryan terangkat hendak memukul Felicia.


Beruntung Ivanna sudah berada di belakang pria tampan itu dan langsung menarik tangan Bryan kebelakang.


"Kenapa kau sangat kasar Bryan?" tanya Ivanna dingin, sambil menahan tangan Bryan dengan sangat kuat.


"Na, Nana?" ucap Bryan terkejut.

__ADS_1


Ivanna yang terlihat dingin, mendorong tubuh Bryan dengan keras dan membuat pria itu hampir tersungkur.


"Dia yang mulai dulu, Na. Dia mempersulitku untuk bertemu denganmu!" ucap Bryan mengadu mencari pembelaan.


"Bukankah, kamu juga memiliki asisten pribadi? apa hal ini baru kamu temui, tuan Bryan?" tanya Ivanna dingin.


Bryan tersentak, bukannya mendapatkan dukungan, justru ia merasa di pojokkan oleh Ivanna.


"Harusnya kamu bisa menjaga sikap, Bry. Walaupun dia baru saja bekerja, tetapi posisinya lebih tinggi dari yang lain!" ucap Ivanna dengan mata yang menyalang. "Masuk kalian berdua!" titahnya.


Felicia yang sedikit takut, langsung mengikuti Ivanna tanpa melihat kearah Bryan. Sementara laki-laki itu mengerutuki emosi yang tidak bisa ia tahan di hadapan Ivanna.


Gadis cantik itu berdiri di dekat jendela, dah menatap nanar pemandangan luas yang ada di hadapannya.


"Duduklah!" ucap Ivanna tanpa menoleh.


Bryan dengan patuh duduk di sofa yang ada di sana, sementara Felicia masih tetap berdiri di belakang Ivanna.


"Kamu juga Fel!" ucap Ivanna.


"Baik, Nona!" ucap Felicia yang mulai gemetaran takut.


Hening, tanpa ada yang memulai pembicaraan. Ivanna hanya terdiam sambil memikirkan bagaimana agar Bryan tidak lagi membuat onar di perusahaannya.


"Ada keperluan apa kamu datang, Bry?" tanya Ivanna tanpa menoleh.


"Aku ingin mengajak kamu jalan, Na. Di tepi bukit, ada yang mengadakan lomba motor trail, apa kamu mau ikut?" tanya Bryan.


"Lalu kapan aku bisa mendapatkan kesempatan untuk mendekatimu, Na? Sementara laki-laki itu, dia selalu mendapatkan kesempatan untuk dekat denganmu!" ucap Bryan lirih.


"Karena dia mencari tau kapan waktu kosongku, Bry!" sergah Ivanna yang tidak suka.


Hening, Ivanna menghela nafasnya yang terasa berat karena menahan emosi. Waktunya yang berharga terbuang sia-sia.


"Jika kamu terus membuat keributan di kantorku, maaf namamu akan aku blacklist!" ucap Ivanna.


"Na, Kenapa kamu pilih kasih seperti ini? Atau aku memang tidak boleh mendekatimu? Tolong katakan dengan tegas, agar aku tau diri untuk tidak berharap kepada kamu lagi!" ucap Bryan tegas.


Ivanna menatap Bryan dengan tajam dan sinis, bukahkan dari dulu ia tidak menginginkan laki-laki ini. Felicia hanya bisa menelan ludahnya sambil menyimak pembicaraan dua orang berkuasa itu.


Ternyata Nona Ivanna begitu tegas dan berwibawa. Sifatnya yang dingin bukan tanpa alasan!. Batin Felicia yang begitu kagum melihat Ivanna.


"Bukankah dari awal, kamu yang memaksaku, Bryan. Aku tidak suka jika kamu membawa orang lain dalam hal ini. Sikapmu sangat belum dewasa!. Aku tidak pernah memaksamu untuk mendekatiku, tapi kamu yang begitu ingin. Aku sudah memberikan kesempatan, tapi kamu tidak mempergunakannya dengan baik!" ucap Ivanna sarkas.


Bryan terdiam sambil menatap nanar sembarang arah setelah mendengarkan ucapan Ivanna


"Pikirkanlah semuanya, aku yang harus melarangmu, atau kamu yang membuat keputusan sendiri!" ucap Ivanna tegas.


Felicia semakin kagum dengan sifat Ivanna yang begitu tegas dengan laki-laki.


Aku harus mencontoh Nona Ivanna dan harus bersikap seperti ini kepada orang-orang yang hanya akan mengancam ketenteramanku ketika berada di samping, Nona. batin Felicia berbinar.


"Maafkan, Aku!" ucap Bryan menunduk.

__ADS_1


"Kamu tidak bisa berbuat seenaknya karena aku memberikan kesempatan kepadamu! Di sini bukan Singapura, ataupun Thailand. Aku harap kamu bisa paham dengan apa yang aku katakan!" ucap Ivanna melunak.


"Baiklah, maafkan aku! Jadi kapan aku bisa mengajakmu, Na?" tanya Bryan lembut.


Cih, sok ngomong lembut! Dasar buaya!. Batin Felicia mendelik.


"Minggu ini aku tidak bisa, Bryan. Jadwalku sangat padat, karena ada proyek baru yang harus aku menangkan. Aku harap kamu paham!" ucap Ivanna menatap Bryan.


"Baiklah!" ucap Bryan pasrah.


Begitu susah aku menjangkau kamu, Na. batin Bryan.


"Permisi, Nona. Dua puluh menit lagi, pertemuan dengan perusahaan Angkasapura!" ucap Fitry masuk ke dalam ruangan Ivanna.


"Felicia, kamu bersiaplah dan cepat!" ucap Ivanna.


"Baik, Nona!" ucap Felicia masuk kedalam ruangannya yang dibuat khusus oleh ivanna.


Sementara Bryan mencoba mendekat kearah Ivanna. Ia begitu menyayangi gadis kecil yang selalu mengusik ketenteraman tidurnya di dalam kelas.


"Na?" panggil Bryan dengan lembut.


"Hmm?" Ivanna bereham dan menoleh ke arah Bryan.


"Maafkan aku. Sungguh, aku takut jika kamu di miliki oleh orang lain, Na!" ucap Bryan lirih.


"Bryan, coba tanya pada diri kamu sendiri. Rasa yang ada saat ini, beneran sayang atau hanya obsesi semata!" ucap Ivanna lirih dan tersenyum tipis.


"Kenapa? Aku sudah yakin jika aku memang benar-benar mencintaimu!" tanya Bryan mengernyit.


"Sayangnya, aku hanya melihat obsesi di dalam diri kamu! Tanya dulu hati kamu, gunakan logika dan perasaan! Aku harap kamu paham!" ucap Ivanna menatap Bryan lekat. "Aku harus bersiap!" sambung Ivanna masuk ke dalam kamarnya.


Tinggal lah, Bryan di sana. Ia hanya menatap nanar kepergian Ivanna dengan perasaan yang bercampur aduk.


Benarkah ini hanya obsesi? tidak, aku yakin jika akuemang betul-betul mencintainya!. Batin Bryan.


Ia memilih untuk duduk di sofa sambil menunggu Ivanna keluar dari ruangannya.


🌺🌺🌺


TO BE CONTINUE


Aku akan Update normal ya gais. Aku usahakan Update tiap hari.


Terima kasih banyak karena sudah mendukung ceritaku. πŸ€—


LIKE


LIKE


LIKE


LIKE

__ADS_1


__ADS_2