
"Silahkan kepada kedua mempelai untuk mengucapkan janji pernikahan, dimulai dari tuan Carenza, silahkan, tuan!" Ucap MC.
Carenza berdiri menghadap ke arah Ivanna dan menggenggam erat tangan gadis cantik itu. Ia tersenyum dengan air mata yang kembali menetes.
"Sayangku, Istriku. Dari awal, aku tau dan sadar diri, jika aku tidak pantas bersanding denganmu. Tetapi, entah mengapa aku begitu ingin untuk mendapatkanmu, menjadikanmu ratu dalam hidupku," ucap Carenza.
"Terima kasih karena kamu mau menerima laki-laki yang begitu banyak kekurangan ini. Tapi aku berjanji, akan membahagiakanmu dengan seluruh kemampuanku," Ucap Carenza tercekat.
"Sayang, Mencintaimu adalah sebuah kehormatan bagiku dan memilikimu adalah keinginan terbesarku. Genggam tanganku selalu dan jangan pernah kamu lepaskan!" Ucap Carenza.
"Terima kasih, karena kamu mempercayakan hatimu kepadaku, menjadikan aku raja dalam hidupmu. Sesuai dengan janjiku ketika kita bertunangan, Aku akan membahagiakanmu dengan seluruh kemampuan dan cinta yang aku miliki!" Ucap Carenza dengan air mata yang kembali menetes.
Semua orang terdiam menahan haru, mendengarkan ungkapan dari hati seorang Carenza kepada Ivanna dihadapan mereka.
"Aku adalah laki-laki yang begitu tidak tau diri, menginginkan seorang putri raja untukku nikahi. Namun ternyata tuhan mengizinkan aku untuk memilikimu, sayang!" Ucap Carenza merasa tidak kuat.
Ivanna mengelus lembut pipi Carenza sambil mengusap air matanya. Dari perlakuan itu para tamu undangan bisa melihat jika mereka saling mencintai satu sama lain.
"Abang pernah berkata 'Jika kamu serius kepada adikku, perjuangkan! Jangan menjadi seorang pengecut yang hanya mengandalkan harta dan tampang untuk memikat perempuan. Adikku adalah perempuan berhati hangat, kamu bisa menunjukkan rasa melalui perhatian, lemah lembut dan kasih sayang!' Entah kenapa aku merasa Abang memberikanku restu secara tersirat!" Carenza semakin tercekat.
"Dan hari ini aku sudah membayar lunas semua keinginan, semua harapan dan cita-citaku, yaitu menjadikanmu ratu di dalam keluarga kecil kita nanti. Ivanna Hanindya Dirgantara, Aku mencintaimu dengan seluruh duniaku!" ucap Carenza tegas dan mengecup tangan Ivanna dengan lembut.
"Begitu indah kata-kata yang di dusun dengan rapi oleh tuan Carenza. Begitu terlihat jika ia sangat mencintai sang istri. Dipersilahkan, kepada Nyonya Carenza, untuk mengucapkan janji pernikahan!" Ucap MC yang ikut terbawa suasana
"Baby, pria culunku yang tampan! Aku tidak pernah menayangkan jika hari ini akan datang begitu cepat. Hari dimana kita akan memulai kehidupan baru menjadi suami dan istri. Aku begitu tidak rela melihat ketampananmu dinikmati oleh semua orang!" Ucap Ivanna tersenyum manis.
Lagi dan lagi, semua orang terkejut, terpana dan terpesona melihat sang ratu tengah tersenyum di hari bahagianya. Ini adalah momen langka, dan entah kapan akan terjadi kembali.
"Baby, aku tidak menyangka jika tompel palsumu bisa menarik perhatianku. Ketika berani menantang abang untuk merebut kakak, dihari itulah aku menemuimu, ada suatu rasa yang menggelitik di hatiku. Saat itu aku menyadari jika aku mulai tertarik padamu!" Ucap Ivanna tersenyum.
Carenza begitu terkejut mendengar pengakuan Ivanna yang sama sekali tidak pernah ia ketahui.
__ADS_1
"Ketika cinta itu mulai tumbuh, aku sempat kecewa karena kamu tiba-tiba saja menghilang tanpa kabar selama beberapa tahun. Namun, ketika aku tau jika kamu pergi untuk kembali, membawa sesuatu yang membuatku semakin merasa jika kamu memang laki-laki yang pantas untukku!" Ucap Ivanna tercekat
"Dalam hidup, aku tidak membutuhkan laki-laki kaya, gagah perkasa dan menonjolkan apapun yang ia punya untuk mendapatkanku! Tetapi, aku hanya butuh seorang yang penyayang, pekerja keras dan sangat menghargai wanita. Semua itu, aku temukan pada dirimu. Kepribadianmu yang ceria, membuat suasana hati ku selalu baik dan merasa begitu bahagia!" Ucap Ivanna masih tersenyum.
"Terima kasih, Baby. Karena kamu begitu berusaha agar terlihat pantas untuk bersanding denganku. Sungguh tanpa semua kekayaan, jika kamu memintaku untuk melepas semua tahta, dan meminta untuk hidup sederhana, memulai semuanya dari nol pun aku sanggup, jika bersamamu! Namun, hari ini aku bangga kepadamu, By. Dengan semangat dan kerja keras, kamu mampu mengangkat derajat keluargamu dengan segala usaha dan perjuangan yang selama ini kamu lakukan!" Ucap Ivanna dengan air mata yang menetes.
"Suamiku, aku mencintaimu dengan segenap hati. Mulai hari ini aku telah menjadi istrimu. Jangan pernah memandang jika aku sebagai seorang CEO, tetapi pandang aku sebagai perempuan biasa yang akan mengabdi kepadamu hingga akhir hayat kita. Bimbing dan tegur jika aku melakukan kesalahan. Aku yakin, kamu adalah laki-laki yang bijaksana dalam bertindak!" Ucap Ivanna berusahha menahan tangisnya.
"Baby, jangan pernah takut kepada semua orang yang ingin merebutku. Sungguh, tidak ada laki-laki yang aku inginkan selain dirimu. Percaya padaku, percaya pada cinta kita. Aku selalu berdo'a, semoga Tuhan selalu melindungi dan menjaga rumah tangga kita!" Ucap Ivanna tersenyum dengan air mata yang semakin menetes.
"Untuk semua laki-laki yang begitu menginginkan saya! Maaf, lebih baik, kalian mundur dengan segera, karena saya sudah menikah dan menjadi bucin suami saya. Jika masih berani silahkan!" Ucap Ivanna tegas
Carenza hanya tertawa melihat Ivanna yang masih bisa tegas dengan air mata yang menetes.
Bukankah seharusnya ini moment yang begitu mengharukan?. Namun untuk keluarganya, tingkah Ivanna terlihat manis dan mengemaskan. Tetapi berbeda dengan semua orang yang merasakan suasana tiba-tiba saja terasa mencekam dan penuh dengan emosi disertai rasa dendam.
"Wah, saya tidak menyangka, jika nona Ivanna begitu manis dan terlihat sangat mencintai Tuan Carenza! Ah, selamat hari patah hati nasional, karena tanpa angin tanpa kabar, Nona kita sudah menggelar pernikahan yang sangat mewah seperti ini. Tuan Carenza, anda begitu beruntung, karena bisa memiliki cinta Nona Ivanna. Semoga pernikahan Nona dan Tuan selalu bahagia dan aman dari badai rumah tangga, Aamiin!" Ucap MC,
Pernikahan megah yang mengusung tema kerajaan dengan warna emas yang menghias di setiap sudutnya menghadirkan kesan tersendiri bagi semua orang.
Sepanjang lapangan hijau itu, tenda besar berdiri dengan kokoh melindungi hampir 10 ribu tamu yang hadir, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Mereka bercampur di sana tanpa adanya perbedaan kasta. Hidangan yang melimpah tersedia di bebagai sudut. Karena semua cabang restoran Carenza yang ada di kota itu sengaja tutup agar bisa memenuhi semua kebutuhan catering untuk acara kali ini.
Diperkirakan, pernikahan mereka sudah menghabiskan biaya mencapai 30 Milyar rupiah, dengan souvenir yang cukup mewah yaitu emas dan skincare paket komplit untuk laki-laki dan perempuan. ("Psstt, thor. Jangan bilang-bilang, sebagiannya endors kok!" Bisik Ivanna.)
Menyewa 7 perusahaan WO untuk mengatur semua keperluan pernikahan mewah ini. Membuat mereka tersenyum puas dengan hasil yang terlihat begitu menggumkan.
Sesi foto keluarga dan para tamu undangan berjalan dengan lancar. Membawa sebuah rasa bangga bagi para tamu karena menjadi salah satu saksi pernikahan putri raja negeri ini.
Di atas panggung, Ivanna membiarkan senyumannya mengembang begitu saja tanpa bisa ia cegah.
__ADS_1
"Psstt, psstt!" Carenza memberikan kode kepada Ivanna.
"Apa, By?" Tanya Ivanna mengernyit sambil menyalami para tamu.
"Jangan tersenyum terus! Nanti aku cemburu!" bisik Carenza mulai cemberut.
Ivanna langsung memasang mode dinginnya dan membuat para tamu yang hendak bersalaman merasa bingung.
"Tapi, aku tidak bisa menahannya! Ini terlalu membahagiakan!" Ucap Ivanna kembali tersenyum.
"Sayang?" Panggil Carenza memelas.
"Kalian memang begitu mengemaskan!" Pekik Almira yang datang bersama dengan Malik dan Felicia.
"Selamat, atas pernikahannya, Nona!" Ucap Felicia dan Malik bersamaan.
"Ah, terima kasih!" Ucap Ivanna membalas jabatan tangan mereka satu persatu.
Semua perhelatan berjalan dengan lancar hingga waktu yang di tentukan. MC menutup acara dengan begitu meriah dengan semua kolaborasi para artis yang mengisi acara pernikahan Ivanna dan Carenza hari ini.
Mereka segera beristirahat di salah satu hotel milik Dirgantara yang berada tak jauh dari sana.
"Selamat tinggal status lajang!" teriak Ivanna dan Carenza di dalam mobil.
πΊπΊπΊ
TO BE CONTINUE.
Aku susah banget untuk mendeskripsikan keadaan sekitar gais! π’π₯Ί
Hmm, btw malam pertamanya gimana nih? π€
__ADS_1
Mau panas atau gemas? wkwkwk koment di bawah gais π€£π€£