
๐ฉ To Grup Dirgantara fams.
"Dede sudah sampai dengan selamat, aman dan sentosa๐!" Tulis Ivanna sambil tersenyum.
@Abang jelek.
"Ah, syukurlah, Sayang. Istirahat dulu sebelum bekerja ya, Dede abang yang paling cuantik, muach!" tulis Fajri menggunakan emotikon kecup.
@Kakak Cantik Qu.
"Hati-hati di sana ya, dek! Jaga diri baik-baik, jaga hati jaga mata juga! wkwkwk" tulis Safira.
@Daddy Bunny Sweety.
"Syukurlah! Jangan lupa untuk selalu memberi kabar ya, princess ayah! Duh, baru aja sehari dede pergi, ayah udah kangen!" tulis Irfan dengan emotikon menangis.
@Ibu negara.
"Nanti bunda telfon ya, sayang. Jangan lupa makan! Beberapa bahan makanan dan cemilan sudah bunda sediakan! Gak ada cerita sakit di negri orang, nak!. Kalau sampai Bunda tau, langsung bunda jemput paksa!" tulis Fajira.
Glek!
Ivanna menelan ludahnya kasar ketika membaca pesan dari sang bunda. Namun ia tersenyum sambil menahan haru, karena rasa rindu mulai menghinggapinya. Mereka saling berbalas pesan beberapa saat.
"Nona, makan siang sudah selesai!" ucap Atim memanggil Ivanna.
"Iya, Terima kasih!" ucap Ivanna membawa ponselnya menuju meja makan.
Mereka makan siang terlebih dahulu sebelum mengadakan pertemuan pertama untuk membahas proyek pembangunan apartemen mewah yang akan dibangun di Negeri itu.
Ivanna meraih kembali ponselnya untuk menghubungi sang kekasih yang sudah merana karena perpisahan mereka.
๐ฉ To My Baby ๐ฃ
"Baby, aku sudah sampai! Kamu jangan galau ya aku tinggal!" tulis Ivanna.
Send.
Lama menunggu, namun pesan itu tak kunjung mendapatkan balasannya. Ivanna memilih untuk bersiap, karena 30 menit lagi rapat pertamanya akan dilaksanakan.
"Nona?" panggil Felicia sambil membawa tabletnya.
"Iya? Bacakan jadwal kita hari ini!" ucap Ivanna sambil menyisir rambutnya.
Felicia membacakan jadwal mereka hari ini, ada empat pertemuan hingga malam. Itu akan mengurangi waktu satu hari untuk mereka berada di sana.
"Persiapkan semuanya, Fel! kamu sudah mempelajari berkas-berkas itu!?" Tanya Ivanna.
"Sudah, Nona. Namun ada beberapa berkas yang belum saya mengerti!" Ucap Felicia.
"Nanti kita pelajari! Silahkan bersiap!" Ucap Ivanna.
"Baik, Nona. Permisi!" Ucap Felicia keluar dari kamar Ivanna.
Selepas kepergian Felicia, Ivanna segera menyelesaikan ritual kecantikannya. Raut wajahnya terlihat kesal, karena Carenza tak kunjung membalas pesannya.
Ah, semoga kamu gak macam-macam di sana, By. Batin Ivanna berusaha mengusir pikiran negatif nya.
Setelah selesai, ia segera pergi untuk menjalankan misinya agar menjadi seorang pebisnis hebat dan handal sehingga bisa mengalah Fajri sang abang.
๐บ๐บ
__ADS_1
Sementara di restoran, Carenza tengah begitu sibuk dengan semua pengunjung yang membeludak karena ada kunjungan sekolah yang berada tak jauh dari restorannya. Bahkan untuk duduk pun, ia tidak sempat.
"Cepat, yang disebelah sana belum!" ucap Carenza mengarahkan karyawannya.
Mereka datang mendadak, tanpa booking dan pemberitahuan terlebih dahulu, sehingga para karyawan kewalahan bahkan tidak bisa menampung semua siswa yang datang. Untung, stok makanan masih banyak, jika tidak, mungkin rezeki sebanyak ini akan terbuang sia-sia.
Syukur lah, hari ini bisa dapat penghasilan lebih banyak! Ah, aku merindukan Nanaku!. Batin Carenza frustasi.
Selama tiga jam semua siswa itu berada di sana dan perlahan berangsur pergi menaiki bus mereka masing-masing. Waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam.
"Ah, Akhirnya selesai!" ucap karyawan resto sambil meregangkan persendian nya.
"Iya, syukurlah! Ini memang tidak terduga sama sekali!" ucap karyawan yang lain sambil menghitung uang.
"Kita langsung tutup saja, ya! Semua bahan masakan juga sudah habis!" Ucap Carenza.
"Iya, Pak! Sudah saya gantung tulisannya!"
"Kerja bagus hari ini, kita harus mempertahankan predikat kita untuk kedepannya!" Ucap Carenza tersenyum.
"Siap, Pak bos!" Ucap mereka bersamaan.
"Ini bonus untuk hari ini!" Ucap Carenza mengeluarkan beberapa lembar uang dari sakunya. "Dibagi sama rata!"sambungnya.
"Wah, makasih, Pak Bos!" Ucap mereka berbinar.
"Sama-sama! Kalau kerja kalian bagus, saya gak akan pelit! Yuk, kita bersih-bersih sebelum pulang!" Ucap Carenza tersenyum.
Mereka segera membersihkan resto yang terlihat cukup kumuh karena banyak ada sampah yang berserakan di atas meja dan lantai. Hingga waktu menunjukkan pukul 8 malam, barulah mereka membubarkan diri dan pulang menuju rumah masing-masing.
Akhirnya, semua kerjaan hari ini selesai dengan hasil yang sangat bagus. Apa kabarnya gadis cantik, calon istriku ya?. Batin Carenza melihat poselnya.
"Astaga, aku melewatkan begitu banyak panggilan dari Ivanna!" ucap Carenza terkejut.
Ia segera menelfon Ivanna, beberapa kali ia mencoba untuk menghubungi kekasihnya, namun tidak ada jawaban satupun yang ia dapatkan. Hanya suara operator yang menjawab panggilannya.
"Astaga, apa Nana baik-baik saja? kenapa jantungku berdetak sangat kencang?" Ucap Carenza memegang dadanya.
Ia segera mengirimi Ivanna pesan dengan tangan yang gemetaran.
๐ฉ To Sayangku
"Apa kamu baik-baik saja, sayang? Maaf, hari ini aku begitu sibuk! hubungi aku jika kamu telah selesai bekerja!" tulis Carenza.
Perasaan cemas tiba-tiba saja Menghampirinya. Ia segera melajukan mobil menuju pulang ke apartemen sambil menunggu kabar dari Ivanna.
๐บ๐บ
"Saya tidak menyangka, jika putri tuan Irfan begitu genius! Saya mengakui kehebatan anda, Nona! Semoga kerja sama kita kali ini bisa berjalan dengan baik!" Ucap Nikolaus memuji kehebatan Ivanna.
"Tentu, tuan! Setiap orang memiliki kesempatan untuk memilih jalan hidupnya. Dan saya memilih untuk belajar banyak hal sedari kecil, termasuk mempelajari tentang perusahaan!" Ucap Ivanna.
"Iya, pilihan kamu memang tepat! Saya suka dengan anak muda seperti anda dan saudara anda. Kalian memang begitu cerdas, bahkan mampu menguasai dunia bisnis dalam berbagai bidang!" Ucap Nikolaus tersenyum.
"Terima kasih, tuan! Anda juga sangat hebat dalam berbisnis! Hmm, kalau begitu kami pamit terlebih dahulu, karena masih ada pertemuan lain yang harus saya hadiri!" Ucap Ivanna undur diri.
Ia masih belum nyaman mendengar begitu banyak pujian yang selalu keluar dari mulut semua rekan bisnisnya.
Ia melanjutkan semua pertemuan hingga malam menjelang, tanpa sempat untuk melihat ponselnya kembali.
Bahkan ketika sampai di kamar, Ivanna langsung terlelap tanpa sempat membersihkan tubuh lelahnya barang sebentar saja. Beruntung Felicia sempat membalas pesan dari Fajira yang menanyakan keadaan Ivanna.
__ADS_1
"Nona, sudah terlelap, Nyonya! Hari ini jadwal nona sangaat padat. Untuk masalah makan, Nyonya tidak perlu risau!" Ucap Felicia menjelaskan.
"Baiklah, Felicia. Kamu juga harus istirahat, kabari saya terus ya, nak!" Ucap Fajira yang terdengar begitu panik.
"Baik, Nyonya, selamat malam!" Ucao Felicia mematikan ponselnya.
"Untung, tuan Tono tidak memiliki nomor ponselku juga! Jika tidak, mungkin aku semakin tidak bisa untuk beristirahat dengan tenang!" Batin Felicia lirih.
Mereka begitu kelelahan di hari pertama bekerja. Terlelap hingga pagi menjelang, Ivanna mengerjabkan matanya menyesuaikan dengan cahaya sinar matahari yang baru saja keluar.
Dengan wajah datarnya, ia berjalan menuju kaamar mandir untuk membersihkan diri terlebih dahulu.
Ia mengambil ponsel yang sudah tidak ia sentuh dari kemarin.
"Pasti mereka sudah khawatir dan mencariku!" Ucap Ivanna menghela nafasnya.
Deg!
Ivanna terkejut ketika melihat ratusan bahkan ribuan pesan masuk dari grub keluarga dan juga dari pangeran tampannya.
"Ternyata aku membuat mereka panik! Ini semua sangat sulit dengan perbedaan waktu yang cukup lama!" ucap Ivanna dengan mata yang berkaca-kaca.
Ia segera melakukan panggilan vidio kepada anggota keluarganya, agar bisa menghilangkan kepanikan mereka semua. Ivanna mendapatkan ultimatum agar tidak terlalu memaksakan pekerjaan.
"Dengan jadwal padat, dede membuat kita semua panik, sayang! Bunda sampai ingin terbang ke sana untuk menyusulmu!" Ucap Fajri lembut.
"Maafin, dede!" ucap Ivanna lirih.
"Abang paham kalau dede ingin cepat pulang dan menyelesaikan semua pekerjaan. Tetapi dede juga harus ingat, kita berjauhan, sayang! Walaupun Kami mendapatkan kabar dari Joe, tetapi rasa cemas itu masih ada sebelum mendengarkan suara kamu! Jangan ulangi lagi ya!" ucap Fajri lembut.
"Iya, bang! Maafin, dede!" ucap Ivanna liri.
"Sudah sarapan, sayang?" Tanya Irfan.
"Di sini baru jam 6, Ayah. Dede juga baru bangun!" Ucap Ivanna tersenyum.
"Jangan buat bunda gila lagi ya, sayang!" ucap Irfan tersenyum sementara Fajira hanya bisa mendesaah lega karena melihat anak gadisnya baik-bak saja.
"Iya, Ayah! Maafin dede karena sudah membuat semuanya khawatir!" ucap Ivanna penuh sesal.
"Gak papa, sayang. Asal jangan di ulangi lagi, ya!" ucap Fajira lembut.
"Ia, bunda! Pagi ini masih ada pertemuan, dede bersiap dulu, ya!" ucap Ivanna pamit.
"Iya, sayang. Nanti beri kabar terus 1 kali 1 jam!" ucap Fajri.
"Baiklah!" Ucap Ivanna pasrah sambil mematikan panggilan.
Ia harus menghubungi satu orang lagi. Carenza, Pria tampan yang sudah terlihat sangat frustasi tanpa mendengar kabar darinya.
Drrtt..., drrtt..., drrtt....
Ponsel Ivanna lebih dulu berdering, Carenza sudah sangat tidak sabar untuk menelfon dirinya.
"Halo, baby?" sapa Ivanna tersenyum.
"Hiks...."
๐บ๐บ๐บ
TO BE CONTINUE
__ADS_1