
Setelah mengantarkan kepergian Ivanna, Tono segera kembali masuk ke dalam restoran itu untuk bertemu dengan pemiliknya.
"Permisi, mbak. Saya sudah membuat janji dengan, bapak Malik. Apa beliau ada?" tanya Tono.
"Atas nama siapa, Kak?" tanya resepsionis.
"Atas nama Carenza William Hartono!" ucap Tono tersenyum.
"Tunggu sebentar, ya kak!"
Resepsionis itu menghubungi seseorang melalui panggilan telefon. Ia terlihat mengangguk mendengarkan instruksi selanjutnya.
"Silahkan ikuti saya, Kak. Pak Malik sudah menunggu anda!" ucap resepsionis itu ramah.
Tono dengan penuh harap berjalan menuju ruangan Malik yang berada di lantai dua.
"Silahkan, Kak!" ucap resepsionis itu mempersilahkan Tono masuk ke dalam ruangan atasannya.
"Terima kasih!"
Ceklek...,
"Selamat datang, Tuan Carenza!" ucap Malik menyambut kedatangan Tono dengan sebuah pelukan
"Apa kabar, Tuan Malik? senang bertemu dengan, Anda!" ucap Tono membalas pelukan hangat dari Malik.
"Aku baik, bagaimana keadaan restomu?" tanya Malik. "Silahkan duduk!" sambungnya mempersilakan Tono untuk duduk.
"Baik, restoku semakin ramai! Jadi bagaimana, apa aku bisa menanamkan modal di restoran mewah ini?" ucap Tono to the point.
"Ah, kamu sungguh tidak asik! Kenapa kamu ini tidak bisa berbasa-basi sedikit, Za?" keluh Malik.
"Ayolah, kita bukan baru kenal! Jadi bagaimana?" tanya Tono sudah sangat tidak sabar.
"Kenapa kamu sangat menginginkan hal ini, Za? Bukankah cabang restomu sudah sangat banyak? Apa Mr. Carenza ini kekurangan uang?" tanya Malik tertawa.
"Kamu kan tau, kalau aku sedang mengincar Tuan Putri! Jadi aku tidak bisa main-main, Lik. Satu persatu keinginanku sudah ku dapatkan, dan semua yang aku punya hingga hari ini, masih belum cukup untuk aku bisa bersanding dengannya!" ucap Tono serius.
"Astaga, Selama ini kamu selalu bilang, Tuan Putri, Tuan Putri. Putri kerajaan mana yang kamu incar?" tanya Malik masih terkekeh.
"Ayolah, Malik. Aku serius! Aku sudah mendapatkannya, kami sudah menjalin hubungan beberapa hari ini! Jadi aku harus semakin mengembangkan bisnis ini, Lik!" ucap Tono serius.
"Ah, kamu ini seperti ingin menikahi Nona muda Ivanna saja! Dengar, Za! Apa yang kamu punya hari ini, sudah bisa membuat dua per tiga wanita negeri ini ingin menjadi istrimu! Jika kamu mengincar Nona muda, setidaknya kamu harus memiliki ribuan cabang untuk bersanding dengan dia!" ucap Malik.
"Emang, kalau aku berhasil menikahi Nona muda apa yang akan kamu berikan?" tanya Tono dengan senyum smirknya.
"Kamu ingin 10 persen saham di restoku? Jika benar ucapanmu, akan aku tambahkan menjadi dua puluh persen!" ucap Malik terlihat serius.
__ADS_1
"Deal?" tanya Tono mengulurkan tangannya.
"Cih, Deal!" ucap Malik menjabat tangan Tono. "Kamu terlihat begitu bersemangat! Yakin bisa mendapatkannya? bagaimana dengan Tuan Putri itu?" Tanya Malik tergelak.
"Ah, itu bisa di atur! Jangan terlalu di fikirkan!" ucap Tono tertawa bahagia. "Tuliskan di sana, perjanjian kita hari ini, di sertai dengan materai. Jadi jika suatu hari kami berjodoh, kamu harus menyerahkan 10 persen saham lagi kepadaku!" sambungnya.
"Cih, jangan sampai kamu di bunuh oleh Tuan, Fajri!" ucap Malik mendelik.
Mereka menandatangani surat penanaman modal itu beserta dengan janji Malik. Wajah tono semakin bersinar, karena ia akan mendapatkan 20 persen saham di restoran bintang lima yang sudah memiliki banyak cabang hingga ke asia itu.
"Bagaimana dengan proyek kamu, Za?" tanya Malik
"Proyek yang mana?"
"Proyek membuka 100 cabang cafe dalam satu waktu!" ucap Malik.
"Ya, sedang berjalan 85 persen. Tidak jadi 100 cabang, aku hanya membuka sekitar tiga sampai lima puluh cabang dengan serentak" Ucap Tono' tersenyum.
"Huh, Eza, Eza. Aku jdi penasaran. Tuan Putri mana yang begitu beruntung untuk mendapatkanmu? Hati-hati, Za. Terlalu ambisius itu tidak baik! Jangan sampai kamu gila karena tidak bisa mendapatkan tuan Putri itu!" ucap Malik nenepuk pundak Tono.
"Iya, Justru itu yang aku takutkan, Lik. Dia direbut oleh orang lain dengan cara kotor!" ucap Tono menghela nafasnya.
"Kamu ini aneh, Za. Tadi sangat bersemangat seolah kamu ingin menjajah, sekarang? Aduh sudahlah, jika kamu pesimis, mending berhenti mengejar Tuan Putrimu itu!" ucap Malik meledek.
"Syalan! dukunglah temanmu ini sesekali, Lik! Aku tidak pernah meminta banyak hal, tetapi tuhan memberikan segalanya untukku!" ucap Tono lirih. " Semoga saja kami berjodoh!" sambungnya tersenyum manis.
"Ah, iya-iya. Aku mendukungmu! semoga Tuan Putri tidak gila jika bersama kamu, ya!" ucap Malik mendelik.
"Dasar, bucin! Eh tapi bagaimana ya, kalau Nona muda yang dingin itu tiba-tiba saja bucin, ya?" tanya Malik penasaran.
"Kamu ingin tau?" tanya Tono menahan senyumnya.
"Gila, siapa saja pasti ingin tau, bagaimana Nona menjalankan hidup selama ini!" ucap Malik.
"Ah, aku sarankan jangan lihat, Lik. Kamu akan jatuh cinta, percayalah!" ucap Tono tertawa dengan telinga yang memerah.
"Jatuh cinta? Ya, dia memang cantik, bahkan sangat cantik. Tapi aku lebih sayang dengan jantung dan hatiku!" ucap Malik bergidik.
"Kenapa?" tanya Tono tidak suka.
"Cih, kamu lihat saja itu wajahnya yang datar, aku dengar dia juga pemarah dan tegas. Masa iya setelah menikah begini, 'Malik, kau tidur di bawah!' ngomongnya datar dan tegas. Apa gak menimbuklan peperangan? Terus satu lagi, 'Sayang aku pengen!' terus dia langsung natap aku dengan mata tajamnya itu, 'Emoh' bisa gila aku, Za!" ucap Malik bergidik sambil tertawa karena berhasil menirukan ekspresi Ivanna.
"Kurang ajar kamu, Lik. Kamu tau barusan itu apa? kamu menistakan Nona Muda! siap-siap saja kamu hilang tengah malam. Lebih baik kamu buat surat wasiat dari sekarang!" ucap Tono dengan serius.
"Ih, kamu jangan nakut-nakuti, Za! Kamu juga ikut mendengar ya!" ucap Malik mendelik. "Eh, omong-omong, Tuan Putri kamu ada asisten gak, atau sahabatnya gitu?" sambungnya
"Hmm? Asisten ada tuh, tapi kami belum berkenalan! Soalnya dia sibuk, kalau ketemu cuma bisa sebentar!" ucap Tono. "Kamu mau aku kenalkan?" sambungnya.
__ADS_1
"Hehehe, cantik tak?"
"Lumayan sih, ya bisa dibilang cukup cantik. Tapi masih cantikan Tuan Putriku!" ucap Tono tertawa.
"Aih, syalan! aku jadi penasaran...,"
Drrtt..., Drrtt..., Drrtt....
Ponsel Tono tiba-tiba saja berbunyi, terlihat kontak dengan nama Sayangkuhπ tengah memanggil.
"Eh, calon istriku menelfon!" ucap Tono berbinar.
"Halo, sayang?" ucap Tono lembut dan membuat Malik berekspresi hendak muntah.
"Baby, kamu dimana? jadi ke kantor siang ini?" tanya Ivanna dengan manja.
"Aku masih di restoran tadi, sayang. Aku jemput sore saja gak papa kan?" tanya Tono lembut.
"Hmm? gak papa, By. Kamu sama siapa di sana?" tanya Ivanna menyelidik.
"Aku lagi ngobrol sama yang punya restoran, aku mau beli saham di sini!" ucap Tono.
"Jangan bilang, karena kejadian tadi kamu membelinya?" tanya Ivanna dengan mata yang membola.
"Hahaha, gak sayang. Aku memang sudah lama ingin membelinya!" ucap Tono tergelak.
"Baiklah, aku tunggu nanti sore, Baby!" ucap Ivanna.
"Iya, sayang. See You!" ucap Tono mematikan panggilannya.
Ia menatap Malik yang sudah menampilkan ekspresi jijik dengan sifat Tono yang terlihat bucin kepada wanita.
"Kenapa?" tanya Tono.
"Siapa kamu sebenarnya? apa kamu jelmaan Eza?" tanya Malik menelisik.
"Iya, aku gollum huahahah!" ucap Tono tertawa besar.
"Gila, lo!" ucap Malik mendelik dan memukul bahu Tono.
Mereka kembali membicarakan hal random untuk sekedar melepas rasa rindu, karena sudah lama tidak bertemu. Tanpa Tono sadari, jika waktu makan siang sudah terlewatkan karena terlalu asik mengobrol.
πΊπΊπΊ
TO BE CONTINUE
Berani-beraninya kalian membicarakan Nona muda. Punya nyawa berapa ha? ππ
__ADS_1
Wkwkwk, ternyata aku gak sempat untuk Update banyak π’
Selamat hari senin gais, jangan lupa vote Ivanna Yaa ππ