IVANNA, Putri Sultan Milik CEO

IVANNA, Putri Sultan Milik CEO
EMOSI!


__ADS_3

Setelah pengumuman tentang hubungan yang terjadi di antara mereka ketika peresmian testo kemarin. Ivanna dan Carenza tidak lagi malu atau menutupi kemesraan didepan publik.


Carenza paling sering mengupload foto Ivanna yang diambil secara diam-diam tanpa di ketahui olehnya. Sementara gadis cantik itu selalu merepost postingan Carenza dengan caption yang begitu manis. Yang jelas, ia menegaskan jika Carenza adalah miliknya.


Pasangan bucin ini selalu berhasil mencuri perhatian dari warga 'net, untuk memberikan reaksi. Kebanyakan dari mereka merasa gemas, karena Nona Muda yang terkenal dingin itu cukup bucin kepada pasangannya.


Hari ini Ivanna tengah mengadakan rapat di salah satu cabang restoran milik Carenza. Sengaja ia lakukan agar bisa bertemu dengan sang kekasih hati, sekaligus merekomendasikan restoran itu agar semakin banyak diminati oleh semua kalangan.


"Terima kasih sekali lagi saya ucapkan karena Nona telah memberikan saya kesempatan!" Ucap pria paruh baya yang baru saja mendapatkan proyek dari Dirgantara Corp untuk ia kerjakan.


"Sama-sama! Jangan buat saya kecewa!" Ucap Ivanna.


"Baik, Nona!" ucapnya.


"Permisi!" Ucap Ivanna keluar dari ruangan itu.


"Silahkan, Nona!".


Ivanna keluar dari ruangan itu dan berjalan menuju ruangan Carenza.


"Fel, Kamu kembalilah ke kantor terlebih dahulu, aku akan pergi bersama calon suamiku!" Ucap Ivanna datar.


"Baik, Nona! Hubungi saja jika anda membutuhkan sesuatu!" Ucap Felicia kembali ke kantor.


Ivanna melanjutkan langkahnya menuju ruangan Carenza. Ia termagu, ketika mendengarkan suara isak tangis dari dalam ruangan pribadi calon suaminya.


Ia membuka pintu secara perlahan dan terkejut melihat apa yang tengah terjadi di dalam sana. Ia menahan diri dengan sangat agar tidak menghancurkan momen itu.


Dengan tangan yang gemetaran menahan emosi, Ivanna terus mendengarkan drama siang hari yang begitu memuakkan baginya.


"Kak, aku mohon. Batalkan pernikahan kalian, kamu tak pantas bersamanya! Dia beselingkuh bersama laki-laki lain waktu diluar negeri, percayalah padaku!" Ucap seorang di dalam sana.


"Jangan memfitnah calon istriku! Kau tau konsekuensinya jika berani melawanku, apa lagi kau berurusan dengan Ivanna! Jika ia tau kalau kau menjelek-jelekkannya, malam ini juga kau akan hilang tanpa jejak!" Bentak Carenza.


"Kak, aku punya bukti! Bukalah matamu, kak! Dia tidak sepadan denganmu, dia tidak mencintaimu, kak!" Ucapnya memprovokasi.


"Tutup mulutmu! Kau tidak mengenal siapa Ivanna! Jika kau tidak juga berhenti mengatakan hal buruk tentangnya, aku tidak tinggal diam! Aku lebih mengetahui siapa Ivanna di bandingkan kau!" Bentak Carenza.


SREK!


Orang itu melemparkan sebuah amplop yang berisi foto Ivanna dengan beberapa laki-laki di sana. Carenza cukup terkejut, sebisa mungkin ia tidak menunjukkan reaksi yang berlebihan.


Ini tidak mungkin! Pasti editan! aku yakin Ivanna bukan wanita yang seperti ini!. Batin Carenza menguatkan hatinya.


Terlihat disana foto Ivanna tengah berada di dalam pelukan beberapa orang laki-laki. Orang itu tersenyum penuh kemenangan melihat Carenza yang membeku.


"Kau lihat, kak! Bahkan tuan putri pun sering bermain dengan pria-pria di luar sana!" Ucapnya semakin memprovokasi.


BRAK!


Carenza membanting foto itu di atas mejanya. Ia tersulut emosi dan juga cemburu.


"Sekarang aku paham! Aku telah salah berbuat baik kepadamu. Ternyata selama ini aku memelihara siluman ular! Apa kau tidak tau diri? begitu bertani kau menfitnah calon istriku!" Bentak Carenza memegang bahu orang itu dengan sangat keras.


"Sa-sakit, kak! Lepaskan, kau menyakitiku!" Ringisnya merasakan kesakitan yang teramat.

__ADS_1


"Nafisya, kau ku pecat!" bentak Carenza dan mendorong Nafisya dengan kasar.


Deg!


"Ke-kenapa kakak memecatku? Aku hanya menunjukkan bukti jika...," ucap Nafisya.


BRAK!


Ivanna membanting pintu dengan begitu keras, sehingga membuat Carenza dan Nafisya terlonjak kaget.


"Sayang?" Panggil Carenza lirih.


Ivanna berjalan menuju meja calon suaminya dan mengambil foto yang diberikan oleh Nafisya tadi. Matanya melotot, ketika foto itu sangat tidak pantas untuk dilihat.


"Cih, Kau serangga kecil ingin bermain denganku?" Tanya Ivanna dengan suara yang begitu dingin dan terdengar mengintimidasi.


Bulu kuduk Carenza dan Nafisya meremang ketika melihat wajah Ivanna yang menyeramkan. Apa lagi ketika melihat wajah garang Ivanna dengan mata yang begitu tajam serasa menusuk hingga ke jantung.


"Kau bisa membohongi semua orang, tetapi tidak denganku! Bersiaplah malam ini, kau tidak akan pernah bisa melihat matahari lagi!" Ucap Ivanna sarkas sambil memegang kerah baju Nafisya dengan wajah yang berjarak begitu dekat.


Wajah Nafisya langsung pucat dengan keringan yang mulai membasahi tubuhnya. Namun ia berusaha untuk mengumpulkan tenaga agar bisa melawan Ivanna.


Gais itu mendapatkan celah dengan menarik rambut Ivanna begitu keras dan menamparnya dengan cukup kuat.


Plak!


"Mati saja kau! Aku tidak akan melepaskan kak Eza begitu saja! Aku akan membuat hidupmu tidak," teriak Nafisya.


Bugh!


"Huh, menyebalkan!" Ucap Ivanna mendesaah kesal.


"Nafisya!" Pekik Carenza dan menghampiri gadis yang sudah tergeletak itu.


"Jangan kau sentuh dia! Atau aku akan pergi jauh!" Teriak Ivanna.


Carenza seolah kehilangan rasa kemanusiaannya. Ia hanya melihat gadis itu tergeletak di lantai ruangan setelah mendengarkan ancaman Ivanna.


Ia cukup miris melihat keadaan Nafisya dengan darah yang terus mengalir. Hingga bebeberapa orang masuk kedalam ruangan itu dan membawanya keluar.


Tinggallah Ivanna dan Carenza di dalam ruangan itu. Mereka saling teridiam satu sama lain. Carenza masih merasa syok, melihat tindakan calon istrinya yang sudah melukai orang lain. Walaupun itu wajar untuk seorang Ivanna, namun ia tidak membenarkan hal itu di lakukan oleh kekasihnya.


"Apa kamu percaya dengan dia? Kamu terlihat begitu mencemaskan keadaannya!" Ucap Ivanna dingin memecahkan keheningan.


Carenza berbalik menatap Ivanna. Ia berjalan mendekat dan langsung memeluk gadis cantik calon istrinya ini.


"Aku percaya, jika kamu tidak akan pernah berbuat hal rendah seperti itu! Aku, aku tidak membenarkan kamu melukai orang lain, Sayang!" Ucap Carenza lirih di telinga Ivanna.


Gadis itu termagu, seolah ada yang baru saja keluar dari tubuhnya. Ia membalas pelukan Carenza dan terisak.


"Hiks, kenapa begitu banyak orang yang membenciku?" Ucap Ivanna menangis.


"Sayang, jangan menangis! Mereka hanya iri dengan kehebatanmu!" Ucap Carenza menghapus jejak air mata Ivanna yang mengalir begitu saja.


"Bahkan untuk mendapatkan mu aku harus menjadi orang jahat!" Ucap Ivanna semakin menangis.

__ADS_1


"Sstt, jangan berbicara seperti itu, sayang!" Ucap Carenza menatap manik mata Ivanna.


Pandangan gadis itu perlahan melunak. Ia menatap Carenza dengan begitu lembut hingga terhanyut dalam dekapan pria tampan itu yang begitu nyaman.


"Sayang! Jangan lagi berbuat seperti itu! Aku tidak mengizinkanmu dalam alasan apapun!" Ucap Carenza memegang sebelah pipi Ivanna dan mengusapnya dengan lembut.


Entah dorongan dari mana, Carenza semakin mendekatkan wajahnya kepada Ivanna. Ia terpaku pada bibir cerry yang selalu memanggilnya.


Cup!


Dengan berani Carenza mengecup bibir Ivanna. Gadis itu terkejut dengan mata yang melotot dan tidak menyangka.


Aku menyerahkan ciuman pertamaku padamu, By! Tuhan, jagalah cinta kami hingga bersama di syurga nanti!. Batin Ivanna memejamkan matanya.


Carenza berusaha untuk bermain di sana dengan lembut dan kaku, karena ini juga ciuman pertamanya.


Maafkan aku, sayang. Aku dengan lancang mengambil ciuman pertamamu di hari yaang tidak tepat. Hanya ini yang bisa aku lakukan untuk menenangkanmu!. Batin Carenza.


Mereka terhanyut dalam kecupan manis yang begitu kaku namun juga memabukkan. Hingga dirasa pasokan udara mulai menipis, Carenza melepaskan pagutannya dengan lembut.


Dengan Nafas terengah, mata mereka saling bertatapan dengan penuh cinta.


"Maafkan aku!" Ucap Carenza.


"Jangan ulangi lagi sampai kita menikah, By!" Ucap Ivanna memeluk Carenza.


Ia menyembunyikan wajahnya yang sudah merah padam. Carenza tersenyum, dan memeluk Ivanna, ia bisa merasakan jika emosi calon istrinya itu sudah mulai stabil.


"By?" Panggil Ivanna setelah beberapa saat terdiam.


"Iya,sayang! Kamu pasti lelah!" Ucap Carenza menggendong Ivanna dan duduk di atas sofa.


"Apa kamu percaya dengan foto itu?" Tanya Ivanna lirih.


Ia bahkan tidak bisa mengeluarkan taringnya di hadapan Carenza, dan hanya bisa menjadi kucing kecil jika bertatapan dengan mata yang indah itu.


"Aku lebih percaya denganmu! Aku yakin, kamu gak akan pernah melakukan hal rendahan seperti itu!" Uca Carenza tersenyum dan mengecup pipi Ivanna.


"Apa aku boleh mengeksekusinya?" Tanya Ivanna sambil bersandar di dada bilang Carenza.


"Jangan kotori tanganmu, sayang!" Ucap Carenza mengecup tangan Ivanna.


Deg!


Ia teringat jika Ivanna sempat mendapatkan tamparan dari Nafisya tadi. Ia segera melihat wajah Ivanna dan menelisik dengan lekat, apakah ada sesuatu yaang berbeda di sana atau tidak.


Sementara Ivanna hanya terdiam melihat ekspresi Carenza yang terlihat begitu cemas.


"Pipimu bengkak, sayang! Apa ini sakit?" Tanya Carenza meringis.


"Gak sakit, By! Mungkin berbeda jika kamu menolong bahkan menyentuh perempuan itu!" Ucap Ivanna dengan air mata yang menggenang.


"Maafkan aku, sayang! Kita ke rumah sakit sekarang juga!" Ucap Carenza menggendong Ivanna ala bridal style menuju rumah sakit.


🌺🌺🌺

__ADS_1


TO BE CONTINUE


__ADS_2