
Pagi menjelang, keluarga Dirgantara sudah bangun pukul 4 pagi untuk bersiap-siap agar tidak terlambat datang ke tempat acara pernikahan Ivanna dan Carenza pagi ini.
Jantung Ivanna semakin berdetak kencang, seiring semakin dekat waktu pernikahannya.
Make up Artist sudah datang untuk merias Ivanna dan yang lain. Mereka begitu gemetaran karena merasa begitu beruntung bisa merias gadis cantik itu dan bisa berinteraksi dengannya secara langsung.
Tidak perlu polesan yang begitu tebal, karena Ivanna memang sangat cantik, sehingga mereka menggunakan teknik no make up look, sehingga Ivanna bisa terlihat lebih cantik natural tanpa lipstik tebal merah merona.
"Apa ini akan tahan sampai sore?" Tanya Ivanna.
"Tahan, nona! Bahkan nanti harus menggunakan make up remover untuk menghapusnya!" Ucap Mereka sedikit terkejut ketika mendengar suara Ivanna yang begitu dingin.
Hinga semua make up selesai, Ivanna segera memakai gaun yang begitu indah, berwarna putih dengan beberapa hiasan berlian yang ada di gaunnya. Dibantu oleh Fajira dan Safira, Ia memakai baju itu karena tidak ingin ada orang lain yang melihat lekuk tubuhnya yang indah.
"Gimana, sayang?" Tanya Fajira selesai memasang resleting baju Ivanna.
"Sudah, Bunda!" Ucap Ivanna begitu terpesona melihat betapa cantiknya ia malam ini.
"Kamu cantik banget, Dek! Kakak yakin, Eza akan tidak akan berkedip melihat kamu nanti!" Ucap Safira yang juga terpesona
Begitu juga dengan Fajira. Ia hanya bisa memuji Ivanna didalam Hari, karena hari ini ia tidak ingin begitu banyak berbicara, agar ia bisa menahan hati dan tidak menangis.
Fajira kembali memanggil para penata rias Ivanna untuk masuk ke dalam kamar. Semua orang begitu kagum melihat Ivanna yang sangat sempurna tanpa cela sedikitpun.
Hingga seluruh anggota keluarga selesai mereka segera berangkat menuju lapangan sepak bola lebih cepat agar tidak terlambat nantinya.
🌺🌺
Sementara di apartemen Carenza. Pria tampan itu sudah terlihat begitu gagah dengan setelah jas berwarna hitam, tak lupa setangkai bunga mawar yang menghiasi sakunya.
Ia menatap nanar jendela yang menampilkan pemandangan indah di pagi hari. Jantungnya berdetak lebih kencang sambil mempersiapkan kata-kata yang akan ia sampaikan nanti di hadapan semua orang.
Ia tersentak, ketika merasakan sepasang tangan melingkar di perutnya.
"Dek?" panggil Carenza.
"Sebentar lagi abang menikah, jangan lupa sama aku nanti! sering berkunjung ke rumah, dan jaga kakak iparku!" Ucap Almira tercekat.
Carenza berbalik, menatap Almira dengan lekat. Ia mengecup kening adik kecilnya dengan lembut dan lama.
"Abang hanya menikah, dek! Bukan pergi jauh. Mungkin banyak yang akan berubah nanti, tapi abang janji kalau perhatian dan kasih sayang abang gak akan berubah untuk keluarga kita, untuk kamu ayah dan ibu," Ucap Carenza tersenyum.
"Selepas ini abang harus berhati-hati, jangan sampai lengah!" Ucap Almira tercekat.
"Iya, sayang! Jangan nangis, ya!" ucap Carenza tersenyum dan memeluk Almira dengan erat.
__ADS_1
Tak lama, ibu datang dan memanggil untuk segera keluar, karena sebentar lagi mereka akan berangkat menuju lokasi pernikahan nanti.
🌺🌺🌺
Carenza POV.
Hari ini, akan menjadi hari dimana aku akan mengukir sejarah baru dalam hidup. Menikahi seorang perempuan yang begitu istimewa dari keluarga terpandang dan sangat terhormat.
Carenza sambil berjalan bersama sang ibu menuju panggung dimana ia akan mengucapkan janji bersama Ivanna nanti.
Namun aku tidak peduli, yang jelas aku begitu menginginkannya untuk menjadi pendamping hidup, menjadi satu-satunya istri yang akan menemaniku hingga tua nanti.
Di sini, aku berdiri dihadapan banyak orang, menantikan Ivanna yang masih bersembunyi entah dimana. Aku yakin ia akan semakin cantik hari ini. Semoga saja, aku tidak pingsan.
Huft, jantungku serasa ingin meledak. Aku menyaksikan beberapa pasang mata laki-laki yang menatapku penuh dendam. Tapi hari ini akulah pemenang yang berhasil mendapatkan hati Ivanna.
Aku semakin merasa tidak karuan ketika mendengar MC mulai memanggilnya keluar dari tempat persembunyian.
Deg!
I-itu dia, gadis cantikku mulai berjalan bersama dengan ayah mertua. Ia begitu terlihat sangat cantik bahkan lebih cantik dari biasanya. Begitu indah ciptaan mu, Ya Tuhan jangan sampai aku pingsan di sini!.
Tes!
Aku semakin tidak kuat menahan semua rasa ini. Hiks, dia semakin mendekat dan membuatku semakin tidak bisa menahan tangis, aku terisak!. Kamu sangat cantik, sayang!.
Aku serasa ingin berteriak ketika Ayah mendudukan Ivanna di sampingku. memandangnya tanpa berkedip apalagi melihatnya tersenyum manis yang hanya tertuju padaku. Aku yakin setelah ini akan bertekuk lutut dihadapannya! Aku mencintaimu istriku!.
Perlahan kujabat tangan ayah Irfan dan mengucapkan sumpah dan janjiku dengan lantang di hadapan semua orang yang menjadi saksi, dihari pernikahanku.
🌺🌺
Ivanna POV.
Hari ini, untuk pertama dan terakhir kalinya, Aku menyerahkan hidupku kepada seorang laki-laki yang berhasil menyita hati, fikiran dan sebagian dari duniaku.
Laki-laki yang telah terpilih sebagai pendamping hidup, mencintai dengan segala kekurangan yang aku miliki. Dia yang begitu berusaha dengan keras untuk mendapatkan hatiku yang beku. Carenza, sang pencuri ciuman pertamaku.
Jantung ini serasa ingin meledak karena berdetak sangat kencang. Apa lagi ketika mendengar MC memanggilku untuk keluar.
Aku menyambut tangan Ayah yang terlihat sehabis menangis. Ya ini adalah hari terberat untuk seorang Ayah ketika melepas putrinya untuk orang lain.
Ingin rasanya aku menjerit, ketika melihat Ayah berusaha dengan sangat kuat untuk menahan air matanya. Karena sangat tidak mungkin ia menangis di hadapan banyak orang.
Iringan lagu romantis terdengar mengalun syahdu di stadion itu, mengantarkanku menuju panggung kecil dimana janji suci akan kami ucapkan nanti.
__ADS_1
Deg!
Aku benar-benar ingin berteriak saat ini. Lihatlah, suamiku terlihat begitu tampan, bahkan sangat tampan. Sedikit merasa menyesal mengundang banyak orang, sungguh aku tidak ingin mereka menikmati wajah tampan suamiku!.
Ah, aku sudah tidak sanggup menahan senyum bahagia ini lagi! Persetan dengan image, ini hari bahagiaku untuk pertama dan yang terakhir kali. Eza, Nana mencintaimu dengan segenap rasa yang ada di hatiku!.
Tanpa terasa air mata yang susah payah aku bendung, semakin menetes ketika ayah melepaskan genggaman tangannya dan mendudukkanku disamping laki-laki yang begitu aku cintai ini.
Perlahan namun pasti, suara serak kak Eza terdengar begitu lantang dan menggema di seluruh penjuru stadion ketika melakukan ijab qobul bersama dengan Ayah.
Tes, tes, tes.
Air mataku tidak hentinya mengalir, karena sekarang aku sudah sah menjadi Nyonya Carenza. Tuhan terima kasih atas kelancaran acara ini.
Sejenak mataku menatap dalam bola mata indah milik Eza. Terlihat sembab dan berkaca-kaca. Menyentuh dan mengecup tangannya untuk yang pertama kali setelah menyandang status sebagai suami istri.
Eza, Nana mencintaimu!.
🌺🌺
Author POV.
Acara pernikahan Carenza dan Ivanna terasa begitu khidmat. Mereka melakukan beberapa prosesi sungkeman kepada orang tua masing-masing sebelum menuju singgasana yang telah di persiapkan.
Mereka kesulitan untuk menahan air mata yang seolah saling berdesakkan untuk keluar. Tidak peduli lagi dengan semua tamu, yang jelas ini begitu mengharukan dann jugaa membahagiakan.
Dengan tangan yang gemetaran, Carenza menggenggam tangan Ivanna, melangkah menuju singgasana.
"Suamiku!" Panggil Ivanna tercekat.
"Iya, istriku. Kamu begitu cantik! Aku mencintaimu, sayang!" Ucap Carenza tercekat.
"Aku bahkan lebih mencintaimu!" Ucap Ivanna tak kalah tercekat.
Tak ada lagi percakapan antara mereka, semua orang terlihat begitu bahagia dan antusias melihat pasangan yang harus aja resmi itu terlihat sangat lengket.
Acara pernikahan yang disiarkan langsung oleh beberapa televisi membuat semua orang bisa melihat pernikahan termewah dan termegah itu.
🌺🌺🌺
TO BE CONTINUE
Entah kenapa aku ingin membuatn POV dari mereka.
Semoga sesuai dengan harapan readers semua ☺☺
__ADS_1