IVANNA, Putri Sultan Milik CEO

IVANNA, Putri Sultan Milik CEO
Mendapatkanmu!


__ADS_3

"Tuan, Nona sedang dalam bahaya! Ada beberapa orang di dalam itu dan tengah tertawa!" Ucap Salah satu pengawal Carenza.


"Apa yang harus kita lakukan?" Tanya Carenza kepada yang lain, Sungguh ia sangat takut salah dalam mengambil keputusan.


"Bagaimana kondisi diatas?" Tanya Fajri dengan nafas yang memburu.


"kami sudah berada di depan kamar Ivanna dan sepertinya badjingan itu juga berada di dalam!" Ucap Carenza mengeraskan rahangnya.


"Tuan, Saya mendengar suara tembakan dari dalam!" Sentak laki-laki tadi.


"Berhati-hatilah! Buka pintu menggunakan bom peledak dan kepung mereka!" ucap Ray.


"Siap laksanakan!" Ucap mereka.


Tim Carenza memasang bom khusus untuk meledakkan pintu kamar itu agar terbuka.


"Pintu siap di ledakkan!" Ucapnya.


Semua orang berlindung dan sedikit menjauh hingga Carenza menekan tombol untuk meledakkannya.


Duar!


🌺🌺


Sementara di dalam kamar, Ivanna sudah mendengar suara tembakan yang menggelegar. Ia harus bersiap dan menunggu siapapun yang akan datang untuk menjemputnya nanti.


Walaupun aku memiliki kunci, tetap saja itu akan sangat berbahaya, tidak mungkin aku keluar dengan hanya mengandalkan tujuh peluru ini!. Batin Ivanna.


Ia duduk dengan tenang di depan cermin hingga Jordan masuk sambil mendobrak pintu.


"Honey, kita harus segera pergi! Rumah ini sudah tidak aman lagi!" Ucap Jordan terburu-buru.


"Kenapa? Apa kau takut?" Tanya Ivanna dingin.


"Tentu, aku takut jika kamu kenapa-napa!" Ucapnya berdiri di belakang Ivanna.


Sial! Aku tidak tau jika mereka akan datang secepat ini dan di saat aku ada! Tetapi bagaimana cara gadis ini memberitahu mereka?. Batin Jordan bertanya-tanya.


Ia masuk dengan lima orang pengawal terkuat yang ia miliki. Menatap Ivanna dengan tajam dan melirik curiga.


"Apa kau memberitahukan keberadaanmu kepada mereka?" Tanya Jordan bengis.


"Bagaimana bisa aku melakukan itu! Tidak ada apa-apa di sini!" Ucap Ivanna ketus dan tersenyum tipis.


"Geledah kamar ini!" Ucap Jordan dengan mata yang menyalang.


Ia berjalan mendekat kearah Ivanna dan berbisik di telinga gadis itu. "Jika sampai aku tau, kau menghianatiku. Jangan harap kau bisa lepas dari tanganku!".


Ivanna semakin tersenyum dan menatap Jordan melalui kaca. "Apa kau takut jika saya di temukan, Tuan?" Tanya Ivanna.


"Takut? Kenapa aku harus takut? Aku memiliki tiga ribu orang lebih untuk menghajar mereka! Sekarang yang harus kita lakukan adalah lari sari sini dan ikut aku, kita pulang, divsana aku sudah menyiapkan pernikahan kita!" ucap Jordan tersenyum manis.


"Tuan, Nona Chelsea ada di sini!" Pekik salah satu pengawal ketika memeriksa kamar mandi.


Jordan terkejut, ia segera memeriksa ruangan kecil itu dan melihat Chelsea dan tiga orang pelayan lainnya tengah tergeletak di sana.


"Cepat kalian angkat mereka keluar!" Pekik Jordan.


Ia berjalan cepat kearah Ivanna dan langsung menjambak rambut indah nan panjang itu dengan sedikit kasar.


"Kau, ternyata kau yang telah menyambunyikan Chelsea!" Ucap Jordan membentak Ivanna.


Ibu muda itu hanya tersenyum remeh, ia sudah bersiap dan memikirkan cara untuk melumpuhkan mereka semua.


Cukup dengan menembak pada bagian kepala, mereka akan tewas di tempat. Baby, cepatlah datang!. Batin Ivanna.

__ADS_1


Jordan melepaskan kepala Ivanna dengan sedikit mendorongnya. Ia segera menghampiri Chelsea dan terlihat begitu khawatir.


Ivanna tersenyum penuh kemenangan, ia menghajar dua orang penjaga menggunakan jurus totok syaraf yang telah ia pelajari dari kecil.


"Chelsea bangunlah, bagaimana kau bisa kalah dari dia seperti ini?" Pekik Jordan.


Tanpa ia sadari, jika mereka berhasil mengulur waktu untuk kabur dari sana.


"Dia, dia menggunakan totok syaraf!" Ucap Chelsea lirih.


"Totok syaraf?" tanya Jordan.


Jordan terbelalak kaget ketika melihat tiga anak buahnya baru saja tumbang oleh Ivanna sementara dua orang lain masih berada di dalam kamar mandi untuk mengeluarkan pelayan yang masih ada di dalam.


"Kau?" Pekik Jordan.


"Kenapa? Apa kau pikir saya bodoh? hahaha," Ucap Ivanna tertawa.


"Hahaha!" Jordan ikut tertawa ketika melihat dua pengawalnya sudah berada di belakang Ivanna. "Kau jangan macam-macam, Nona! Ikuti saya jika kau masih ingin selamat!" Sambungnya tertawa begitu besar.


"Hahaha," Ivanna juga ikut tertawa, namun wajahnya berubah menjadi dingin, sangat dan menakutkan. "Kau belum tau berhadapan dengan siapa, jadi jangan berbangga diri wahai anak muda yang bodoh!" Ucap Ivanna tersenyum begitu menyeramkan.


"Kau mengatakan aku bodoh? Honey, harusnya aku yang berkata seperti itu! Kau yang bodoh, karena belum tau tengah berhadapan dengan Siapa!" Ucap Jordan tertawa. "Tangkap dia!" Teriak Jordan.


Srek!


Dor!


Bugh!


Srash!


Ivanna dengan cepat mengeluarkan postol dan pisau yang ia miliki, dengan secepat kilat mereka tertembak dan tertusuk dengan mengenaskan.


Hingga dua pengawal yang tersisa jatuh di samping kiri dan kanan Ivanna. Ia menembak tepat pada bagian jantung hingga tembus ke punggungnya dan satu lagi menusuk pada bagian perkutut laki-laki itu dan membuatnya menggelepar kesakitan.


"No Pain, No Mercy!" Ucap Ivanna menarik pelatuk pistolnya.


Dor!


Dua pengawal itu tewas ditempat dan membuat Jordan terbelalak kaget. Ia tidak menyangka jika Ivanna bisa seberani itu untuk membunuh dua orang sekaligus.


Prok, prok, prok!


Jordan bertepuk tangan karena melihat aksi Ivanna, karena telah mengalahkan para pengawalnya.


"Saya tidak menyangka jika nona begitu hebat dan bisa mengalahkan mereka semua dengan mudah. Saya hanya memikirkan bagaimana respon dunia ketika mengetahui jika anda telah membunuh begitu banyak orang. Apa lagi ketika anakmu sudah besar, apa dia tidak akan malu ketika tau jika ibunya seorang pembunuh!" Ucap Jordan tersenyum remeh berjalan kearah Ivanna.


Ibu muda itu juga tersenyum remeh, menatap Jordan, "Dia akan bangga dan belajar menjadi laki-laki yang tidak akan pernah dikalahkan oleh orang lain!" Ucap Ivanna.


"Hahaha," Jordan tertawa.


Duar!


Terdengar bunyi ledakan dari arah pintu, Ivanna langsung memasang siaga ketika melihat Jordan berlari kearahnya.


"Diam di tempat!" ucap Ivanna mengajungkan pistolnya.


Jordan terkejut dan berhenti, ia berjalan mendekat agar bisa menjadikan Ivanna sebagian tawanan.


"Angkat tangan!" Teriak Carenza.


Jordan segera mengangkat tangannya sambil menatap Ivanna. Carenza mendekat dan mengacungkan pistol tepat di kepala Jordan.


"badjingan sialan, beraninya kau menculik istriku!" Ucap Carenza begitu keras.

__ADS_1


Srek!


Bugh!


Jordan tiba-tiba saja menyerang Carenza dan menendang punggungnya dan membuat Carenza langsung tersungkur


Dor!


Dor!


Ivanna yang melihat itu langsung menembak kedua kaki Jordan dan menendang kepala pria tampan itu hingga terhempas kelantai.


"Aarrghh!" Pekiknya kesakitan.


"Beraninya kau menyakiti suamiku!" Bentak Ivanna menginjak tangan Jordan hingga pistol yang tengah di pegangnya terlepas begitu saja.


Krek!


"Aarrgggg!" Pekik Jordan


Terdengar suara remukan, karena begitu kerasnya injakan Ivanna membuat jari-jarinya remuk. Semua orang terkejut melihat Ivanna yang begitu kuat.


"Nona, biar saya yang mengurus mereka!" Ucap Joe.


Cuih!


Ivanna meludah tepat di wajah Jordan yang masih kesakitan. "Jika saja saya tidak membutuhkan anda, akan saya habiskan seluruh peluru yang ada di dalam pistol ini untuk membunuh seekor anjing!" Ucap Ivanna.


Ia segera menghampiri Carenza yang masih meringis kesakitan.


"Baby?" Pekik Ivanna.


"Uhuk, Sayang. Syukurlah, akhirnya kamu selamat! Aku merindukanmu!" Ucap Carenza terbata sambil menahan sakit.


"Hiks, Bertahanlah! Kita akan segera pergi dari sini!" Ucap Ivanna menangis sambil memeluk kepala Carenza.


"Dek!" Pekik Fajri yang sudah berlumuran darah.


Ia segera menghampiri Ivanna dan memeluk adik kecilnya dengan sangat erat. Ivanna membalas pelukan Fajri dengan begitu erat ketika melihat sangat abang sudah terluka.


"Abang, abang," Ucap Ivanna tidak bisa berkata-kata lagi.


"Sebaiknya kita langsung pergi dari sini!" Ucap Fajri.


Carenza di bantu oleh beberapa orang lainnya untuk keluar dari ruangan itu menuju lantai atas dimana helikopter sudah menunggu, begitu juga dengan Ivanna. Fajri dengan kondisi tangan yang masih luka dan juga kelelahan tidak kuat untuk menggendong Ivanna hanya bisa pasrah.


"Tunggu Nona!" bUcap salah satu polisi Rusia.


"Ya?" Jawab Ivanna menoleh.


"Kenapa mereka bisa seperti ini?" Tanya Mereka heran.


"Ah, saya Lupa!" Ucap Ivanna.


Ia menekan beberpa titik syaraf mereka termasuk juga Chelsea. Namun setelah itu, tubuhnya ambruk di atas tubuh gadis itu karena semua tenaga dalamnya sudah terkuras habis.


"Ivanna!" Pekik Fajri.


Mereka segera melarikan Ivanna menuju lantai atas dan menaiki helikopter agar bisa segera pergi kerumah sakit.


"Pergilah, Tuan! Biar kami yang mengurusnya di sini!" Ucap Atim sambil menatap Chelsea penuh dendam.


Bersiaplah kau gadis jeruk!. Batin Atim tersenyum.


🌺🌺🌺

__ADS_1


TO BE CONTINUE


__ADS_2