
Mobil Carenza berhenti di parkiran restoran mewah milik Malik. Ia segera mengajak Ivanna turun dan masuk ke dalam privat room yang sudah ia pesan terlebih dahulu.
"Selamat datang, Bapak Carenza! Mari saya antar!" Ucap pegawai restoran dengan ramah.
"Terima kasih!, Tolong beritahu Bapak Malik, jika saya ada di sini!" Ucap Carenza tersenyum.
"Baik, Pak! Silahkan!".
Ivanna mendelik dan langsung mengeratkan pegangan tangannya kepada Carenza. Pria tampan itu meringis, merasakan genggaman tangan Ivanna yang terasa begitu kuat.
Astaga, nona muda ini kalau cemburu tenaganya bisa lebih kuat? Aduh, habis aku setelah ini!. Batin Carenza menjerit.
Mereka segera masuk kedalam ruangan itu sambil menunggu Malik. Ivanna menatap Carenza dengan tatapan yang tidak bersahabat.
"Kenapa, sayang?" Tanya Carenza lembut. Mood Ivanna terlihat berubah-ubah sedari pagi tadi.
"Gak papa!" Ucap Ivanna ketus.
Carenza tersenyum dan menarik tubuh Ivanna agar bisa bersender di bahunya. Ia mengelus lembut kepala Ivanna sambil mengecupnya sesekali.
"Aku gak suka kamu senyum- senyum sama perempuan lain! Aku gak suka kamu ramah sama mereka! Aku gak suka kamu lembut sama mereka! Bagaimana kalau nanti ada yang jatuh hati? Kerjaanku masih banyak, By! Aku gak mau mengurus para pelakor yang tidak tau malu itu!" Ucap Ivanna berapi-api.
"Baiklah-baiklah! Tidak boleh senyum, tidak boleh ramah, tidak boleh dekat-dekat dengan perempuan! Aku milikmu dan aku mencintaimu!" Ucap Carenza menahan gemasnya sambil merangkup kedua pipi Ivanna.
Matanya terpaku kepada bibir merah yang begitu menggoda.
"Apa aku boleh mengecupnya?" Tanya Carenza sambil mengigit bibirnya.
"Belum boleh!" Ucap Ivanna lirih dan menggeleng pelan.
"Makanya, jangan buat aku selalu gemas ketika melihat mu, sayang!" Ucap Carenza tersenyum.
"Tapi aku selalu terlihat mengemaskan dari segi manapun, Baby!" Ucap Ivanna cemberut.
"Jangan cemberut, sayang! Aku gak kuat!" Pekik Carenza sambil menekan kedua pipi Ivanna hingga bibir merah cery itu monyong beberapa senti.
"Hekm, Asik banget yang pacaraa...," Ucap Malik masuk ke dalam ruangan itu dan terkejut dengan kehadiran Ivanna di sana.
"Se-selamat sore, Nona muda! Maaf, saya tidak tau jika anda datang ke sini!" Ucap Malik gelagapan.
"Tidak apa! Silahkan!" Ucap Ivanna datar seperti biasanya.
Ia kembali bersandar di bahu Carenza sambil menggenggam tangan pria tampan itu.
"I-iya, Nona!" Ucap Malik gemeteran menerka apa yang tengah terjadi saat ini.
"Ah, iya, Lik! Kenalkan ini pacarku, Ivanna. Sayang, kenalkan pria jomblo itu Malik, sahabatku!" Ucap Carenza mengenalkan mereka.
"Hai, kak! Aku Ivanna pacarnya Mamas Eza!" ucap Ivanna tersenyum tipis.
Glek!
Malik tergugu mendengar ucapan Carenza yang sangat tidak masuk akal baginya. Namun melihat sikap Ivanna, ia sedikit percaya, jika mereka memang pasangan kekasih.
"Ha-Hai, nona muda!" Ucap Malik lirih.
Ia merasa ingin pingsan saat ini melihat kenyataan yang baru saja ia lihat.
Bagaimana bisa curut ini mendapatkan nona muda? Pantas saja dia begitu bersemangat untuk menantang ku!. Batin Malik masih tidak percaya.
"Sa-saya permisi dulu, nona! Sa-saya akan memasak sesuatu yang spesial untuk, nona!" Ucap Malik berdiri.
"Jangan repot-repot, kak! Aku gak bisa makan sembarangan!" Ucap Ivanna.
"Ka-kalau minum?" Tanya Malik.
"Air putih saja!" Ucap Ivanna.
__ADS_1
"Ba-baik, tunggu sebentar!" Ucap Malik langsung berlari keluar dari ruangan itu.
"Huft, kita ngapain di sini, by? Aku bosan!" Keluh Ivanna.
"Hmm, kamu jangan marah nanti, yaa! Sebenarnya aku punya niat untuk menjodohkan Malik dengan asistenmu!" Ucap Carenza terkekeh.
Mata Ivanna membola, menatap ke arah Carenza.
"Kamu pintar, by! Aku telfon Felicia dulu!" Ucap Ivanna langsung menghubungi sang asisten pribadi.
"Aku kasihan, sayang. Dia udah tua, masih jomblo aja!" Ucap Carenza terkekeh.
"Jahil kamu ya, by!" Ucap Ivanna tersenyum dan mencolek hidung mancung Carenza.
"Cium dulu, dong!" Ucap Carenza menyodorkan pipinya.
"Ih, nanti kamu ketagihan, minta aku cium terus!" Ucap Ivanna tertawa dengan wajah yang merona.
"Itu pasti, sayang! Cium dulu sini!" ucap Carenza terkekeh.
"Ah nanti kamu malah menoleh, terus bukannya cium pipi malah," ucap Ivanna memperagakan nya menggunakan tangan.
"Hahaha, gak, sayang! kamu boleh pegang kepala aku! Ayo, ak umenunggu!" Ucap Carenza berbinar.
Dengan wajah yang merona dan juga malu, Ivanna memberanikan diri untuk mengecup pipi Carenza.
Muach!
"Sudah!" Ucap Ivanna lirih dan menyembunyikan wajahnya di dalam pelukan Carenza.
Sementara pria tampan itu, termagu dengan wajah senangnya. Ia memeluk Ivanna sambil terkekeh, karena berhasil mendapatkan kecupan manis itu.
"Hehehe, aku gak akan cuci muka sampai besok! Terima kasih, sayang!" ucap Carenza mengecup kepala Ivanna.
"Ih, aku malu, By!" Ucap Ivanna lirih.
"Cih, dasar bucin!" Ucap Malik yang menyaksikan kecupan itu mendarat dengan mulus,
Hampir saja ia menjatuhkan nampan yang tengah ia bawa karena terkejut.
Glek!
Aku tidak menyangka, di balik sikap tegas dan dingin nona Ivanna, ternyata dia begitu manis dan manja!. Batin Malik ingin menangis saat ini.
"Jangan lihat pacarku atau ku colok matamu!" Ucap Carenza garang dan tidak melepas pelukannya dari Ivanna.
Enak saja mau melihat wajah mengemaskan calon istriku!. Batin Carenza mendelik.
"Cih!" desis Malik kembali duduk di hadapan pasangan bucin itu.
"Ada perlu apa kamu, Za? Makan siang tidak, kita pun tidak janjian!" Tanya Malik.
Ia sedikit risih melihat Carenza yang cukup berani memeluk Nona muda itu.
"Ah, kita harus menunggu seseorang lagi!" Ucap Carenza.
"Okey!" Ucap Malik melihat ponselnya yang berbunyi.
"Baby, Apa wajahku masih merona?" Bisik Ivanna lirih dan mengangkat wajahnya.
"Masih, sayang!" Ucap Carenza usil.
Ia kembali memeluk Ivanna dengan lembut, padahal wajah Ivanna tidak lagi merona. Ia hanya modus!. Sehingga membuat Malik semakin mendelik dan menyimpan dendam kepada sahabat lucknutnya itu.
Tok, tok, tok.
"Permisi!" Ucap Felicia masuk ke dalam ruangan.
__ADS_1
"Ah, kamu sudah datang? silahkan duduk!" ucap Ivanna mengangkat kepalanya.
"Terima kasih, Nona!" Ucap Felicia duduk di samping Malik.
"Hmm, silahkan berkenalan dulu!" Uca Carenza menahan senyumnya.
Felicia menoleh dan mengulurkan tangannya dengan ekspresi biasa saja. Berbeda dengan Malik yang terlihat berbinar dengan wajah yang merona, menatap ke arah Felicia yang terlihat begitu cantik dan menawan.
"Felicia, Senang bertemu lagi dengan anda!" Ucap Felicia tersenyum.
Malik masih terdiam menatap kecantikan Felicia. Gadis itu mengernyit menatap Malik yang tak kunjung membalasn jabatan tangannya.
"Bukankah mereka terlihat mengemaskan, by?" bisik Ivanna lirih di telinga Carenza.
"Kamu lebih mengemaskan, sayang!" Ucap Carenza menatap Ivanna sambil tersenyum.
"Lik, sadar woi!" ucap Carenza dan membuat Malik sadar dari keterpanaannya melihat kecantikan Felicia.
"Ma-Malik, Senang berkenalan dengan anda, nona sekretaris!" Ucap Malik gugup.
"Panggil Felicia saja, di luar jam kerja, kak!" Ucap Felicia tersenyum.
"Ba-baiklah, Felicia! Kamu cantik!" Ucap Malik membuat Felicia merona seketika.
Sementara Ivanna dan Carenza menatap Malik tidak percaya, jika ia seberani itu.
"Terima kasih, kakak juga tampan!" Ucap Felicia tersenyum.
"Apa itu artinya kita berjodoh?" Ucap Malik berbinar.
"Hahaha, jangan bercanda, kak! Gak akan mungkin!" Ucap Felicia tertawa.
Gubrak!
Ivanna dan Carenza merasa lemas mendengar jawaban Felicia yang tidak paham dengan kata gombal.
"Bagaimana kalau kita buat mungkin?" Ucap Malik masih belum menyerah.
"Haha, apa kakak mau sama saya? Saya hobi kentut sembarangan, jorok, blak-blakan juga!" Ucap Felicia tersenyum.
"Ah, aku gak yakin, asisten nona muda seperti itu!" Ucap Malik tersenyum.
Felicia tidak lagi menjawab perkataan dari Malik yang membuatnya cukup terkejut dan syok dengan apa yang ia dengar barusan.
Gila sih ini orang, baru kenalan aja sudah seperti mau nikahin aku! Apa ini rencana Nona dan tuan?. Batin Felicia.
Ia menoleh ke arah Ivanna dan Carenza, dengan cepat mereka mengalihkan pandangan agar tidak bertatapan dengan mata Felicia.
Ah, Nona! Kenapa anda terlalu bersemangat untuk mencarikanku jodoh!. Batin Felicia menjerit.
"Hekm, begini Felicia, kak Malik!. Berhubung, calon suamiku pernah bercerita jika kakak sedang jomblo dan mencari pasangan yang serius. Sementara aku juga memiliki Felicia yang jomblo dan selalu ngenes ketika aku dan Mamas Eza berduaan. Jadi, tidak ada salahnya kalau kalian mencoba berkenalan, dan menjalin hubungan!" Ucap Ivanna menjelaskan.
"No-Nona jangan bercanda!" Rengek Felicia. "Di dalam kontrak kerja, saya belum boleh menikah dalam waktu 18 bulan!" sambung nya.
"Astag, Felicia! Saya bukan memintamu untuk menikah! Tetapi kenalan saja dulu!" Ucap Ivanna merutuki kelemotan Felicia.
Nona! Jangan paksa saya! Hiks, tapi dia tampan juga! Huaa. Batin Felicia menjerit
"Sudah, ya! Kami masih ada urusan sebentar. Silahkan berkenalan terlebih dahulu!" Ucap Carenza pamit.
Mereka segera meninggalkan Felicia yang masih terkejut di dalam ruangan itu bersama dengan Malik yang terlihat senang.
Dua laki-laki ini memang memiliki sifat yang hampir sama. Astaga!
πΊπΊπΊ
TO BE CONTINUE
__ADS_1