IVANNA, Putri Sultan Milik CEO

IVANNA, Putri Sultan Milik CEO
Nafla dan Najla William Hartono


__ADS_3

Tiga pasang mata berbinar menatap dua bayi cantik yang tengah tertidur di dalam box bayi. Nizam, Noah dan Naren begitu terkesima melihat pemandangan yang ada dihadan mereka.


"I-ini adekku?" Tanya Noah masih tidak percaya jika ia mendapatkan dua adik sekaligus.


"Iya, cantik banget!" Ucap Nizam berbinar.


Sementara Naren menahan diri untuk tidak memuji adik kembarnya itu, mengingat ini akan memicu peperangan antara dirinya dan Nayla nanti. Sehingga ia hanya bisa diam dan memuji mereka didalam hati.


"Ayah, Me-mereka cantik banget! Apa aku boleh menciumnya?" Tanya Noah tanpa mengalihkan pandangan kepada dua gadis kecil itu.


"Boleh dong!" Ucap Carenza tersenyum.


"Ijam juga Ayah!" Ucap Nizam yang berada di dalam gendongan Safira.


Carenza menurunkan Noah dan menggendong baby kembar bergantian lalu meletakkan mereka di atas brangkat Ivanna.


"Aku mau naik, Ayah!" Ucap Noah tidak sabar sambil merarik celana Carenza.


"Sabar Aa'!" Ucap Ivanna tersenyum sambil menggendong salah satu putri kecilnya.


Carenza menggendong Noah dan meletakkannya di samping baby girl yang mulai membuka mata.


"Wah!" Ucap dua pria kecil itu berbinar.


"Ayah, dedenya bangun!" Ucap Noah begitu terpesona melihat mata sang adik.


Muach!


Ia mengecup pipi gadis kecil itu dengan lembut karena sudah tidak tahan lagi. Begitu juga dengan Nizam, mata polosnya yang berbinar tidak bisa disembunyikan lagi.


"Nama adik siapa Bunda?" Tanya Noah masih tengan wajah sumringahnya.


"Ah iya, Dedenya belum di kasih nama! Apa Aa' mau bantu Bunda untuk mencarikan nama?" Ucap Ivanna tersenyum.


Deg!


Noah terkejut dengan mata yang membulat sempurna. Telinganya memerah mendengar ucapan Ivanna yang membuat impiannya bisa terwujud.


"Bunda beneran?" Tanya Noah masih tidak percaya.


"Iya sayang!" Ucap Ivanna tersenyum sambil menyusui salah satu putrinya.


Noah menatap Nizam dengan lekat. Mereka pernah membicarakan hal ini bersama hingga mendapatkan dua buah nama untuk baby kembar itu.


"Adek, Aa' memberi Dede nama, Najla. Najla Wiliam Hartono!" Ucap Noah dengan mata yang berkaca-kaca.


Ia mengecup kening sang adik dengan lembut. Semua orang cukup kagum dengan nama yang diberikan oleh Noah.


"Najla? Nama yang bagus!" Ucap Ivanna tersenyum.


"Terima kasih, Bunda!" Ucap Noah tersenyum.


Nizam terlihat ingin melakukan hal yang sama, tetapi ia sedikit merasa malu dan juga takut. Namun suara Noah membuyarkan lamunan dan juga mengejutkannya.


"Bunda, Apa Ijam boleh memberikan adik nama?" Tanya Noah tersenyum penuh harap.


"Boleh, dong!" Ucap Ivanna tersenyum.


Nizam menatap Noah dan Ivanna bergantian dengan perasaan yang bercampur aduk. "A-apa benar, Bunda?" Tanya Pria kecil itu tidak percaya.


"Iya, sayang!" Ucap Ivanna tersenyum. Ia menyerahkan baby girl yang akan di beri nama oleh Nizam kepada Carenza dan menerima Najla agar bisa di susui.

__ADS_1


Nizam tercekat, sudah lama ia meminta adik kepada orang tuanya, namun hanya kekecewaan yang ia dapat mendengar ucapan Sang ibunda yang tidak bisa memberikannya adik lagi.


"Hai bocil," Panggil Nizam semakin tercekat. "Mas, memberikanmu nama Nafla, Nafla Wiliam Hartono!" sambungnya dengan air mata yang menetes.


Semua orang terharu melihat dua bocil itu tengah berbangga karena bisa memberikan nama kepada dua adik cantiknya.


Semasa hamil, Ivanna sudah sering mendengarkan mereka berdebat untuk memilih nama bayi kembar itu. Ketika mendengarkan keputusan mereka memilih nama yang cukup bagus, dari sanalah Ivanna dan Carenza sepakat untuk memberikan mereka kesempatan yang sangat berharga ini.


Nizam menangis sambil mengecup kening Nafla, sungguh ia juga menginginkan seorang adik perempuan seperti Noah.


"Jangan nangis, ini adik kita sama-sama!" Ucap Noah sambil mengusap kepalaa Nizam.


"Hiks, Iya!" Ucap Nizam tersedu.


Semua orang tersenyum gemas melihat tingkah mereka. Apa lagi Nizam yang lebih manja dari pada Noah.


Sementara disudut ruangan, Nayla hanya bisa cemberut melihat dua bayi kembar yang begitu mengemaskan. Tanpa bisa di pungkiri, jika mereka memang lebih cantik di bandingkan dirinya.


Naren, hanya bisa memeluk gadis itu dari samping tanpa mengucapkan sesuatu, karena jika ia ikut memuji makan akan memicu perdebatan antara dirinya dan Nayla.


"Apa abang gak mau cium adek juga?" Tanya Nayla lirih sambil bersandar di dada Naren dengan manja.


"Nanti saja! Kaka jangan cemburu sama adik-adik! Semua perempuan itu cantik, apa lagi kakak udah besar, cantiknya makin bertambah!" Ucap Naren tersenyum.


"Jangan menghiburku!" Ucap Nayla memukul paha Naren dengan wajah yang merona.


"Hahaha, benar kan? Ya sudah, yuk kita sapa adik-adik!" Ucap Naren tertawa sambil menarik Nayla untuk berdiri.


Mereka berjalan menuju brankar dimana baby twins tengah berbaring dengan damai di dalam balutan bedung yang begitu menghangatkan.


Nayla berbinar, ia mengakui jika kedua adiknya memang sangat cantik dan mengemaskan.


Hiks, aku ngaku kalah cantik dari mereka! Apa lagi, waah!. Batin Nayla berbinar ketika melihat mata cantik Najla terbuka.


"Cie yang udah ada saingan!" Ucap Fajri meledek.


"Ih, Daddy jangan gitu!" Ucap Nizam menutup mulut Fajri dengan tangan kecilnya.


Nayla cemberut namun matanya tak lepas dari dua bayi kembar yang mengemaskan itu. Tangannya terulur untuk menyentuh kepada Najla dengan lembut.


"Dek?" Panggilnya lirih dan tersenyum.


"Kak?" Panggil Ivanna lembut.


"Iya, Bunda?" Jawab Nayla.


Ivanna melambaikan tangannya meminta agar Nayla mendekat. Gadis itu sambil tersenyum melangkah dan masuk ke dalam pelukan Ivanna.


"Jangan sedih karena ada saingan, ya sayang!" Ucap Ivanna tersenyum dan mengecup kening Nayla dengan lembut.


"Iya, Bunda. Ya walaupun butuh waktu sih, untuk menerima kehadiran adik-adik!" Ucap Nayla lirih.


"Sabar ya, Sayang. Sekarang, kakak punya tanggung jawab baru untuk menjaga adik-adik! Jangan ngajarin hal yang aneh-aneh nanti!" Ucap Ivanna tersenyum.


"Iya, Bunda!" Ucap Nayla mengeratkan pelukannya kepada Ivanna.


Mereka tersenyum melihat tingkah Nayla, karena selama ini tidak ada yang tau apa gender dari baby twins yang tengah di kandung oleh Ivanna.


Setiap kali melakukan USG, mereka sangat malu untuk menunjukkannya, sehingga Ivanna menjadikan ini sebagai surprise untuk semua orang.


Noah masih berbinar menatap wajah cantik adik-adiknya. Ia menjulurkan tangan untuk mencolek pipi Nafla yang masih tertidur.

__ADS_1


Tuing!


Ia tersenyum tipis, namun setelah itu terkejut ketika mendengar Najla menangis, di ikuti oleh Nayla yang juga ikut terkejut.


"Dede jangan nangis!" Ucap Noah panik.


Ia mengusap tubuh kecil itu dengan lembut, namun semakin lama tangisan mereka semakin kencang dan membuat Noah juga ikut menangis.


Carenza dan Fajira mengambil baby kembar itu sambil menggendong mereka. Sementara Nayla memeluk Noah agar bisa menenangkannya.


"Udah, Gak papa, Aa'! Biasa anak kecil nangis seperti itu!" Ucap Nayla terkekeh sambil menenangkan Noah.


Pria kecil itu masih berusaha untuk menghentikan tangis seiring dengan tenangnya dua bocil itu karena diberikan asi oleh Ivanna sekaligus.


Ia meminta untuk duduk dekat dengan sang adik dan ikut berbaring di kaki Ivanna karena merasa bersalah.


"Gak papa! Dedenya pipis tadi sayang!" Ucap Ivanna tersenyum.


"Hiks, apa adik-adik marah sama Aa', Bunda?" Tanya Noah Lirih.


"Gak sayang. Udah ya, jangan nangis lagi! Nanti dedenya juga ikutan nangis melihat Aa' sedih!" Ucap Ivanna tersenyum.


"Hiks, Iya, Bunda!" Ucap Noah.


Perlahan ia memejamkan mata dan terlelap sambil memeluk kaki Ivanna. Semua orang tersenyum gemas melihat tingkah pria kecil nan dingin itu.


Siang yang begitu manis, ditambah dengan kelahiran baby kembar, membuat kebahagiaan selalu terpancar dari setiap anggota keluarga.


Setiap orang memiliki cerita hidup masing-masing. Terkadang untuk mendapatkan sebuah kebahagiaan, harus ada perjuangan yang begitu berat, penuh derita dan air mata. Tetapi ada hasil yang akan diperoleh dikemudian hari.


🌺🌺🌺


Kata orang, setiap pembukaan ada penutupan. Setiap pertemuan ada perpisahan.


Terima kasih atas support yang mengalir tanpa henti, untuk do'a yang selalu diucapkan, untuk semangat yang selalu membakar jiwa, untuk kasih sayang yang selalu tercurahkan.


Untuk semua orang-orang yang tulus, semoga kita selalu diberikan keselamatan, kemudahan, kesehatan, rezeki dan nikmat yang terus bertambah seiring bertambahnya rasa syukur kita.


Saya, atas nama keluarga besar Anak Sultan Milik CEO mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. Semoga Tuhan membalas semua kebaikan teman-teman tanpa putus, menggantikannya dengan pahala yang berlipat ganda.


Semua komentar, Like, Vote, hadiah dan semangatnya, membuatku terharu dengan semua itu. Walaupun setiap bab tidak selalu bagus, dengan alur yang sering kali down, atupun yang lain, namun ada rasa puas tersendiri karena masih ada yang mau membaca karya receh ku ini. πŸ₯°πŸ˜­


Semoga kita bisa bertemu lagi di lain kesempatan, dengan cerita yang lebih menarik, dengan penulisan yang lebih rapi, seiring dengan bertambahnya ilmu.


Dengan berat hati, aku ingin mengatakan jika ini karya terakhiku untuk beberapa bulan kedepan.


Aku ingin hiatus sementara, untuk menyelesaikan skripsi yang susah lama terbengkalai.


Jujur aku masih belum rela untuk menamatkan Ivanna secepat ini, apa lagi cerita bocil Squad akan lebih menarik lagi untuk di bahas. Namun ada hal yang lebih penting untuk aku lakukan 😭


Semoga di lain kesempatan, ketika aku merilis karya yang baru kita masih bisa bertemu dan berinteraksi lagi.


...Aku menyayangi kalian πŸ₯°πŸ₯°...


...Terima kasih dan Terima kasih!...


...Love You All πŸ₯°πŸ₯°πŸ˜­πŸ˜­πŸ˜­...


...Salam sayang author πŸ€—πŸ€—...


...Padang, 1 April 2022...

__ADS_1


...T A M A T...


...🌹🌹🌹🌹🌹...


__ADS_2