IVANNA, Putri Sultan Milik CEO

IVANNA, Putri Sultan Milik CEO
Berhasil!


__ADS_3

"Selamat malam para hadirin yang berbahagia. Selamat datang dalam perhelatan Penghargaan Tertinggi Pengusaha Muda se Asia Tenggara. Tahun ini kita kembali mengadakan acara ini untuk memberikan penghargaan kepada para pengusaha yang begitu bersemangat dalam memajukan dan mengembangkan bisnis dengan sangat baik!" Ucap MC dalam bahasa Inggris.


"Langsung saja kita mulai dengan nominasi pertama, kategori Perangkat Lunak dan Jasa TI!" Ucap MC.


Layar televisi memperlihatkan profil Fajri dan lima kandidat lainnya. Semua pencapaian yang telah di dapat oleh mereka, diputar dengan begitu memukau. Namun Fajri terlihat sangat menonjol dengan semua perkembangan perusahaannya.


"Untuk nominasi pertama, Dimenangkan oleh..., PT. FHD Indonesia! Kepada Tuan Fajrianda Hanindyo Dirgantara, dipersilahkan!" Ucap MC.


Semua orang bertepuk tangan, sudah beberapa tahun ini tidak ada yang mampu untuk menyaingi pencapaian Fajri dalam bidang itu.


Mendapatkan sebuah trophy dan Piagam. Ia mengucapkan sepatah dua patah kata dengan hati yang begitu senang.


Acara terus berlangsung dengan beberapa hiburan dari artis Internasional yang ikut memeriahkan acara tersebut.


"Selanjutnya, nominasi dalam kategori Property And Real Estate, di menangkan oleh..., Dirgantara Corp. Kepada Nyonya Muda Ivanna dipersilahkan untuk menaiki panggung!" Ucap MC.


Ivanna dengan rasa bangga berjalan menuju panggung untuk menerima trophy karena berhasil mengalahkan beberapa pebisnis muda lainnya yang sudah berkecimpung lama dan juara bertahan dalam bidang Properti dan Real Estate.


Hingga tiba saatnya, Ivanna dan Fajri masuk kedalam kategori yang sama. Keduanya begitu tegang karena ini untuk pertama kalinya mereka bersaing membawa nama Dirgantara grub.


"Pemenang nominasi dalam kategori The Best CEO Of The Year, yaitu..., Nyonya muda Ivanna Hanindya Dirgantara, dari Perusahaan Dirgantara Corp. Kepada Nyonya Ivanna persilahkan untuk maju kedepan!" Ucap MC begitu antusias.


"Benarkah?" tanya Ivanna tidak percaya jika ia bisa mengalahkan Fajri dalam waktu tiga bulan.


"Selamat, sayang!" Ucap Fajri terkekeh dan juga bangga dengan adik semata wayangnya ini.


"Wah, Akhirnya dede bisa mengalahkan, abang!" Ucap Safira berbinar.


"Sayang, selamat! Akhirnya keinginan kamu untuk mengalahkan abang tercapai!" Ucap Carenza begitu bahagia, bahkan ia mengecup kening Ivanna di hadapan kamera.


"I-ini beneran?" tanya Ivanna masih tidak percaya.


"Beneran, sayang! Udah sana maju, tunjukkan kehebatanmu dihadapan semua orang!" Ucap Fajri tersenyum bangga.


Ivanna tersenyum tipis dengan penuh haru. Ia berjalan keatas panggung di iringi dengan tepuk tangan yang begitu meriah.


"Selamat malam semuanya!" Sapa Ivanna. "Terima kasih karena sudah memilih saya untuk mendapatkan penghargaan ini. Sungguh semuanya diluar dugaan," Ucap Ivanna dengan tenang


"Kami Dirgantara grub, bukan bersaing untuk menentukan siapa yang paling hebat, atau siapa yang paling berkuasa, tidak! Tetapi kami bersaingan untuk menaikkan progres dari perusahaan itu sendiri. Terima kasih kepada seluruh karyawan Dirgantara Grub. Ini untuk kita semua. Selamat malam!" Ucap Ivanna tegas.

__ADS_1


Ia kembali duduk di tempatnya. Di sana terlihat Fajri sudah mendapatkan tiga trophy dan ia sudah mendapatkan dua trophy.


Acara terus berlangsung dengan membacakan beberapa nominasi lagi. Hingga tiba pada acara inti yaitu nominasi Penghargaan Pebisnis Terbaik se Asia Tenggara.


Ada 7 kandidat termasuk Ivanna dan Fajri di sana. Semua orang sudah bisa menebak siapa yang akan menjadi pemenang pada tahun ini.


"Siapa lagi kalau bukan, Tuan Fajrianda Hanindyo Dirgantara. Kepada Tuan Fajri di persilahkan! Ucap MC yang tidak pernah bosan menyebut nama Fajri.


"Aku gak akan pernah menang dari abang kalau urusan yang satu ini!" Ucap Ivanna tersenyum dan memeluk Fajri.


"Ah, jangan seperti itu! Tahun depan kamu harus bisa mengalahkan Abang!" Ucap Fajri berjalan ke atas panggung.


"Selamat malam semua! Malam ini saya kembali berdiri untuk memegang trophy besar ini. Padahal saya sudah mengurangi sebagian pekerjaan dan inovasi di perusahan, memberikan kesempatan untuk rekan-rekan yang lain agar bisa mengejar saya!. Namun sepertinya tahun depan, saya akan mengeluarkan semua inovasi dan kreasi yang sudah saya tahan selama ini untuk dikembangkan lebih bagus lagi. Tetap sportif dan saling mendukung satu sama lain. Anak-anak daddy, Ini untuk kalian! Terima kasih." Ucap Fajri lantang dan tersenyum penuh bangga.


Gemuruh tepuk tangan menggema diruangan itu, mengiringi langkah kaki Fajri menuju tempat duduknya. Kini ia membawa tiga trophy dan Ivanna membawa dua trophy. total ada lima trophy yang akan mereka sandang ketika pulang nanti.


Hal, yang paling membahagiakan adalah, Ivanna berhasil untuk mengalahkan Fajri, walaupun hanya dalam satu nominasi saja.


Hingga acara selesai, senyum Ivanna masih mengembang sambil memperhatikan trophy itu dengan penuh kebanggaan. Sementara yang lain juga ikut terseyum melihat kebahagiaan Ivanna.


"Hekm, ada yang lagi bahagia nih!" Ucap Fajri menggoda.


"Kamu memang mengemaskan, Ya!" Ucap Safira terkekeh menatap wajah Ivanna.


"Kak, jangan menggodaku lagi!" Ucap Ivanna menyembunyikan wajahnya kedalam pelukan Carenza.


Mereka tergelak melihat tingkat Ivanna. Padahal selama acara berlangsung ia hanya banyak terdiam dengan wajah yang begitu dingin. Menatap tajam semua perempuan maupun laki-laki yang melirik suaminya tampannya.


Hingga mobil berhenti di loby apartemen, mereka segera masuk kedalam kamar masing-masing.


"Cie, yang jadi the best CEO of the year, tuu!" Ucap Carenza menggoda Ivanna yang tengah berganti pakaian.


"Ih, udah, By! Semoga bisnis kamu juga semakin berkembang, mana tau kita bisa bersaing bersama tahun depan!" Ucap Ivanna membantu Carenza untuk membuka kemejanya.


"Semoga saja, sayang! Aku ikut bahagia atas pencapaianmu!" Ucap Carenza mengecup kening Ivanna dengan lembut dan lama.


Setelah membersihkan diri, Carenza membaringkan Ivanna dengan lembut di atas ranjang. Ia menatap manik mata sang istri dengan lembut dan penuh damba.


Seperti malam sebelumnya, ia hannya menggunakan celana boxer yang minim dan mencetak, sehingga membuat Ivanna lebih sering kepanasan sendiri melihatnya.

__ADS_1


"Aku lebih suka melihat wajah polos tanpa make up mu, sayang!" Ucap Carenza tersenyum.


Ia mengecup bibir Ivanna berulangkali dan melumaatnya dengan lembut dengan menuntut. Ivanna terbuai dan membalas ciuman sang suami yang begitu ia dambakan.


Perlahan pergerakan Carenza semakin panas dengan gairaah yang mulai menguasainya. Ia menatap Ivanna dengan lekat, seolah meminta persetujuan darinya.


"Lakukanlah, By! Aku milikmu!" Ucap Ivanna lirih yang terdengar begitu menggoda ditelinga Carenza.


"Aku mencintaimu, sayang. Istriku!" Ucap Carenza semakin mencumbu Ivanna.


Lenguhaan dan desaahan saling bersautan di kamar itu. Carenza selalu memberikan kenyamanan kepada Ivanna agar ia bisa bermain lebih lama.


Mereemas, melumaat dan menggigit pelan dua bukit kembar Ivanna, membuat Carenza semakin bergaairah untuk memacu adiknya yang sudah terbenam di bawah sana.


"Akh, Baby!" lenguuh Ivanna dengan dada yang membusung dan meremaas lengan kekar Carenza.


"Sedikit lagi, sayang!" Ucap Carenza semakin menambah kecepatannya dan membuat Ivanna semakin tidak tahan lagi.


"Akhh!" Lenguuh keduanya ketika melakukan pelepasan.


Nafas keduanya memburu, Carenza terbaring di samping Ivanna sambil mengelus perut rata istrinya.


"Cepat tumbuh, sayang. Abah tidak sabar menunggu kehadiran kalian!" Ucap Carenza tersenyum.


"Aamiin, semoga kita cepat memiliki momongan ya, By!" Ucap Ivanna tersenyum dan menggenggam tangan Carenza.


"Aamiin. Yuk, kita istirahat!" Ucap Carenza tersenyum.


"Iya, Abah!" Ucap Ivanna terkekeh.


"Haha, Ayo ambu!" Ucap Carenza yang juga ikut tertawa. "Peluk dong, Ambu!" Ucapnya manja.


"Uluh-uluh, sini suamiku!" Ucap Ivanna memeluk Carenza. "bersih-bersih dulu yuk!" ajak Ivanna.


"Ah, Iya. Ayo, sayang!" Ucap Carenza menggendong Ivanna menuju kamar mandi.


Mereka membersihkan diri sebentar lalu beristirahat. Karena besok pagi, adalah hari pertama menjalani kehidupan nyata dalam dunia suami dan istri.


🌺🌺🌺

__ADS_1


TO BE CONTINUE


__ADS_2