
Satu minggu berlalu setelah pertemuan Kharisa dan maminya Rafael. Kharisa mulai memasang benteng pembatas antara ia dan Rafael, sepertinya keputusannya sudah bulat untuk menjauhi Rafael. Ia sudah cerita juga ke mamanya kalau maminya Rafael tidak merestui hubungan mereka, namun Kharisa tidak menjelaskan alasannya, tentu saja karena ia tidak ingin menyakiti hati wanita yang banyak berjasa untuknya.
"Mama akan mendukung apa pun keputusanmu, yang penting kamu sudah memikirkannya baik-baik, mama hanya ingin melihat kamu bahagia, apa pun keputusanmu yang membuatmu bahagia mama mendukungmu." Begitulah mama, selalu berada di belakang Kharisa untuk mendukungnya.
"Mama akan bilang ke Papa, rencana kamu resignt dari rumah sakit, papa pasti akan mendukungmu juga, apalagi nanti kamu bisa bantu di perusahaan Papa. Pasti papa ngasih buat bayar finaltinya, kalaupun nggak, tabungan mama kan banyak, Kharis pakai saja." Kharisa memang berencana mengundurkan diri dari pekerjaannya, tentu saja sebagai upayanya menjauhi Rafael, ini bukti kalau Kharisa serius dengan keputusannya. Kini mendapatkan uang pulihan juta bukan hal yang sulit bagi Kharisa, selain ada papanya yang siap mensupport, kini mamanya pun dengan leluasa bisa mensuportnya.
Sementara Rafael terus berjuang mendapatkan lagi hati Kharisa. Walaupun kadang ia dan Kharisa sering berselisih paham, namun ia selalu mengusahakan ialah yang harus mengalah. Anehnya selalu saja ada hal yang dipertentangkan diantara mereka, dari mulai hal sepele tentang pola asuh Rakha hingga hal-hal serius tentang hubungan mereka. Seperti sore ini di rumah Kharisa, Rafael dan Kharisa tengah membicarakan rencana liburan untuk Rakha. Sekolahnya sudah mulai libur. Kalau dulu saat Kharisa masih menyatakan diri untuk hidup bersama Rafael, ia setuju saja saat Rakha akan diajak berlibur ke Singapuraa, namun kini setelah ia memutuskan menjauh dari Rafael ia keberatan Rakha diajak berlibibur ke Singapura dengan alasan terlalu jauh.
"Dulu kamu sudah setuju kan Sa, aku sudah memesan tiket Disneyland untuk tiga orang. Tiket pesawat rencananya besok akan dipesan."
"Tapi waktunya bentrok dengan acara pernikahan kakaknya Faisal. Aku akan membawa Rakha ke sana, sudah lama kami tidak ke sana."
"Kamu kan bisa pergi duluan, nanti aku anterin Rakha ke sana, Di Singapuranya juga hanya tiga hari kok. Gak enak kalau aku batalin. Kakakku mau datang, dia akan ikut liburan juga. Please Sa, Rakha juga sudah terlalu senang akan ke disneyland, dia akan sedih kalau sampai tidak jadi."
"Gak enak kan kalau seperti ini, Rakha akan bingung kalau disuruh memilih mau sama dadynya atau sama momynya."
Setelah perdebatan panjang akhirnya Kharisa setuju Rakha berlibur di Singapura dengan catatan hanya tiga hari.
Sementara hubungan Kharisa dengan Faisal masih seperti yang dulu, seperti kakak dengan adiknya, mereka tidak pernah mengungkit pembahasan permintaan Kharisa kepada Faisal untuk menjadi ayah Rakha. Faisal memang menganggap permintaan Kharisa hanya karena emosi sesaat, sementara Kharisa menganggap permintaannya adalah hal serius, namun untuk saat ini ia pun tidak menuntut Faisal memberikan jawabannya.
Hari ini adalah hari dimana Rakha akan diajak berlibur dadynya ke Singapura.
__ADS_1
"Kenapa momy tidak ikut, dulu momy bilang akan ikut? tapi kenapa enggak ikut?" Terlihat kekecewaan di wajah Rakha.
"Momy kan masih kerja sayang, jadi gak bisa ninggalin pekerjaan momy, Rakha baik-baik sama dady yah, gak boleh rewel, harus nurut sama Dady." Dengan berat hati Kharisa melepaskan putranya pergi bersama dadynya berlibur ke Singapura.
Andai saja hubungannya dengan Rafael mendapat restu maminya, tentu saja saat ini ia ikut menikmati liburannya bersama Rafael dan Rakha.
Ternyata Tidak hanya Rafael dan kakaknya yang berlibur mendampingi Rakha, mami,dan papinya pun ikut serta. Seperti yang sarankan Mario, Rafael bersikap baik pada maminya dengan harapan maminya berubah, bisa menerima Kharisa sebagai menantunya.
Saat ini mami Rafael bisa menikmati kebersamaan dengam cucunya, bisa puas merasakan memiliki cucu yang sesungguhnya, ditambah kelucuan Rakha, celotehannya, sikap manjanya pada oma dan opanya, benar-benar membuat ia merasakan menjadi seorang nenek yang menyayangi cucunya. Selain kehadiran cucunya, yang membuat mami Rafael terlihat bahagia, ternyata kehadiran putra pertamanya Rechan menjadi kejutan yang membahagiakan. Tidak pernah menyangka putranya akan pulang ke tanah air.
Harapan Rafael, dengan cara inilah maminya bisa menerima Kharisa.
Selama di Singapura mereka tinggal di apartemen milik keluarga, apartemen mewah tentunya. Rakha terlihat sangat menikmati kebersamaan dengan dadynya, ia terlihat begitu ceria menikmati arena bermain di Disneyland, tidak sedikit pun ia menanyakan momynya. Kharisa sendiri berkali-kali menghubungi Rafael menanyakan kabar Rakha lewat pesan WA.
Selama berada di arena bermain Rakha benar-benar tidak menanyakan momynya, namun saat beradaa di apartemen, saat menjelang malam, Rakha mulai merasakan kerinduan pada momynya.
"Dady, I miss Momy." ujarnya dengan wajah murung.
"Aku mau sama Momy." ujarnya lagi sambil terisak.
"Hey Boy, di sini kan ada Dady, mau vidio cal Momy?" Langsung saja Rakha menganggukan kepalanya.
__ADS_1
"Okey, kita vidio call momy." Rafael langsung melakukan panggilan vidio call. Dan tidak lama kemudian, muncul wajah Kharisa di layar HPnya.
"Momy......hhwaaa.......momy...aku mau pulang, aku mau sama momy, aku gak mau jauh dari momy......" Tangisan Rakha di depan layar hpnya membuat Kharisa khawatir
"Rakha kenapa sayang?" Tanya Kharisa, namun Rakha masih tetap menangis memanggilnya
"Hhuhwwwa Momy aku mau sama momy."
"El, kenapa Rakha..?"
" Dia hanya rindu sama kamu Sa. Everythink is Ok"
Rupanya tangisan Rakha terdengar hingga membuat omanya keluar dari kamarnya. Mama Rafael memperhatikan cucunya yang tengah menangis menatap layar HPnya.
"Cucu Oma kenapa menangis? Sini sama Oma."
"Aku mau sama momy......aku mau pulang....huuuu.....momy." Rupanya Kharisa memutus panggilan vidio callnya karena tidak tega melihat Rakha menangi.
" Hey...its ok, ada dady di sini." Rafael meraih Rakha, mendekapnya, menenangkannya. Namun tangis Rakha masih belum mau reda. Melihat cucunya yang masih saja menangis, membuat mami Rafael terenyuh, tiba-tiba ia merasa bersalah pada cucunya. Ini semua karena ulahnya membuat cucunya bersedih. Andai saja ia menerima Kharisa, mungkin saja saat ini Kharisa ada di dekat cucunya, dan Rakha tidak akan menangis seperti ini.
Harapannya melihat Rafael bersanding dengan vania pupus sudah, Vania menolak untuk kembali bersama Rafael, lalu haruskah ia menerima Kharisa sebagai menantunya yang jelas-jelas sudah ia tolak..?
__ADS_1
Haruskah ia berdamai dengan Kharisa demi cucunya?
bersambung