Jangan Ambil Anakku

Jangan Ambil Anakku
Jangan Ubah Takdirku


__ADS_3

Satu bulan berlalu, hubungan Kharisa dengan Rafael berjalan dengan baik, hubungan dua insan yang saling mencintai tapi mencoba untuk membatasi diri dalam berinteraksi, tidak seperti saat pacaran saat jaman mereka SMA. Tidak ada acara ngedate berdua, tidak ada ucapan sayang-sayangan atau ungkapan perasaan saat mereka merasakan rindu baik secara langsung ataupun lewat chat WA, apalagi saling menyentuh atau berpegangan tangan.


Rafael mencoba memahami proses yang disebut taaruf, ia mencari informasi melalui aplikasi pintar yang serba tau, serba ada, apapun yang ingin diketahui pasti ada, hanya dengan mengetik kata 'taaruf' langsung muncul dari mulai artikel, vidio penjelasan dari beberapa ustad sampai share pengalaman pasangan yang menjalani proses taaruf termasuk beberapa artis terkenal. Ia mulai paham seperti apa seharusnya batas hubungan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram.


Ia jadi teringat saat masa pacaran lima tahun yang lalu, hingga ia melakukan hal terlarang, yang sudah jelas perbuatan dosa, hatinya jadi merasa tidak tenang, takut juga dengan balasan yang akan nanti akan ia terima di akhirat nanti. Sekarang kalau sedang sendirian, ia selalu teringat akan dosa-dosanya, dari mulai dosa zina hingga dosa karena meninggalkan shalat yang dilakukannya bertahun-tahun. Lalu bagaimanakah caranya agar Allah mengampuni perbuatan dosanya itu? Bukankah Allah Maha Pengampun?


Mario....Mario sahabatnya pasti tau jawabannya, itu yang ada di benaknya. Ia melihat kehidupan Mario lebih baik, merasa lebih tenang dan bahagia, itu yang dikatakan Mario saat mereka bertemu di sebuah kafe beberapa bulan yang lalu. Rafael pun menghubungi Mario satu minggu setelah Mario menikah untuk membuat janji bertemu, sayangnya Mario baru berangkat honey moon di Bali, dan Mario memiliki waktu luang sekitar tiga minggu kemudian karena sepulang dari Bali akan berangkat Umroh sekalian honey moon kedua ke Turky katanya. Hmmm...membuat iri Rafael saja.


Dan dua hari yang lalu Mario menghubunginya kalau ia sudah pulang dari Umroh dan ada di Bandung, mereka berdua sepakat untuk bertemu hari minggu ini. Mario mengundang makan siang di Marilina Cafe & Resto milik maminya. Rafael pun tidak ingin melewatkan kesempatan ini untuk mengajak putranya sekalian jalan-jalan, ia juga mengajak Kharisa walaupun pasti menolaknya.


Dan pagi ini Rafael sudah berada di rumah Kharisa untuk menjemput putranya juga Kharisa yang akhirnya mau ikut, karena Rakha merengek terus ingin Momynya ikut.


"Kenapa Momy gak pelnah mau nemenin aku sama Dady kalau pelgi-pelgi?"


"Aku mau sama Momy juga pelginya." Ujar Rakha dengan wajah cemberut saat tau momynya tidak ikut.


"Ayolah Sa, kamu ikut yah, kasian Rakha udah siap-siap mau berangkat masa gak jadi. Lagian kita kan gak berdua, ada Rakha, gak mungkin juga aku macam-macam sama kamu." Akhirnya Rafael meminta Kharisa ikut, tidak tega melihat Rakha yang terus merengek.


"Udah lama juga kita gak pergi bareng, Rakha ingin pergi dengan orang tuanya lengkap, please ya Sa."


Akhirnya Kharisa tidak bisa menolak permintaan Rafael, juga melihat putranya yang wajahnya cemberut terus.


"Yeaaahhh....aku jalan-jalannya baleng Dady sama Momy." Seru Rakha sambil loncat kegirangan.


Pukul setengah sepuluh mereka baru berangkat, molor setengah jam dari yang direncanakan Rafael, untungnya waktu masih leluasa, toh perjalanan ke kota Bandung biasanya memakan waktu satu setengah jam, jadi masih sempat untuk jalan-jalan sebentar di mall yang tidak terlalu jauh dari Marilina Cafe sebelum janjian makan siang pukul satu siang. Kata Mario kalau mau jalan-jalan di Ciwalk (Cihampelas Walk) saja, tempatnya dekat ke Marilina Cafe.


Selama di dalam mobil Rakha terlihat begitu ceria, ia duduk di kursi penumpang belakang sesuai pemintaannya, Kharisa duduk di di depan di samping Rafael.


"Momy boleh aku main tab, just one hour, please, aku mau nonton Nusa dan Lala." Sekarang Rakha memiliki ipad yang dibelikan opanya, papa Kharisa saat dua minggu yang lalu mereka bertemu di Jakarta di rumah tempat tinggal Kharisa dulu, katanya untuk belajar, padahal Kharisa sudah menolaknya, untuk saat ini tidak ingin Rakha dekat dengan barang canggih itu, tapi papanya malah memaksanya, tidak apa-apa katanya, digunakan untuk belajar.


"Oke, just one hour." Ujar Kharisa. Rafael terlihat kagum dengan sikap tegas Kharisa pada putranya, dan putranya terlihat patuh pada momynya. Rakha pun anteng dengan tontonannya.


"Aku nyetel lagu boleh? biar gak sepi." Tanya Rafael pada Kharisa.


"Hmmm..." Jawab Kharisa sambil menganggukan kepalanya. Tidak lama kemudian terdengar lagu yang sempat ngetren yang dibawakan seorang penyanyi laki-laki yang mempunyai suara emas, 'Cinta Luar Biasa' . Rafael pun sesekali ikut bersenandung menyanyikannya . Masih dari penyanyi yang sama terdengar lagi sebuah lagu, kali ini Rafael benar-benar ikut menyanyikannya dari bait awal.


Di setiap doaku


Di setiap air mataku


Selalu ada kamu


Di setiap kataku


Kusampaikan cinta ini


Cinta kita


'Ku tak akan mundur


'Ku tak akan goyah


Meyakinkan kamu


Mencintaiku


Tuhan, kucinta dia


Kuingin habiskan nafas ini

__ADS_1


Berdua dengannya


Jangan rubah takdirku


Satukanlah hatiku dengan hatinya


Bersama sampai akhir


Di setiap kataku


Kusampaikan cinta ini


O-oh, cinta kita


'Ku tak akan mundur


'Ku tak akan goyah


Meyakinkan kamu


Mencintaiku


Tuhan, kucinta dia


Kuingin habiskan nafas ini


Berdua dengannya


Jangan rubah takdirku


Satukanlah hatiku dengan hatinya


Bersama sampai akhir


Tuhan, kucinta dia


Kuingin habiskan nafas ini


Berdua dengannya


Jangan rubah takdirku


Satukanlah hatiku dengan hatinya


Bersama sampai akhir


Judul Lagu : Jangan Rubah Takdirku


by Andmesh Kamaleng


"Dady.....Dady nyanyi-nyanyi telus dari tadi." Ujar Rakha yang ternyata memperhatikan dadynya dari belakang.


" He...he....he....iya Dady lagi seneng, jadi ingin nyanyi terus, bagus gak suara Dady?" Kekeh Rafael.


"Not bad." Jawab putranya dengan mengedikan bahunya, membuat Kharisa tersenyum mendengar jawaban Rakha yang jujur. Rakha terlihat fokus kembali ke Nusa dan Rara di layar i padnya.


"Kenapa senyum begitu? Benar kan suaraku lumayan, not bad, berarti bagus kan?" Tanya Rafael yang melihat Kharisa tersenyum menertawakan.


"Siapa yang bilang jelek."

__ADS_1


"Yes, berarti kamu mengakui suaraku bagus?"


Ujar Rafael percaya diri. Kharisa mencebikan bibirnya membuat Rafael gemas melihatnya. Ah andai saja sudah halal. Lagu pun berubah, terdengar lagu 'Hanya Rindu' masih dibawakan oleh penyanyi yang sama.


"Sa...lagu yang tadi itu, liriknya mengungkapkan apa yang ada dalam hatiku, aku suka banget sama lagunya."


"Jika memang kamu ditakdirkan untukku atau sebaliknya aku harap Allah tidak merubah takdirku, takdir kita." Kharisa terdiam mendengar kata-kata Rafael, ia bisa merasakan ucapan Rafael adalah harapan mereka berdua, semoga segera terwujud, batinnya.


Pukul satu lewat sepuluh menit mereka tiba di Marilina cafe setelah jalan-jalan di Ciwalk. Ternyata sahabatnya Mario sudah menunggunya, terlihat bersama istrinya.


"Hai Bro....Assalamualaikum." Sapa Mario saat melihat kedatangan Rafael di lobi.


"Waalaikumsalam....Hai pengantin, apa kabarnya yang baru pulang honey moon?" Mereka berdua bersalaman kemudian berpelukan.


"Alamdulillah....luar biasa, Gue doain Lo cepet nyusul, biar gak nyesel Lo." Jawab Mario.


"Oh ya ini Kharisa....Lo masih inget kali. Sa ini Mario, kamu masih inget gak, dulu kita pernah kumpul-kumpul bareng di kafe depan sekolah." Tentu saja Kharisa ingat wajah kakak kelasanya yang dulu terkenal playboy, kalau kumpul bareng tim basket Rafael sama pasangan, yang ia ingat Mario selalu membawa pasangan berganti-ganti entah itu pacarnya atau hanya teman wanita sesaat.


"Kenalkan...kalau ini kalian pasti belum kenal kan? Istriku tercinta Narandita." Tanpa malu-malu Mario merangkul istrinya, sementara istrinya terlihat merona malu-malu.


"Panggil saja Dita." Dita mengulurkan tangannya pada Kharisa dengan senyum manis di bibirnya, Kharisa menyambut uluran tangan Dita.


Cantik.


Kesan yang muncul di benak dua wanita yang baru saling mengenal. Kharisa tidak menyangka Mario mendapatkan istri yang terlihat sempurna tidak secara fisiknya saja, ia bisa melihat kalau Dita adalah wanita baik-baik yang menjaga auratnya dengan baik, dari wajahnya terpancar kalau ia adalah wanita solehah, wajahnya terlihat glowing, bukan karena sentuhan skincare, tapi terpancar aura positif yang membuat siapa saja yang memandangnya akan merasakan kenyamanan


"Eh siapa ini? Ada yang ganteng ternyata, sini sama tante." Dita langsung tertarik dengan bocah yang menggelayut manja di tangan momynya.


"Salam sama tante Dita." Ujar Kharisa, Rakha pun mencium punggung tangan Dita.


"Sama Om Mario juga." Timpal Rafael


"Wah ini jagoanmu Raf, mirip banget kamu yah."


"Iyalah, Gue kan bokapnya."


Mereka pun masuk ke privat room yang sengaja disiapkan oleh Mario untuk makan siang dengan sahabatnya. Aneka hidangan pun terlihat disajikan oleh pelayan dengan cepat. Sepertinya semua menu spesial di cafe ini disajikan untuk menjamu tamu pemilik cafe ini.


"Sebenarnya aku juga mengundang mentorku makan siang bareng disini, gak apa-apa kan, biar sekalian Lo kenal, siapa tau mau sekalian sharing tantang yang kemarin ingin Lo tanyakan. Dia datangnya telat, jadi gak papa kita makan duluan."


"Gak papa nih kita makan duluan?" Tanya Rafael.


"Gak papa, ayo cobain semuanya."


"Ayo silahkan Mbak Kharisa."


"Oh iya.....terima kasih?" Kharisa pun


mulai mencicipi makanan yang ada di meja, ia juga mengambilkan beberapa makanan untuk putranya.


"Nah...tuh kayanya yang ditunggu datang" Pandangan Mario tertuju pada laki-laki tinggi bertubuh tegap menggunakan baju koko, di belakangnya terlihat seorang wanita berhijab menggendong bayi diikuti dua bocah kecil laki-laki dan peremuan.


"Khanzaaaa....." Tiba - tiba Rakha berteriak manggil seseorang yang dikenalnya.


bersambung


Hai readers.....


Mohon maaf baru up, kemarin kurang enak badan, keseringan begadang kali😁

__ADS_1


Sekarang udah enakan, eh malah begadang lagi. Nyumput dulu, tajut ketahuan pak Suami. Demi readerku tersayang aku begadang nih, awas aja kalau gak ada yang ngasih kopi...kopi...mana kopi☕😀🤗


Sok atuh like and komen yah.


__ADS_2