
Kharisa berjalan menyusuri lorong ruang perawatan lantai tiga, ruang perawatan untuk kasus bedah kelas perawatan kelas 1,2 dan 3. Setelah sebelumnya mampir di nurse station untuk meminta data pasien yang rencana pulang hari ini atau besok.
"Pasien rencana pulang besok ada 3, Tuan Ahmad kamar 302, Tuan Gery 310, Tuan Malik 311 dan Tuan Iskandar kamar 312 yang rencana pulang hari ini, barusan divisit dokternya acc boleh pulang." Ujar suster Anita sambil mengecek di layar komputer, Kharisa pun mencatat data pasien tersebut.
"Terima kasih Bu Anita, saya ke ruang pasien dulu." Ujar Kharisa dengan senyum lebar di bibirnya. Ini hari ke lima Kharisa mulai mengunjungi pasien untuk survey kepuasan pasien, dengan berbekal angket kepuasan pasien satu persatu pasien yang direncanakan pulang ia kunjungi, tidak sekedar membagikan angket, tapi ia bertanya langsung kepada pasien atau keluarga pasien bagaimana kepuasan pasien selama di rawat dan meminta masukan saran untuk perbaikan pelayanan.
Beberapa perawat terlihat heran melihat Kharisa berinteraksi dengan pasien dan keluarga pasien yang tidak sebentar, pasalnya staf marketing yang lain datang mengunjungi pasien hanya untuk membagikan angket, selanjutnya meminta pasien menitipkan angket yang sudah diisi ke perawat, kadang angket yang sudah dibagikan tidak diisi pasien.
"Mba Kharisa mah rajin, mau interaksi dengan pasien, gak ngerepotin kita lagi nitip-nitip angket, padahal dia karyawan baru, tidak ngikutin seniornya yang cuma bagiin angket, itu juga kadang tidak di follow up kalau gak kita ingetin. " Ujar suster Nisa pada kepala ruangannya.
"Berarti bagus itu, dia tipe change agent, mudah-mudahan saja nanti ditiru sama seniornya. Cantik lagi yah." ujar ibu kepala ruangan.
"Ramah lagi bu, murah senyum. Gosipnya dokter Sandi lagi ngincer, bersaing sama dokter Arjuna dokter baru itu." Suster Anita ikut menimpali.
"Yaaah sudah banyak yang naksir ternyata, tadinya mau ibu kenalin ke anak ibu." Ujar ibu kepala ruangan yang usianya hampir memasuki setengah abad.
"Mau dikenalin ke Mas Keanu Bu? Sudah selesai koasnya Bu?" Tanya suster Anita.
"Iya, baru selesai koasnya, sekarang ikut program pengabdian, dia senangnya menjelajah daerah terpencil."
"Yaaah, Bu, Mas Keanu kenalinnya ke aku aja atuh, aku juga masing single, masin ori juga.... he...he..he...." Kekeh suster Nisa. Begitulah obrolan perawat setelah Kharisa menuju kamar perawatan pasien.
Satu persatu pasien yang namanya sudah dicatat di notebook nya dikunjungi, paling lama sepuluh menit berinteraksi dengan pasien dan keluarganya, rata-rata lima menit cukup untuk membantu pasien mengisi angket dan meminta masukan, tak lupa ia mengucapkan terima kasih kepada pasien karena telah mempercayakan perawatannya kepada rumah sakit Setya Medika. Ia harus mengefisienkan waktu, karena rata-rata pasien yang pulang rawat inap 30-40 pasien tiap harinya, berbagi tugas dengan staf lain yang memegang marketing internal. Satu minggu ini Kharisa masih mendalami tugas marketing internal, dan ini menjadi pengalaman baru baginya, berinteraksi dengan pasien yang datang dengan keluhan sakitnya dan saat akan pulang, wajahnya terlihat berseri. Banyak pelajaran yang bisa diambil, bersyukur adalah kuncinya kebahagiaan, bertemu dengan pasien membuat Kharisa semakin bersyukur atas nikmat sehat yang dirasakannya.
Saat jam istirahat ia akan langsung menuju musola di lantai satu lanjut ke kantin untuk makan siang, makan siang gratis, tiap karyawan mendapatkan voucher makan. Setelah melakukan absensi dengan memperlihatkan wajah, akan keluar voucher dari mesin printer yang mirip mesin edisi, bisa ditukar dengan makanan atau minuman yang ada di kantin. Pukul satu siang ia mulai merekap hasil angket dan membuat laporan komplain, kritik dan saran dari pasien. Pa Andre pun terlihat puas dengan kinerja Kharisa, terlihat saat morning meeting Pa Andre selalu memuji Kharisa.
"Good job, sekarang pengisian angket kepuasan pasien meningkat terus. Untuk laporan komplain pasien kamu rekap berdadarkan divisi yang dikomplainnya, agar mudah menindak lanjutinya." Itu ucapan Pak Andre di morning meeting tadi pagi.
"Kharisa, sekarang ikut kunjungan ke perusahaan, urusan administrasi kamu serahkan ke Siska. Kamu ikut saya bareng Ahmad, bantu Ahmad siapkan berkas yang akan dibawa." Intruksi Pak Andre membuat Siska terlihat merengut, diantara kelima staf marketing, Siskalah yang terlihat tidak begitu senang dengan kehadiran Kharisa, padahal Kharisa selalu bersikap baik kepada rekan kerjanya. Setelah menyerahkan pekerjaannya kepada siska Kharisa menghampiri Ahmad di meja tempat meeting yang tengah menyusun berkas yang akan dibawa. Ia membantu merapihkan beberapa brosur informasi pelayanan rumah sakit dan beberapa proposal pengajuan kerja sama.
"Ayo kita berangkat." Ajak Pak Andre sambil meninggalkan ruangan marketing, diikuti Kharisa dan Ahmad yang berjalan tergesa-gesa menyusul atasannya yang berjalan dengan cepat.
Hari ini mereka mengunjungi tiga perusahaan yang berada dalam satu kawasan industri, ketiganya perusahaan besar yang ada di kota itu, yang mampu menyerap ribuan tenaga kerja. Walaupun saat ini setiap perusahaan diwajibkan memberikan jaminan kesehatan karyawannya melalui asuransi yang dikelola pemerintah, tidak seperti sebelumnya beberapa perusahaan yang mengelolanya sendiri, tetap saja sebagai pihak ketiga yang memberikan pelayanan kesehatan harus menjalin hubungan yang baik dengan rekanan perusahaan. Seperti perusahaan yang terakhir dikunjungi, sebelumnya bekerja sama langsung dalam pemberian pelayanan kesehatan karyawannya tanpa perantara perusahaan asuransi membuat kedua belah pihak leluasa dalam memberikan layanan kesehatan kepada karyawan perusahaan. Perusahaan yang bergerak di bidang produksi rayon itu memang dikenal sebagai perusahaan yang sangat memperhatikan kesejahteraan karyawannya.
Pa Andre, Kharisa dan Ahmad berada di ruang tamu divisi HRD&GA, diterima langsung oleh manajer HRD yang tentu saja sudah kenal akrab dengan Pa Andre dan Ahmad.
"Kenalkan ini staf baru kami." Pak Andre memperkenalkan Kharisa yang baru pertama kalinya datang ke perusahaan itu.
__ADS_1
"Kharisa...." Kharisa mengulurkan tangannya, memasang wajah ramahnya.
"Irwansyah, panggil saja Irwan." Pak Irwan menjabat tangan Kharisa, dari penampilannya bisa ditebak usia Pak Irwan sekitar empat puluh lima tahunan.
Pak Andre pun memulai pembicaraannya, menjelaskan beberapa fasilitas layanan terbaru di rumah sakit yaitu pemeriksaan MRI, dan Tindakan Angoioplasty, juga menyampaikan informasi jadwal praktek dokter spesialis yang baru bergabung dengan rumah sakit.
"Pa Andre saya kenalkan dengan GM kami yang baru, Mr. Rajesh, masih family owner." ujar Pak Irwan. "Sebentar saya panggil bekiau dulu, barusan lewat kayanya." Pak Irwan pun beranjak dari ruang tamu yang terhalang dinding kaca dengan ruang staff.
Tak lama kemudian Pak Irwan kembali dengan seorang laki-laki muda berwajah tampan khas orang India, berkulit coklat, dengan postur tubuhnya terlihat atletis.
"Pak Andre, kenalkan ini Mr. Rajesh, GM baru kami. Mr Rajesh He is Mr. Andre from Setya Medika Hospital."
"Hallo Mr. Rajesh....Andre, nice to meet you." Pak Andre mengulurkan tangannya. Mr.Rajesh pun menyambutnya.
"Rajesh, nice to meet you too." Balas Mr.Rajesh
"This is our staff, Ahmad and Kharisa." Pak Andre menunjuk Kharisa dan Ahmad.
"Ahmad...." sambil berjabatan tangan
Mereka pun berbincang menggunakan bahasa Inggris, ternyata Mr. Rajesh tidak bisa berbahasa indonesia, ia asli orang India dan baru satu bulan tinggal di Indonesia. Kharisa ikut terlibat dalam pembicaraan itu, ia memang menguasai bahasa Inggris, membuat Pak Andre kagum padanya, ternyata ada kelebihan lain yang dimiliki Kharisa yang baru diketahuinya, menguasai bahasa Inggris. Sementara Ahmad hanya diam menyimak, entah mengerti atau tidak apa yang sedang dibicarakan.
Hampir satu jam mereka berbincang, dan sepertinya Mr. Rajesh tertarik dengan Kharisa, selama pembicaraan pandangannya tak lepas dari wajah Kharisa dengan tatapan berbeda.
"May I have your phone number, Miss? Maybe I need to call you when I come to the hospital." Ujar Mr.Rajesh kepada Kharisa.
"Oh offcours, but I'm sorry, I don't have a business card yet." Jawab Kharisa
"No problem, just enter your number into my phone." Mr.Rajesh memberikan ponselnya pada Kharisa, dan Kharisa mengetikan nomor ponselnya.
"Ok, thank you."
Mereka pun berpisah di teras lobi kantor Direksi dan staff. Pengalaman baru lagi buat Kharisa, berinteraksi dengan petinggi perusahaan, bahkan ia orang asing yang dihormati di perusahaannya. Wajah Pak Andre terlihat berseri, selama di perjalanan pulang, sambil menyetir, ia sesekali melirik memperhatikan Kharisa dari kaca spion di depannya. Ada perasaan bangga memiliki staff yang bisa berkomunikasi lancar dengan orang asing, tentu ini sangat membantunya, selama ini hanya Pak Andre yang menguasai bahasa Inggris.
Terdengar dering telpon dari HP milik Pak Andre yang disimpan di kantong kemejanya.
"Bos Genius" nama itu yang terpampang di layar HPnya. Ia pun memasang earphone dan menerima panggilan telponnya.
__ADS_1
"Ya, hallo Bos, sudah nyampe mana?"
".............."
"Oh.....aku masih otw menuju ke rumah sakit, paling setengah jam lagi baru nyampe, mau nunggu dimana? Atau kamu hubungi Vania saja dulu, temui dia, dia stadby di ruangannya kok."
"............."
"Kamu nginep kan, gak buru-buru pulang?"
"................."
"Baguslah, kalau git kamu masuk parkir khusus karyawan saja di belakang, aku nanti langsung ke belakang. Nanti malam aku ajak hunting makanan enak di kota ini."
"................"
"Ok, tunggu yah. Semoga kamu gak membeku di dalam mobilmu ha..ha..ha..." Pak Andre menghentikan sambungan telphonenya.
"Calon Bos Yanmed kita sudah datang, mau survey dulu dia." Ujar Pak Andre tiba-tiba
"Penggantinya dokter Catur Pak?" Tanya Kharisa.
"Ya, dokter Catur kan sampai akhir bulan ini, penggantinya ganteng loh, anak pemilik rumah sakit juga, awas kamu gak boleh naksir yah, dia udah mau tunangan, calonnya accounting rumah sakit."
Siapa yang mau naksir. Batin Kharisa
*Sampai saat ini hanya Rafael yang mengisi h**atiku.
bersambung*........
Pasti sudah gak sabar yah ingin Rafael ketemu Kharisa...? Sabar yah, kita muter-muter dulu kaya di sinetron indoterbang😁
Jangan lupa like yah, komen juga dong kasiih masukannya.🤗🙏
Terima kasih
Umi Haifa
__ADS_1