
Dua hari masa orientasi karyawan baru sudah dilalui dengan lancar oleh Kharisa, walaupun hari pertama mendapat teguran dari pembicara yang juga atasannya langsung. Melihat cara Pak Andre presentasi mengingatkannya pada Rafael dan kisah masa lalunya.
"Ini masih pagi kamu sudah melamun, nama kamu siapa? Dari divisi mana?" Tanya Pak Andre setelah Kharisa minta pertanyaannya diulang. Terlihat jelas kalau Kharisa tidak menyimak materi yang disampaikan, pasti dia melamun sampai tidak mendengar pertanyaan Pak Andre.
" Nama saya Kharisa Maura Pradita, dari Divisi Marketing." Jawab Kharisa hati-hati, ia tau ia melakukan kesalahan, melamun hingga tidak menyimak apa yang disampaikan Pak Andre.
"Hah...Divisi Marketing? Aduh gimana ini, divisi saya dong." Pak Andre terlihat kecewa karena ternyata staf bagiannya yang malah tidak konsentrasi mengikuti materi yang ia sampaikan. " Setelah sesi ini saya tunggu kamu di luar". Dan benar saja selesai materi, Pak Andre meminta Kharisa keluar.
"Tolong kamu jangan bikin malu divisi saya, masa baru orientasi saja, baru beberapa jam loh kamu bergabung, masa kinerjanya seperti ini. Kamu tadi tidak menghargai pembicara namanya, sama sekali tidak menyimak yang saya sampaikan kan? Berarti kamu tidak menganggap penting, bagaimana kamu akan menganggap pekerjaanmu penting kalau seperti ini. Padahal kinerja marketing sangat dibutuhkan rumah sakit ini yang baru jalan dua tahun." Kharisa hanya diam menunduk, tidak berani membantah, karena ia mengakui ia salah.
"Jadi saya minta jangan ulangi lagi, kalau saya dengar dari pembicara lain kamu tidak menyimak, melamun, penilaian kinerja kamu saya turunkan drastis, mengerti !" Ujar Pak Andre tegas,
"Ya Pak, mengerti." Jawab Kharisa sambil mengangguk.
"Ya sudah kamu masuk lagi ke dalam."
"Baik Pak. Saya minta maaf, terima kasih." Kharisa membungkukan badannya, kemudian kembali ke dalam auditorium. Pak Andre pun kembali ke ruang kerjanya yang berada di lantai yang sama.
Malu....pasti, di hari pertama Kharisa sudah mendapat teguran dari atasannya langsung, tapi itu memang kesalahannya, ia tidak boleh marah atau benci pada orang yang menegurnya.
"Di tegur berarti kita diingatkan, tinggal kita perbaiki kesalahan kita, justru kita harus berterima kasih pada orang yang mengingatkan kesalahan kita, kita jadi tau kekurangan kita, dengan memperbaiki kekurangan kita akan menjadi manusia yang lebih baik, kalau mau jadi orang sukses, harus terus memperbaiki diri. Coba bayangkan kalau kita tidak menyadari kesalahan dan kekurangan kita, malah orang lain tidak akan menyukai kita, penilaian terhadap kita tidak bagus, gimana kita mau sukses." Begitulah nasehat yang disampaikan Faisal saat sore harinya ia curhat di sambungan telpon. Ngobrol dengan Faisal memang selalu membuat Kharisa tenang.
Dan di hari kedua Kharisa menjalani orientasi dengan penuh semangat, betul-betul menyimak apa yang disampaikan oleh pembicara. Apalagi materi tentang excellent cervise, sangat menarik baginya.
"Customer yang datang ke rumah sakit itu beda dengan yang datang ke tempat pelayanan jasa lainnya, misalnya yang datang ke hotel, anda pernah datang ke hotel?" Tanya pembicara
"Pernaaaah...." Serentak peserta menjawab bersamaan.
"Saat datang ke hotel tujuannya untuk apa?" Tanya pembicara lagi.
"Bersenang-senang."
"Bersantai."
"Istirahat."
"Berbisnis." Beberapa peserta menjawab dengan jawaban berbeda.
"Ya rata-rata datang karena keinginan sendiri, sudah punya tujuan dan direncanakan, bahkan sudah disiapkan dananya. Keadaan fisiknya atau kesehatannya bagaimana?" Tanyanya lagi.
"Sehaaat..." jawab peserta serempak.
__ADS_1
"Jarang yah orang sakit sengaja datang ke hotel hanya untuk istirahat, mungkin ada yang sedang pemulihan menginap di hotel agar bisa istirahat tidak mau diganggu, tapi sangat jarang sekali." Ujarnya
"Sekarang bandingkan customer yang datang ke rumah sakit, ada gak yang datang karena keinginan sendiri, tiba-tiba ah saya mau menginap di rumah sakit, ada yang begitu gak?" Para peserta menggelengkan kepala.
" Yang datang ke rumah sakit pasti ada penyebabnya dan itu berkaitan dengan keluhan yang dirasakan atau kondisi kesehatan yang menurun makanya kita sebut pasien. Pasien datang dengan keluhan nyeri kepala, nyeri perut, sesak nafas, mengalami cedera, bahkan datang diantar keluarganya dengan kondisi tidak sadar. Lalu bagaimana dengan pengunjung lain, seperti keluarga pasien, mereka biasanya datang dengan perasaan khawatir, cemas, bersedih bahkan mereka bingung dengan biaya yang harus mereka bayar karena tidak persiapan bahkan dananya tidak ada . Beda sekali kan dengan yang datang ke hotel?" Peserta kembali menganggukan kepala tanda sependapat.
"Kalau pasien dan keluarga pasien dengan kondisi seperti tadi, mengeluh nyeri kepala, sesak, bingung, khawatir, datang ke rumah sakit berharap bisa dilayani dengan baik, segera ditolong, ditangani hingga keluhannya berkurang atau bahkan hilang, tapi setelah datang ke rumah sakit malah berhadapan dengan petugas yang jutek, tidak ada senyum sedikit pun, menyapa memberi salam juga tidak, bahkan pelayanannya lamban, kira-kira wajar gak kalau pasien dan keluarga pasien itu marah-marah, komplain, bahkan ngamuk-ngamuk?"
"Wajaaar...."
"Ya wajar, tapi kita tidak mengharapkan itu terjadi di rumah sakit ini, sesuai moto rumah sakit ini kepuasan pasien adalah prioritas kami."
Mendengar paparan pembicara Kharisa pun bertekad memberikan pelayanan terbaiknya kepada siapapun , apalagi pada pasien yang kondisinya membutuhkan pertolongan.
Selain dari isi materinya yang menarik, pembicaranya juga begitu enak menyampaikannya, Bu Indira namanya, seorang Manajer Keperawatan, berusia 32 tahun, status sudah menikah mempunyai tiga orang anak, latar belakang pendidikan S2 Manajemen Keperawatan dari salah satu Universitas Negri di Jakarta. Ia sangat cocok menjadi seorang trainer, pantas saja ia rajin mengikuti pelatihan, dari mulai pelatihan khusus keperawatan sampai Hypnotherapi, NLP (Neuro Linguistik Program) sampai training ESQ ia ikuti. Itulah profil pribadinya yang ia tampilkan saat memperkenalkan diri.
Ternyata di rumah sakit ini banyak orang-orang hebat, selain ahli di bidang kompetensinya,, mereka memiliki kemampuan berkomunikasi dengan baik, mereka juga memiliki pribadi yang patut untuk dicontoh oleh bawahannya. Semua pembicara kebetulan para manager di rumah sakit ini, termasuk yang mengisi materi Patient Safety adalah Manager Pelayanan Medik, seorang dokter umum, yang memiliki gelar S2 Manajemen Rumah Sakit, dr. Catur Pribadi, MARS. Sayangnya ia tidak akan lama di rumah sakit, karena mulai bulan depan ia harus mulai sekolah spesialisnya, ia diterima sebagai residen bedah di almamaternya dulu di Yogyakarta.
Belum lagi dr. Mareta, dokter spesialis radiologi, di usia 30 tahun ia sudah menjadi dokter spesialis, ternyata lima tahun yang lalu ia bekerja di rumah sakit Setya Medika pusat sebagai dokter umum, karena kinerjanya bagus dan karena kecerdasannya ia ditugaskan mengambil spesialis radiologi dengan biaya pendidikanr ditanggung rumah sakit dan tahun ini ia baru saja lulus menyandang gelar dokter spesialis radiologi dan ditugaskan di rumah sakit cabang dan menjabat sebagai Manajer Penunjang Medik. Ia ditugaskan menyampaikan materi Pencegahan Infeksi Nosokomial.
Mengenal orang-orang hebat menurut versi Kharisa, membuat Kharisa termotivasi untuk bekerja dengan baik, mengembangkan potensi diri, tempat kerjanya ini sepertinya mendukungnya untuk mewujudkan impiannya.
Dan hari ini hari ketiga masa orientasi, Kharisa mulai berpisah dengan peserta lain yang memang beda divisi, pukul delapan lewat lima belas menit, Staf Marketing yang jumlahnya enam orang termasuk Kharisa sudah duduk berkumpul di meja oval di tengah ruangan untuk melaksanakan morning meeting, hal yang biasa dilakukan setiap pagi sebelum memulai aktivitas lain. Disusul Pak Andre yang langsung memimpin meeting dengan terarah, Pa Andre menerima laporan dari stafnya bila tidak ada hal yang harus dibahas khusus ternyata hanya butuh waktu lima belas menit untuk melaksanakan morning meeting.
Selesai morning meeting Kharisa diminta ke ruangan Pak Andre, masih menyatu dengan ruang staf hanya terpisah oleh dinding kaca yang ditutupi tirai lipat. Rupanya Pa Andre memberikan pengarahan tentang jobdesk Kharisa. Kharisa pun menyimak dengan baik, bahkan mencatat hal-hal penting, tidak ingin kejadian dua hari yang lalu terulang kembali.
Ddrrtt...ddrrtt......
Ponsel milik Pak Andre dibatas meja bergetar, Pak Andre pun menjeda penjelasannya.
"Maaf, sebentar yah." Pak Andre meminta ijin menerima panggilan telpon, sambil duduk di kursi kebesarannya. Kharisa pun menganggukan kepalanya, tentu saja tidak bisa melarang, toh Pak Andre atasannya.
"Halo Bro.....tumben pagi gini nelpon."
".............."
"Aku sangat sehat and always happy. Kamu yang apa kabarnya, sombong kamu yah gak mau singgah ke tempat kami yang berada di kota kecil ini. Eh tapi jangan salah walaupun kota kecil tapi menyenangkan."
".............."
"Betahlah, banyak yang kinclong di sini, ni termasuk yang sekarang lagi di depanku." Pak Andre melirik Kharisa yang menunduk sambil menggambar di buku catatannya, entah gambar apa yang dibuatnya. Namun mendengar ucapan pak Andre, Kharisa mengangkat kepalanya, merasa ia yang dimaksud karena ialah yang duduk di depan Pak Andre.
__ADS_1
"Eh aku lupa kalau kamu sudah ada Vania di sini, sory....sory......he.....he...."
"Jadi kapan kamu mau gabung ke sini, posisi yanmed bulan depan kosong nih."
".............."
"Itu mah gampang, nanti aku kasih tempat praktek di klinik satelit untuk nambah jam terbang, di sini prospeknya bagus, fasilitas medis masih sedikit. Kasian juga tuh si Vania nunggu kepastian. Kemarin dia nanya-nanya kamu, memangnya kalian gak pernah komunikasi gitu? Jangan suka nyiksa anak orang, kuwalat nanti ha...ha...ha..."
"..............."
"Gak usah menunggu yang gak pastilah, sudah jelas kan dulu dia ninggalin kamu, sampai tidak ada jejak sedikitpun. Trus si Vania mau di kemanain, teman-temannya di sini sudah tau kamu calon tunangannya, gak usah bertingkah macam-macam bro, jangan bikin kecewa om dan tante."
"..............."
"Aku hanya bisa ngasih pendapat dan nasehat, keputusan terserah kamu sih."
"................"
"Oke deh, aku tunggu kamu di sini, kita berpetualang bersama. I believe you can be successful and proud."
"................"
"Oke, sampai ketemu." Pak Andre menutup pembicaraannya.
"Sory yah, calon bos kita, gak enak kalau gak diterima." ujar Pak Andre pada Kharisa.
"Iya pak, gak apa-apa."
Setelah Pa Andre selesai dengan pengarahannya, Kharisa beranjak menuju meja kerjanya, memulai tugasnya sebagai staf marketing si RS Setya Medika.
"Bismillah. Let's get to work"
bersambung........
Siapa yah yang nelpon Pak Andre?
Kharisa mulai enjoy dan semangat dengan dunia barunya, kita juga harus tetap semangat walaupun PPKM diperpanjang lagi. No problem, kita masih bisa terus berkarya walaupun dari rumah, walaupun gerak terbatas. Sehat terus semuanya yah.
Terima kasih like juga komennya, terima kasih juga yang sudah kirim hadiah. Ada yang masih punya stok vote gak? (ujung-ujungnya ngarep vote)😀
Salam Hangat
__ADS_1
Umi Haifa🤗