Jangan Ambil Anakku

Jangan Ambil Anakku
Bertemu Kembali


__ADS_3

Hari-hari terasa cepat berlalu, rasanya baru kemarin Rakha dibawa dadynya ke Jakarta, sekarang Rakha kembali dibawa ke Jakarta, kali ini bersama Kharisa, omanya dan Bi Nani. Mobil yang disiapkan Rendi untuk menjemput mereka sudah terparkir di depan rumahnya beserta supirnya yang tak lain adalah Pa Anwar supirnya mama Kharisa dulu. Rendi sengaja menyiapkan mobil karena tau Mama Uwi dan adiknya tidak memiliki kendaraan, padahal Kharisa sudah menolak tidak perlu disediakan mobil segala, mereka bisa berangkat ke Jakarta dengan menggunakan travel, tapi sifat Rendi yang keras seperti papanya tidak akan menerima penolakan Kharisa dan mamanya, ia tidak akan membiarkan keluarganya menggunakan kendaraan umum, apalagi untuk datang di hari spesialnya.


"Ya Allah Ibu, Non Kharis, kemana saja? Saya kira dulu pergi mau liburan, ternyata pergi lama." Ujar Pak Anwar saat bertemu dengan Kharisa dan mamanya.


"Pa Anwar apa kabar? Sehat?" Tanya mama.


"Sehat Bu, alhamdulillah, setelah ibu pergi saya diperbantukan jadi supir di kantor, kata Bapak kalau Ibu pulang lagi, saya kembali jadi supir Ibu. Saya senang akhirnya bisa ketemu ibu dan Non Kharis lagi." Senyum sumringah menghiasi wajah Pak Anwar, akhirnya ia bisa bertemu lagi dengan istri bosnya.


"Bapak juga meminta untuk selalu membersihkan tumah Ibu seminggu sekali, saya dan istri saya selalu membersihkan? katanya kalau ibu dan Dan Non Kharis pulang bisa langsung ditempati." Mama tertegun mendengar ucapan Pak Anwar, dalam hatinya bertanya apakah benar suaminya berharap ia dan putrinya kembali, tapi kenapa tak pernah mencarinya, dan tak pernah menghubungi lewat telfon lagi, hanya awal-awal setelah kepergiannya, Papa Kharisa mengirim pesan megungkapkan kekecewaannya.


Kharisa tadi berusaha pulang tepat waktu dari tempat kerjanya, agar bisa agak siang berangkat ke Jakartanya. Rupanya Rafael sudah menunggunya di tempat parkir, Rafael juga menawarkan untuk berangkat bareng, namun Kharisa menolaknya.


" Kita berangkat masin-masing, Mas Rendi udah nyiapin mobil El, kata mama udah ada di depan rumah."


"Kamu gak bilang kalau kamu bisa pergi bareng aku?" Rafael memang sudah menyiapkan diri untuk mengantar Kharisa, ia juga diundang oleh Rendi dan pasti akan datang, ia ingin sekali bertemu dengan papa Kharisa, sayangnya tidak akan memungkinkan kalau ia membicarakan permohonan maafnya juga tentang niatnya untuk menjalin hubungan lagi dengan Kharisa.


"Aku mana tau kalau Mas Rendi mau nyiapin mobil, dia gak bilang sama aku, tadi pagi mama baru dikasih tau sama Mas Rendi." Jawab Kharisa jujur. Kharisa sendiri merasa lebih senang pergi tanpa Rafael, ia belum yakin dengan hatinya hingga tidak ingin terlalu dekat dan sering bersama-sama Rafael. Akhirnya Rafael harus rela ke Jakarta seorang diri, terpisah dengan Kharisa dan putranya.


Pukul empat sore mereka sudah memasuki wilayah Jakarta Selatan. Mama Kharisa tidak tau mereka akan dibawa ke mana, Rendi hanya mengatakan kalau mereka akan menginap di hotel tempat acara resepsi berlangsung yang terletak di Jakarta pusat. Mama masih hapal jalanan yang mereka lewati, Jakarta Selatan adalah daerah tempat rumahnya dulu, juga rumah papa Kharisa bersama istri pertamanya, dan mereka melewati jalanan menuju rumah papa Kharisa, tentu saja membuat mama menjadi risau.


"Pa Anwar, maaf ini kita mau kemana? Bukannya hotelnya ada di daerah Jakpus." Tanya mama pada Pak Anwar yang membaw


"Kat Mas Rendi kita ke rumah bapak dulu Bu." Jawab Pak.anwR_m


sambil terus melajukan mobil menembus kepadatan jalanan daerah pondok indah.


"Pak, tunggu jangan dulu masuk koplek, berhenti dulu kepinggir." Ujar mama dengan wajah risaunya.

__ADS_1


"Kenapa Mah?" Kharisa yang duduk di samping supir sambil memangku Rakha yang tidur pulas menoleh ke belakang.


"Mama mau telfon Rendi dulu, mau minta langsung ke hotel saja." ujar mama.


" Mah....sore ini lagi ada acara siraman, Mas Rendi pasti lagi gak pegang HP, Mas Rendi ingin kita hadir di acara siraman juga Mah." Kharisa memang sudah tau kalau mereka akan ke rumah papanya dulu, Rendi yang memberitau, sesuai rencana Rendi dan Kharisa mereka ingin mempertemukan papa dan mama Kharisa.


"Kharis mama belum siap untuk ketemu papamu." Mama terlihat memelas. "Pak berhenti ke pinggir dulu yah." Pak supir pun mulai menepikan mobil di depan sebuah mini market.


"Mah, besok juga kita pasti akan ketemu papa, apa bedanya dengan ketemu sekarang."


"Beda Kharis, sekarang tamu yang datang tidak akan sebanyak besok."


"Lalu...?" Tanya Kharisa, sebenarnya Kharisa sudah bisa mengira kalau mamanya akan menolak datang ke rumah papanya, taoi tekadnya sudah bulat untuk menyatukan orang tuanya lagi, ialah yang menjadi penyebab keretakan hubungan papa dan mamanya, ia juga yang harus kembali menyatukannya lagi.


"Mah, Mas Rendi ingin kita hadir juga sore ini, dia pasti akan kecewa kalau kita tidak hadir. Mah, selama ini kita telah melewati masa-masa sulit, aku dan mama, papa juga pasti selama ini juga merasakannya. Semua itu karena ulahku Mah, membust mama dan papa harus berpisah. Sekarang aku sudah bahagia, bersama mama, Rakha, Bi Nani, tapi aku juga ingin mama bahagia, aku tau mama akan bahagia bila bersama papa, aku juga pasti akan tambah bahagia kalau melihat mama dan papa kembali bersama. Inilah saatnya kita memperbaiki hubungan kita dengan papa." Kharisa meyakinkan mamanya.


"Mah, bukannya mama bilang sudah memaafkan papa, kata mas Rendi Papa juga ingin minta maaf sama Mama. Semoga hari ini hari baik untuk kita Mah. Please ya Mah....."Karisa berucap dengan penuh harapan sambil menghadapkan tubuhnya ke mamanya. Mama terdiam memandangi putrinya.


"Ya Mah? ....aku temenin Mama terus nanti."


"Momy....ini sudah nyampe Jakalta?" Tiba-tiba Rakha terbangun, menegakkan tubuhnya, ia mengedarkan pandangan ke jalanan di depannya.


"Iya sayang, kita sudah nyampe Jakarta."


"Mana lumah opa? Kata momy kita mau ke lumah Opa Dewa." Tadi sebelum berangkat Kharisa memang memberitau kalau ia akan mengunjungi rumah opanya yang belum dikenal Rakha.


"Kita ke rumah Papa ya Mah." Ujar Kharisa memelas.

__ADS_1


"Hhmmm....ya udah." Mama akhirnya mengalah, tapi tetap hatinya merasa risau, masih belum terbayang apa yang akan ia ucapkan saat berhadapan dengan suaminya yang ditinggalkannya lima tahun yang lalu. Tadinya kalau bertemu saat resepsi akan lebih membuat hatinya tenang karena pasti tidak ada kesempatan untuk ngobrol berdua karena suaminya akan sibuk menerima ucapan selamat dari tamu undangan.


Pak Anwar pun kembali melajukan mobilnya menuju rumah majikannya dengan perasaan lega, tadi sempat khawatir kalau istri majikannya menolak mengunjungi rumah papa Kharisa, sementara Rendi mewanti-wanti kepada Pak Anwar agar mama Kharisa mengikuti keinginan Rendi.


Dengan ragu mama turun dari mobil yang sudah berhenti di depan gerbang. Di halaman yang luas yang sudah terpasang tenda yang telah dihias dengan nuansa warna gold memberi kesan elegant. Beberapa tamu undangan pun terlihat duduk di kursi yang disediakan di bawah tenda. Tidak terlalu banyak tamu yang hadir, sepertinya hanya keluarga dekat dan beberapa karyawan perusahaan level manajer ke atas. Dan sepertinya tengah berlangsung acara siraman.


Beberapa tamu staf yang mengenal Kharisa dan mamanya menyapa dengan ramah.


"Kemana saja Bu gak pernah kelihatan lagi di kantor...?" Tanya mananer keuangan yang


tentu saja sangat mengenal istri kedua bosnya. Mama hanya menganggukan kepala dengan senyum tipis di bibirnya. Bingung harus menjawab apa.


Mama duduk di kursi yang tersedia di halaman, diikuti Kharisa dan Bi Nani, dan Rakha, menunggu hingga acara siraman selesai. Tidak lama kemudian acara siraman pun selesai. Namun mama masih enggan untuk masuk. Satu persatu tamu undangan meninggalkan acara yang telah selesai. Dan terlihat laki-laki setengah baya tengah berdiri di depan pintu, mengedarkan pandangannya ke area halaman, memastikan tamu undangannya yang belum pulang hingga pandangannya tertuju pada tiga orang wanita dengan seorang anak kecil yang juga tengah memandangnya.


Deg...


Akhirnya mereka bertemu kembali.


bersambung...


Hai readers, apa kabar?


Mohon maaf dua hari kemarin tidak up, biasa ada kesibukan di dunia nyata(alasan basi😁)🙏


Malam ini Thor ngusahain Up walau pendek, gpp yah. Kita selesaikan masalah Kharisa satu-satu, dah gak sabar ngelihat dia bahagia dengan orang-orang yang dicintainya.🤗


Jangan lupa like dan komennya☝️🙏

__ADS_1


__ADS_2