Jebakan Satu Malam Duda Liar

Jebakan Satu Malam Duda Liar
Ketiduran


__ADS_3

Setelah perayaan ulang tahun selesai, kini Maysa dan suaminya berada di dalam kamar mereka dan tampak bersiap untuk tidur karena hari sudah semakin larut. Maysa juga sudah mengganti pakaian miliknya itu sehabis mandi, ia terduduk di ranjang menanti sang suami yang masih berdiri di depan cermin dan tengah merapihkan rambutnya. Maysa terus memandangi tubuh suaminya itu, entah mengapa ia sangat merindukan tubuh itu saat ini.


Harold pun berbalik, ia tersenyum lebar begitu melihat istrinya yang tengah memandang ke arahnya. Tanpa basa-basi lagi, langsung saja Harold bergegas mendekati istrinya itu dan ikut terduduk di pinggir ranjang. Ia raih satu telapak tangan Maysa yang halus dan mulus itu, dikecupnya punggung tangan tersebut sampai Maysa harus bersusah payah menahan pipinya yang memerah.


"Kamu wangi banget sayang, tangan kamu masih mulus seperti sebelumnya. Aku jadi makin suka buat cium-cium kamu," ujar Harold.


Maysa menggeleng pelan, "Apa sih mas? Aku malu ah kalo digituin, udah yuk kita tidur! Tadi kan janjinya ajak ke kamar tuh mau tidur, bukan mau ngegombal ya," ucapnya mengingatkan.


"Iya sih, tapi apa kamu mau langsung tidur nih? Gak ada yang pengen kamu lakuin gitu?" goda Harold.


Deg


Maysa terkejut dan bulu kuduknya merinding seketika, ucapan Harold seolah terdengar mengerikan baginya. Maysa sampai kesulitan menelan salivanya, apalagi ketika Harold mendekat dan mengendus lehernya. Dapat ia rasakan bahwa Harold begitu bergairah saat ini, sepertinya ia tak akan mungkin bisa beristirahat malam ini.


"Maksud kamu apa mas? Ngelakuin apa coba?" tanya Maysa pura-pura tak tahu.


"Kamu gausah sok polos gitu deh, kamu pasti tau kan apa yang aku pengen. Kita udah lama loh gak begituan sayang, yang di bawah sana kangen nih sama sarangnya. Dia udah meronta-ronta minta masuk kesana," ucap Harold vulgar.


"Hah? Mas ih, kamu malam-malam mesum banget deh! Tadi katanya mau tidur ya, kenapa malah ngajakin begituan hayo?" tegur Maysa.


"Sebentar aja kok sayang, aku lagi pengen banget nih. Kamu tau kan betapa tersiksanya aku di luar kota tanpa kamu? Aku sampe harus mati-matian loh buat nahan rasa ini," ucap Harold memelas.


"Hadeh mas, makanya punya burung tuh jangan baperan! Yaudah, kita lakuin besok malam aja ya? Sekarang aku capek banget mas," ucap Maysa.


Harold tampak kecewa mendengar jawaban dari Maysa, karena ia sudah menantikan momen ini lumayan lama semenjak ia ditugaskan untuk pergi ke timur oleh Rendy. Tentu saja Harold tak terima dengan keputusan istrinya itu, ia malah mendekap erat tubuh Maysa dan menidurkan di ranjang secara paksa kali ini.


"Eh eh mas, kamu ngapain sih? Aku kan udah bilang gak mau, aku capek tau mas. Ini kan gara-gara kamu suruh aku urus kantor kamu tuh," protes Maysa.

__ADS_1


"Sssttt, iya ini aku mau pijitin kamu kok. Biar nanti pas kita main tuh kamu tinggal bersuara keenakan aja, jadinya kita bisa main sampe pagi besok deh sayang," ucap Harold menyeringai.


"Hah??" Maysa terkejut bukan main saat ini.


Lalu setelahnya, dengan antusias Harold mulai memijat bagian kaki serta tangan sang istri sambil terus tersenyum memandangi wajahnya. Harold sengaja melakukan itu, karena ia tahu istrinya pasti sangat lelah setelah harus mengurus pekerjaan di kantornya selama beberapa Minggu ini.


"Duh, kasihan banget istriku ini kecapekan. Maafin aku ya sayang, tapi kamu senang kan bisa jadi ceo di perusahaan besar?" ujar Harold.


Sadar tak kunjung ada jawaban dari Maysa, sontak Harold kembali melirik ke arah wajah istrinya. Betapa terkejutnya ia, rupanya Maysa justru tertidur dan pantas saja apabila Maysa tidak menjawab ucapannya sedari tadi.


"Yeh malah tidur, gagal lagi deh jatahnya!" keluh Harold.




Maysa ingat sekali, semalam ia tidur berdua dengan suaminya itu disana. Tetapi kini justru hanya dirinya yang ada di dalam kamar tersebut, sedangkan suaminya entah ada dimana. Maysa sontak panik, ia baru ingat kalau semalam harusnya ia melayani Harold sesuai permintaannya.


"Oh iya, semalam kan mas Harold ajak main. Aku malah ketiduran sangking ngantuknya, abis pijitan mas Harold enak banget sih!" gumamnya.


Sembari memegangi kepalanya, Maysa pun turun dari ranjang dan berniat keluar kamar untuk mencari sosok suaminya. Tapi sebelum ia membuka pintu, Harold lebih dulu muncul dari dalam kamar mandi dengan handuk melilit di pinggangnya. Maysa tersenyum lebar, ia senang karena rupanya Harold masih berada di kamar itu.


"Eh mas, syukurlah kamu masih disini! Aku kira kamu ngambek terus pergi tinggalin aku, aku minta maaf ya soal semalam sayang! Aku ngantuk banget jadi ketiduran deh," ucap Maysa menyesal.


"Hm, ya gapapa. Yaudah, aku mau siap-siap ke kantor dulu ya?" ucap Harold ketus.


"Mas, tunggu dulu!" Maysa spontan mencengkram lengan suaminya dan memintanya untuk tetap disana.

__ADS_1


"Kamu marah ya sama aku? Jangan gitu dong mas, aku kan udah minta maaf!" ucap Maysa.


Harold menggeleng perlahan, "Enggak sayang, aku gak marah sama kamu. Aku emang ada urusan penting, udah lama kan aku gak ke kantor. Sekarang giliran aku yang urus semuanya, kamu cukup di rumah aja temenin Zanna!" ucapnya.


"Iya mas, tapi beneran kamu gak marah kan? Atau kalau kamu mau, kita main aja sekarang sampai kamu puas!" ucap Maysa.


Harold tersenyum dan merasa gemas melihat ekspresi wajah Maysa saat ini, ia dapat merasakan bahwa Maysa benar-benar cemas jikalau ia marah kepadanya. Padahal, Harold tentu tak akan mungkin bisa marah atau kecewa pada istri tercintanya yang sangat ia cintai itu. Hanya saja, semalam ia sempat sedikit kesal ketika Maysa tertidur lebih dulu.


"Gapapa sayang, udah gausah dipikirin lagi soal itu! Aku maunya kita main nanti pas kita bulan madu, kan kita belum pernah tuh. Kamu mau kan honeymoon bareng aku?" ucap Harold.


Maysa amat syok mendengarnya, "Jelas aku mau dong mas, aku malah pengen banget honeymoon sama kamu sayang!" ucapnya antusias.


"Okay, kalo gitu jangan cemas lagi ya! Aku gak marah kok sama kamu, nanti malam aku langsung siapin tiket buat kita pergi berdua besok. Kamu cukup terima beres aja semuanya!" ucap Harold.


"Iya mas, aku percaya sama kamu. Tapi, kita sarapan dulu ya sayang!" ucap Maysa.


Harold mengangguk, lalu dikecupnya kening sang istri dengan hangat sembari mengusap wajahnya yang cantik. Meski baru bangun tidur, Maysa sudah tampak bersih dan cantik seperti seorang putri kerajaan. Bahkan, baru melihatnya saja sudah membuat bagian bawah Harold berdiri tegak.


"Sekarang kamu masih mau disini nih? Aku pengen pake baju loh, mau ngintip ya? Atau mau sekalian puasin aku dulu?" goda Harold.


"Ih enggak lah mas, nanti aja pas honeymoon. Aku juga mau ke kamar mandi," ucap Maysa.


Harold terkekeh dibuatnya, ia pun membiarkan Maysa pergi dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Sedangkan Harold sendiri tampak memakai pakaiannya yang ia ambil sendiri dari dalam lemari, lalu membayangkan momen indah saat dirinya dan Maysa pergi bulan madu untuk pertama kalinya nanti.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2