Jebakan Satu Malam Duda Liar

Jebakan Satu Malam Duda Liar
Jual


__ADS_3

Maysa terkulai lemas di atas ranjangnya sehabis bertempur dengan sang suami selama tiga jam lebih, kekuatan Harold sungguh di luar nalar dan sulit bagi Maysa untuk mengimbanginya. Padahal, Harold sendiri baru keluar dari rumah sakit beberapa jam yang lalu dan sekarang pria itu sudah memiliki tenaga yang cukup kuat sampai membuat Maysa kewalahan dan harus kehilangan banyak tenaga.


Harold terduduk pada ranjangnya, ia tatap tubuh Maysa yang dipenuhi keringat itu dan tergeletak tepat di sampingnya. Harold tersenyum puas melihat kondisi Maysa yang begitu melelahkan, ia senang karena ternyata kemampuan dirinya masih luar biasa dan dapat membuat istrinya itu puas sampai tidak bisa bergerak banyak untuk saat ini.


Perlahan kini Maysa membuka matanya dengan nafas yang terengah-engah, wanita itu masih sangat lelah dan tidak dapat melakukan apapun karena kelakuan suaminya tadi. Maysa sendiri heran mengapa Harold bisa sekuat itu, namun ia tetap senang melayani suaminya meski ia harus kehilangan banyak tenaga dan terkulai cukup lemas.


"Sayang, makasih ya udah mau puasin aku! Kamu hebat banget mainnya bisa ngimbangi aku, keren kamu sayang!" ucap Harold memuji istrinya itu sembari mengusap tubuhnya.


Maysa melebarkan senyumnya, ia senang karena Harold memujinya dan mengatakan bahwa pria itu puas dengan pelayanannya. Sontak hati Maysa jadi berbunga-bunga, apalagi sudah lama juga ia tidak melakukan hal itu bersama suaminya. Jujur Maysa pun merindukan permainan Harold, sehingga ia tak mengapa bila Harold meminta itu darinya.


"Sama-sama mas, kamu juga hebat kok bisa bikin aku lemas banget kayak gini! Tapi, kamu harus tanggung jawab nih jadinya aku gak bisa ngapa-ngapain gara-gara kamu! Badan aku rasanya remuk semua tahu!" ucap Maysa cemberut.


"Hahaha, iya iya nanti aku pijitin kamu deh biar badan kamu gak remuk lagi. Sekarang kamu tidur aja, aku mau ke kamar mandi nih!" ucap Harold.


"Hm, kamu mau mandi? Biar aku siapin air panas ya buat kamu sayang? Kamu kan baru keluar dari rumah sakit, gak baik kalau mandi air dingin malam-malam begini!" ucap Maysa hendak bangkit.


"Sssttt, udah udah gausah mikirin aku deh! Kamu istirahat aja, aku bisa urus semuanya sendiri kok!" ucap Harold sambil tersenyum.


"Oke deh mas." Maysa mengangguk paham.


Setelahnya, Harold mengecup sejenak kening sang istri dan mengusapnya lembut sebelum ia mulai beranjak dari tempat tidurnya saat ini. Harold pun meninggal istrinya sendirian disana, ya karena pria itu hendak masuk ke kamar mandi. Tapi tanpa disadari oleh Maysa, kini Harold pergi dengan membawa ponsel miliknya.


Di dalam kamar mandi, Harold tampak menghubungi seseorang melalui ponselnya sambil menyalakan keran air. Harold sengaja melakukan itu agar Maysa tidak mendengar apa yang hendak ia bicarakan di dalam telpon nantinya, ya sepertinya Harold memang masih memiliki banyak rahasia yang tidak ingin diketahui oleh istrinya.

__ADS_1


📞"Halo Dean!" ucap Harold di dalam telpon.


Ya pria itu menghubungi asistennya secara diam-diam kali ini, seperti ada hal penting yang hendak dibicarakan olehnya dengan sang asisten disana tetapi tidak ingin Maysa mengetahuinya. Beruntung Dean juga cepat mengangkat telpon darinya, sehingga Harold tidak perlu menunggu lama karena khawatir Maysa akan sadar nantinya.


📞"Ya bos, itu suara apaan sih bos berisik banget? Saya sampai gak bisa dengar suara pak bos," ucap Dean terheran-heran.


📞"Sssttt, diam aja kamu! Sekarang katakan ke saya, barang yang kamu curi itu aman kan?" ucap Harold.


📞"Ohh, iya tenang aja bos semua aman kok di tempat biasa! Tapi, nanti ini barangnya mau kita apain bos?" tanya Dean.


📞"Pake nanya, ya dijual lah!" jawab Harold.


📞"Waduh!"


•


•


Hari berganti, pagi-pagi sekali Harold telah bersiap untuk pergi ke kantornya dan tengah berdiri menatap cermin seraya merapihkan pakaiannya. Hal itu diketahui oleh Maysa yang kebetulan baru selesai dari kamar mandi, wanita itu keluar dan langsung menghampiri suaminya di depan cermin sambil tersenyum berniat membantu lelaki itu.


Harold spontan menolehkan pandangannya ke arah sang istri yang baru selesai mandi itu, ia cium wangi harum tubuh Maysa dan mengecup pipinya. Sontak Maysa menempel di tubuh suaminya, wanita itu sengaja membenamkan pipinya pada bahu sang suami untuk membiarkan Harold menikmati bagian favorit dari tubuhnya itu.


"Kamu tuh kenapa pagi-pagi gini udah mau pergi sih, mas? Kamu mau kemana emangnya? Apa kamu udah sembuh dan gak sakit lagi bekas luka tusukannya?" tanya Maysa tampak cemas.

__ADS_1


Harold tersenyum dan menangkup wajah gemas istrinya, dikecupnya kening wanita itu dengan lembut seraya mengusapnya. Ia coba menjelaskan pada Maysa kalau saat ini kondisinya telah pulih, sehingga tentunya Harold harus pergi ke kantor untuk mengurus pekerjaannya. Apalagi, sudah lama juga Harold tidak datang ke kantornya sebelum ini.


"Iya sayang, aku mau kerja. Aku harus ke kantor sekarang buat cek semuanya, lagian kondisi aku juga udah membaik kok," jawab Harold lirih.


"Masa sih kamu udah membaik? Aku takut aja kamu kenapa-napa mas, atau nanti luka kamu kambuh lagi. Kamu itu kan baru banget keluar dari rumah sakit, kenapa enggak diam dulu di rumah gitu istirahat?" ucap Maysa cemas.


"Gapapa sayang, aku baik-baik aja kok. Kamu gak perlu cemas begitu ya sama aku, aku gak akan kenapa-napa deh!" ucap Harold.


"Bener ya, kamu janji loh gak boleh kenapa-napa! Awas kalau nanti tiba-tiba aku dapat kabar lagi seperti kemarin kamu ketusuk, aku gak akan maafin kamu loh!" ucap Maysa mengingatkan.


"Iya sayang, aku janji sama kamu! Boleh ya aku pergi ke kantor sekarang?" ucap Harold.


Akhirnya Maysa mengangguk menyetujui ucapan pria itu, ia terpaksa setuju dengan permintaan Harold karena tak memiliki pilihan lain. Namun, tetap saja Maysa masih merasa cemas dan khawatir pada suaminya yang baru pulih itu. Ya Harold memang tipe lelaki yang keras kepala, dan tak ada yang bisa menghalangi niat lelaki itu saat ini.


"Iya deh, kamu boleh pergi sayang. Tapi, kamu harus terus kabari aku ya!" ucap Maysa.


"Siap sayang!" Harold mencolek gemas hidung istrinya dan menghujani wajah wanita itu dengan berbagai kecupan hangat.


Harold sangat senang karena Maysa mau mengerti posisinya dan mengizinkan ia untuk pergi ke kantor, kini ia hanya tinggal memikirkan cara untuk bisa meminta izin pada Zanna putrinya. Ya karena ia tahu, sejak kemarin Zanna amat merindukan dirinya dan ingin terus ia berada dekat dengan gadis itu serta bermain bersamanya.


Pasangan suami-istri itu pun berciuman sejenak selama beberapa menit disana, ya cumbuan singkat itu dimaksudkan Harold untuk membuat istrinya tidak kecewa lagi. Harold tahu bahwa sebenarnya Maysa masih ragu memberi izin padanya, namun wanita itu merasa tidak enak hati jika melarangnya dan akhirnya terpaksa mengiyakan kemauannya.


...~Bersambung~...

__ADS_1


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...


__ADS_2