Jebakan Satu Malam Duda Liar

Jebakan Satu Malam Duda Liar
Tidak suci lagi


__ADS_3

Hari demi hari berganti, setelah belakangan ini coba menghindar dari Peter dan menyembunyikan semua yang ia alami kala itu dari sang kekasih. Kini akhirnya Maysa memutuskan untuk menemui lelaki itu di taman dekat kampus, Maysa beralasan jika ia harus menceritakan kejadian itu ke salah satu orang yang bisa ia percaya untuk membantunya mencari tahu dimana keberadaan Harold saat ini dan menangkap pria itu karena sudah melecehkannya.


Keduanya pun bertemu kali ini, Peter tampak sangat senang karena Maysa akhirnya mau menemui dirinya kembali setelah beberapa hari ini ia cukup sulit untuk bisa berbicara dengan gadis itu. Bahkan saat ia mendatangi rumahnya, orang di sekitar sana mengatakan jika Maysa sekeluarga telah pindah karena diusir. Langsung saja Peter menanyakan perihal kejadian itu pada Maysa, dan Maysa juga menjelaskan mengenai hutang keluarganya.


Maysa kemudian menangis secara tiba-tiba tanpa diduga oleh Peter, sontak Peter yang panik mencoba bertanya apa yang terjadi pada wanita itu dan memintanya menenangkan diri. Tak lupa Peter mengajak Maysa duduk berdua di tempat yang tersedia, wanita itu menurut saja karena dia rasa menjelaskan semua yang menimpa dirinya perlu ketenangan agar emosinya bisa tertahankan.


"May, sayang kamu kenapa? Apa yang terjadi sama kamu? Kenapa kamu nangis? Apa karena kamu diusir sama debt colector itu?" tanya Peter cemas.


Maysa menggeleng diiringi air mata yang terus mengalir, Peter terus berusaha menyudahi tangisan wanita itu dengan menyeka air matanya menggunakan telapak tangan. Namun, tampaknya begitu sulit bagi Maysa untuk bisa menahan kesedihannya saat ini. Terlebih ia harus menjelaskan apa yang ia alami kala itu kepada Peter, rasanya ia tak sanggup melihat reaksi dari Peter nantinya.


"Peter, kamu yakin siap buat dengerin cerita aku sekarang? Kamu gak akan marah?" ujar Maysa.


"Hah? Ya enggak lah May, buat apa coba aku marah? Justru aku bakal bantu kamu sebisa aku!" ucap Peter.


"Okay, kalo gitu aku bakal ceritain semuanya ke kamu dari awal. Kamu dengerin ya!" ucap Maysa.


Peter menganggukkan kepalanya, lalu tampak serius menatap wajah Maysa dan tak sabar untuk mendengar cerita dari gadis itu. Sungguh Peter ingin tahu, apa kiranya yang menjadi penyebab Maysa menjauhinya belakangan ini. Terlebih gadis itu amat sulit untuk ia temui, setelah keluarganya diusir dari rumah mereka sendiri beberapa waktu lalu.


"Jadi, sebenarnya waktu itu ketika aku menghilang dari kampus dan baru pulang besoknya, aku itu diculik sama seseorang dan dibawa pergi secara paksa ke tempat dia," ucap Maysa menjelaskan.


Sontak Peter menganga lebar dibuatnya, ia terkejut sekaligus panik mendengar apa yang dijelaskan Maysa barusan. Tentunya Peter tak ingin sesuatu yang buruk terjadi pada Maysa, apalagi ia baru tahu kalau ternyata Maysa dibawa pergi oleh seseorang yang entah siapa. Peter pun mendekat, kemudian memegang kedua bahu kekasihnya itu.


"Maysa, maksud kamu gimana sih? Jadi malam itu tuh kamu bukan nginep di rumah teman kamu, tapi kamu diculik gitu?" tanya Peter.


Maysa mengangguk perlahan, "Iya Peter, maafin aku ya karena udah bohong sama kamu? Waktu itu aku gak mau cerita, karena aku takut bikin kamu dan keluarga aku cemas," jawabnya terisak.

__ADS_1


"Eee terus apa yang terjadi setelah itu? Kamu berhasil bebas dan selamat? Dia gak apa-apain kamu kan sayang?" tanya Peter cemas.


"Itu dia yang mau aku ceritain ke kamu Peter, aku harap kamu gak kecewa ya setelah dengar itu semua!" ucap Maysa.


"Memangnya kenapa sayang?" tanya Peter lagi.


Maysa terdiam sejenak, menundukkan wajahnya karena ragu untuk menceritakan semuanya. Maysa khawatir jika Peter akan kecewa dan meninggalkan ia begitu saja, apalagi setelah tahu kalau ternyata wanita yang dia cintai sudah tidak suci lagi. Namun, Maysa mencoba kuat dan berharap Peter adalah kekasih sejati yang tak akan pergi darinya.


Peter lalu menarik dagu Maysa dan menahannya, "Sayang, kamu cerita aja sama aku! Apa yang terjadi sama kamu?" ucapnya sangat penasaran.


"A-aku diperkosa..."


Deg


Tiba-tiba saja, Peter bangkit dari duduknya dan melepas tubuh Maysa begitu saja. Ia tatap wajah Maysa sambil berdiri, sedangkan wanita itu masih tetap terduduk dan menangis terisak. Rasanya Peter masih tak percaya dengan semua itu, tapi nyatanya semua memang terjadi dan kekasihnya itu saat ini sudah tidak suci lagi.


"Aku benar-benar gak nyangka May, ternyata kamu bisa kayak begini!" ucap Peter.


Maysa pun ikut bangkit menatap lelaki itu, "Peter, aku mohon maaf sama kamu karena aku gak bisa jaga diri! Tapi, aku juga gak mau semua ini terjadi. Aku nyesel banget udah pernah cari masalah sama orang itu!" ucapnya memelas.


"Hah? Jadi maksudnya, kamu kenal sama orang yang perkosa kamu itu?" tanya Peter.


"Sebenarnya enggak, aku gak sengaja ketemu dia di bar tempat aku kerja," jawab Maysa jujur.


Seketika Peter tersentak mendengarnya, "Bar? Selama ini kamu kerja di bar? Kenapa kamu baru kasih tahu soal ini ke aku sayang? Tega kamu May, aku kecewa sama kamu!" ucapnya tegas.

__ADS_1


"Peter, aku terpaksa kerja disana untuk memenuhi kebutuhan keluarga aku. Kalau aja aku bisa dapat kerjaan di tempat lain, pasti aku gak akan kerja disana!" ucap Maysa.


"Udah deh May, kamu mau alasan apapun itu tetap aja bikin aku kecewa sama kamu! Lebih baik kita udahan aja sekarang!" ujar Peter.


Deg


"Ma-maksud kamu? Kamu mau putusin aku setelah tahu aku diperkosa?" tanya Maysa.


"Gak ada laki-laki yang mau terima ceweknya kalau dia udah gak suci, May!" ucap Peter tegas.


Ucapan Peter barusan sungguh membuat hati Maysa terkoyak, wanita itu tak menyangka kalau ternyata Peter bisa mengatakan itu padanya. Lelaki yang selama ini ia cintai dan ia kira akan bisa membantunya menyelesaikan masalah, justru dengan teganya malah mengatakan hal itu. Sontak Maysa pun menggeleng kecewa dibuatnya.


"Aku gak nyangka sama kamu Peter, aku pikir dengan aku cerita masalah ini ke kamu, kamu bisa bantuin aku buat selesaikan semuanya. Tapi, nyatanya kamu malah campakkan aku kayak gini! Aku kecewa sama kamu!" ucap Maysa terisak.


"Terserah apa kata kamu, ini gak akan terjadi kalau kamu bisa jaga diri dan pilih-pilih kerjaan! Tapi sekarang semua udah terlambat, aku gak mau lagi ada hubungan sama kamu!" sentak Peter.


Lelaki itu langsung berbalik dan melangkah meninggalkan tempat itu, Maysa berusaha menahannya sembari berteriak memohon. Namun, Peter yang sudah terlanjur kecewa tetap melangkah pergi tanpa memperdulikan panggilan Maysa. Sehingga saat itu juga Maysa tersungkur di jalan, menangis terisak menyesali semuanya.


Tanpa disadari olehnya, kejadian tadi tampaknya telah direkam oleh seseorang dari jauh. Dia adalah Dean alias asisten kepercayaan Harold, terlihat Dean menyunggingkan senyum menatap Maysa yang tengah histeris disana sembari memegang ponsel berisi rekaman kejadian antara Maysa dan Peter tadi yang sebentar lagi akan diberikan kepada Harold selaku bosnya untuk membuat pria itu senang.


"Bos pasti suka nih, dengan begini si Maysa gak bakal ada yang bantuin lagi!" batin Dean.


...~Bersambung~...


...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...

__ADS_1


__ADS_2