
Harold keluar dari kamar mandi dan bersiap untuk tidur di sebelah istrinya yang sudah terlelap lebih dulu, ia tersenyum sembari naik ke atas kasur dan menatap wajah sang istri di sebelahnya. Harold merasa kagum pada wanita itu, karena saat tertidur saja Maysa masih terlihat sangat cantik. Sontak Harold mendekat ke arahnya, lalu mengecup kening wanita itu dengan lembut dan mengusapnya. Tak lupa Harold juga meninggikan selimut di tubuh istrinya, ia tak ingin membuat Maysa terganggu tidurnya dan melakukan itu dengan perlahan.
Tapi disaat Harold hendak merebahkan tubuhnya, tiba-tiba saja ia tak sengaja melihat sesuatu yang amat mencurigakan di atas meja dekat tempat tidur. Ya matanya menangkap sebuah obat aneh yang terletak disana, entah itu milik siapa karena Harold belum pernah melihatnya.
Karena rasa penasaran yang amat sangat, Harold bergerak cepat bangkit kembali dari tempat tidurnya dan berjalan menuju meja tersebut. Ia sungguh heran obat apa yang ada disana, karena baru kali ini ia melihat obat itu di mejanya. Padahal, sebelum ini Harold juga tidak pernah melihat obat seperti itu ada di kamarnya atau seisi rumahnya.
"Itu obat apa sih? Saya perasaan gak pernah punya obat kayak gitu," gumamnya lirih.
Harold pun mengambil botol obat itu dari atas meja, lalu menatapnya secara serius untuk memastikan obat apakah itu. Pasalnya, Harold belum pernah melihat obat seperti itu sebelumnya di sekitar sana. Rasa penasarannya terus mencuat, namun entah mengapa ia tak bisa mengenali apa nama dan fungsi obat tersebut.
"Haish, ini obat apa sih? Kok gak ada keterangannya ya disini? Tempat obatnya juga malah kosong kayak gini, padahal biasanya kalau obat kan pasti ada tulisan atau apapun itu," gumam Harold.
Harold menghela nafasnya, ia mengambil ponsel miliknya dan memotret obat tersebut untuk mencari tahu semuanya di internet nanti. Harold sungguh heran kali ini, ia juga belum tahu siapakah pemilik obat tersebut dan apa tujuannya mengkonsumsi obat itu. Seketika Harold merasa curiga, karena obat itu memang cukup mengherankan.
"Saya harus cari tau semuanya, ini sebenarnya obat apa sih? Saya yakin, Amy pasti tahu ini obat apa! Dia itu kan dokter ahli," pikir Harold.
"Mas!"
Disaat Harold hendak menghubungi rekannya yang bekerja sebagai dokter, tiba-tiba saja Maysa terbangun dan menegurnya sembari menepuk pundaknya dari belakang. Sontak Harold terkejut, obat di tangannya pun terjatuh ke lantai karena tak menyangka dengan kehadiran istrinya disana.
"Mas, kamu kenapa sih? Kok kaget gitu pas aku panggil? Kamu lagi ngapain emang?" tanya Maysa tampak kebingungan.
"Eee a-aku...." Harold terbata-bata dibuatnya.
Pandangan Maysa pun teralih ke arah obat yang terjatuh itu, ia seketika merasa panik dan dengan cepat mengambil obat itu dari lantai untuk mengamankannya. Bagaimanapun, Maysa tak mau apabila Harold mengetahui semua tentang rencananya.
"Ohh, kamu pasti bingung ya sama obat ini mas? Ini tuh punya teman aku, dia titip minta beliin vitamin sama aku. Wajar lah mas soalnya dia orangnya sibuk banget," ucap Maysa berbohong.
"Vitamin teman kamu? Tapi kok gak ada keterangan apa-apa di botol obat itu?" tanya Harold keheranan.
Maysa terdiam, ia bingung harus menjawab apa. Jantungnya berdebar-debar kali ini, ia sungguh khawatir jika sampai Harold curiga padanya. Namun, ia berusaha sekuat tenaga untuk menenangkan diri dan meyakinkan Harold kalau apa yang ia katakan tadi adalah benar adanya.
__ADS_1
"Iya mas, ini vitamin khusus buat dia. Aku juga gak tahu apa namanya, karena dia cuma bilang aku suruh beli obat ini ke orang," jawab Maysa.
Harold mengangguk perlahan, ia pun tersenyum dan mengusap lembut puncak kepala istrinya. Meski ia masih ragu dengan perkataan sang istri, tetapi ia memilih percaya saja padanya karena tak mau terjadi keributan nantinya.
"Oh gitu, yaudah aku paham kok. Kalo gitu kita tidur aja lagi yuk sayang, maaf ya aku udah ganggu tidur kamu!" ucap Harold.
"Gapapa mas," lirih Maysa.
Harold bergegas merangkul istrinya, lalu mengajak Maysa berbaring di tempat tidur bersamanya.
"Saya yakin ada yang disembunyikan oleh Maysa, saya harus cari tahu tentang obat itu besok! Gak mungkin kalau obat itu cuma vitamin biasa," gumam Harold dalam hatinya.
•
•
Pagi harinya, Harold pergi menemui dokter Amy tanpa sepengetahuan sang istri. Ia turut serta membawa hasil foto dari obat yang semalam ia temui di kamarnya itu, ia benar-benar curiga dan yakin sekali kalau ada yang disembunyikan Maysa darinya. Untuk itu, kali ini Harold memilih datang ke rumah sakit dan bergegas bertemu dengan rekan dokternya yang memang sudah sering membantu dirinya selama ini.
"Haish, kamu ini selalu aja mojokin saya kayak gitu! Memangnya saya cuma suka begitu apa? Saya ada urusan lain Amy," ucap Harold mengelak.
Amy terkekeh dibuatnya, "Ahaha, iya iya sorry Harold! Emang kamu ada urusan apa?" ujarnya.
Harold pun mengambil ponselnya, lalu menunjukkan sebuah foto di dalam galerinya kepada dokter wanita itu. Harold mulai menjelaskan kalau foto itu merupakan sebuah obat yang sangat ia curigai, ia pun meminta Amy untuk menyelidikinya dan memeriksa obat apakah itu.
"Kira-kira kamu bisa tau gak ini obat apa?" tanya Harold pada temannya itu.
"Hadeh Rold, kamu meragukan kemampuan aku? Jelas lah aku pasti bisa, tapi aku ini bukan cenayang Harold. Aku gak mungkin bisa tebak ini obat apa cuma dari lihat fotonya, aku butuh lihat langsung bentuk dan tekstur obat itu," ucap Amy.
"Haish, berarti sama aja kamu gak pintar dong. Katanya dokter, masa kayak gini aja gak bisa? Itu kan fotonya jelas loh, kelihatan juga bentuk obatnya," ucap Harold tampak kesal.
"Ih Harold, gak gitu juga kali! Iya emang foto ini jelas, tapi kan aku butuh lihat obatnya secara langsung. Aku mau tau dia itu teksturnya kayak apa, terus baunya gimana. Kalau cuma ngeliat dari foto mah susah dong," ucap Amy.
__ADS_1
"Ah payah kamu, nyesel deh saya datang kesini jauh-jauh!" geram Harold.
"Dih, gak jelas banget sih kamu! Yaudah, sana kamu bawa aja foto itu ke rumah sakit atau dokter lain! Kalau ada yang bisa tebak itu obat apa, aku kasih kamu cewek baru!" ucap Amy.
"Ck, saya gak butuh cewek baru selagi ada Maysa. Saya cuma mau tau ini obat apa," ucap Harold.
Lagi-lagi Amy sampai tidak bisa menahan tawanya saat mendengar Harold berbicara seperti itu padanya, tapi kemudian ia kembali mengatakan pada Harold bahwa memang ia tidak dapat mengetahui apa jenis obat itu dan apa pengaruhnya jika dikonsumsi oleh seseorang.
"Yaudah Harold, kamu bawa aja sih obat itu kesini secara langsung! Kenapa kamu malah kasih fotonya doang coba?" ucap Amy.
"Ya karena itu gak mungkin saya lakuin, yang ada istri saya bisa curiga nanti. Kayaknya sih dia itu lagi sembunyiin sesuatu deh dari saya, makanya saya mau cari tau itu," ucap Harold.
"Umm, berarti obat itu punya Maysa?" tanya Amy.
Harold mengangguk sebagai jawaban, ia juga menjelaskan rasa curiganya itu yang entah kenapa merasa jika Maysa tengah menyembunyikan sesuatu darinya. Amy pun mengerti dengan penjelasan Harold, meski wanita itu juga masih belum tahu pasti apa obat yang ada di dalam foto tadi.
"Aku ngerti sama kecurigaan kamu, Rold. Tapi, kamu gak boleh terlalu mikir yang enggak-enggak dulu ya! Kamu bawa aja dulu obat itu kesini, biar aku bisa periksa lebih detail!" ucap Amy.
"Okay, nanti akan saya usahakan. Yasudah, terimakasih ya Amy! Maaf juga kalau saya ganggu waktu kamu!" ucap Harold.
"Enggak kok, santai aja!" ucap Amy singkat.
Setelahnya, Harold beranjak dari kursi yang ia duduki dan pergi dengan perasaan kecewa. Akan tetapi, Harold tak akan berhenti sampai disitu mengingat ia masih begitu penasaran dengan obat yang semalam ia temui di dalam kamarnya. Ya tentu Harold akan kembali datang ke tempat itu, supaya ia bisa lebih lega dan tidak perlu bingung lagi.
"Saya tetap akan cari tahu semua ini Maysa, maafkan saya!" batin Harold.
Sementara Amy masih terus terduduk di kursinya kali ini, ia teringat kembali pada foto obat yang ditunjukkan Harold tadi dan seolah ia merasa tidak asing pada obat tersebut.
"Iya juga ya, obat di foto tadi tuh kayak obat pencegah kehamilan deh," pikir Amy.
...~Bersambung~...
__ADS_1
...JANGAN LUPA LIKE+KOMEN YA GES YA!!!...